CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tujuh puluh Tujuh


__ADS_3

Pagi harinya Kenzo terpaksa mendatangi apartemen maminya karena mami yang menghubungi terus menerus.


Kenzo masuk ke apartemen dengan langkah pelan dan duduk di sofa ruang keluarga melihat mami dan papinya yang telah menunggunya duduk di sofa itu.


"Kenzo, mami udah menceritakan apa yang ia ketahui dari cerita kamu dengan Alesha. Tapi papi ingin mendengarnya langsung dari kamu, bagiamana cerita sebenarnya"


"Pi, apa perlu aku menjelaskan ulang. Aku sudah bicara dengan mami..."


"Papi ingin dengar dari mulutmu sendiri"


"Baiklah, cuma seperti yang aku katakan pada mami....jika semua ini aku lakukan atas kemauanku, Alesha tidak ada memaksa. Aku melakukan semua karena aku sangat mencintai Alesha"


"Papi nggak menanyakan rasa cintamu, tapi kebenaran yang selama ini kamu tutupi"


"Baiklah papi, mami aku akan ceritakan semua kebenarannya"


Kenzo menarik nafas, sebelum akhirnya ia menceritakan tentang pernikahan Alesha dan akhirnya cerai dan tentang malam di mana Azril melecehkan Alesha, dan pada akhirnya ia tahu jika Alesha sedang mengandung anak Azril menjelang pernikahannya dengan Alesha.


Kenzo juga mengatakan jika ia yang meminta Alesha menutupi semua ini baik dari keluarga Azril maupun pada mami dan papi.


Setelah Kenzo menceritakan semuanya tampak mami yang sedikit emosi bicara.


"Kamu itu bodoh atau apa Kenzo. Apa tidak ada wanita lain lagi yang bisa kamu jadikan istri. Kenapa kamu masih melangsungkan pernikahan padahal kamu tahu Alesha lagi mengandung anak pria lain. Bagaimana reaksi dari keluarga kita jika mereka tahu kebenaran ini. Apa lagi saat ini orang tua kandung Khaira ingin menunutut hak nya. Otomatis itu cepat atau lambat semuanya tercium oleh keluarga kita"


"Mi, tak akan ada yang tahu jika mami dan papi tidak mengatakan kebenarannya"


"Papi tak mengerti dengan jalan pikiranmu. Kamu itu memiliki semua yang diinginkan wanita. Kenapa hanya memandang pada satu wanita aja. Mungkin papi bisa terima jika Alesha hanya seorang janda, tapi papi dan mami tidak bisa terima kamu menjadikan anak dari pria lain menjadi anakmu. Jika kamu ingin tetap bersama dengan Alesha, minta ia tinggalkan Khaira bersama ayah kandungnya. Bukankah kalian bisa memiliki anak lagi yang merupakan darah dagingmu"


"Pi, bagaimana mungkin Alesha bisa menyerahkan Khaira. Aku juga tak akan bisa. Aku menyayangi Khaira seperti anak kandungku sendiri"


"Itu sudah mami dan papi sepakati. Jika kamu masih ingin bersama Alesha kamu dan Alesha harus menyerahkan Khaira pada ayah kandungnya. Karena jika kamu dan Alesha tetap mempertahankan Khaira , itu akan menjadi masalah kedepannya, karena ayahnya yang juga memang menuntut haknya."


"Mi, tapi itu tak mungkin...."


"Kamu minta Alesha memilih antara kamu dan Khaira... Dan kamu juga kali ini dengarkan kata mami, tinggalkan Alesha jika ia tak bisa melepaskan Khaira."


"Mi....mana mungkin Alesha bisa memilih, aku aja yang bukan ayah kandung Khaira tidak bisa melepaskan Khaira..."


"Tidak ada pilihan lain, kamu harus berpisah dari Alesha. Kamu tinggal pilih, mami atau Alesha..."


"Mi...jangan membuat aku memilih. Karena sebenaranya aku akan sulit menentukan pilihan. Karena antara mami dan Alesha mempunyai tempat dihatiku"


"Mami dan papi rasa pembicaraan kita udah cukup. Dan kamu bisa pikirkan ini dalam tiga hari. Mami akan mendengar keputusan apa yang kamu dan Alesha akan ambil"

__ADS_1


"Baik mi...aku permisi. Aku akan ke kantor"


Kenzo meninggalkan apartemen orang taunya dengan lesu. Selama di kantor ia tak bisa konsentrasi ia memikirkan semua perkataan mami dan papinya.


