CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Dua puluh Delapan


__ADS_3

Lama Lesha memeluk Azril sebelum akhirnya ia melepaskan. Azril kembali menghapus air mata Lesha dan mengecup matanya.


Lesha mengerjapkan matanya kaget akan tindakan Azril. Azril lalu menangkup kedua pipi Lesha dan mengecup bibirnya.


"Semoga perpisahan kita ini dapat membuat kamu bahagia. Kamu berhak mendapatkan lelaki yang baik."ucap Azril


"Terima kasih doanya kak. Aku juga mendoakan kak Azril mendapatkan kebahagiaan, aku pamit"


"Kak Azril antar ya, dimana kontrakanmu"


"Nggak perlu kak, aku diantar kak Kenzo tadi"gumam Alesha pelan


"Oh, baiklah. Kak Azril antar sampai mobil Kenzo aja, kamu pasti sulit bawa barang ini menuju mobil"


"Tapi Kak Kenzo sudah menunggu di depan apartemen kak Azril ini, jadi nggak perlu kakak antar. Kak Kenzo bisa tolong bawakan barangku"


"Hhhmmmm.... baiklah. Tampaknya Kenzo sangat perhatian denganmu"


"Perhatian dari atasan pada bawahannya aja, tak lebih kok"


Alesha mendorong tas nya menuju pintu dan ketika ia membuka pintu, tampak Kenzo sudah menunggu.


"Sini aku yang bawa... "ucap Kenzo dan mengambil tas dari tangan Lesha.


"Azril, aku pamit."ujar Kenzo


"Kak aku pamit, kak Azril jangan lupa sarapan, makan jangan telat. Terima kasih buat semua yang pernah kakak berikan. "ucap Lesha dan melangkah meninggalkan Azril yang memandangi kepergian Alesha sampai menghilang.


Azril masuk menuju kamar Lesha. Masih tersisa beberapa pakaiannya. Azril menarik salah satunya dan memeluknya sambil tidur di kasur.


Azril menangis sambil mencium wangi parfum baju Lesha.


"Kau bodoh Azril, mengapa sekarang baru kau menyadari arti kehadirannya setelah banyak luka dan kesakitan yang kau beri. Kau pantas menerima semua ini. Kau telah mencampakkan wanita yang benar benar tulus memberikan cinta sucinya hanya untukmu"gumam Azril.


Azril yang terus menyesali kebodohannya, akhirnya tertidur dengan pakaian Alesha yang masih ada dalam pelukannya


###################


Pagi harinya Azril bangun dengan tubuh yang terasa kurang sehat. Kemarin ia duduk di balkon kamar sambil mengingat kebersamaannya dulu dengan lesha sampai dini hari.


Azril membersihkan dirinya dan setelah berpakaian ia menuju meja makan. Ia kembali teringat Lesha yang setiap pagi selalu membuatkan sarapan buatnya walau tak pernah ia sentuh. Sekarang ia sangat menginginkan sarapan itu.


"Seandainya ada kamu di sini dan membuatkan kak Azril sarapan, pasti kakak akan habiskan semuanya lesha... "


Azril lalu pergi tanpa sarapan, ia menuju kantornya dengan lesu. Ia sangat malas bertemu dengan Tiara.


Sampai di kantornya Azril langsung menuju ruang kerjanya. Tiara yang melihat itu menjadi cemberut.

__ADS_1


"Kamu nggak bisa memperlakukan aku seperti ini terus Azril, kamu harus kembali menjadi milikku "


Siang hari sehabis istirahat Azril keluar dari ruang kerjanya. Ia ingin ke gedung tempat


perusahaan akan mengadakan pesta perayaan ulang tahun.


Ia dan Tiara sebagai sekretaris menuju gedung tempat akan diadakan pesta nanti malam.


"Azril, jalannya pelan dikit. Aku sulit ngikutinya. Aku pakai high heel"teriak Tiara melihat Azril yang berjalan jauh didepannya


"Siapa suruh pakai high heel "ucap Azril ketus.


"Aww... sakit. Azril tolong"Teriak Tiara karena kakinya sedikit keseleo mengikuti jalan Azril yang cepat


"Nyusahin banget sih"gerutu Azril, ia terpaksa memapah Tiara.


Dari tempatnya berdiri Alesha melihat Azril yang berjalan bersama Tiara. Ia melihat Azril yang memapah Tiara. Perusahaan tempat Azril bekerja memakai jasa EO milik Kenzo.


Azril belum mengetahui jika di gedung itu juga ada Alesha dan Kenzo. Karena yang mengurus semua buat pesta bukan hanya dirinya.


Alesha masih terus memandangi Azril yang memberi tempat duduk buat Tiara.


"Kak Azril memang sangat mencintai kak Tiara, walau kak Azril mengatakan jika ia dijebak oleh kak Tiara tapi ia tetap bersikap baik dengan kak Tiara. Keputusan aku berpisah ternyata memang tepat, karena tak pernah ada aku dihati kak Azril"


"Lesha, bagaimana ,apakah semua sudah terpasang. Dan apakah sudah sesuai dengan konsep.. "ucap Kenzo mengagetkan Alesha


"Oh, tinggal sedikit lagi. Semua pasti selesai sebelum acara di mulai. "


Kenzo berjalan menuju meja minuman dan makanan buat para pekerja EO nya.


