
Hari ini acara kelulusan dan perpisahan sekolahnya Diego yang dilaksanakan di salah satu hotel ternama.
Semua temannya tampak bersuka cita larut dalam setiap pementasan dan penampilan temannya dalam membawa acara perpisahan.
Diego memilih duduk di sudut ruangan sendirian. Ia tak mau ikut serta dalam pementasan apapun.
Kenzo dan Hanna yang hadir mendampingi Diego hanya dapat menarik nafasnya. Jika dulu Diego pasti akan aktif dalam setiap kegiatan sekolah, tapi kali ini ia lebih memilih sebagai penonton.
"Kamu yakin jika tak ada yang disembunyikan Diego, Dad..."tanya Hanna melihat putranya yang menyendiri dari kerumunan teman temannya.
"Aku nggak tahu. Tapi ia tak mau mengatakan apapun. Aku tak mungkin memaksanya. Diego itu bukan anak kecil lagi. Saat ini usianya telah sembilan belas tahun, berarti Diego bukanlah anak anak lagi...."
"Aku hanya heran, sejak ia kembali dari Singapura enam bulan yang lalu...sikapnya berubah. Sifat cerianya hilang, berganti dengan pemurung dan pendiam"
Kenzo hanya terdiam mendengar ucapan Hanna. Mana mungkin ia mengatakan sejujurnya.
"maafkan aku hanna, aku belum bisa mengatakan tentang kebenarannya. Aku belum dapat jujur mengenai hubungan antara Diego dan Khaira sampai aku dapat memastikan jika kamu tidak akan menentangnya"
############
Sementara di Pekanbaru, Khaira sedang menikmati menjadi seorang guru. Anak didiknya sangat menghargai Khaira, walau terkadang ada kalanya mereka bercanda.
Di Pekanbaru, kegiatan Khaira selain dihabiskan buat mengajar dan kuliah hanya dihabiskan di rumah.
Dalam waktu enam bulan ia di Pekanbaru, ada juga pria yang berusaha mendekati dirinya, tapi Khaira hanya menanggapi dengan bercanda saja. Ia menolak dengan halus setiap pria yang menyatakan cinta.
Ada guru, teman kuliah dan juga saudara dari muridnya. Ia ingin mencoba menjaga hatinya.
Azril sering mengunjungi dirinya, setiap akhir pekan papinya akan mengusahakan datang ke kota ini.
..............
Diego telah diterima pada salah satu perguruan tinggi ternama di Jakarta. Ia mengambil jurusan manajemen bisnis sesuai yang diinginkan daddy nya.
Pada saat awal masuk kuliah banyak wanita mendekatinya. Tapi dengan sikap dingin ia selalu menolak dan menjauh dari setiap wanita yang terang terangan mendekati dirinya.
Hingga saat ini Diego duduk di semester dua , masih ada juga wanita mendekatinya. Karena ia yang selalu menolak, di kampus saat ini beredar gosip jika Diego memiliki kelainan. Mereka mengira Diego penyuka sesama jenis.
Diego bukannya tidak pernah mendengarnya, tapi ia lebih memilih tak menanggapi.
Sepulang kuliah, Diego menyempatkan mampir ke bengkel Atha. Saat ini bengkelnya telah sangat berkembang. Atha telah memiliki beberapa cabang.
"Hebat kamu, Atha. Aku juga pengin memiliki bisnis seperti kamu. Biar suatu saat nanti jika aku ingin berumah tangga , aku tidak bergantung pada daddy lagi" ujar Diego
"Kamu bisa memulai dengan usaha kecil. Daddy kamu selain memiliki perusahaan juga punya EO yang sangat terkenal. Kamu sangat berminatkan, kamu coba aja membuka EO atas nama pribadi. Kamu mulai dengan bekerja sama dulu dengan EO milik daddy..."
__ADS_1
"Kamu benar Atha, aku akan coba buka EO aja. Kamu mau membantu akukan..."
"Tentu saja...."
"Bulan depan peresmian usahamu yang barukan Atha. Aku dengar juga sekalian kamu ingin mengadakan pesta ulang tahunmu"
"Iya...awalnya aku ingin bertunangan sekalian. Tapi aku takut nanti kamu bunuh diri karena melihat aku tunangan..."
"Ngapain aku bunuh diri..."
