
Tiga bulan kemudian
Saat ini kandungan Khaira udah memasuki bulan keempat. Diego sudah jarang merasakang ngidam.
Selama tiga bulan yang lalu, setiap pagi ia akan merasakan mual dan muntah. Diego juga sering malas melakukan sesuatu. Kuliah selalu dipaksa Khaira, baru Diego akan berangkat.
Beruntung usaha yang dijalani Diego tidak mengharuskan ia sebagai pemimpin meski datang setiap hari.
Diego hanya perlu hadir jika EO yang ia miliki mengadakan atau mendapatkan proyek yang cukup besar. Jika hanya pesta kecil, ia menyerahkan dengan asistennya saja.
Hubungan Khaira dengan Hanna sudah mulai akrab lagi seperti dulunya. Hanna selalu menunjukan jika ia tak keberatan atas pernikahan putranya.
Kenzo dan Hanna sedang mempersiapkan pesta buat syukuran pernikahannya dan juga syukuran kehamilan Khaira keempat bulan.
Ia tak ingin nanti terjadi fitnah jika orang orang belum tahu jika Diego dan Khaira telah lama menikah.
Sore ini Diego membawa Khaira ke rumah , ia ingin Khaira juga ikut terlibat dalam persiapan pesta pernikahan mereka. Ia ingin ke kantor, sedangkan Azril belum pulang kerja, dari pada Khaira bosan di rumah Diego membawa ke rumahnya.
Oma yang sudah dikabari jika dua minggu lagi akan diadakan pesta kecil kecilan buat pernikahan Diego dan Khaira ternyata juga sedang menuju rumah kediaman putranya Kenzo.
Diego dan Khaira langsung menuju ruang keluarga dimana Hanna sedang membungkus bingkisan buat anak yatim yang akan menghadiri acara pengajian buat kehamilan Khaira keempat bulan.
"Selamat sore mami...." ucap Khaira dan mengecup pipi Hanna
"Selamat sore sayang, bagaimana kandunganmu. Sehat...."
"Sehat , mi"
"Tidak ada keluhan lagi...."
"Nggak ada mi, Diego juga udah nggak mual dan muntah lagi. Makannya sekarang banyak"
"Betul Diego"
"Iya, mi. Bawaannya lapar terus"
"Pernah tengah malam terbangun pengin ketoprak. Aku bangunkan papi biar bisa carikan. Aku bilang aku yang ngidam, padahal Diego. Nggak tahu papi dapat dimana, setelah dua jam pergi baru kembali dengan membawa dua bungkus ketoprak"
"Kamu ya. Susahin papi aja"
"Itu kan maunya calon bayi kami , ma" ucap Diego menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Kenzo yang baru pulang kantor , mendengar sekilas obrolan mereka.
"Nyusahin papi gimana" ucap Kenzo duduk di samping Hanna
"Daddy, baru pulang kerja" tanya Khaira.
__ADS_1
Khaira saat ini jarang bermanja lagi dengan Kenzo. Walau ia dan Hanna udah baikan, tapi Khaira masih tetap menjaga jarak. Biasanya ia akan memeluk Kenzo jika bertemu, saat ini tidak pernah itu ia lakukan lagi.
"Iya, nak. Kamu sehat. Apa yang dilakukan Diego sehingga nyusahin papi" tanya Kenzo lagi
"Cuma pengin ketoprak tengah malam, dad. Papi kira yang ngidam Khaira, jadi papi keluar bersama supir mencari penjual ketoprak yang masih ada di tengah malam"
"Ada ada aja kamu. Kamu sengaja ingin ngerjain papikan, bukan karena pengin"
"Bukan , Dad..."
"Nanti daddy bilang sama papi"
"Kamu sengaja ya yang, ngerjain papi aku"
"Nggak sayang...sumpeh deh. Anak kita ganteng kalau cowok dan cantik kalau cewek jika aku bohong"
Semua nya tertawa melihat wajah Diego yang serius.
"Hhhmmmm...."
Suara deheman yang sengaja dikeraskan membuat semua terdiam dan memandangi asal suara.
