
Gedung yang dibelikan Azril untuk Atha membuka showroom mobilnya tampak mulai ramai didatangi para pengunjung.
Atha dan Ratu pacarnya tampak sangat gembira menyambut para tamu yang hadir.
Acara ulang tahun sekaligus peresmian showroom mobil yang akan di buka dua hari lagi.
Khaira memilih menyendiri di sudut ruangan. Ia memang tak banyak mengenal teman teman Atha.
Setelah para tamu sudah ramai, acara mulai dibuka oleh pembawa acara. Kata sambutan dari Atha sebagai pemilik usaha terdengar.
Di samping Atha berdiri sang kekasih Ratu. Khaira hanya mengamati dari tempatnya duduk.
Setelah kata sambutan , pembaca acara meminta para tamu menyanyikan lagu ulang tahun. Setelah itu pemotongan kue.
Papi tidak bisa menghadiri acara karena ia harus keluar negeri tadi siang. Papi sebenarnya merasa berat , tapi tak bisa diwakili. Ada sedikit masalah dengan pekerjaan.
Sebelum acara di mulai, Khaira sudah mewanti Atha untuk tidak memanggilnya ke atas panggung.
Atha yang diminta untuk memberikan kue ulang tahunnya , langsung turun dari panggung. Khaira heran dengan apa yang dilakukan Atha, ternyata ia menuju tempat Khaira duduk. Semua mata para tamu tertuju pada mereka berdua saat ini.
"Kue pertama buat mbakku tersayang mewakili papi..." ucap Atha dan menyuapi kue ke mulut Khaira.
Teman teman Atha memandangi wajah Khaira dengan kagum. Mereka banyak yang tak tahu jika Atha memiliki seorang saudara perempuan yang sangat cantik. Banyak suara yang mengagumi kecantikan wajah Khaira.
Dilihat dari wajahnya pasti banyak yang tak mengira jika usia Khaira sudah hampir memasuki dua puluh lima tahun. Wajahnya masih imut.
"Terima kasih, sayang. Semoga panjang umur dan semua yang kamu cita citakan terkabul"
Khaira lalu mengecup kedua pipi Atha dan memeluk tubuh Atha.
Dari sudut ruangan berbeda tampak Diego yang baru datang memperhatikan semua itu. Ia kaget melihat Khaira yang ternyata hadir di acara ulang tahun Atha. Diego tidak pernah menduga jika Khaira kembali secepat ini.
Setelah melepaskan pelukannya,Atha kembali ke panggung dan mengambil sepotong kue lagi.
"Potongan kedua untuk gadis yang sangat aku cintai. Semoga kelak ia yang akan mendampingi hidupku sampai menua" ucap Atha memberikan kue ke Ratu.
Tepuk tangan yang bergemuruh terdengar diruangan itu. Setelah itu terdengar suara musik yang mengiringi acara selanjutnya.
Khaira duduk setelah mrngambil satu gelas minuman. Ia tak peduli suasana hiruk pikuk diruangan ini.
"Kemana Diego...kenapa ia tak tampak, apa ia tahu aku datang sehingga ia sengaja menghindariku. Apa Diego begitu marahnya padaku...."
Lampu ruangan telah diganti dengan lampu disko. Para tamu larut dengan goyangannya mengikuti irama musik.
__ADS_1
Diego berjalan ke arah dimana Khaira sedang duduk. Khaira tidak menyadari itu karena suasana yang temaram.
Diego duduk disamping Khaira. Ia tak mengeluarkan suara untuk memberi kejutan pada gadis itu.
Khaira yang menyadari ada seseorang duduk disampingnya, sedikit menjauhkan badannya.
Diego mendekati dan merapatkan tubuhnya , membuat Khaira sedikit risi.
Diego sudah nggak bisa menahan lagi, ia memeluk tubuh Khaira dengan eratnya. Khaira ingin berteriak, tapi ia urungkan setelah mencium bau parfum pria yang sangat dikenalnya.
"Diego..."lirih Khaira
Diego memberi jarak tubuh mereka dan memandangi wajah Khaira.
"Aku kangen..." hanya itu yang keluar dari mulutnya dan kembali memeluk erat tubuh Khaira.
Teman teman Atha yang mengenal Diego, memandanginya yang memeluk Khaira erat.
