
Alesha dan Kenzo memasuki satu restoran yang cukup ternama. Mereka memilih ruangan VIP agar lebih leluasa bicara.
Setelah memesan makanan dan minuman mereka, Kenzo lalu mendudukan Khaira di sampingnya dan memberi cemilan buat Khaira agar nanti ia dan Alesha bisa bicara sedikit nyaman.
"Kak...aku minta maaf" ucap Alesha memulai pembicaraannya.
"Maaf untuk apa , Sha. Kakak bukan ingin mendengar maaf darimu , kakak ingin semua penjelasanmu saja"
"Kak, apa yang ingin kakak ketahui"
"Apa kamu pergi karena mami yang meminta"
"Bukan kak..."
"Jika bukan karena mami, apa alasan kamu meninggalkan kakak. Apa kak Kenzo ada melakukan kesalahan..."
"Tidak kak. Kakak sangat baik, tidak ada satu kesalahanpun yang kakak lakukan padaku"
"Apa karena kamu ingin kembali pada Azril"
"Bukan kak, aku sudah katakan jika aku baru bertemu kak Azril seminggu yang lalu. Aku pergi dari Singapura ke Batam. Aku di terima pada satu perusahaan, setelah lima bulan di Batam aku di mutasi ke Cirebon"
"Jadi selama lima bulan kamu ada di Batam"
"Ya, dan seminggu yang lalu perusahaan dimana aku bekerja, mengadakan kerja sama dengan perusahaan kak Azril. Itu pertama kali aku bertemu"
"Kenapa kamu tak pernah sekalipun mencoba menghubungi kakak, setakut itukah kamu kembali pada kak Kenzo. Apa kamu tahu , Sha...kakak selalu saja memikirkan kamu. Diman kamu. Sama siapa kamu. Apa kamu bisa bertahan. Khaira bagaimana. Apa kamu dan Khaira sehat sehat. Dan banyak lagi yang kakak pikirkan tentang kamu , Sha. Kamu tak pernah ada niat sedikitpun untuk mengabari kakak , cukup kakak tahu kamu baik baik saja."
"Kakak , aku mengambil tindakan ini juga untuk kebaikan bersama..."
"Kebaikan siapa , Sha. Kebaikan kamu, atau kebaikan Azril"
"Kak... jangan salah sangka. Ini semua tidak ada hubungan dengan kak Azril. Aku melakukannya demi kebaikan kakak. Aku tak mau jika aku memilih bertahan dengan kak Kenzo , hubungan kak Kenzo dengan kedua orang tua kakak jadi renggang."
"Tadi kamu katakan ,jika kepergian kamu tak ada hubungan dengan mami. Tapi sekarang kamu katakan jika itu demi kebaikan hubungan kakak dan mami...sebenarnya apa yang terjadi , Sha. Jangan membuat kakak berpikir yang macam macam"
__ADS_1
"Kak, aku pergi karena kemauanku. Aku tak bisa memilih tetap bersama kakak. Karena bagiku Khaira yang paling utama. Mami meminta aku memilih antara kak Kenzo dan Khaira, jadi ku meninggalkan kakak karena itu memang pilihanku"
"Kenapa kamu mengambil keputusan sendiri, Sha. Seharusnya kamu jujur pada kakak. Kita bisa mencari solusi dan bicarakan semua dengan papi dan mami. Apa benar kata mami, jika kamu memang tak pernah mencintaiku ,Sha. Sehingga kamu begitu mudahnya meninggalkan aku. Apa selama hidup bersamaku, kamu tak bisa juga mengisi hatimu dengan namaku ,Sha. Tidak ada sedikitpun rasa cintamu untukku"
"Kak, maafkan aku"
"Sudahlah ,Sha. Tidak perlu minta maaf. Ini semua memang salahku. Aku pikir dengan kebersamaan kita selama ini kamu akan belajar dan berusaha mencintaiku. Aku pikir dengan cintaku yang begitu besar padamu akan membuat kamu juga perlahan mencintaiku. Tapi aku salah ,Sha. Pengorbanan dan cintaku padamu selama ini tak juga bisa membuka hatimu untuk dapat mengukir namaku"
"Kak...aku benar benar minta maaf"
"Tidak ada yang salah , Sha. Cinta memang tak bisa dipaksakan. Mulai saat ini kamu bisa mengejar cintamu , Sha. Kakak tidak akan mengikatmu lagi. Seperti kamu dengar dari mami, kita sudah resmi bercerai. Nanti kakak beri akta cerainya. Tapi boleh kakak meminta sesuatu , Sha'
"Minta apa, kak"
"Boleh kakak tetap menjadi daddy nya Khaira. Boleh kakak mengunjungi Khaira saat kakak kangen"
"Tentu saja boleh kak. Karena sampai kapanpun bagi Khaira, kakak tetap daddynya."
