CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Lima puluh Empat


__ADS_3

Tengah malam Azril terbangun,ia memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Kenapa aku bisa sampai di apartemen,bukankah tadi aku di klub.."lirih Azril


Ia membuka selimutnya,dan betapa kagetnya Azril mendapati tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.


Azril memandangi seluruh isi kamar dan menyadari jika ini bukan kamarnya. Azril membuka lebar selimutnya dan melihat ada bercak darah di sprei.


Azril mencoba mengingat apa yang terjadi dan di saat kesadarannya mulai kembali, ia akhirnya berteriak. Ia teringat jika ia memeluk Alesha.


"Astaga...Alesha...aku baru ingat tadi aku memeluk dan membawa Alesha masuk ke kamar dan aku tak ingat lagi. Apa aku telah menodai Alesha."gumam Azril dan bangun dari tempat tidur. Ia memungut bajunya dan memakainya.


Azril mendengar bunyi air dari kamar mandi. Pintu yang sedikit terbuka ,membuat Azril bisa melihat ke dalam.


Azril melihat ada kaki yang selonjor di lantai. Perasaan Azril mulai tak enak. Ia membuka pintu kamar mandi dan kaget melihat tubuh Alesha yang sudah mulai membiru karena kedinginan.


Azril lalu mengangkat tubuh Alesha dan mematikan shower. Ia mengeringkan tubuh Alesha dan memakaikan bajunya. Setelah itu Azril menggendong tubuh Alesha dengan sedikit berlari.


Azril melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


"Astaga ...apa yang telah aku lakukan. Aku telah menodai Alesha. Apa ia masih bisa aku selamatkan. Alesha mengapa kamu menyiksa dirimu sendiri. Lebih baik kamu membunuhku dari pada kamu membunuh dirimu sendiri. Aku akan tambah merasa bersalah dan berdosa jika kamu tak bisa diselamatkan...."


Azril mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beruntung ini masih tengah malam sehingga jalanan sepi. Sampai di rumah sakit ,Alesha langsung ditangani dokter ruang IGD.


flashback.....


Alesha terbangun dari pingsannya. Ia melihat di sampingnya Azril sedang tertidur nyenyak. Alesha merasakan perih dipangkal pahanya. Ia mencoba bangun dan menuju kamar mandi.


Alesha yang merasa dirinya telah kotor karena dinodai Azril menghidupkan shower ,ia membersihkan seluruh tubuhnya. Terutama pangkal pahanya. Ia menangis dibawah guyuran shower.


Alesha terus saja membasahi tubuhnya walau kini badannya sudah menggigil karena kedinginan. Alesha teringat Kenzo. Apa yang akan ia katakan pada Kenzo. Ia malu, ia merasa tak pantas lagi mendampingi Kenzo.


Alesha terus berada dibawah guyuran shower, dan sampai akhirnya ia kembali pingsan.


Flashback off


Azril duduk di samping tubuh Alesha. Saat ini ia telah berada di ruang rawat inap.


Hari sudah menjelang pagi. Kenzo yang dari tafi malam merasakan sesuatu yang tidak baik,langsung berangkat dari Singapura dengan penerbangan pertama. Sampai di Jakarta ia mencoba menghubungi Alesha tapi tak ada jawaban.


Kenzo mencoba menghubungi Dita dan Juna menanyakan keberadaan Alesha. Dan ketika mereka menjawab tidak tahu ,Kenzo makin kuatir.


Kenzo teringat terakhir kali Alesha bersama Azril,dengan sedikit ragu akhirnya Kenzo mencoba menghubungi Azril.


"*Azril , kamu dimana...apa kamu tahu Alesha ada dimana , dari tadi aku hubungi tak diangkat. Apa ia ketiduran ya"


"Aku di rumah sakit..."

__ADS_1


"Kenapa....siapa yang sakit"


"Alesha...."


"Maksud kamu apa...."


"Alesha sakit..."


"Kamu jangan bercanda , Azril. Malam tadi ketika ia menghubungiku, masih baik baik aja"


"Aku nggak bercanda Kenzo..."


"Di mana ia di rawat"


"Di rumah sakit*...."


Setelah mendengar dimana rumah sakit tempat Alesha di rawat ,Kenzo langsung mematikan sambungan ponselnya. Ia meminta supir mengantarnya ke rumah sakit.


Dengan berlari Kenzo menuju ruang rawat yang dikatakan Azril.


Kenzo langsung membuka pintu dan melihat Alesha yang terbaring lemah , belum sadatkan diri.


"Alesha...Lesha ...bangun sayang"ucap Kenzo langsung berurai air mata melihat tubuh lemah Alesha


"Katakan apa yang terjadi...kenapa Alesha jadi begini"tanya Kenzo


"Siapa yang bawa Alesha ke rumah sakit"


"Aku..."


Kenzo langsung berjalan ke arah Azril dan memegang kerah baju Azril dengan tangan mengepal ingin meninju wajah Azril.


