CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Enam puluh Satu


__ADS_3

Dua hari setelah pesta Kenzo langsung membawa Alesha pindah ke Singapura. Ia tak mau mengambil risiko jika tetap tinggal di Jakarta , Azril mengetahui kehamilan Alesha.


Sebelum berangkat ke Singapura Alesha menemui Ayah dan bunda ditemani Kenzo. Mereka janjian di kafe dekat apartemen Azril.


Azril melihat dari kejauhan saja ketika Alesha dan Kenzo masuk ke kafe itu. Ia tadi mengantar ayah dan bundanya.


"Selamat siang ayah ,bunda..."ucap Lesha dan memeluk ayah dan bunda bergantian.


"Selamat siang ayah , bunda. Maaf kami datang telat. Apa ayah dan bunda sudah lama menunggu"ucap Kenzo


"Selamat siang nak, ayah dan bunda juga baru sampai."ujar Ayah


"Ayah , bunda mau pesan apa..."ucap Lesha dan membuka buku menu kehadapan ayah dan bunda


"Bunda terserah kamu aja ,nak"


"Ayah juga terserah kamu. Kamu kan tahu apa yang makanan yang ayah suka"


"Kalau gitu biar aku yang pesan dulu ya ,yah..."


Alesha memanggil pelayan dan memesan makanan buat mereka semua.


"Ayah...apa ayah sakit"


"Nggak nak, ayah sehat aja"


"Tapi ayah kelihatannya sedikit lesu...kalau ayah sakit, habis makan kita ke rumah skait dulu ya"


"Ini karena ayah kurang tidur aja"


"Kenapa ayah nggak bisa tidur..."

__ADS_1


"Ayah mikirin kamu ,nak..."ucap Ayah dan langsung meneteskan air matanya.


Alesha berdiri dan duduk disamping ayah, menghapus air mata ayah yang menetes.


"Ayah ...apa yang ayah pikirkan lagi. Aku saat ini sudah menikah dan ada yang menjagaku. Bukankah ayah bilang, jika ayah ingin melihat aku menikah. Sekarang keinginan ayah sudah terkabul"


"Ayah kuatir karena kamu jauh dari kami, nak"


"Ayah...aku yang kuatir karena meninggalkan ayah dan bunda"


"Lesha...kamu janji ya nak, akan tetap mengunjungi ayah dan bunda jika kamu ke Indonesia"ucap bunda


"Bunda...aku pasti akan mengunjungi ayah dan bunda jika aku ke Indonesia. Ayah dan bunda, sekarang aku mau ayah dan bunda tenangkan pikiran kalian. Anggap saja aku masih di Jakarta. Singapura juga bukan negara yang jauh. Jadi ayah dan bunda jangan terlalu cemaskan aku"


"Ayah , bunda...aku janji akan menjaga dan melindungi Lesha dengan seluruh jiwaku. Ayah dan bunda jangan kuatir. Aku akan selalu mengabari apapun itu tentang Lesha..."ucap Kenzo.


"Ayah percayakan Lesha padamu nak. Jika Lesha melakukan kesalahan mohon tegur secara baik dan jika ia belum juga berubah tolong katakan pada ayah, biar ayah yang menegurnya"


"Iya yah, aku akan mencoba selalu memahami Lesha"


Alesha tidak bisa menahan tangisnya mendengar semua ucapan ayah dan bunda.


"Ayah, bunda...maafkan Lesha. Aku harus menyembunyikan kebenaran jika saat ini di rahimku ada cucu ayah dan bunda. Aku merasa sangat berdosa karena harus melakukan ini. Tapi ayah ...bunda, aku tak punya pilihan lain. Aku melakukan ini demi kebaikan bersama. Jika aku mengatakan pada ayah dan bunda jika aku sedang mengandung anak kak Azril, karena ia yang telah memperkosaku , aku tak mau ayah dan bunda semakin marah dan kecewa pada kak Azril . Aku tahu saat ini hubungan ayah dan bunda baru saja mulai membaik dengan kak Azril. Semoga keputusan yang aku ambil ini adalah keputusan yang tepat"


Setalah makan , Alesha dan Kenzo mengantar ayah dan bunda ke apartemen Azril. Kenzo yang mengantar naik lift.


