
Diego telah kembali ke rumah diantar Kenzo dan Hanna. Saat ini semua sedang berkumpul di ruang keluarga termasuk Atha
"Kenzo, aku sudah memutuskan jika syukuran kehamilan Khaira akan diaadakan di rumah ini aja. Karena aku sekalian akan mengadakan acara pertunangan Atha dan kekasihnya Ratu pada malam harinya. Biar nanti saat Khaira udah lahiran, bisa langsung adakan pesta buat Khaira dan Atha sekaligus"
"Aku terserah aja, Azril. Mana yang terbaik nuat Khaira. Bukan begitu, Hanna"
"Iya, Azril. Apa yang Khaira inginkan aja. Aku pasti setuju...."
"Mami, apa souvenir buat acara syukuran kehamilan Khaira itu masih bisa digunakan" tanya Diego
"Tentu saja masih , Diego...."
"Aku mau tambahin bingkisan berupa makanan buat anak anak itu, boleh ya pi" ucap Khaira
"Boleh sayang..."
"Besok kita pergi beli ya ,pi. Atha kamu juga harus mempersiapkan acara pertunanganmu. Jangan papi aja yang sibuk"
"Aku maunya ketika pertunangan malam hari itu cuma dihadiri keluarga dan sahabat terdekat. Nggak perlu rame. Nanti mbak Khaira kecapean, dari pagi hingga malam acara masih berlangsung"
"Mbak cuma duduk aja , Atha. Kamu dan papi yang harus mempersiapkan semuanya. Jangan coba coba libatkan Diego, ia baru pulih. Nnati sakit lagi"
"Segitu takutnya Diego sakit lagi. Bucin...tapi pura pura nggak butuh. Pakai acara kabur segala"
"Atha...." teriak Khaira dan melempar bantal kursi ke wajah Atha.
"Biar daddy dan Mami yang bantu papi. Lagi pula semua udah ditangani EO milik Diego dan daddy. Kamu nggak perlu kuatir, Khaira. Semua pasti berjalan lancar"
"Daddy, undangannya diganti ya. Kan acaranya jadi tertunda seminggu nih..."
"Nggak perlu, kita koreksi tanggalnya aja. Sayang jika harus buat baru. Lagi pula waktunya udah mepet, nak"
"Oh, gitu ya...."
"Itu urusan mami. Biar mami yang koreksi nanti"
__ADS_1
"Terima kasih ,mami sayang" ucap Khaira sambil memajukan bibirnya.
"Kalau dibantu aja bilang sayang...." ujar Atha
"Jangan salah ya. Aku ini memang sayang sama mami. Mami juga begitu, sayang denganku. Irii...bilang bos"
"Aku nggak iri ya mbak. Karena mami juga sayang kok sama aku"
"Lebih sayang sama mbak, karena mbak anak cewek satu satunya mami sekaligus menantunya" ucap Khaira sambil memeletkan lidahnya ke arah Atha.
"Iya deh, kalau udah bawa bawa menantu ...aku kalah"
"Mami sayang kalian bertiga. Kalian anak mami semuanya" ucap Hanna dengan mata berkaca kaca. Ia bersyukur dapat berada diantara mereka , keluarga yang sangat disayanginya.
Setelah berbincang mengenai semua yang diperlukan buat acara syukuran , dan pertunangan Atha dan Ratu, mereka makan malam bersama.
Kenzo dan Hanna pamit pulang setelah jam menunjukan pukul sepuluh malam.
Dalam perjalanan menuju rumah mereka Hanna mencoba bicara dengan Kenzo mengenai mamanya.
"Ya, ada apa Hanna..."
"Apa mama nggak diberitau mengenai syukuran ini"
"Aku nggak mau mama menyakiti Khaira lagi"
"Aku rasa mama tak akan berbuat hal yang sama lagi"
"Kenapa kamu bisa yakin begitu Hanna"
"Mama ketika di rumah sakit, sudah cerita alasan kenapa ia tak menyukai Alesha dan Khaira. Sebenarnya kasihan juga mama, setelah mendengar ceritanya"
"Cerita apa, Hanna...."
"Cerita tentang kakeknya kakak"
__ADS_1
"Kakekku...mama tak pernah cerita denganku. Apa kakekku masih ada atau tidak. Sejak aku kecil aku tak pernah melihatnya. Aku hanya mengenal nenek. Apa mama menceritakan padamu, Hanna"
"Iya ,kak..."
Hanna lalu mengulang semua apa yang diceritakan mama dengannya.
Kenzo menghentikan mobilnya mendadak. Beruntung jalanan telah sepi.
"Jadi, kakekku meninggalkan nenek demi mantannya yang sedang hamil anak pria lain"
"Iya, kak. Itulah sebabnya mama begitu marah dan kecewa setelah tau Alesha mengandung anak pria lain. Aku harap kakak mau mengerti mama"
"Tapi, itu bukan alasan bagi mama untuk membenci Alesha dan Khaira. Kisah mereka berbeda, disini aku tidak menelantarkan putraku ketika menikahi Alesha"
"Aku mengerti, kak. Tapi mungkin mama masih trauma dengan kejadian masa lalunya. Kita seharusnya memberikan pengertian bukannya menghakimi mama. Karena jika kita terus menghakiminya, kita akan membuat ia makin membenci Khaira. Ia pasti beranggapan kita terlalu membela Khaira dan mengabaikannya. Apa lagi saat ini mama udah makin tua. Pemikiran orang tua terkadang kembali ke anak anak. Ia terkadang sengaja membuat satu masalah buat mendapat perhatian kita , kak..."
"Hanna...aku tak mengerti, hatimu terbuat dari apa. Kenapa kamu bisa menerima semua masalah dengan lapang dada. Kamu tak pernah menghakimi orang. Kamu pasti selalu memikirkan dari kedua belah pihak"
"Kak, sebentar lagi kita memiliki cucu. Kita sudah tua. Bagaimana seandainya itu terjadi pada kita. Dijauhkan dari cucu kita. Apa kita tak merasa sedih"
"Tapi apa Azril dan Khaira bisa menerima"
"Aku yang akan bicara pada Khaira ,kak. Aku juga mengenalnya dari kecil. Aku tau bagaimana pribadinya. Ia bukan seorang pendendam. Jika Khaira bisa menerima, aku yakin Azril juga akan menerimanya"
"Terima kasih , Hanna. Aku bersyukur dijodohkan dengan wanita sepertimu. Wanita yang memiliki hati seluas samudra. Aku mencintaimu" gumam Kenzo mengecup pucuk kepala Hanna.
"Aku juga mencintaimu, kak" lirih Hanna.
Kenzo kembali mengendarai mobilnya dengan tangan kiri yang selalu menggenggam tangan Hanna.
"Kak Kenzo, aku berharap saat ini kamu memang telah mencintaiku. Tak ada kata terlambat dalam cinta. Aku tetap bahagia walau kamu baru bisa mencintaiku saat ini. Semoga kita akan bersama selamanya sampai maut yang memisahkan"
********************
Terima kasih
__ADS_1