
Pagi harinya Azril bangun dan langsung mandi. Ia pesan makanan buat sarapan pagi. Azril melihat Alesha masih tertidur dengan nyenyaknya. Ia naik ke tempat tidur dan mengecup bibir Alesha.
Alesha yang merasakan kecupan mencoba membuka matanya. Ia melihat wajah Azril yang sangat dekat dengan wajahnya. Alesha bersembunyi dibalik selimutnya.
"Sayang, bangun...mandi lagi. Kita sebelum kembali ke Jakarta mampir ke perusahaan kamu lagi. Kenapa masih capek ya, maaf habis kamu tuh seksi banget. Kakak nggak bisa menahannya. Tapi itu baik agar kamu cepat hamil..."
Alesha tersenyum mendengar ucapan Azril.
"Modus..."
"Loh kok modus, emang harus sering usahakan kalau kita pengen cepat kamu hamil"
"Alasan...bilang aja kakak emang mau"
"Ya emang mau, sekarang aja kakak mau lagi nih"
"Nggak...awas aja kalau minta lagi"
"Dosa loh nolak keinginan suami"
"Modus lagi..." ucap Alesha sambil manyun.
Azril lalu mengecup seluruh bagian wajah Alesha karena gemas. Ia lalu membuka selimut Alesha , tampak tubuh Alesha yang masih polos, membuat Alesha terpekik.
"Kakak...malu ah" ucap Alesha menarik kembali selimutnya
"Kenapa malu, sayang. Kakak juga udah sering melihatnya. Bahkan kakak hafal dimana letak tahi lalat ditubuhmu"
"Kakak ngomong apa sih"
Azril kembali membuka selimut Alesha dan mengangkat tubuhnya, menggendong menuju kamar mandi.
"Kakak...udah sana, keluar...aku bisa mandi sendiri" ucap Alesha dan mendorong tubuh Azril keluar dari kamar mandi.
Setelah mandi, Alesha mengganti pakaiannya dengan baju berwarna hitam, dan begitu juga Azril yang menggunakan baju berwarna hitam.
Azril dan Alesha mampir ke perusahaan meminta surat resignnya Alesha. Azril juga menyempatkan rapat tentang perkembangan pembangunan kerjasama mereka.
Siang harinya setelah mereka makan siang bersama pimpinan perusahaan , Azril kembali menyetir mobilnya menuju Jakarta.
Azril menggenggam tangan kanan Alesha dan meletakannya dipaha. Ia menyetir hanya dengan tangan kanannya. Alesha menyandarkan kepalanya dibahu Azril. Di perjalanan Alesha akhirnya tertidur.
Azril berhenti di tepi jalan dan memperbaiki posisi tempat duduk Alesha agar lebih nyaman ia tidur. Setelah itu ia kembali menyetir mobilnya.
Menjelang magrib mereka mulai memasuki kota Jakarta. Sebelum kembali ke rumah Azril membawa Alesha makan malam.
__ADS_1
Mereka makan di salah satu restauran yang menyediakan masakan jepang. Azril menggandeng Alesha seakan takut wanitanya itu hilang atau pergi.
Ketika akan mencari tempat buat mereka duduk, mata Alesha bertemu dengan mami Kenzo. Tampak di meja itu Kenzo, mami, papi dan seorang wanita sedang makan malam bersama.
Alesha menegur mami dan papi ketika akan melewati meja mereka.
"Selamat malam mami , papi , kak Kenzo " ucap Alesha
"Selamat malam. Kamu udah nikah kembali ya, Sha" tanya mami
"Udah ,mi...maaf aku nggak mengundang mami karena tidak ada pesta"
"Nggak apa. Cepat juga kamu nikah kembali"
"Mami...."ucap Kenzo sedikit keras
"Kenapa Ken, kan emang benar cepat juga Lesha kembali menikah"
"Saya rasa tidak cepat bu. Alesha dan Kenzo telah berpisah ranjang lebih dari dua tahun setengah" ujar Azril merasa Alesha dipojokan.
"Tapi belum sah secara negarakan. Secara negara baru tiga bulan mereka resmi pisah"
"Tak ada larangan buat menikah kembalikan bu, jika Kenzo mau menikah lagi juga nggak apa" ucap Azril ketus. Alesha yang tahu Azril mudah tersurut emosi mengelus lengannya buat meredakan emosi Azril.
"Maaf mi, kami permisi" ucap Alesha dan menarik lengan Azril.
"Apa apaan sih mi. Buat malu aja. Betul yang Azril ucapkan, tak ada larangan buat Alesha menikah, kami telah resmi bercerai" ujar Kenzo
"Ya, kamu yang bodoh masih mengharapkannya. Padahal ia tak sedikitpun mengingat kamu. Telah banyak yang kamu lakukan buat Alesha, tapi tak ada sedikitpun ia hargai. Kamu cepatlah mencari penggantinya. Biar kamu tak terus dibayangi wanita itu. Apa kelebihannya sehingga kamu cinta mati. Padahal masih banyak wanita yang lebih darinya. Jika Febby belum bersedia menikah karena masih ingin kuliah, ini ada Hanna yang jauh lebih segalanya dari Alesha" ucap Mami dengan sedikit emosi
"Tidak adil bagi Hanna jika aku menikahinya tapi hatiku saat ini masih ada Alesha"
"Alesha lagi...Alesha lagi, sampai kapan ia terus menghantuimu" ujar mami.
