CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tiga puluh


__ADS_3

Alesha pergi meninggalkan gedung itu dengan taksi. Di dalam taksi air matanya masih saja tumpah. Ia memukul dadanya yang terasa sesak.


"Tuhan, tolong buat aku melupakan kak Azril. Aku nggak kuat menahan sesak di dada ini setiap melihat dirinya bersama kak Tiara. Buatlah rasa cinta dihatiku hilang, agar aku bisa membuka hatiku buat lelaki lain"


Sampai di apartemen Alesha langsung masuk kamar, tanpa mengganti pakaian ia langsung merebahkan badannya diatas kasur.


"Tuhan, aku juga ingin bahagia. Buat aku melupakan semua rasa cintaku. Hapuskan semua kenangan indah aku saat bersama kak Azril"teriak Alesha sambil memandangi langit kamarnya.Alesha menangis sampai akhirnya ia tertidur.


Sementara itu di gedung pesta, Kenzo sudah mencari Alesha di setiap sudut ruangan, tapi wanita tak juga tampak.


Kenzo akhirnya menghampiri Azril dan Tiara yang sedang berdiri bersama rekan kerja yang lain.


"Maaf Ril, apa kamu melihat Alesha"


"Alesha.. hhmmm. Mungkin sudah pulang"jawab Azril gugup


"Kamu melihatnya tadi.. "


"Ya, tadi aku lihat ia menuju ke luar gedung. Mungkin ingin pulang"


"Terima kasih, maaf mengganggu "


Kenzo meninggalkan Azril yang masih berbincang dengan sesama rekan kerjanya.


"Kapan nih kalian ngadain pesta pernikahan, udah serasi banget begini. Nanti keburu ada yang pindah ke lain hati"ucap salah seorang rekan mereka


"Tunggu aja, kami akan secepatnya menikah"ucap Tiara antusias.


"Maaf, aku haus. Aku ambil minum dulu ya"ujar Azril


"Sayang, tolong ambilkan sekalian buat aku ya"ucap Tiara dengan nada manja.


Semua rekan kerja mereka, memang mengetahui hubungan Azril dan Tiara. Mereka selalu memuji Azril dan Tiara pasangan yang paling mesra dan romantis. Karena dulu memang Azril sangat memanjakan Tiara sebelum kejadian malam itu.


"Maaf ya, aku menyusul Azril. Pengin duaan dulu"


"Kalian memang selalu penginnya mesraan melulu "ucap rekan kerja.


Tiara tersenyum dan meningglkaan rekan kerjanya menuju Azril yang sedang melamun.


"Kemana kamu Lesha, apa kamu memang langsung pulang ke apartemen. Semoga saja kamu telah sampai dengan selamat"


"Sayang, mikirin siapa sih"ucap Tiara sambil memeluk Azril


"Lepaskan tanganmu, apa kamu nggak malu memelukku ditempat umum begini"


"Nggak, semua juga tahu kamu itu kekasihku"

__ADS_1


"Mantan kekasih.. "


"Nggak ada yang tahu kita pernah putus. Lagi pula kita cuma putus satu malam, sekarang kamu sudah kembali milikku. Ingat Azril, aku banyak menyimpan video malam itu dan juga adegan ciuman panas lainnya. Apa kamu pikir hanya malam itu kamu menyentuh tubuhku. Kamu sudah sering melakukannya, walau kita tak berhubungan badan. Jadi kamu jangan sok suci dan munafik begini. Kamu juga sama dengan lelaki lain yang tak bisa menahan nafsu melihat tubuh seksi wanita"ucap Tiara dengan sinis.


"Dan kamu tidak lebih dari wanita jal*ng yang dengan tanpa malu memperlihatkan tubuhmu pada lelaki "


Setelah mengucapkan itu Azril pergi meninggalkan Tiara sendiri. Ia pamit dengan pemilik perusahaannya untuk pulang, dengan alasan sakit kepala.


"Alesha tinggal di mana ya. Aku rasanya ingin menghampiri ke tempat tinggalnya. Alesha,sesakit apakah perasaanmu karena sikap kak Azril. Jangan pernah meminta kak Azril menjauh darimu lagi, karena itu hukuman berat bagi kakak"


Sampai di apartemennya Azril langsung ke kamar dan tidur. Ponselnya berdering, Azril melihat ada pesan masuk dari Tiara. Ketika Azril lihat, banyak foto foto mereka dulu yang sangat tidak pantas. Azril tidak mengira Tiara menyimpannya.


Tiara kembali mengirim pesan, sekarang ia mengirim video malam itu dengan tulisan


"Bagaimana ya reaksi kedua orang tuamu jika foto foto kita dan video panas malam itu sampai ketangan mereka. Aku ingin mengirimkan secepatnya jika sikapmu masih dingin padaku. Jika aku sakit, kamu juga harus merasakan sakit juga. Jika besok di kantor kamu nggak bersikap seperti dulu, aku akan mengirim foto foto kita di grup perusahaan "


Azril mengepalkan tangannya dengan keras menahan amarahnya.