"Bagaimana aku bisa mengatakan pada Alesha agar ia melepaskan Khaira untuk dijaga Azril. Alesha pasti tak akan mau. Jangankan Alesha ibu kandungnya Khaira, aku aja yang hanya ayah sambungnya tak bisa melepaskan Khaira begitu saja..."


############


Malam harinya Kenzo pulang kerja, ia langsung menuju kamar dan melihat Khaira yang tertawa melihat kehadirannya.


"Selamat malam Daddy, baru pulang ya. Pasti daddy capek banget ya"ucap Alesha menirukan suara anak kecil


"Iya Khaira sayang, daddy tadi capek banget tapi begitu melihat senyum Khaira capeknya hilang"


Kenzo melepaskan jas dan dasinya. Ia langsung naik ke tempat tidur di mana Khaira sedang bermain.


"Daddy mau makan sekarang ya, biar mommy panaskan dulu ya lauknya"


"Iya mom..."


Alesha meninggalkan Kenzo berdua dengan Khaira bermain. Ia menyiapkan makan malam.


"Sayang, bagaimana bisa daddy memberikan kamu pada ayah kandungmu. Daddy juga sangat menyayangi kamu."


################


Seminggu telah berlalu sejak Mami dan papi Kenzo mengajaknya bicara tentang Khaira. Kenzo tak ada mengatakan apa apa pada Alesha mengenai pembicaraannya dengan kedua orang tuanya.


Alesha yang tak tahu, mengira mami dan papi sudah bisa menerima kehadiran Khaira.


Sampai pada pagi hari ini, ketika Kenzo baru pergi ke kantor mami mendatanginya.


"Silakan duduk ,mi. Mau minum apa, biar aku buatkan dulu"


"Mana Khaira..."


"Lagi bermain di kamar...."ujar Alesha.


Khaira sedang bermain sendiri di kamar beralaskan kasur lantai.


"Duduklah...mami mau bicara"


"Aku buatkan minum dulu ya mi"

__ADS_1


"Nggak perlu, mami ingin semuanya bisa cepat selesai"


"Mami mau bicara apa..."


"Apa Kenzo sudah mengatakan apa pendapat mami tentang Khaira"


"Kak Kenzo tidak pernah mengatakan apa apa, emangnya kenapa Khaira ,mi"


"Maaf Lesha. Mami tak mau jadi bahan omongan keluarga jika mereka tahu Khaira bukan darah daging Kenzo. Jadi mami dan papi sepakat, jika kamu dan Kenzo masih ingin mempertahankan rumah tangga kalian, serahkan hak asuh Khaira pada ayah kandungnya"


"Mi, aku tak mungkin bisa pisah dari Khaira"


"Kalau begitu kamu tinggalkan Kenzo..."


"Apa maksud mami...."


"Kamu tinggal pilih antara Khaira dan Kenzo..."


"Mi aku tak mungkin memilih, aku menyayangi Khaira juga kak Kenzo"


"Kamu jangan egois Lesha, selama ini Kenzo sudah berkorban untukmu. Saatnya kali ini kamu berkorban buat Kenzo. Serahkan Khaira pada ayah kandungnya. Kamu bisa memiliki anak lagi dari Kenzo..."


"Mi aku tak bisa menyerahkan Khaira"


"Kalau begitu kamu tinggalkan Kenzo, karena mami yakin Kenzo tak akan pernah mau meninggalkan kamu dan Khaira. Apa kamu ingin mami memutuskan hubungan dengan Kenzo jika ia lebih memilih kamu dan Khaira"


"Mami tak boleh memutuskan hubungan dengan Kenzo, biar aku yang pergi meningglkan kak Kenzo"


"Itu lebih baik. Mama akan membeli tiket buat kamu kembali ke Jakarta. Tapi mami beli tiket kapal yang akan membawa kamu ke Batam terlebih dahulu. Biar Kenzo tak bisa tahu ke mana kamu pergi. Karena mami memiliki kenalan yang akan bisa menutupi kepergianmu melalui kapal"


"Bisa beri aku waktu tiga hari ini untuk masih tetap bersama kak Kenzo..."ucap Alesha sudah mulai meneteskan air matanya.


"Baiklah...mami harap kamu bisa memahami keputusan mami ini. Mami pamit, kamu beri tahu mami kapan kamu akan berangkat, jangan lama lama"


"Baik mi..."


Mami meninggalkan apartemen Alesha dengan tergesa, ia tak ingin Kenzo tahu tentang kedatangannya.


"Maaf Kenzo, mami harus mengambil tindakan ini. Karena mami tahu kamu tak akan pernah mau meninggalkan Alesha jadi biar Alesha yang akan meninggalkanmu"


*******************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2