"Azril, ada Kenzo dan Alesha tuh. Apa perusahaan kita memakai jasa EO milik Kenzo"ujar Tiara


Azril melihat ke arah tunjuk Tiara. Ia melihat Kenzo yang memberi minuman buat Alesha.


"Benar benar pasangan serasi, pakaian aja couple . Kita hampiri ya Ril, buat menanyakn sudah sampai mana persiapan buat pesta nanti malam. Bukankah pak Antoni ingin kita mengawasi ini"ucap Tiara mengulurkan tangan agar Azril membantunya berjalan.


Azril dengan malas menyambut tangan Tiara dan berjalan menuju tempat Alesha dan Kenzo berdiri.


"Selamat siang Kenzo, Alesha"ucap Tiara


"Selamat siang... "ucap Alesha dan Kenzo


"Sepertinya sudah hampir selesai nih dekorasi ruang ini menjadi tempat pesta yang menyenangkan nanti malam"


"Ya, tinggal finishing aja.. "


"Pantas banyak yang menggunakan jasa EO milik kamu, memang selalu sesuai dengan permintaan konsumen"puji Tiara

__ADS_1


Azril dan Alesha hanya diam mendengar Kenzo dan Tiara bicara.


"Bagaimana kalau kita minum kopi. Sekalian ngobrol, sudah nggak ada yang perlu diawasi lagikan"ucap Tiara


"Lesha, bagaimana,mau minum kopi"


"Aku nggak bisa kak, perutku masih sakit"


"Oh, iya. Maaf Tiara, aku dan Lesha nggak bisa ikut. Lain kali aja. Lesha maag nya kambuh, tak boleh minum kopi dulu"


"Kamu masih sering telat makan"ujar Azril


"Kemarin aku capek banget habis beres beres kontrakan jadi lupa makan malam"


"Bukan karena capek, tapi kamu aja yang malas makan. Kalau Kak Azril nggak paksa atau suapin, kamu nggak akan makan, masih aja manja"gerutu Azril tanpa sadar


Tiara yang mendengar ucapan Azril jadi cemberut sambil memandangi Azril yang tampak cemas.


"Jangan kuatir Azril, sekarang aku tahu jika Alesha malas makan. Aku akan ingatkan dan paksa juga sampai ia mau makan. Kalau perlu aku suapin seperti biasa kamu lakukan "ujar Kenzo sambil mengacak rambut Alesha


"Kalian tinggal serumah... "tanya Tiara


"Apa maksud kak Tiara,aku dan Kak Kenzo mana mungkin tinggal bersama "


"Nggak lah, memangnya kami suami istri. Cuma sekarang Lesha tetangga aku, jadi aku bisa setiap saat ingatkan dirinya buat makan"


"Kak, seperti nya sudah selesai. Kita kembali ke kantor.. "ujar Alesha


"Oke, tapi sebelumnya kita makan dulu ya.. "


"Kalian pasangan kekasih"Tanya Tiara, untuk memanasi Azril.


"Memangnya kelihatan begitu"ucap Kenzo


"Ya, kalian pasangan serasi. Pakaian aja couple.Kalian berdua sangat cocok"


"Ini hanya kebetulan. Aku dan kak Kenzo hanya sebatas atasan dan bawahan. Aku belum mau menjalin hubungan serius lagi. Karena aku masih trauma dengan pernikahan aku kemarin. Kak Tiara pasti tahu penyebabnya. Apa kak Tiara pikir, aku akan bisa membuka hati begitu cepat setelah aku dikhianati. Apa kak Taira pikir mudah melupakan semua yang pernah aku alami. Dan perlu Kak Tiara ingat, aku bukan penganut seks bebas, aku tak akan tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan"ujar Alesha dan langsung meninggalkan Azril dan Tiara.


"Sombong banget kamu Alesha, aku tahu kamu sengaja menyindir aku yang melakukan hubungan badan bersama Azeil padahal kami belum menikah"


"Maaf, aku juga harus pamit"ucap Kenzo menyusul Alesha. Begitu Kenzo pergi, Azril langsung bicara ketus pada Tiara.


"Apa maksud kamu menanyakan itu pada Kenzo, apa kamu pikir aku akan cemburu jika aku tahu mereka telah menjadi sepasang kekasih. Aku malahan bsrsyukur jika ia mendapat lelaki baik, karena aku sadar selama ini aku telah banyak menyakti hatinya. Dan perlu kamu tahu, Alesha bukan wanita gampangan, ia tak akan pernah tinggal serumah dengan lelaki bukan suaminya. Satu satunya lelaki yang pernah memeluk dan mencium dirinya hanya aku. Karena aku tahu, ia tak pernah dekat dengan lelaki manapun selain aku. Kamu sudah keterlaluan menuduh Alesha bisa tinggal bareng dengan lelaki"


Azril meninggalkan Tiara sendirian. Ia tak peduli dengan kaki Tiara yang keseleo.


"Aku tahu Azril, kamu cemburu melihat kedekatan Kenzo dan Alesha, kamu sangat mencintainya. Tapi sayang Azril, aku tak akan biarkan kamu bersatu, aku sudah memisahkan kalian. Jadi tak akan aku biarkan kalian kembali bersatu. Kamu milikku Azril"

__ADS_1


*************************


Terima kasih


__ADS_2