CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Lima puluh Enam S2


__ADS_3

Tamu undangan udah pada datang memenuhi rumah kediaman Azril. Semua keluarga menunggu kedatangannya keluarga Ratu.


Atha yang telah siap , duduk dengan gelisah. Khaira yang melihatnya ingin mengusili adiknya itu.


"Atha, gimana jika Ratu berubah pikiran. Kamu udah siap"


"Maksud mbak apa sih" ucap Atha ketus


"Siapa tau tingkat kewarasan Ratu kembali, ia sadar jika kamu bukan pria yang tepat buat jadi pasangannya"


"Emang mbak kira selama ini Ratu berpacaran denganku dalam keadaan tak waras"


"Siapa tau ia kamu pelet"


"Aku tuh nggak perlu ya memelet seorang wanita untuk menyukaiku. Tanpa aku pelet aja banyak wanita yang antri. Apa mbak nggak menyadari kegantengan aku nih"


"Narsis..."


"Lihat nih, ganteng bangetkan aku..." ucap Atha berdiri sambil berputar dihadapan Khaira



"Tentu saja, papinya ganteng..." ucap Azril yang udah berdiri dibelakang Khaira.


"Papi, tapi aku yang paling cantikan" ucap Khaira manja sambil memeluk lengan Azril.


"Tentu saja...kamu yang paling cantik diantara papi dan Atha"


"Yee...kalau diantara papi dan Atha ya jelaslah, aku kan cuma sendiri" ucap Khaira dengan cemberut


"Tapi kamu memang cantik banget, sayang. Buktinya Diego aja tergila gila denganmu"

__ADS_1


"Itu karena Diego tidak pernah melirik cewek lain. Matanya udah ketutup sama mbak"


"Diego bilang aku memang paling cantik diantara semua teman ceweknya"


"Diego tuh hanya takut mbak ngambek"


"Udah ah jangan berdebat aja. Itu keluarga Ratu udah datang..." ucap Azril melihat banyak mobil yang masuk halaman rumahnya.


Semua tamu yang hadir dari keluarga Ratu dipersilakan masuk dan duduk dekat panggung buat acara pertunangan Atha dan Ratu.


Setelah semua duduk, pembawa acara memulai rangkaian acara. Dimulai dari kata sambutan dari Azril sebagai tuan rumah dan dilanjutkan dengan ucapan dari orang tua Ratu. Setelah itu ucapan lamaran Atha buat Ratu.


Ratu berdiri dihadapan Atha yang telah memegang mic buat melamarnya.



Ratu tampak sangat cantik dengan gaun berwarna putihnya.


"Ratu...." ucap Atha.


Aku di sini bukan tentang diriku sendiri. Hanya berharap tergolong dalam naungan sang Baginda Rasul dengan menjalankan sunnah-Nya.


Aku di sini bukanlah untuk diriku sendiri. Melainkan untuk dirimu, yang suatu saat nanti akan menjadi prioritas dalam hidupku setelah Tuhan dan Nabi.


Aku ingin Kau menjadi perhiasan terindahku, yang kelak kan bersama mengarungi titian menuju Surga, menggapai ridho-Nya.


Izinkan aku dengan segala perasaan yang dititipkan Tuhan ini membuat pengakuan. Sudah sejak lama diri ini menyimpan rasa suka. Bukan aku tidak ingin memilikimu.


Aku hanya ingin menjagamu hingga halal bagiku menyentuhmu. Dan malam ini, aku ingin mengatakan dengan segenap kerinduanku. “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Jadilah pendamping hidupku. Ratu, bersediakah kau menikah denganku" ucap Atha


Semua tamu yang hadir terharu mendengar ucapan lamaran Atha buat Ratu. Ratu mengusap air mata yang jatuh di sudut matanya.

__ADS_1


"Ya, aku bersedia menikah denganmu. Mendampingimu seumur hidupku. Aku juga berterima kasih kepada kamu karena telah mencintaiku dengan tulus dan ikhlas, selalu bisa membuat aku tersenyum ketika aku bersedih, membantuku ketika aku merasa kesulitan, Kamu juga selalu ada untuk aku, dan Kamu juga bisa selalu memotivasi aku, mendorong aku untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, saya berdoa kepada Allah SWT semoga kamu selalu diberikan kesehatan, mencukupkan rezeki mu, menyempurnakan imam dan akhlak mu, agar kamu bisa menjadi imam aku dan bisa menjadi pendamping hidup aku selamanya"


Ratu mengucapkan itu dengan sedikit terbata karena menahan air matanya.


Setelah Ratu menerima lamaran Atha. Azril dan kedua orang tua Ratu ikut berdiri diantara mereka. Ibunya Ratu memasangkan cincin pertunangan mereka ke jari Atha sedangkan Azril memasangkan cincin ke tangan Ratu.


Pernikahan ditetapkan akan dilangsungkan enam bulan mendatang setelah Khaira melahirkan.


Acara pertunangan selesai. Para tamu undangan diminta mencicipi hidangan yang telah disediakan.


Khaira melihat Azril duduk menyendiri di sudut taman. Ia mendekati papinya.


" Papi..." ucap Khaira dan duduk di samping Azril


"Ada apa sayang"


"Papi menangis. Kenapa..."


"Papi mennagis karena bahagia, nak. Karena papi akan mengantarkan putra papi menikah. Sudah lepas tanggung jawab papi. Papi senang karena telah mengantarkan kamu dan Atha ke jenjang kehidupan selanjutnya. Papi bahagia bisa melihat kalian berkeluarga dan mendapatkan jodoh yang kalian cintai"


"Papi...aku dan Atha juga sangat bahagia memiliki orang tua seperti papi. Papi adalah papi sekaligus mommy bagi kami. Jika papi ingin menikah lagi, aku pasti tidak akan keberatan. Biar papi tidak merasa kesepian lagi"


"Papi tidak akan pernah menikah lagi, sayang. Mommy mu satu satunya yang bisa mengisi hati papi. Tidak bisa digantikan dengan wanita manapun. Papi tak akan pernah membagi cinta papi"


"Papi...aku sayang papi" ucap Khaira memeluk Azril


"Aku janji tidak akan meninggalkan papi. Papi akan tinggal denganku selamanya. Kemanapun aku pergi, papi harus ikut. Aku tak mau pisah dari papi"


"Sayang, papi juga tidak ingin pisah denganmu dan Atha. Tapi jika pasangan kalian menginginkan membawa kamu dan Atha pergi, papi tak mungkin bisa menahannya. "


*****************

__ADS_1


END


Terima kasih


__ADS_2