CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Sembilan puluh Tujuh


__ADS_3

Keesokan harinya Azril dan Alesha pergi ke tempat dokter yang direkomendasikan oleh Rangga. Ternyata dokter itu lagi di luar negeri dan akan kembali tiga hari lagi.


Azril menghubungi Rangga , meminta tolong agar nanti setelah ia kembali langsung dapat bertemu dan konsultasi tentang kesehatan Alesha.


Setelah dari rumah sakit , Azril mengantar Alesha ke apartemennya dan ia akan kembali ke kantor.


"Sha, dokternya akan kembali tiga hari lagi. Berarti empat hari lagi baru kita bisa menemuinya. Dari pada waktu cuti kamu terbuang, besok kita menikah aja ya"


"Kak Azril, ngajak nikah seperti mengajak pergi ke mall aja"


"Kita nikah siri aja dulu. Sementara kamu berobat , kakak akan mengurus surat buat pernikahannya bisa disahkan menurut negara"


"Kenapa harus dua kali nikah kak. Sekalian aja tunggu suratnya buat nikah resmi aja"


"Baiklah, Sha. Nanti kakak hubungi teman aja yang bisa mengurus surat nikah buat dua hari kedepan. Jadi hari ketiga kita bisa menikah"


"Kenapa kakak pengen cepat menikahi aku"


"Sha, itu tak pertanyaan yang tak perlu dijawab. Kamu pasti tahu alasannya..."


"Apa..."


"Sha, kakak nggak mau kamu nanti jadi milik orang lain lagi. Kakak sangat mencintaimu , Sha. Kakak juga sudah janji tidak akan menikah lagi jika tidak denganmu. Kalau kakak mau bisa saja kakak menikah dengan wanita lain, tapi kakak nggak bisa Sha. Kakak hanya maunya kamu"


"Tapi jika saat ini aku masih terikat pernikahan dengan kak Kenzo, apa kak Azril juga tak akan pernah menikah lagi"


"Kamu mau percaya atau tidak, sejak kakak bercerai dengan Tiara, kakak sudah berjanji tidak akan pernah menikah lagi dengan wanita manapun jika itu bukan kamu. Ketika kamu memutuskan menikah dengan Kenzo, terus terang Sha, hati kakak hancur. Karena kakak pikir harapan kakak untuk dapat memiliki kamu udah nggak ada. Tapi ternyata Tuhan masih memberi kakak kesempatan buat menebus semua kesalahan kakak dulu, kamu berpisah dengan Kenzo. Mungkin kakak terlihat jahat, jika kakak sangat senang mendengar kamu telah resmi bercerai dengan Kenzo"


Alesha diam saja mendengar ucapan Azril karena ia merasa kepalanya kembali pusing. Dan ia memegang hidungnya , ternyata ia kembali mimisan.


Azril yang melihat mimisan Lesha langsung menepikan mobilnya dan mengambil tisu. Ia lalu menghapus dengan pelan mimisan Lesha.


"Sha, kakak nggak bisa tenang rasanya menunggu sampai empat hari lagi. Apa kita cari dokter lain aja"


"Nggak udah kak, kita tunggu aja dokter itu kembali"


"Tapi kakak cemas melihat kamu sering pusing dan mimisan begini. Kulitmu juga banyak bercak merahnya" ucap Azril melihat tangan Alesha


"Bukankah kakak mengatakan jika bukan penyakit yang membuat orang meninggal. Jadi jangan cemas..." ucap Alesha sambil tersenyum.


Azril ikut tersenyum dan mengacak rambut Alesha lalu mengecupnya.


"Kamu yang semangat ya, belum pastikan kamu mengidap satu penyakit"


"Iya, kak"


Azril kembali mengendarai mobilnya menuju apartemen. Setelah mengantar Alesha , ia kembali ke kantor dan menghubungi teman serta bawahannya buat mengurus semua surat surat yang diperlukan buat pernikahannya.


Azril mengenal kepala KUA yang berada dekat apartemennya , jadi ia bisa melaksankan pernikahannya dua hari mendatang. Semua surat dan berkas yang diperlukan telah diberikan dan langsung diproses.


Sepulang kerja Azril mengabarkan pada Alesha jika mereka akan menikah dua hari lagi. Bunda yang mendengarnya sangat senang. Alesha ragu antara mengabari Kenzo atau tidak.