Wanita yang duduk bersama keluarga Kenzo ternyata bernama Hanna. Ia termasuk keluarga jauh dari papi Kenzo. Hanna memang telah lama menaruh hati pada Kenzo , tapi Kenzo hanya menganggapnya saudara.
"Hanna, apa kamu keberatan menikah dengan Kenzo. Nanti setelah menikah, cinta akan hadir karena seiringnya kebersamaan."
"Aku terserah Kenzo aja om, jika Kenzonya yang belum siap nggak mungkin dipaksanakan"
"Apa kamu mau menikah tanpa cinta" ujar Kenzo
"Aku mencintaimu dari dulu, kamu tahu itu Ken. Hanya kamu yang tak pernah mencintaiku"
"Aku tak mau gagal lagi. Aku pernah menikah dengan cinta yang hanya dari salah satu pihak dan itu membuat pernikahanku gagal" gumam Kenzo
"Akhirnya kamu mengakui jika Alesha tak pernah mencintaimu, ia hanya memanfaatkan kamu untuk menutupi kehamilannya..."
"Mami, aku mohon jangan pernah menjelekan Alesha lagi. Ia mantan istriku dan orang yang aku cintai"
"Apa sih yang dipakai Alesha sehingga kamu menjadi bodoh begini. Ia hanyalah mantan istri. Kamu tak ada terikat apapun dengannya"
__ADS_1
"Apa mami tak pernah melihat sedikitpun kebaikan Alesha, mami juga dulu menyukai sikap Alesha. Dan apa mami lupa, ia tak mau menerima sedikitpun harta gono gini dariku. Jika ia memang memanfaatkan aku, pastilah ia akan dengan senang hati menerima bahkan mungkin memintanya"
"Terserah apa yang kamu pikirkan tentang Alesha, yang jelas mami sudah tak respek dengan Alesha sejak mami tahu ia membohongi mami tentang anaknya"
"Bukan Lesha yang berbohong, tapi aku mi. Itu semua atas permintaanku, Alesha juga awalnya tak mau menikah denganku. Tapi aku yang memintanya"
"Sudah...sudah mami. Papi sudah bosan mendengar dan melihat kalian berdebat masalah ini terus. Sekarang papi minta kamu bawa calon istrimu dan harus menikah dlam waktu tiga bulan ini, jika kamu tidak bisa membawa wanita manapun, kamu harus terima menikah dengan Hanna. Tidak ada penolakan . Dan obrolan ini kita lanjut lagi setelah kamu mbawa wanita buat kamu nikahi. Sekarang kita santap makan malamnya. Ini udah dingin gara gara obrolan yang tak bermutu" ucap papi
"Semua gara gara kedatangan wanita itu" gumam mami
"Mami..."ucap papi
Mami langsung diam dan mulai mengambil makanannya. Ia juga mengambilkan buat Hanna.
Sementara di meja belakang, Alesha tampak murung. Ia teringat ucapan mami Kenzo. Alesha tak tahu harus bagaimana lagi agar mami Kenzo tak membencinya. Bukankah ia pergi atas permintaan mami Kenzo. Jika tidak karena permintaan mami mungkin Alesha akan masih bertahan dengan Kenzo walau tanpa ada cinta.
Azril yang melihat Alesha murung langsung memeluk dan mengecup pipinya.
"Kakak..malu ih"
"Kenapa...kamu kan istri kakak"
"Iya, tapi nggak harus ditempat umumkan ciumnya"
"Oh ...jadi kalau di kamar baru boleh melakukan semuanya. Boleh apa aja ya..."
"Ih, pikiran kakak mesum terus" ucap Alesha sambil cemberut
Azril senang karena usahanya membuat Alesha tak murung berhasil. Azril menyuapi Alesha walau ia menolak.
Dari tempatnya duduk Kenzo sesekali mengintip apa yang Alesha dan Azril lakukan.
Azril terus menggoda Alesha agar ia tersenyum lagi. Jika Alesha tak mau disuapi , ia akan mengecup pipi Lesha membuat ia terpaksa mau makan.
"Kamu tuh punya senyum yang sangat manis, Sha. Sayang kalau disembunyikan dengan wajah murungmu itu" ucap Azril mencubit hidung Alesha pelan
"Gombal..."
"Biarin, gombalnya sama istri nggak apa. Dari pada gombal sama cewek lain"
"Awas kalau berani gombalin cewek lain"
"Kamu cemburu ya..."
"Ih...udah ah. Makan tuh makanan kakak. Jangan suapin aku aja. Aku bisa makan sendiri"
"Kalau gitu habisin makanan kamu , baru kakak makan"
Alesha menghabisi makanannya dengan perlahan. Azril tersenyum melihat itu.
"Sha, kakak udah janjikan tak akan membuat kamu sedih lagi. Jadi tak akan kakak biarkan kamu murung. Kamu harus selalu tersenyum"
__ADS_1
***********************
Terima kasih