CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Seratus Tiga


__ADS_3

Sore harinya Azril membawa Alesha dan Khaira juga bunda ke suatu tempat. Ia ingin membuat kejutan buat keluarga kecilnya.


"Kita mau kemana kak...."


"Kalau kakak katakan berarti nggak surprise lagi dong"


Azril menyetir mobilnya memasuki satu komplek perumahan yang cukup mewah dan berhenti di salah satu rumah.


"Kenapa berhenti disini kak. Ini rumah siapa"


"Kita turun dulu ya, baru kamu tahu ini rumah siapa"


"Azril, ini rumah siapa nak"


"Bunda ,masuk dulu baru tahu ini rumah siapa"


Azril berjalan masuk ke dalam pekarangan rumah dan masuk tanpa mengetuk pintu.


"Rumah siapa sih kak, kok main masuk aja. Rumahnya kenapa tak dikunci...."


Dari dalam rumah muncul pria dan wanita setengah baya. Mereka menunduk dan tersenyum ke arah Azril.


"Selamat sore nak Azril..." ucap pria itu.


"Selamat sore bapak, ibu. Kenalkan ini istriku dan ini bundaku. Dan yang paling cantik ini putriku"


"Jadi ini nyonya nak Azril..."ucap wanitanya.


"Jangan panggil nyonya bu, panggil aja namanya...Alesha."


"Nak Alesha , nak Azril ...selamat sore" ucap ibu itu.


"Selamat sore bu..." ujar Alesha


Alesha tersenyum dan mengulurkan tangannya pada pria dan wanita itu. Bunda juga melakukan hal yang sama.


Azril memegang tangan Alesha membawa masuk kedalam rumah itu lebih jauh lagi. Alesha kaget melihat ada foto Azril sedang menggendong Khaira kecil di rumah sakit.



"Kak, kenapa ada foto kakak dan Khaira disana"


"Ini rumah hadiah buat Khaira , Sha"


"Maksud kak Azril..."tanya Alesha kaget


"Rumah ini kakak beli setahun lalu atas nama Khaira. Kakak nggak berpikir jika kita akan menikah kembali, jadi kakak sengaja beli buat Khaira"


"Jadi ini rumah kakak..."


"Buat kamu dan Khaira" ujar Azril


"Kamu nggak pernah beri tahu bunda"


"Aku belum sempat beri tahu bunda. Tapi rumah ini hanya ada tiga kamar, dan satu kamar dibelakang buat bapak Ali dan istrinya yang menjaga rumah ini. Kamar buat Khaira belum ada aku buat. Nanti satu kamar kita dekorasi khusus buat Khaira aja. Aku mau besok kita semua pindah"


"Besok, apa nggak kecepatan. Belum beres bereskan kak..."

__ADS_1


"Semua sudah tersedia, kamu tinggal bawa pakaian aja dari apartemen besok. Kita pindahnya setelah kakak pulang kerja ya."


"Terserah kakak aja"


"Kamu mau pindah kesinikan. Bunda juga mau..."


"Tentu saja nak, bunda lebih senang tinggal diperumahan dari pada apartemen"


"Maaf, kakak baru mampu beli rumah segini"


"Ini sudah lebih dari cukup kak, untuk apa rumah besar banget. Terima kasih kak"


"Jangan berterima kasih,ini memang sudah kewajiban kakak menyediakan tempat tinggal buat anak istri"


"Papi, kita mau tinggal sini"


"Iya , sayang. Khaira suka..."


"Suka papi..."


"Ayo kita ke taman. Kemarin papi sudah minta orang buat belikan ayunan dan perosotan buat main Khaira"


Azril menggendong Khaira dan membawanya ke taman belakang rumah yang telah di buat Azril seperti taman kanak kanak. Tersedia ayunan dan perosotan.


"Khaira suka papi" ucap Khaira antusias. Ia minta turun dari gendongan Azril dan berlari ke arah plosotan dan langsung bermain.



"Setelah kita mengurus surat resign kamu , kita langsung minta izin kesekolah Khaira untuk ia pindah. Dekat dari sini ada play group yang cukup bagus, letaknya nggak jauh dari rumah ini"


"Bunda senang nak. Kamu sudah dewasa banget. Sudah bisa mengerti tanggung jawab sebagai seorang suami"


Setelah mereka puas melihat isi seluruh rumah ,Azril pamit dengan bapak Ali dan istrinya.


Mereka menuju salah satu resto buat santap makan malam.


"Papi..Khaira mau bobok di rumah tadi. Khaira mau main"


"Besok ya sayang, kita belum bawa pakaian." ujar Azril dengan lembut


"Janji..."


"Iya papi janji besok kita sudah pindah kesana"


Setelah selesai makan ,Azril membawa keluarganya jalan jalan di mall mrmbeli mainan buat Khaira.


Hampir jam sepuluh malam baru mereka pulang ke apartemen. Alesha sudah merasa sangat lelah, ia akhirnya tertidur di mobil.


