CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Empat belas Season 2


__ADS_3

Pagi harinya Khaira menyusun seluruh pakaiannya. Ia harus kembali ke Jakarta sebelum Diego sampai di hotel.


Setelah di Jakarta, ia baru akan menghubungi Diego.


Khaira menyeret kopernya dengan tergesa. Jam sudah menunjukan pukul delapan. Ia takut Diego muncul.


Dari malam Khaira sudah memikirkan keputusan yang akan ia ambil. Ia akan pergi ke salah satu kota di sumatera. Bukan hanya untuk meneruskan kuliah. Tapi mengajar pada salah satu sekolah menengah atas.


Salah satu sahabat papinya Azril pemilik yayasan tempat Khaira akan mengajar.


Khaira membuka pintu kamar dan terkejut melihat Diego yang sedang tertidur di dinding kamarnya.


"Sejak kapan Diego berada di sini. Apa semalaman ia tidur depan kamarku" gumam Khaira.


Ia berjongkok di depan Diego dan mengusap pipi pria yang mulai dicintainya.


"Ya Tuhan, aku nggak tega membiarkan ia terus tidur disini. Tapi jika aku bangunkan, berarti aku tak bisa berangkat ke Jakarta sekarang"


Diego perlahan membuka matanya. Ia melihat Khaira dengan memegang tas kopernya.


"Khaira, jangan pergi...." ucap Diego menarik pergelangan tangannya.


"Diego, sejak kapan kamu tidur disini"


"Maafkan aku, Khaira. Aku tak bermaksud marah denganmu tadi malam" ucap Diego tanpa membalas ucapan Khaira.


"Sebaiknya aku jangan pergi dulu, aku masih ada waktu saat Diego nanti ke rumah sakit. Aku tak bisa membiarkan ia seperti ini"


"Bangunlah, kita masuk ke kamar dulu" ucap Khaira membantu Diego berdiri. Ia membawa Diego masuk ke kamar.


Sampai di dalam kamar, Khaira memesan sarapan buat mereka.


"Kamu tak ada keinginan untuk membersihkan wajahmu, lihatlah kamu kucel banget" ledek Khaira


"Kamu tak akan pergi..."


"Diego, aku udah memesan sarapan buat berdua. Kenapa masih berpikir aku akan pergi"


Diego membasuh wajahnya, dan setelah selesai ia duduk disamping Khaira yang sedang duduk santai di sofa sambil menonton.


Diego memeluk pinggang Khaira dan menyandarkan kepalanya di bahu.


"Khaira, maafkan aku"


"Udahlah...tak ada yang salah. Sarapan dulu ya...."

__ADS_1


Diego dan Khaira menyantap hidangan sarapan itu dengan lahap. Setelah itu Diego kembali menyandarkan kepalanya dibahu Khaira.


"Kamu tadi ingin pergikan...."


"Diego...aku memang harus pergi. Bukan karena pertengkaran tadi malam. Ada yang harus aku urus"


"Kita pulang ke Jakarta bersama hari ini"


Khaira menangkup wajah Diego menghadap dirinya.


"Dengar Diego, jika kamu ikut aku ke Jakarta. itu akan membuat oma makin membenciku. Sekarang lebih baik kamu ikuti apa kata oma agar oma tidak marah"


"Kamu menangis dari malam..."


"Nggak...."


"Kamu bohong, matamu bengkak. Pasti kamu sedih karena aku tinggalin kemaren"


"Bukan karena itu...."


"Karena Alby...kamu masih mencintai Alby. Kamu sedih melihatnya bersama wanita lain. Kemarin aku melihatmu bicara dengan Alby yang sedang kencan dengan wanita lain"


"Diego, hidup ini bukan hanya masalah cinta Banyak yang lebih membuat aku sedih..."ucap Khaira kembali menangis


"Kamu menangis lagi"


Diego membawa Khaira ke dalam pelukannya. Ia mengusap punggung Khaira memberikan ketenangan.


"Diego, sekali lagi aku minta padamu. Biarkan aku kembali ke Jakarta sendiri. Aku tak ingin kamu dijauhi keluargamu karena aku. Tak semua orang seberuntung kamu. Yang masih mempunyai keluarga utuh...."


"Tapi kamu harus janji, jangan jadikan keluargaku alasan kamu untuk menjauh dariku"


Khaira hanya memberi senyuman sebagai jawaban dari perkataan Diego.