"Apa aku hubungi kak Kenzo buat mengabari ini atau tidak ya. Tapi kak Kenzo harus tahu jika aku akan menikah krmbali dengan kak Azril biar nanti tak ada salah paham. Kak Kenzo nanti pasti akan kecewa jika tahu pernikahanku dari Dita"

__ADS_1


Azril berencana malam harinya setelah akad nikah mengundang teman temannya dan rekan bisnis buat acara syukuran pernikahannya. Ia telah menyewa satu restauran. Pernikahan hanya akan dihadiri Azril, Alesha , bunda dan para saksi.


Alesha akhirnya memutuskan menghubungi Kenzo. Malam hari sebelum acara akad nikahnya.


Kenzo yang mendapat telepon dari Alesha sangat senang dan langsung mengangkatnya.


"Hallo Sha, apa kabar..."


"Baik kak..."


"Ada apa , Sha . Tumben menghubungi kakak"


"Kak, aku mau mengundang kakak besok malam"


"Acara apa , Sha. Dimana..."


"Syukuran pernikahan aku dan kak Azril, di restauran X kak


"Aa..pa, Sha. Syukuran pernikahan. Kapan kamu menikah"


"Besok pagi aku menikah kak. Dan malamnya acara syukurannya"


"Kamu sudah yakin dengan pernikahan ini , Sha"


"Iya , kak. Ini semua juga demi Khaira. Ia harus memiliki satu keluarga yang utuh"


"Jika kamu memang sudah yakin dengan pilihanmu dan keputusanmu, kakak hanya bisa mendoakan semoga semuanya berjalan lancar dan pernikahan kamu kali ini akan benar benar membuat kamu bahagia."


"Terima kasih , kak. Atas doa doanya. Semoga kak Kenzo juga mendapatkan wanita yabg benar benar tulus mencintai kakak dan kakak juga akan diberikan kebahagiaan. Jangan lupa malam besok ya kak..."


"Udah dulu ya kak...selamat malam"


"Selamat malam Sha"


Alesha menutup sambungan ponselnya dan kembali termenung di balkon kamarnya.


"Maaf kak, aku harus mengambil keputusan ini. Karena aku tak mau memberi harapan lagi pada kak Kenzo. Aku tahu kakak masih mengharapkan kita kembali bersatu. Tapi itu tak adil bagi kakak jika aku memilih kak Kenzo. Karena aku tak bisa sepenuhnya memberikan cintaku. Kak Kenzo berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dariku yang mencintai kak Kenzo dengan tulus. Dari hatiku yang paling dalam, aku mendoakan kakak akan mendapatkan kebahagiaan dengan wanita lain"


Sementara itu di apartemen Kenzo , ia terduduk lemas setelah mendapatkan telepon dari Alesha tadi.


"Sha, mengapa hatiku masih sakit mendengar kabar kamu akan menikah lagi dengan Azril. Padahal aku sudah tahu jika ini pasti akan terjadi, tapi ketika aku harus mendengarnya langsung hatiku masih saja terluka. Aku sudah mencoba merelakan dan melepaskanmu , tapi ternyata semua tak semudah ucapan. Aku kali ini akan benar benar kehilangan kamu , Sha. Aku hanya dapat berdoa buat diriku sendiri, semoga aku kuat melihatmu dengan Azril dan semoga aku bisa mengobati luka hatiku secepatnya. Aku juga ingin bahagia Sha...."


Kenzo mengusap wajahnya kasar. Tanpa ia sadari air matanya mengalir.


Kamu tak pernah tahu bahagianya aku


Setelah 'ku menemukan dirimu


Rasanya seperti bermimpi bisa mencintaimu


Yang indah ha-a-a-ha-a ...


Bila 'ku harus memilih

__ADS_1


Antara hidup dan mati


Seperti aku memilih


Denganmu atau kupergi


Haruskah aku terluka


Untuk kesekian kalinya


Tuhan cukup cukup sudah


Aku pun ingin bahagia


O-o-o-o-oh ...


Dan kamu pun tak tahu hancurnya hatiku


Saat diriku harus melepasmu


Rasanya seprti terbangun dari mimpi-mimpiku


Yang indah ha-a-a-ha-a ...


Yang indah hu-wo-hu-wo ...


Bila 'ku harus memilih


Antara hidup dan mati


Seperti aku memilih


Denganmu atau kupergi


Haruskah aku terluka


Untuk kesekian kalinya


Tuhan cukup cukup sudah


Aku pun ingin bahagia


Ho-u-wo ...


Bila 'ku harus memilih


Antara hidup dan mati


Seperti aku…


(lirik lagu Harus Memilih...Widi Nugroho)


*********************

__ADS_1


Terima kasih.....


__ADS_2