"Oma, apa kabar" sapa Khaira pelan
"Daddy, mami...aku pamit sebentar mau ke kantor. Ada yang harus aku tangani. Tolong jaga Khaira" ucap Diego penuh penekanan
"Kenapa sekarang kamu jadi nggak sopan Diego, apa ini ajaran dari istrimu"
"Oma ...jangan membuatku makin nggak sopan. Apakah oma tak mendengar Khaira menegur oma. Jika aku tak menegur oma, itu berarti kesalahan ada pada diriku, bukan istriku"
"Kamu bahkan udah berani membentak oma sekarang"
"Mama, Diego udah...jangan berdebat lagi"
"Aku juga tak ingin, mi. Aku pamit sebentar. Ingat mi, jagain Khaira"
"Siapa emangnya yang akan menyakiti istrimu itu"
"Mama, apakah mama datang hanya untuk bertengkar dengan Diego" ucap Kenzo cukup keras
"Kalian yang memulai pertengkaran"
"Oma, aku tak pernah ingin memulai pertengkaran. Aku tetap menghormati oma selagi oma juga bisa menghormati privasi aku"
Setelah mengucapkan itu Diego langsung berjalan meninggalkan rumahnya.
Oma ikut duduk disofa yang berada di ruang keluarga itu.
__ADS_1
Ia memandangi Khaira dengan mata yang tajam seakan ingin menusuk Khaira.
Oma tidak membuka suara begitu juga Khaira. Hanya Kenzo dan Hanna yang kadang terdengar mengobrol.
Khaira yang merasa haus berdiri dari duduknya. Ia pamit dengan Hanna ingin ke dapur. Oma melihat perut Khaira yang sudah mulai membesar.
Oma tanpa pamit berdiri menuju dapur menyusul Khaira.
"Udah berapa bulan kehamilanmu" tanya oma begitu sampai dihadapan Khaira.
"Memasuki empat bulan , oma" jawab Khaira sambil menunduk
"Empat bulan..."
"Iya, oma"
"Apa itu anaknya Diego"
"Maksud oma apa...tentu saja ini anaknya Diego. Aku tak mungkin berselingkuh oma" ucap Khaira dengan suara yang cukup keras.
Kenzo dan Hanna mendengar suara keras dari dapur walau tidak jelas ucapannya. Mereka berdiri menuju dapur.
"Siapa tahu kamu menikah dengan Diego karena telah hamil dengan pria lain. Dan kamu hanya ingin memanfaatkan keluguan Diego buat menutupi aibmu. Seperti ibumu dulu"
Khaira melempari gelas yang ada di tangan ke lantai.
"Oma keterlaluan, aku tau selama ini oma tak pernah menyukaiku. Tapi aku tetap menghormati oma karena daddy, mami dan Diego yang begitu baik. Tapi kali ini oma sudah keterlaluan. Oma telah mengusik harga diriku."
Khaira berjalan meninggalkan dapur bertepatan dengan Kenzo dan Hanna yang masuk.
"Khaira , kamu mau kemana" ucap Hanna memegang tangan Khaira.
"Aku tak mau di sini lagi,mi. Kehadiranku nggak pernah diharapkan"
"Khaira, jangan dengarin omongan oma. Maklum oma udah tua"
"Tapi kali ini oma berhasil membuat harga diriku terasa terinjak. Aku tak bisa terima. Aku pamit pulang"ucap Khaira sambil melepaskan pegangan tangan Hanna.
Hanna akhirnya melepaskan pegangan tangannya, ia takut menyakiti Khaira jika memaksanya bertahan.
Khaira meninggalkan rumah itu dengan menggunakan taksi. Ia tak menghubungi Diego tapi papinya. Khaira mengatakan apa yang diucapkan oma padanya sambil menangis.
Azril meminta Khaira menuju kantornya. Karena ia juga sudah bersiap ingin pulang. Azril ingin membawa Khaira jauh. Ia sudah tak bisa terima dengan perkataan mamanya Kenzo. Tak akan ia biarkan anaknya diusik oleh siapapun itu.
********************
Terima kasih
__ADS_1