Azril yang melihat Kenzo mengantar ayah dan bunda menemui Alesha yang menunggu di lobby gedung apartemen.


"Alesha..."ucap Azril , membuat Alesha kaget.


"Terima kasih karena kamu masih menjaga nama baik kak Azril dengan ayah bunda. Kamu mau menyembunyikan kebenaran jika kak Azril telah menodaimu. Sekali lagi kak Azril ucapkan terima kasih. Lesha...kak Azril mohon maaf,atas apa yang kak Azril lakukan padamu. Jika kamu inginkan kak Azril bertanggung jawab ,dengan menjebloskan kakak ke penjara, akan kak Azril terima. Tapi jangan lari dan diamkan kak Azril seperti saat ini. Kak Azril akan merasa sangat bersalah melihat kamu seperti ini."

__ADS_1


"Aku sudah maafkan kak Azril dan juga maafkan aku...."


"Maafkan aku karena harus menyembunyikan dan menjauhkan kak Azril dari darah dagingmu"


"Kamu nggak ada salah ,Sha. Nggak perlu minta maaf"


"Sekarang aku mohon kak Azril pergilah, aku tak mau kak Kenzo melihat kak Azril sedang mengobrol denganku. Nanti kak Kenzo bisa salah paham."


"Baiklah , Sha. Semoga kamu bahagia, Sha. Kamu tahu Sha, bukan melihatmu bersanding yang membuat kakak sedih, tapi yang membuat kak Azril bersedih adalah ...kenapa saat kamu bersama kak Azril tak pernah sekalipun kakak memberikan kebahagiaan buatmu. Tidak ada kenangan manis saat pernikahan kita, yang ada hanya kesedihan dan luka. Selamat jalan , Sha. Semoga Tuhan selalu melindungi kamu dimanapun kamu berada. Semoga kamu selalu tersenyum...kakak pamit. Sekali lagi mohon maaf atas semua luka dan kepedihan yang pernah kak Azril torehkan di hatimu"


Setelah mengucapkan itu Azril pergi meninggalkan Alesha. Tak berapa lama setelah Azril pergi, Kenzo datang.


"Sayang...maaf ya menunggu agak lama. Ayah masih saja memberi nasehat dan meminta aku menjagamu. Ayah dan bunda tampak sangat menyayangimu"


Mendengar ucapan Kenzo , air mata Alesha yang dari Azril bicara tadi ditahannya , akhirnya jatuh juga membasahi pipinya.


Kenzo yang melihat Alesha menangis langsung memeluknya.


"Aku jahat , jahat banget pada ayah dan bunda . Aku membohongi mereka ,aku nggak tahu apa yang ayah dan bunda rasakan saat tahu kebenarannya suatu saat nanti"


"Sha...kenapa kamu menagis. Kamu berat ya meninggalkan ayah dan bunda"


"Kak, bagiku ayah dan bunda sudah seperti orang tua kandungku. Aku sayang mereka."


"Kakak mengerti perasaan kamu saat ini, Sha. Tapi semua yang kak Kenzo lakukan saat ini adalah demi kebaikan kamu dan kedua orang tua Azril. Apa yang akan ayah dan bunda rasakan jika tahu Azril anak kebanggaan mereka telah melakukan kesalahan karena telah memperkosa putri kesayangan mereka"


"Aku mengerti kak...aku hanya bisa mendoakan semoga ayah dan bunda selalu dalam lindungan Tuhan ...."


"Hanya doa yang saat ini bisa kita panjatkan , Sha"


"Ya Tuhan. ...tolong jaga ayah dan bunda. Lindungi ayah dan bunda Tuhan, semoga suatu hari nanti aku bisa jujur dan mengatakan jika aku sedang hamil anaknya Azril. Semoga anak dalam kandunganku sehat dan dapat bertemu kakek dan neneknya kelak"

__ADS_1


****************************


Terima kasih


__ADS_2