CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tujuh Season 2


__ADS_3

Khaira bersama Alby mendatangi rumah Kenzo. Kebetulan mereka sedang menonton di ruang keluarga. Di sana juga terdapat Diego.


Khaira duduk disamping Kenzo. Ia emang lebih dekat dengan Kenzo dari pada Hanna maminya.


Khaira tak sedikitpun mau memandangi Diego. Alby memilih duduk di sofa yang sama dengan Diego.


"Sayang, ada apa. Pasti ada maunya nih kalau peluk peluk daddy begini" ucap Kenzo dan mengecup kepala Khaira. Ia memang sangat menyayangi Khaira. Karena dari Khaira masih dalam kandungan sampai lahir Kenzo melihat sendiri perkembangannya.


"Daddy, Mas Alby mau bicara ..."


"Tumben, serius begini. Apa yang ingin kamu bicarakan Alby"


"Om, tante... saat ini usiaku sudah cukup buat berumah tangga. Aku bermaksud ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan Khaira. Aku sudah melamar secara pribadi dengan papi. Dan rencananya minggu depan aku akan membawa keluargaku buat melamar Khaira secara resmi"


Diego kaget mendengar ucapan Alby, ia langsung membetulkan duduknya menjadi tegak dan memandangi Khaira.


"Oh ya. Daddy senang mendengarnya. Daddy udah nggak sabar ingin menimang cucu dari kalian"


"Nikah aja belum, udah cucu aja daddy omongkan" ucap Diego ketus, membuat Kenzo dan Hanna kaget.


"Bukankah pada akhirnya Khaira dan Alby akan menikah jika sudah melamar"


" Mami ikut bahagia mendengarnya. Kalian memang pasangan yang serasi..."


"Jadi daddy dan mami merestui kami bukan" ucap Khaira sedikit ditegaskan agar Diego tahu jika Daddy dan mami merestui Alby dan dirinya.


"Tentu saja sayang, mami merestui kalian"


"Daddy, rencananya minggu depan acara lamaran diadakan dirumah papi. Daddy dan mami harus hadir. Aku tak mau ada alasan" ujar Khaira manja sambil memeluk Kenzo

__ADS_1


"Tentu saja daddy hadir , sayang. Ini moment spesial dalam hidup gadis daddy"


"Putri mami sudah dewasa. Sebentar lagi sudah menjadi seorang istri. Oh ya, apa kalian sudah makan"


"Sudah mi. Tadi sebelum ke sini, mas Alby ngajak makan dulu"


"Tadi mami ada buat dessert , kamu ambilkan buat Alby di kulkas"


"Oke ,mami..."ucap Khaira melangkah menuju dapur.


Khaira ingin membuka kulkas, tapi tangannya ditahan seseorang. Khaira menoleh dan melihat Diego yang berdiri dengan menggenggam tangannya.


"Jangan menerima lamaran ,Alby..." ucap Diego dengan penuh penekanan.


"Apa hakmu melarang, mbak"


"Karena aku tahu mbak melakukan ini hanya untuk menghindariku"


"Khaira...dengarkan aku baik baik. Aku tahu kamu menerima Alby hanya agar aku menjauhimu dan melupakan cintaku. Aku tahu kamu sengaja melakukan ini untuk menolakku"


"Kamu salah sangka, aku tidak melakukan itu karena kamu, Diego. Bagiku pernyataan cintamu itu hanyalah mainan. Aku tak menanggapinya. Kamu itu hanya puber saat ini. Jadi kamu tidak mengerti dengan perasaanmu. Aku mencintai Alby, itulah alasan aku menerima cintanya"


"Khaira, jangan munafik. Jika kamu memang mencintai Alby kenapa baru sekarang kamu menerimanya. Padahal kalian sudah mengenal dan dekat selama lima tahun ini"


"Karena Alby baru menyatakan cintanya"


"Khaira, aku mohon pikirkan sekali lagi keputusan kamu ini. Jangan menjerumuskan dirimu sendiri. Jika kamu menikah hanya karena terpaksa, tidak akan ada kebahagiaan"


"Aku tidak terpaksa, semua sudah aku pikirkan dengan matang"

__ADS_1


"Khaira, aku tak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika nanti kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini. Aku tidak masalah jika kamu tidak menerima cintaku. Tapi jangan menghukum dirimu dengan melakukan pernikahan ini. Aku akan melepaskan dan membiarkan kamu menikah jika dengan pria yang benar benar kamu cintai. Aku akan ikut bahagia jika kamu bahagia"


"Aku mencintai mas Alby, harus berapa kali aku mengulangnya" ucap Khaira sudah mulai meneteskan air matanya


"Khaira, walau usiaku masih muda. Aku tulus mencintaimu, cintaku ini bukan hanya cinta monyet. Aku yakini itu. Aku tidak akan memaksa kamu menerima cintaku. Tapi jangan buat aku merasa bersalah dengan kamu menerima seseorang hanya untuk menolak cintaku. Aku mau kamu pikirkan sekali lagi. Bagaimana lagi aku memohon padamu"


Diego membawa Khaira ke dalam pelukannya ketika ia melihat gadis yang sangat dicintainya itu makin terisak.


"Aku mencintaimu dengan seluruh hatiku, Khaira. Cinta ini tidak akan pernah hilang selama jantungku masih berdetak. Aku menyadari cinta ini sudah sejak lama" bisik Diego


Khaira melepaskan pelukan Diego. Diego mengambil sapu tangan dan menghapus air mata Khaira.


"Aku sudah memutuskan buat menerima mas Alby, aku tak mungkin menarik ucapanku. Aku hanya berharap ini adalah keputusan terbaik buat semuanya"


Khaira mengambil dessert dalam kulkas dan membawanya dengan nampan. Diego kembali menahan langkah Khaira.


"Jangan keras kepala , Khaira. Aku hanya ingin kamu memikirkan semua dengan matang. Seminggu itu waktu yang cepat buat mengambil keputusan. Kamu bisa menunda lamaran Alby beberapa bulan lagi. Dan jika kamu telah lama berpikir, Alby memang tetap ada dihatimu..aku juga akan mendukung pilihanmu. Aku akan ikut bahagia jika gadis yang aku cintai bahagia, walau bukan bersamamu"


Khaira urung menanggapi ucapan Diego karena mendengar langkah kaki mendekati mereka.


"Khaira, kenapa lama banget sih"


"Ini mi, Diego merecoki Khaira. Minta disuapi dessernya "


"Kamu tuh , Diego. Senang banget usilan mbakmu. Nanti jika Khaira udah menikah, kamu nggak boleh manja lagi ya. Alby bisa cemburu nanti"


Khaira melangkah ke ruang keluarga diikuti Mami. Diego naik ke lantai atas menuju kamarnya.


"Kamu tak boleh menerima lamaran itu hanya untuk menolakku, Khaira. Apa yang harus aku lakukan agar kamu memikirkan kembali lamaran Alby"

__ADS_1


*****************


Terima kasih


__ADS_2