Azril tak sampai hati untuk membangunkan Alesha ketika sampai di apartemen.


"Bunda gendong Khaira, biar aku gendong Alesha, pasti ia capek banget. Aku nggak sampai hati membangunkan"


"Iya, nak..."


Azril menggendong Alesha sampai ke dalam kamar. Setelah itu Azril masuk kamar mandi membersihkan dirinya.


Azril membaringkan tubuhnya di samping Alesha. Ia mengusap pipi Alesha.

__ADS_1


"Sayang, pasti kamu kelelahan banget ya. Tubuhmu terasa lebih ringan saat ini. Aku sebenarnya sangat kuatir dengan kondisi kamu saat ini, tapi aku menyembunyikan darimu karena aku tak mau kamu tambah takut"


Azril memeluk erat tubuh Alesha ,membuat ia terbangun.


"Kakak...kok udah di kamar aja. Kakak gendong aku ya"


"Iya, kenapa..."


"Bangunkan aja tadi, aku kan malu sama bunda"


"Kenapa malu, kamu tahukan jika bunda sangat menyayangi kamu. Kalau kakak nggak gendong kamu, bunda bisa marah. Kamu capek banget ya. Kakak gendong lagi ke kamar mandi buat bersihin badan"


"Nggak perlu, aku bisa sendiri"


"Apa kepala kamu terasa sakit"


"Sedikit..."


"Mandilah, nanti kakak pijitin ya"


"Nggak usah ah, aku cuma pusing dikit"


"Udah, sekarang mandi dulu...atau perlu kakak mandikan"


"Nggak...nanti kalau kakak mandiin jadi lama. Bisa berjam jam..." ucap Alesha mengingat tadi sore ketika ia mandi Azril masuk dan ikut mandi bareng. Kegiatan mandi jadi berlangsung dua jam. Karena Azril meminta haknya di kamar mandi.


Alesha cepat bangun dan masuk kamar mandi, ia mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Ia membaringkan tubuhnya dengan memeluk Azril dan menjadikan lengan Azril sebagai bantal.


"Kak aku takut ..."


"Takut apa ,sayang"


"Aku takut mendengar diagnosa dokter besok"


"Besok itu dokter belum bisa juga memastikan penyakitmu, karena masih ada banyak lagi pemeriksaan yang akan kamu lakukan. Besok kamu harus CT scan. Hanya itu..."


"Kak, kalau nanti aku benar mengidap kanker darah. Aku tak mau ya kemoterapi"


"Kenapa sayang..."


"Aku mau saat aku pergi nanti tubuhku tetap seperti ini. Nggak ada perubahan"


"Kamu tak akan pergi meninggalkan kakak. Kita akan bersama membesarkan Khaira. Kamu harus jalani semua pengobatan termasuk kemoterapi, itu tidak akan membuat tubuhmu berubah. Kamu tetap Alesha, wanita paling cantik yang kakak kenal"


"Kak...aku sangat menyayangi dan mencintai kakak"


"Sebesar apapun cintamu pada kakak, lebih besar lagi cinta kakak. Kamu mungkin tak menyadari itu. Karena kakak pernah melakukan kesalahan dengan menyakiti kamu. Itu sebenarnya karena kakak yang belum menyadarinya dan juga karena kakak yang terbiasa menganggap kamu adik. Kamu pasti masih ingat, apapun akan kakak lakukan buatmu , Lesha. Ketika kamu disakiti oleh temanmu, kakak yang akan maju terdepan membelamu, karena kakak lebih merasakan sakit darimu. Ketika kamu sedih, kakak akan lebih merasa sedih. Kamu tentu tak lupa ketika kamu menangis karena rindu mami papimu, kakak juga terisak menahan tangis melihat air matamu yang jatuh membasahi pipi. Kamu sakit dan harus di rawat, kakak juga merasakan sakit. Kakak tidak akan nafsu makan sampai kamu benar benar sembuh. Cuma bodohnya kakak tak menyadari semua itu karena kakak yang sangat mencintaimu"


Alesha membenamkan wajahnya didada Azril dan memeluk erat tubuh pria yang sangat dicintainya.


"Kak, jika Tuhan menjemputku saat ini...aku sudah rela, karena Khaira sudah ada yang menjaga dan melindunginya. Dan aku juga sudah merasakan kembali cinta kakak yang begitu besar. Aku merasa wanita yang paling beruntung karena dicintai oleh pria yang juga aku cintai"


"Kakak nggak mau mendengar kamu berkata begitu lagi. Kamu tak akan pergi secepat ini. Kita masih banyak waktu buat bersama. Kakak belum cukup membahagiakan kamu. Jalan kita masih panjang. Sekarang lebih baik kamu tidur sebelum adik kecil kakak bangun" ujar Azril mengalihkan pembicaraan.


"Kakak...mesum banget"


Alesha langsung mencoba memejamkan matanya. Azril tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Ia mengecup kepala dan dahi Alesha sebelum memejamkan matanya.

__ADS_1


*************************


Terima kasih.....


__ADS_2