"Dasar wanita gila, jika aku tahu kamu segila ini tak akan pernah aku menyukai apa lagi mencintaimu. Dasar wanita tak tahu malu. Mengapa aku dulu juga tergoda dengannya dan melakukan banyak hal bodoh bersamanya" teriak Azril di kamarnya sambil menarik rambutnya frustasi


Ditempat lain, Kenzo menekan bel apartemen Alesha. Ia takut terjadi sesuatu dengan wanita yang sangat dicintainya itu.


Alesha terbangun setelah mendengar bunyi bel beberapa kali. Ia berjalan membuka pintu apartemennya.


"Kak Kenzo.. "


Kenzo langsung mendorong pintu dan masuk dengan segera, ia memeluk Alesha.


"Maaf Kak. Aku lupa mengabari kakak, kalau aku pulang. Kepalaku pusing, jadi aku putuskan pulang duluan. "


Kenzo menangkup kedua pipi Alesha dan melihat mata bengkaknya.


"Kamu habis menangis, apa kepala kamu sakit banget. Kita ke dokter ya.. "


"Nggak perlu kak, aku sudah agak baikan. Tadi sudah minum obat. Kakak mau aku buatkan teh"


"Nggak usah, kamu lagi sakitkan. Lebih baik kamu istirahat. Besok kan akhir pekan, kamu bisa istirahat lebih lama"


"Kak Kenzo, terima kasih"


"Untuk apa.. "


"Untuk semua bantuan yang telah kak Kenzo lakukan buatku. Kak Kenzo sangat baik. Aku beruntung memiliki teman seperti kak Kenzo. "


"Tapi aku mau kamu menganggap aku lebih dari sekadar teman Lesha.. "


"Aku rasa, aku tidak pernah melakukan apa apa untuk membantumu"

__ADS_1


"Kak, Kak Kenzo sudah banyak membantu. Kakak memberikan aku pekerjaan dan mengizinkan aku tinggal di apartemen kakak ini. Aku belum bisa membalas kebaikan kakak ini"


"Kamu cukup membalasnya dengan senyuman. Aku ingin kamu selalu tersenyum... "


"Kakak... "


"Iya... "


"Mengapa Kak Kenzo baik banget..."


"Sudah jangan ngomong begitu, nanti aku jadi besar kepala. Istirahat ya, besok pagi jangan buat sarapan, biar aku yang buatkan untukmu. Aku bolehkan memakai dapurmu buat masak besok"


"Tentu saja, bukankah ini apartemen kakak"


"Oke, selamat malam. Mimpikan aku ya... "ucap Kenzo sambil mengacak rambut Alesha.


Alesha tersenyum dan melepaskan kepergian Kenzo sampai ia masuk ke apartemennya yang berjarak tiga unit.


"Mungkin aku harus mencoba membuka hatiku buat kak Kenzo, agar aku bisa melupakan kak Azril secepatnya. Tapi aku tak boleh memanfaatkan kebaikan kak Kenzo, ia tak pantas menjadi tempat pelarian aku aja. Aku akan mencoba melupakan dan melepaskan cintaku pada Kak Azril baru setelah itu aku akan membuka hatiku buat kak Kenzo, itupun jika hati kak Kenzo masih memilihku"


Baru saja Lesha akan mengganti pakaiannya, ponselnya berdering, Alesha melihat dilayar ada nama Dita.


"Ada apa Dit, malam malam telepon. Ganggu aja"


"Kamu sudah tidur"


"Kalau aku sudah tidur mana mungkin aku ngomong denganmu"


"Iya juga, tumben pintar"


"Memang aku pintar kok dari kamu"


"Bagaimana pesta tadi. Asyik nggak pergi pesta berdua bos. Aku bela belain nggak ikut loh, buat beri kesempatan kalian lebih dekat"


"Kepo banget sih "


"Lesha, apa bos sudah mengungkapkan cintanya. Kemarin bos bilang ia ingin ungkapin cintanya, tapi ia takut nanti kamu masih trauma dengan pernikahan kamu, dan akhirnya kamu menolaknya. Jadi bos menundanya dulu, sampai kamu bisa melupakan pahitnya pernikahan kamu"


"Dita, aku nggak pantas buat kak Kenzo. Aku takut nanti aku akan menyakiti hati Kak Kenzo. Kamu tahukan,sampai saat ini aku masih mencintai kak Azril."


"Lesha, kamu tahu nggak untuk mengobati patah hati dan melupakan cinta seseorang yaitu dengan jatuh cinta lagi pada orang lain"


"Kamu bisa aja. Sudah ah, aku ngantuk. Aku tidur dulu"


Alesha mematikan sambungan ponselnya tanpa menunggu jawaban Dita.


"Mungkin Dita benar, aku harus mulai membuka hatiku buat kak Kenzo. Aku tak boleh cengeng dan lemah lagi. Hidup ini akan terus berjalan, aku harus bisa secepatnya melupakan dan melepaskan kak Azril. Kak Kenzo juga lelaki yang sangat baik, aku pasti tak akan sulit buat jatuh cinta padanya.... "

__ADS_1


**********************************


Terima kasih. Tetap setia ya menunggu novel ini...


__ADS_2