
Khaira masuk ke kamar dan melihat Diego yang telah membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Khaira lalu naik ke ranjang dan memeluk tubuh Diego yang saat ini telah sah menjadi suaminya.
Diego membalas memeluk tubuh Khaira erat dan membawanya kedalam dekapan dadanya.
"Khaira, dari awal aku mengenal yang namanya perasaan cinta aku telah jatuh cinta padamu. Aku telah mencoba menepis dengan mengatakan jika perasaanku ini mungkin saja perasaan sayang antara seorang adik ke kakaknya. Tapi semakin hari aku sadar jika perasaan ini adalah rasa cinta bukan hanya sekedar sayang sebagai saudara. Aku bahagua banget setelah tahu jika kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku. Dan yang lebih membuat aku bahagia adalah saat ini kamu telah menjadi istriku"
Diego mengecup pipi Khaira dan bibitnya. Ia menarik pinggang Khaira agar tubuh mereka makin merapat.
"Berarti kamu udah menyukaiku dari lama"
"Udah sejak lima tahun yang lalu. Khaira, aku boleh minta hak aku nggak...." bisik Diego dan mengecup telinga Khaira membuat wanita itu geli.
"Hak apa emangnya...."
"Hak sebagai suami. Malam pertama kita...."
"Kamu serius ingin melakukan itu " tanya Khaira polos
"Tentu saja ,sayang. Aku udah nggak sabar ingin melakukannya denganmu"
"Tapi aku malu. Kamu masih aku anggap adik" ucap Khaira lagi.
"Jangan main main Khaira, aku ini suamimu. Kita buat adik sekarang ya...." ucap Diego dan langsung naik ke atas tubuh Khaira.
Diego mengecup dahi Khaira dan seluruh bagian di wajah Khaira. Kecupan turun ke bibir dan lanjut ke leher Khaira.
Diego mengecup, menghisap dan menggigit leher Khaira. Ia hanya bisa terdiam karena merasakan sesuatu yang berbeda. Khaira mulai terbuai dengan permainan lidah Diego.
Diego mulai membuka kancing baju tidur Khaira sehingga tampak pakaian dalamnya.
Tanpa Khaira sadari celana tidurnya juga telah terbuka. Diego menghentikan kecupannya, dan berdiri. Ia juga membuka seleuruh pakaiannya.
Khaira yang melihat Diego hanya berbalut CD nya menjerit dan menutup matanya.
"Diego...kamu mau apa" teriak Khaira.
Diego dengan senyum smirk nya membuka tangan Khaira yang menutup matanya.
"Jangan di tutup, mulai hari ini kamu harus terbiasa melihat tubuh polosku. Begitu juga kamu harus terbiasa polos dihadapanku"
"Apa kamu pengin cepat menikah denganku karena ini. Kamu kecil tapi udah mesum" ucap Khaira masih berteriak.
__ADS_1
"Sayang, apa kamu ingin semua orang mendengar kegiatan kita. Kenapa dari tadi kamu teriak teriak terus"
Khaira mengambil selimut dan menutupi tubuhnya. Diego menjadi gemas melihat tingkah mbaknya yang sekarang sudah berubah menjadi istrinya.
Walau usia Khaira jauh diatasnya, Khaira emang tampak lebih polos darinya. Mungkin karena Khaira yang terlalu manja dan dilindungi papi serta daddynya.
Selama ini kemanapun ia pergi, selalu ditemani dan diantar. Satu satunya teman dekat prianya hanyalah Alby.
Papi dan daddy nya tidak pernah mengizinkan Khaira keluar malam tanpa ditemani oleh Atha atau Diego.
Jadi Diego bisa pastikan , jika dirinya pria yang pertama melihat tubuh polos istrinya.
Diego menarik selimut yang menutupi tubuh Khaira dengan paksa dan membuangnya jauh.
"Diego...." ucap Khaira menutupi dadanya dengan kedua tangan.
"Dosa loh panggil nama sama suami"
"Aku belum mau sekarang, besok aja"
"Kenapa" ucap Diego mendekati Khaira
"Aku takut...kata temanku yang udah nikah, sakit kalau pertama melakukannya"lirih Khaira
"Emang kamu bisa...emang kamu udah pernah melakukan...jujur, kamu udah pernah ya" ucap Khaira dengan suara ketus
"Sayang, itu bisa dipelajari diinternet"
"Kamu sering lihat film gituan ya"
"Film gituan apa...."
"Ya, gituan. Film orang yang udah dewasa"
"Emang salah...aku kan udah dewasa"
"Kamu baru akan dua puluh tahun besok"
"Dewasa itu saat kita udah terima KTP"
"Nggak ah...saat usia dua puluh tahun lebih"
"Berarti kamu udah dewasa, tapi kenapa malu"
__ADS_1
Mendengar ucapan Diego , Khaira jadi terdiam Ia juga heran, kenapa selama ini ia tak pernah ingin tahu masalah orang dewasa.
Saat teman teman seusianya menceritakan gaya pacaran mereka yang agak bebas, Khaira hanya bisa menarik nafas.
Ciuman pertama kali ia lakukan saat bersama Diego. Jika temannya bisa tidur bareng dengan teman prianya dan melakukan hubungan badan, Khaira hanya bisa geleng kepala. Ia dan Diego sudah dari kecil tidur bareng hingga ia dewasa.
Tapi Khaira tidak pernah melakukan hal lebih dari sekedar ciuman. Ya hanya ketika di villa Diego pernah mencumbunya.
"Diego, janji ya kamu akan melakukan pelan. Aku takut...." ucap Khaira lagi
"Janji sayang...."
Diego melecuti seluruh pakaian Khaira dan dirinya. Diego mengecup seluruh bagian tubuh istrinya dengan lembut seakan takut menyakitinya.
Khaira yang merasakan kelembutan dari perlakuan Diego menjadi sedikit santai. Ia tak takut lagi.
Setelah puas mengecup bagian tubuh Khaira dari wajah hingga perutnya dan pahanya, Diego lalu kembali mengecup bibir Khaira dan melum*nya pelan dengan penuh perasaan.
"Khaira, aku akan menyatukan tubuh kita. Jika kamu merasa sakit, kamu bisa gigit bahuku" ucap Diego
Ketika ia mencoba menyatukan tubuh mereka, Khaira merintih.
"Sakit...pelan yang" lirih Khaira
"Aku akan coba lagi. Ini udah pelan sayang, kamu tahan dikit ya. Kata orang orang diawalnya aja sakit. Jika telah terbiasa nanti nggak sakit lagi"
Diego mencoba lagi penyatuan tubuh mereka, ia ******* bibir Khaira mengalihkan sakitvyang dirasakan istrinya.
Khaira menggigit bibir Diego yang ******* bibirnya karena menahan rasa sakit. Sebenarnya Diego juga merasakan sedikit sakit, karena ini juga pertama baginya.
Setelah beberapa saat, akhirnya Diego bisa menyatukan tubuh mereka.
Diego merasakan kenikmatan yang tak pernah ia dapatkan dan rasakan selama ini.
Setelah mereka sama sama klimaks, Diego melepaskan penyatuan dan membaringkan tubuhnya di samping Khaira. Ia mengecup dahi dan bibir istrinya.
"Terima kasih sayang, kamu memang yang terbaik"
Diego memeluk Khaira dan membawanya kedalam dekapan dadanya.
*******************
Terima kasih
__ADS_1