"Katakan apa yang telah terjadi pada Alesha"tanya Kenzo dengan emosi


"Aku nggak tahu, aku melihatnya pingsan di kamar mandi. Aku langsung membawanya ke rumah sakit"


"Aku tak percaya...aku tanya sekali lagi, kamu katakan apa yang sebenarnya terjadi"


"Aku benar benar tak tahu apa yang terjadi"


"Aku tahu kamu di apartemen Alesha tadi maalm. Kamu dalam keadaan mabuk. Jujurlah apa yang kamu lakukan pada Alesha"


"Aku tak sepenuhnya ingat Kenzo. Seperti yang kamu tahu aku mabuk...tapi sepertinya..."


"Sepertinya apa..."tanya Kenzo semakin emosi


"Aku telah menodai Lesha"

__ADS_1


Mendengar ucapan Azril, Kenzo langsung melayangkan tinjunya ke wajah Azril . Kenzo mengulangnya beberapa kali . Dan menendang Azril juga. Wajah Azril sudah tampak babak belur. Ia tak melakukan perlawanan sedikitpun.


Azril merasa ia memang pantas mendapatkan itu. Perawat yang masuk kaget melihat Kenzo yang masih terus menghajar Azril.


Perawat itupun langsung memanggil satpam untuk melerainya.


Kenzo dan Azril di bawa ke pos satpam buat diminta keterangannya.


"Aku ingin rasanya membunuhmu Azril. Kamu sudah keterlaluan. Aku tak mungkin membawa ini ke pengadilan. Karena itu akan melibatkan Alesha juga sebagai korban. Aku tak mau nanti Alesha malu"


Azril mengatakan ini semua masalah keluarga. Azril tak mau satpam melibatkan polisi. Ia tak mau nanti Kenzo jadi tersangka penganiayaan.


Setelah Azril mengatakan jika ini hanya kesalah pahaman Satpam itupun melepaskan mereka. Satpam meminta mereka selesaikan sendiri masalahnya.


"Kenzo ...maafkan aku"


"Apa kamu pikir semua akan selesai jika kamu meminta maaf. Apa maksud kamu melakukan ini pada Alesha. Kamu tahu Alesha itu calon istriku"


"Aku khilaf..."


"Khilaf...khilaf...selalu itu yang menjadi alasan kamu. Ketika kamu melakukan dengan Tiara kamu juga mengatakan itu khilaf. Apa kamu tidak pernah belajar dari kesalahan. Kamu tahu semua ini terjadi karena minuman keras. Tapi kamu masih saja terus melakukannya..."


"Maaf Kenzo...aku akan bertanggung jawab"


Mendengar kata Azril kembali Kenzo emosi, ia kembali ingin meninju Azril. Tapi ditahannya


"Apa kamu sengaja melakukan ini untuk membatalkan pernikahanku..."


"Kenzo...demi Tuhan, tak ada niat aku melakukn ini. Ini murni karena kekhilafanku. Aku mabuk, aku masih berpikir Alesha itu istriku. Jadi alam bawah sadarku melakukan itu karena aku ini merasa suaminya"


"Kamu keterlaluan Azril, aku tidak akan pernah memaafkan kesalahan kamu ini. Jangan kamu pikir, aku akan mundur dari pernikahan ini setelah kamu menodainya. Jangan harap kamu akan mendapatkan Alesha kembali...aku akan tetap menikahinya dan mempertahankannya. Aku mencintai Alesha dan rela menerima apa ada dirinya...Jadi aku minta padamu, jangn pernah kamu menampakan wajahmu dihadapanku mulai saat ini jika kamu tak ingin aku mengatakan pada ayah bunda apa yang telah kamu lakukan pada Alesha..."


"Kenzo aku mohon, biarkan aku di sini sampai Alesha sadar. Aku mau minta maaf padanya"ucap Azril dan berlutut di kaki Kenzo.


"Kamu pikir aku akan membiarkan kamu mendekati Alesha lagi. Kamu tak akan bisa melihat Alesha lagi...Aku tak mau kamu berada di sini. Pergilah cepat...sebelum aku berubah pikiran dan melaporkan kamu kepolisian karena permerkosaan"


"Kenzo... baiklah aku akan pergi. Tapi aku minta padamu, sampaikan kata maafku pada Lesha"


Azril berjalan meninggalkan ruangan itu. Ia mengendarai mobil menuju apartemen miliknya.


Kenzo masuk ke ruang rawat Alesha. Ia duduk di samping tempat tidur Lesha. Kenzo menggenggam tangan Alesha.


"Lesha ...bangunlah sayang. Kenapa kamu lakukan ini. Kenapa kamu mau mengakhiri hidupmu. Apa kamu pikir aku akan bisa hidup jika kamu telah pergi selamanya. Aku akan bisa tetap bertahan walau kamu tak menjadi milikku. Aku akan bisa tetap menghirup udara ini jika aku tahu kamu masih menghirup udara yang sama denganku di dunia ini. Jangan pernah berniat meninggalkan dunia ini lagi"


****************


Terima kasih.....

__ADS_1


__ADS_2