"Siapa tahukan, karena aku mendahului kamu bertunangan"
"Sialan kamu...." ucap Diego melempar kertas yang ada dekatnya.
Bersama Atha, sifat asli Diego akan kembali. Ia hanya bercanda saat bersama Atha. Tapi jika telah kembali ke rumah ia akan menjadi pendiam lagi.
Setelah lama di bengkel Atha, sore hari menjelang magrib Diego kembali ke rumah.
Ia memasuki rumah dengan langkah perlahan. Baru saja kakinya menginjak tangga terdengar suara yang memanggil namanya.
"Diego...kamu baru pulang. Kenapa hampir magrib baru pulang"
"Oma, kapan oma datang" ucap Diego tak jadi menaiki tangga, ia menghampiri omanya.
Diego menyalami Omanya. Walau ia yakin keputusan Khaira pergi menjauh ada sangkut pautnya dengan ucapan oma ketika di rumah sakit tapi Diego tetap menghargainya.
Diego duduk di samping omanya.
"Oma lihat sejak satu tahun belakangan ini kamu jarang menghubungi oma jika bukan oma yang menghubungi kamu. Dan juga kamu tak pernah lagi mau ikut berkumpul dengan keluarga. Kamu lebih memilih menyendiri..."
Oma menarik nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya. Oma memandangi Diego yang duduk sambil menunduk.
"Apa kamu ada masalah...."
"Nggak ada , oma"
"Tapi oma juga mendengar dari mami, kamu belakangan ini menjadi pribadi yang tertutup. Kamu tidak menyembunyikan sesuatu dari kami bukan...."
"Maksud oma apa...."
"Kamu tidak sedang menderita suatu penyakit"
"Nggak..."
"Atau kamu sedang menyembunyikan sesuatu yang lain"
"Nggak ada ,oma. Sudah bicaranya Oma, aku mau mandi. Gerah...."
__ADS_1
Kenzo dan Hanna yang baru selesai sholat magrib dan ingin menghampiri oma dan Diego menjadi kaget mendengar ucapan Diego yang sedikit keras.
"Diego, kenapa bicaranya begitu dengan Oma"
"Mami, harus berapa kali aku katakan. Jika tidak ada apa apa yang aku sembunyikan. Apa kalian tidak bosan bertanya itu terus setahun belakangan ini. Aku tidak pernah melakukan hal yang salah bukan."
"Tapi kamu sangat pendiam sekarang"
"Aku hanya lagi malas bicara"
"Mami harap memang tidak ada yang kamu sembunyikan...."
"Aku boleh ke kamar. Aku mau mandi"
"Ya ....silakan" ujar Hanna. Ia duduk dihadapan oma.
"Aku heran, sejak Khaira menghilang sikap Diego berubah" ucap Hanna.
"Maksud kamu apa, Hanna" tanya Oma
"Sejak kembali dari Singapura ketika mama sakit, Khaira menghilang. Azril bilang ia melanjutkan kuliah S2 nya. Tapi yang aku herankan, kenapa Azril tidak mau mengatakan dimana Khaira melanjutkan kuliahnya..."
"Kamu tahu sesuatu , Kenzo" ujar Oma
"Aku tak tahu, ma"
"Kamu selama ini dekat dengan Khaira. Apa ada hubungan kepergian Khaira dengan perubahan sikap Diego"
"Kenapa mama berpikir begitu"
"Karena aku curiga Diego memiliki hubungan dengan Khaira"
"Aku nggak mengerti, ma" ucap Hanna
"Mama curiga Diego pacaran dengan Khaira. Karena keakraban yang mereka lakukan lebih dari sekedar saudara"
Kenzo batuk mendengar ucapan mama. Ia lalu berdiri menuju dapur mengambil minum.
"Hanna, kamu harus menyelidiki ini. Mama tak percaya dengan Kenzo. Ia begitu memanjakan Khaira. Ia pasti akan menutupi apapun yang dilakukan gadis itu. Mama tak setuju jika memang Diego dan Khaira menjalin hubungan serius..." ujar mama sedikit berbisik ketika Kenzo masih berada didapur.
"Iya ,ma..." ucap Hanna
"Kamu panggilkan Diego, siapa tahu ia telah selesai mandi. Ajak sekalian makan malam..."
Mama berjalan menuju dapur, sementara itu Hanna naik kelantai atas menuju kamar Diego.
******************
__ADS_1
Terima kasih....