CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Empat puluh Tiga S2


__ADS_3

Diego pulang setelah membeli burger dan kentang goreng pesanan Khaira. Dirgo merasa badannya sangat lemas. Ia ingin cepat sampai ke kamar dan membaringkan tubuhnya.


Diego masuk ke kamar tapi tak melihat Khaira ada di dalam kamar. Ia keluar dan menemui bibi di dapur.


"Bi, Khaira dimana ya..."


"Tadi mbak Khaira ada di ruang kerja tuan Azril, mas"


"Terima kasih, bi...."


Diego berjalan menuju ruang kerja papi Azril dan mengetuk pintunya. Ia takut papi juga ada di dalam.


"Siapa...masuk aja"


"Sayang, ngapain di sini" ucap Diego membuka pintu dan melihat Khaira yang duduk di lantai sambil bermain ponselnya.


"Tadi aku pinjam laptop papi , lihat drakor"


"Sejak kapan kamu suka drakor"


"Sejak tadi. Aku coba lihat, ternyata ceritanya banyak yang menarik terutama pemeran prianya cakep cakep"


"Mana yang cakep aku apa pemeran pria di drakor yang kamu tonton"


"Cakep kamu sedikit..."


"Kamu memang istri yang baik"


"Tapi cakep banyak pemeran pria di drakor" sambung Khaira


"What...." ucap Diego dengan suara lantang


"Jangan pura pura kaget begitu. Emang kenyataankan ganteng ganteng pria di drakor. Mana pesananku" ucap Khaira


"Ini...awas kalau besok nonton drakor lagi" ucap Diego manyun


Khaira mengambil burger dan memakannya dengan lahap sambil melihat ponselnya. Diego memandangi Khaira tanpa kedip.


"Kenapa lihatnya gitu amat, mauu...."


"Kamu kenapa pakai baju begini sih"



"Emang kenapa...nggak ada yang salah dengan bajuku" ucap Khaira melihat pakaiannya.


Diego menarik nafasnya kasar dan menjambak rambutnya frustasi.


"Sayang, kamu seksi banget dengan baju itu. Kamu membangunkan adik kecilku" lirih Diego


"Kamu aja yang mesum. Baju rumahku emang kebanyakan ya seperti gini"


"Jangan pakai baju seperti itu jika ada tamu datang"


Diego berdiri dan menggendong Khaira di lengannya.

__ADS_1


"Diego, mau kemana. Burgerku belum habis "


"Ke kamamar aja, temani aku tidur sekalian tidurin adik kecilku"


Diego mendudukan Khaira pelan di tepi ranjang.


"Habiskan burgernya, setelah itu temani aku tidur"


Diego mengganti bajunya dengan kaos dan celana pendek.


Khaira berjalan ke kamar mandi untuk menggosok giginya sebelum ia menyusul Diego berbaring.


"Sayang, teman temanku mau kenalan. Nanti jika kandunganmu udah kuat, ikut aku ke kampus ya sesekali..."


"Kamu nggak malu kenalkan aku dengan temanmu"


"Kenapa harus malu"


"Aku udah tua, beda usia kita jauh...lima tahun loh"


"Aku nggak malu. Aku bangga memiliki istri yang cantik seperti kamu"


Diego mengecup bibir Khaira , dan ciuman yang awalnya lembut akhirnya menuntut. Diego ******* bibir Khaira dengan rakusnya sambil tangannya masuk ke dalam baju.


Diego akhirnya melepaskan baju Khaira, dan hanya menyisakan pakaian dalamnya.


"Sayang, aku bolehkan bermain ditubuhmu. Aku nggak akan memasukimu...."


"Nanti kamu tambah bernafsu bagaimana"


Diego mengecup leher Khaira. Ia juga menghisap dan menggigitnya, meninggalkan banyak jejak.


Diego membuka pengait bra Khaira. Dan bermain di dada itu seperti di leher tadi.


Permainan Diego ditubuh Khaira sampai batas perutnya. Ia lalu berbaring kembali disampingnya.


Diego menarik nafasnya secara kasar kembali sambil menarik rambutnya.


"Yang, kamu kenapa...."


"Kepalaku sedikit pusing"


"Kamu pengin banget. Lakukan saja dengan pelan"


Khaira memeluk tubuh Diego dan menandarkan kepalanya di dada suaminya itu.


"Aku nggak mau menyakiti kamu dan bayi kita. Aku masih bisa menahannya" ucap Diego mengecup kepala Khaira.


"Tapi kamu jadi pusing"


"Kepalaku emang udah pusing dari pulang kampus tadi. Nggak tahu ini badan maunya baring dan malasan aja."


"Seharusnya aku yang hamil begitu"


"Kok kamu tau...."

__ADS_1


"Temanku yang ngomong, ketika hamil bawaannya malas, mau rebahan aja terus"


"Apa mungkin aku yang ngidamnya...."


"Mungkin....."


"Nggak apa. Apapun yang aku rasakan itu nggak apa, asal kamu dan calon baby kita sehat"


Diego membawa Khaira kedalam dekapannya.


"Temani aku tidur ya. Tapi kamu tetap begini. Jangan dipakai bajunya"


Diego dan Khaira akhirnya tertidur dengan berpelukan.


Sore harinya Kenzo dan Hanna mengunjungi Khaira dan membawa kue yang dibuatnya.


Mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menonton.


"Kenapa wajahmu keliatan sedikit pucat, Diego" tanya mami Hanna melihat putranya yang kurang bersemangat


"Daddy, mami...apa ada ya jika istri hamil tapi suaminya yang mengalami ngidam"


"Ada sayang. Itu namanya kehamilan simpatik" ucap Hanna maminya


"Apa itu mi kehamilan simpatik"


"Gejala atau tanda tanda kehamilan yang juga dirasakan oleh seorang suami"


"Apa itu nggak apa apa ,mi" tanya Khaira sambil menggenggam tangan Diego


"Nggak apa , nanti dengan seiringnya waktu itu juga hilang. Kehamilan simpatik dipicu oleh stress suami karena tahu istrinya hamil. Dan itu terjadi juga karena suami yang sangat mengkuatirkan istrinya. Terutama kali itu semua terjadi karena suami yang terlalu mencintai istrinya."


"Oh gitu ya...."


"Kenapa...kamu mengalami ngidam" tanya Kenzo dengan Diego.


"Mungkin , dad. Sudah dua hari ini setiap pagi aku mual. Dan kepala ini pusing, bawaannya pengin rebahan aja"


"Berarti kamu memang mengalami kehamilan simpatik" ujar Hanna


"Itu karena aku sangat mencintai Khairakan, mi"


Diego memandangi wajah Khaira dengan mesra.


"Iya, nak...."


"Dengarkan sayang, aku tuh sangat mencintaimu. Jangan ragukan itu. Sampai aku yang mengalami ngidam, itulah bukti cintaku"


Khaira hanya tersipu malu mendengarnya. Kenzo juga ikut tersenyum melihat ke arah Khaira yang wajahnya memerah karena menahan rasa malu.


"Semoga kalian saling mencintai selamanya. Dan tak ada yang mampu memisahkannya. Daddy tak mau apa yang pernah daddy rasakan dan alami juga kamu rasakan"


********


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2