
Setelah Diego meninggalkan rumah menuju kampusnya dan Kenzo juga udah dari tadi berangkat kerja, Hanna menuju kamar Diego.
Ia ingin menyelidiki kebenaran kata kata mama jika Diego ada menyimpan suatu rahasia.
Hanna mencoba membuka pintu kamar Diego, ternyata dikunci.
"Sejak kapan Diego mengunci pintu kamarnya. Apa ia memang menyembunyikan sesuatu" gumam Hanna.
Hanna teringat ia menyimpan semua kunci cadangan dirumah ini. Ia lalu turun ke lantai bawah rumahnya menuju kamarnya.
Hanna masuk ke kamar dan mencari kunci cadangan di laci lemarinya. Ia mengambil semuanya untuk mencoba kunci mana yang sesuai kamar Diego.
Satu persatu kunci dicobanya untuk membuka kamar Diego, hingga akhirnya satu kunci yang pas terbukalah pintu kamar Diego.
"Oh, akhirnya aku bisa membukanya" ucap Hanna dengan lega
Hanna berjalan masuk ke kamar Diego perlahan dengan perasaan sedikit gugup.
Ia mengamati isi kamar Diego. Tak tampak ada yang mencurigakan. Sampai akhirnya mata Hanna tertuju ke dinding sebelah kiri samping rak buku terdapat foto Khaira yang sangat besar.
"Sejak kapan ada foto Khaira dalam kamar Diego. Apa benar Diego mencintai Khaira. Kenapa Diego memajang foto Khaira sangat besar begini"
Hanna berjalan menuju meja belajar Diego, ia makin kaget melihat apa yang ada diatas meja belajar Diego.
Di atas meja belajar Diego banyak foto Khaira yang berserakan diantara buku pelajarannya.
Hanna mengambil semua foto Khaira dan mengamatinya.
"Bukankah ini di villa keluarga. Kapan Diego pergi berdua dengan Khaira. Dan baju yang dipakai Khaira sepertinya baju Diego" gumam Hanna
__ADS_1
Ia mengamati sekali lagi foto itu. Dan melihat tanggal pengambilan foto.
"Foto ini diambil setahun yang lalu, tepatnya ketika ibu di rawat. Apa Diego ke villa berdua Khaira sebelum mereka ke Singapura. Apa yang mereka lakukan..."
Hanna terus mengamati satu persatu foto ditangannya. Ia mencoba membuka laci meja belajar Diego.
"Apa yang mami cari dikamarku" ucap Diego yang tiba tiba telah berada dibelakang tubuh Hanna.
Hanna yang kaget menjatuhkan semua foto Khaira yang berada ditangannya.;
Diego berjongkok dan memungut satu persatu foto Khaira yang terjatuh ke lantai kamarnya.
"Kamu, apa kamu nggak kuliah ...sayang"
Diego berdiri dan memandangi maminya dengan mata menyelidik.
"Apa yang mami cari dan lakukan dikamarku" ucap Diego mengulangi pertanyaannya.
"Nggak ada sayang, mami cuma ingin membersihkan kamar kamu" ucap Hanna gugup
"Sayang, mami takut kamu nggak begitu bersih"
"Jika aku tak salah, pintu kamarku dikunci, apa mami membukanya dengan kunci cadangan. Nggak bisakah mami menungguku. Dan mami tahu, jika kamar adalah privasi seseorang. Aku telah dewasa mi, tidak bisakah mami memberi ruang buat privasiku. Mami bisa minta izin jika masuk ke kamarku"
"Maaf sayang, biasanya juga mami masuk ke kamarmu tanpa minta izin dulukan..."
"Aku rasa terakhir mami masuk ke kamar ini tiga tahun lalu. Tapi apa yang membuat mami jadi penasaran pengen masuk dan membersihkan kamarku lagi"
"Diego ,kenapa kamu berkata begitu. Apa kamu mencurigai mami. Seharusnya mami yang curiga denganmu. Kenapa kamu menutup pintu kamarmu sekarang. Dan itu apa, kenapa ada foto Khaira begitu besarnya. Itu juga, kenapa banyak foto foto Khaira ...." ucap Hanna menunjuk tangan Diego
"Apa ada yang salah jika aku memajang dan menyimpan foto Khaira. Apa ada larangan seorang adik memajang foto mbaknya"
"Tentu aja salah...ini sudah berlebihan. Apa ada seorang adik menyimpan foto saudara perempuannya"
__ADS_1
"Mami yang berpikiran berlebihan..."
"Dan apa yang kamu lakukan bersama Khaira di villa berdua. Kenapa kamu tak mengatakan pada mami dan daddy jika kamu menghabiskan waktu ke villa sebelum ke Singapura"
"Karena mami dan Daddy tak bertanya apa yang aku lakukan. Lagi pula bukan kali ini aku pergi ke Villa berdua. Dulu juga sering aku nginap berdua Khaira di villa"
"Tapi kamu dulu ditemani supir ke villa nya"
"Dan sekarang aku nggak minta ditemani karena aku sudah bisa menyetir sendiri. Jangan berpikiran buruk tentang apa yang aku lakukan dengan Khaira. Aku nggak habis pikir, siapa yang meracuni pikiran mami sehingga mami mencurigai aku. Mami dulu biasa saja melihat aku pergi berdua Khaira. Jangan bilang ini karena omongan Oma..."
"Maksud kamu apa..."
"Mami sengaja masuk kamarku karena mencurigai aku menyimpan suatu rahasia. Dan mami melakukan itu semua atas saran oma, apakah benar begitu..."
"Mami sudah bilangkan, mami hanya ingin membantu membersihkan kamar kamu"
"Jika memang itu niat mami, aku ucapkan terima kasih atas perhatian mami. Dan mami jangan kuatir, aku bisa membersihkan kamarku sendiri. Mami lihatkan , kamarku bersih. Dan jika mami melakukan semua karena mami curiga, aku harap mami dapat menghilangkan semua kecurigaan mami yang tak beralasan itu...."
"Maafkan mami jika masuk kamar kamu tanpa izin..."
"Mami nggak salah, mungkin aku aja yang sensitif. Dan jika tak ada yang akan mami lakukan, bisa mami meninggalkan aku sendiri"
"Mami harap kamu tidak menyembunyikan apapun dari mami, termasuk soal siapa wanita yang kamu cintai. Usiamu udah hampir dua puluh tahun, mami rasa itu sudah cukup buat kamu menjalin hubungan dengan lawan jenismu. Mami akan menunggu saat kamu mengenalkan wanitamu"
"Akan ada waktunya saat aku mengenalkan wanita yang aku cintai pada mami"
"Mami pamit, apa kamu tidak ada jadwal kuliah, kenapa kamu kembali lagi..." ucap Hanna mengalihkan pembicaraan.
"Dosenku ternyata sakit dan tidak ada jadwal kuliah. Aku kembali hanya ingin mengambil sesuatu, aku akan keluar setelah ini"
"Baiklah...." ucap Hanna dan berjalan keluar dari kamar Diego dengan pikiran masih ke hubungan Diego dan Khaira.
"Apa memang tak ada hubungan apa apa antara Diego dan Khaira. Apa memang aku terlalu terpengaruh ucapan Mama. Bukankah selama ini Diego dan Khaira memang sudah sangat dekat. Apa aku harus katakan semua yang aku lihat pada mama...."
__ADS_1
********************
Terima kasih...