Kenzo melihat kesampingnya. Tampak Khaira sedang memakan kentang gorengnya. Kenzo mengangkat tubuh Khaira ke meja.
"Boleh..."
"Khaira mau tetap jadi anak daddy"
"Mau..."ucap Khaira sambil memegang kedua pipi Kenzo
"Daddy sayang Khaira, apa Khaira sayang daddy...."
"Khaira juga sayang daddy..." ujar Khaira dan mencium pipi Kenzo.
Kenzo memeluk Khaira , memangkunya dipaha dan mengecup seluruh bagian di wajah Khaira.
"Khaira, putri kecil daddy. Sekarang sudah makin cantik dan pintar. Daddy masih selalu ingat saat kamu masih bayi dan tidur dalam pelukan daddy. Daddy selalu merindukan saat itu akan terulang lagi" gumam Kenzo
__ADS_1
Alesha tidak bisa menahan air matanya mendengar ucapan Kenzo. Ia teringat saat Kenzo yang juga harus begadang menjaga Khaira.
"Kak, aku tak akan pernah melupakan semua kebaikan dan pengorbanan kamu. Kamu yang selalu ada saat aku kesulitan. Tapi mungkin takdir kita yang tak bisa hidup bersama. Aku tak mau egois, aku juga harus memikirkan kebahagiaanmu. Karena kamu nggak mungkin akan terus terikat denganku, kamu juga berhak mendapatkan wanita yang mencintai kamu. Karena aku tak akan pernah bisa memberi cintaku padamu , kak. Terlalu jahat jika aku terus bertahan denganmu tapi tak pernah memberikan cintaku, kamu pria yang baik, dan pantas mendapat wanita yang baik yang mencintai kamu dengan seluruh jiwanya. Karena cintaku tetap hanya untuk seseorang, sekuat dan sekeras apapun aku mencoba menghapus cintaku , itu tak pernah bisa. Karena ia sudah terlanjur tertanam dihatiku yang paling dalam"
Setelah makan , Alesha mengantar Kenzo ke apartemennya. Sampai di parkiran, Kenzo tidak langsung keluar dari mobil Alesha.
"Sha, aku bolehkan datang mengunjungimu untuk bertemu Khaira"
"Boleh, kak. Sudah aku katakan tadi, kapanpun kakak ingin bertemu Khaira kakak bisa menemuinya"
"Kalau begitu, bisa kakak minta nomor ponselmu dan alamat tempat tinggalmu"
Alesha mengambil dompetnya dan memberikan kartu namanya.
"Nanti jika kak Kenzo mau bertemu Khaira bisa menghubungi aku dulu, biar aku jemput kakak jika kakak nggak tahu jalan kerumahku...."
"Baiklah , Sha. Khaira, daddy pulang dulu. Besok besok kita bertemu lagi ya. Daddy sayang Khaira"
"Iya daddy..."
"Hati hati ,Sha...."
"Iy kak. Terima kasih"
Kenzo mengecup pipi Khaira dan ia turun dari mobil dengan melambaikan tangannya.
Khaira juga melambaikan tangannya. Alesha perlahan menjalankan mobilnya meninggalkan area parkir itu.
Setelah mobil Alesha menghilang barulah Kenzo masuk ke gedung apartemennya.
"Mungkin ini yang terbaik buatku dan juga buatmu , Sha. Aku berharap rasa cintaku ini mulai mengikis agar tak ada rasa sakit itu lagi. Karena jika aku memaksamu buat tetap disampingku, kita akan sama sama terluka."
***********************
Terima kasih
__ADS_1