CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Empat puluh Satu S2


__ADS_3

Sudah satu minggu Khaira kembali dari rumah sakit. Khaira terbangun pagi hari karena mendengar suara orang yang sedang muntah di pagi hari.


Ia berjalan perlahan menuju kamar mandi. Khaira mendorong pintu yang sedikit terbuka itu.


"Sayang, kamu kenapa" tanya Khaira melihat wajah Diego yang berkeringat karena muntah.


Khaira memegang dahi suaminya. Ia takut Diego sakit. Tapi ia tak merasa dahi Diego panas.


"Badan kamu nggak panas, yang"


"Mungkin aku masuk angin...."


Khaira memijat tengkuk suaminya agar membantu Diego memuntahkan isi perutnya.


Setelah merasa cukup, Diego membasuh wajahnya dan membantu membasuh wajah Khaira. Setelah selesai Diego menggendong Khaira membawanya ke tempat tidur.


"Kenapa bangun...aku mengganggu tidurmu, ya" ucap Diego meletakan tubuh Khaira pelan di kasur.


"Kamu udah merasa enakan" ucap Khaira tanpa menjawab ucapan Diego


"Aku bertanya kok dijawab dengan pertanyaan lagi" ucap Diego yang sudah berada di atas tubuh Khaira dengan kedua tangan yang menahan tubuhnya agar tak menghimpit tubuh Khaira.


"Aku dengar suara kamu muntah, aku jadi kuatir" ucap Khaira manja sambil melingkarkan tangannya di leher Diego


Diego mengecup bibir Khaira cukup lama dengan lembutnya.


"Kamu masih saja mengkuatirkan aku. Yang perlu dikuatirkan itu kamu, sayang. Saat ini yang sedang sakit kamu, bukan aku"


"Aku takut kamu juga sakit..."


"Aku nggak akan sakit. Aku akan menjagamu dan calon bayi kita"


"Kamu nggak akan meninggalkan aku walau tahu masa lalu aku atau mommy ku tidak baik"


"Aku nggak mau kamu bicarakan itu lagi. Aku hanya tahu kalau kamu itu wanita yang pantas aku cintai. Tak ada keburukan ataupun kesalahan yang aku lihat pada dirimu"


"Terima kasih karena mencintaiku begitu besarnya"


"Aku harap kamu juga mencintaiku"


"Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tau" ucap Khaira mengecup bibir Diego.


"Aku mandi dulu, ya. Mau kuliah. Aku takut jika lama lama begini, aku jadi pengin memkanmu. Padahal aku harus menahannya satu bulan ini..."


"Maafkan aku, yang"


"Kenapa kamu harus minta maaf"

__ADS_1


"Karena kandunganku yang lemah, kamu tak bisa meminta hakmu padaku"


"Nggak apa...itu juga demi buah hati kita"


"Mandilah, aku tunggu di meja makan ya. Papi pasti udah menunggu kita buat sarapan"


"Jalannya pelan aja. Jangan tergesa gesa"


"Iya, aku ke dapur dulu"


Khaira berjalan menuju ruang makan, dan seperti dugaan papinya telah menunggu.


"Selamat pagi papi" ucap Khaira dan mengecup pipi Azril.


"Selamat pagi, sayang. Bagaimana keadaanmu, nak."


"Udah jauh membaik pi. Badanku udah terasa enakan"


"Syukurlah. Papi mungkin hari ini nggak bisa pulang siang. Papi ada rapat hingga sore. Apa kamu nggak apa papi tinggalkan hingga sore"


"Nggak apa , pi. Aku udah sehat nih"


"Tapi kamu tetap harus jaga diri. Jangan bekerja dan jangan banyak pikiran"


"Iya, papi" ucap Khaira memeluk lengan papinya dan bersandar di bahu Azril.


Azril mengusap rambut putrinya dan mengecupnya.


Diego sudah mengetahui semua cerita mengenai kehadiran Khaira di rahim ibunya. Ia tak mau mengatakan kebenarannya karena ia tahu betapa Azril sangat menyayangi Khaira.


Diego juga tak ingin jika Khaira tau semua itu, ia akan sedih karena Diego tahu jika istrinya itu sangat mengagumi sosok papinya.


"Biarlah semua cerita masa lalu papi terkubur bersama jasad mommynya Khaira"


Diego mendekati Khaira dan mengecup pipinya.


Azril melepaskan pelukan putrinya.


"Kita sarapan lagi. Pasti kamu udah laparkan" ucap Azril, ia mengambilkan sarapan yang disiapkan bibi buat Khaira.


Khaira hanya diam sambil memandangi Diego dengan wajah cemberut.


Diego yang menyadari perubahan wajah Khaira menjadi heran.


"Kenapa sayang, kok mandanginya gitu"


"Kamu mau ke mall apa kampus"

__ADS_1


"Kampuslah, ngapain aku ke mall"


"Kok pakaiannya gitu"


Diego memandangi tubuhnya. Nggak ada yang salah, pikirnya. Ia memakai baju kaus yang dilapisi jaket jeans. Dan celana jeans sobek.


Diego ke kampus hanya ingin mengerjakan tugas dengan temannya.



"Kenapa dengan pakaianku ,sayang"


"Mana ada orang ke kampus gitu. Kamu mau jalan bareng teman ya. Kamu bosan di rumah karena terus menemaniku"


Azril yang mendengar ucapan Khaira menjadi tersenyum. Ia tahu saat ini pastilah putrinya itu sedang cemburu melihat gaya pakaian Diego.


"Aku cuma mau mengerjakan tugas di perpustakaan bareng teman di kampus. Nggak ada kemana mana sayang"


"Kamu nggak bohong..."


"Nanti sampai kampus aku video call ya sama kamu"


"Awas kalau kamu coba bohong dan macam macam. Aku dan bayi kita tak akan memaafkan kamu"


"Iya, sayang. Ini papi saksinya. Jika aku macam macam , kamu boleh menghukumku"


"Sayang, sarapannya di santap. Diego harus ke kampus, nanti telat. Kamu mau suamimu bolos kuliah"


"Nggak mau, pi"


"Kalau gitu, kita sarapan ya"


Azril, Khaira dan Kenzo menyantap sarapan yang telah dimasak bibi.


Setelah sarapan Diego pamit ke kampus yang diantar Khaira hingga ia masuk ke mobil. Diego mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.


Khaira mendekatkan wajahnya. Diego mengecup pipi dan bibir istrinya itu.


"Hati hati di rumah. Jika perlu sesuatu minta tolong bibi. Aku nggak lama kok di kampus jadi kamu jangan takut karena papi pulangnya sore"


"Kamu juga harus hati hati mengendarai mobilnya"


"Iya, sayang.." ucap Diego. Ia melambaikan tangannya ketika mobil mulai bergerak.


Setelah mobil hilang dari pandangan, Khaira kembali masuk kedalam rumahnya.


****************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2