"Ayo ikut aku...." Diego berdiri dan menarik pergelangan tangan Khaira membawanya menuju kamar yang ada di gedung itu.
Diego memang sangat mengenal dimana letak setiap ruangan di gedung ini karena ia sering di bawa Atha.
Diego mengukung tubuh Khaira dengan tubuhnya agar Khaira tak bisa melarikan diri.
"Kemana aja kamu, kenapa kamu tega pergi meninggalkan aku" gumam Diego memandangi wajah Khaira dengan intens.
Khaira yang masih kaget dengan apa yang dilakukan Diego hanya diam tanpa menjawab.
Diego lalu menarik tengkuk Khaira dan ******* bibir Khaira. Ia menggigit bibir bawah Khaira agar ia membuka mulutnya untuk Diego dapat mengakses lebih dalam lagi lidahnya bermain di rongga mulut Khaira.
Khaira yang awalnya hanya diam, akhirnya membalas lum*tan Diego. Ia mengalungkan tangannya dileher Diego. Tangan Diego yang satunya ia gunakan memeluk pinggang Khaira agar tubuh mereka makin merapat.
Lama mereka larut dalam permainan lidah mereka, saling bertukar saliva. Setelah Khaira merasa sesak, ia memukul dada Diego untuk ia melepaskan pagutan mereka.
Diego melepaskan pagutan mereka dan menghapus saliva dibibir Khaira dan mengecupnya. Ia tersenyum melihat bibir bengkak Khaira karena ulahnya barusan.
Diego membawa Khaira ke dalam pelukannya. Seakan takut Khaira menghilang lagi.
"Khaira....aku sangat merindukanmu. Aku tak percaya bisa bertemu kamu lagi dalam waktu dekat ini. Aku harap kamu tak pergi lagi, aku tak mau pisah lagi"
Khaira meneteskan air matanya mendengar ucapan Diego.
"Maaf, aku kemarin pergi tanpa pamit"
__ADS_1
Diego melepaskan pelukannya dan menggendong Khaira membawanya ke kasur dan menghempaskannya pelan. Diego pun ikut berbaring di samping Khaira.
Ia tidur miring menghadap Khaira dengan tangan yang menopang kepalanya.
"Kamu tambah cantik..." ucap Diego membelai wajah Khaira .
"Kamu juga banyak berubah. Kamu tampak lebih dewasa saat ini"
Diego menarik kepala Khaira agar tidur berbantalkan lengannya.
"Kamu tidak ada kekasihkan selama pergi meninggalkan aku"
"Jika ada kenapa...."
"Aku akan membunuh pria yang berani mendekati wanitaku"
"Siapa yang bilang aku wanitamu..." gumam Khaira.
"Aku...aku yang mengatakannya. Aku tak akan biarkan ada pria yang mencoba mencintai ataupun mendekati wanitaku..."
"Diego...kamu nggak marah" cicit Khaira
"Sebenarnya aku ingin marah ketika melihatmu, aku ingin memaki maki kamu. Tapi rasa cinta dan sayangku mengalahkan kemarahanku, aku hanya ingin memeluk dan menciummu" ucap Diego dan mengecup dahi Khaira.
Diego meletakan kepala Khaira di bantal. Ia duduk dan membuka jas nya.
"Kamu mau apa ...." ujar Khaira melihat Diego mulai membuka dasinya.
Dengan senyum smirknya Diego menggoda Khaira.
"Aku kangen kamu, boleh nggak aku meminta lebih. Aku boleh memakanmu, kebetulan aku tadi belum makan" ucap Diego dekat sekali dengan wajah Khaira.
"Diego...jangan macam macam" ucap Khaira mendorong wajah Diego menjauh. Pipinya sudah sangat merah menahan malu.
" Kenapa...aku juga sudah hampir dua puluh tahun , bukan anak anak lagi"
"Kalau kamu berani melakukannya, aku akan teriak dan tak akan pernah memaafkan kamu"
Diego tertawa dan kembali membaringkan tubuhnya di samping Khaira.
"Pikiran kamu tuh yang mesum. Aku cuma ingin melepas dasi aja kok...." ucap Diego membawa kepala Khaira ke dalam dadanya.
"Khaira, aku tak mungkin menodaimu. Aku mencintaimu dari hati bukan karena nafsu"
****************
Terima kasih
__ADS_1