"Maaf Diego, aku tak bisa menjanjikan apa apa. Aku harus tetap pergi. Aku rasa hubungan kita ini salah, baru saja kita memulainya sudah banyak yang menentang. Walau aku mencintai kamu, Diego...tapi aku harus pergi dulu untuk memantapkan hatiku, agar nanti aku bisa tahu dimana hati ini akan akublabuhkan"


"Kamu berangkatnya dengan pesawat terakhir aja ya. Temani aku tidur dulu sebentar. Dari malam aku nggak tidur"


"Kamu sejak malam duduk di depan kamarku"


"Setelah aku meninggalkan kamu, aku sempat ke rumah sakit. Tapi aku terus kepikiran kamu. Aku kembali ke taman dan tak melihat kamu lagi. Aku ke hotel ini jam dua pagi, aku mencoba mengetuk pintu kamarmu tapi tak ada sahutan. Aku juga mencoba menghubungi ponselmu, tapi ternyata tak aktif. Aku tunggu aja kamu depan pintu"


"Kasihan banget adikku..."


"Apaa...adik. Mau aku buatin adik untukmu"

__ADS_1


"Jangan mesum, Diego. Masih bocah pikiran udah mesum aja" ucap Khaira cemberut


Diego tertawa melihat Khaira yang cemberut, dan mengecup bibir Khaira yang manyun.


"Bocah ini sudah bisa buat bocah juga loh" bisik Diego


"Diego...awas ya kalau ngomong jorok lagi, aku nggak jadi temani kamu tidur. Aku langsung ke. bandara aja"


"Udah gede masih ngambek" ujar Diego mencubit hidung Khaira


Khaira membaringkan tubuhnya diikuti Diego. Ia memeluk tubuh Khaira, tak berapa lama Diego tertidur. Matanya emang sudah mengantuk dari tadi.


Khaira membuka matanya ketika ia sudah mendengar deru nafas teratur dari Diego. Ia mengusap wajah tampan pria yang sangat disayanginya. Dari dulu ia lebih dekat dengan Diego dari Atha adik kandungnya, karena Atha yang sifatnya lebih kalem dan pendiam.


Jika bersama Diego, ia bisa selalu tersenyum dan tertawa. Diego sedikit lebih usil.


Khaira yang malamnya juga tidak bisa tidur dengan nyenyak akhirnya ikutan tertidur.


Diego bangun dari tidurnya ketika jam menunjukan pukul satu siang. Ia tidur miring menghadap Khaira, dan memandangi wajah wanita yang sangat ia cintai.


"Khaira, aku berjanji tak akan mencintai wanita lain kecuali kamu. Aku akan berikan seluruh hati dan cintaku ini hanya untukmu"


Diego telah lama mencintai Khaira, sejak ia duduk dibangku kelas tiga sekolah menengah pertama.Mungkin bisa dikatakan sejak masa pubernya. Ia telah merasakan memiliki rasa cinta dan ingin memiliki Khaira. Saat itu Khaira sudah mulai dekat dengan Alby. Ia akan merasa cemburu melihat Khaira bersama Alby.


Khaira membuka matanya dan melihat wajah Diego yang begitu dekat dengan wajahnya.


"Diego, kamu sudah lama bangunnya"


"Sudah...."


"Kok aku tak dibangunkan...."


"Aku ingin berlama lama memandangi wajahmu. Kapan sih kamu jeleknya....cakep terus walau sedang tidur"


"Gombal banget sih...Udah ah, Aku cuci muka dulu ya. Setelah itu makan siang. Aku ambil keberangkatan jam tiga nanti"


"Oke, sayangku...."


Khaira bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi. Setelah itu memberi polesan bedak tipis diwajahnya. Mereka makan siang direstauran hotel itu.


Khaira dan Diego duduk sangat dekat. Mereka tak canggung melihatkan kemesraan. Tanpa Khaira sadari, ada seorang pria memperhatikan mereka dari tadi.


"Ada hubungan apa antara Khaira dan Diego. Apa mereka menjalin hubungan yang lebih dari sekedar saudara. Sayang, daddy tidak keberatan jika kamu dan Diego berpacaran, tapi bagiamana dengan oma dan mami..."


Ternyata Kenzo yang sedang ada pertemuan dengan salah satu kliennya melihat Diego dan Khaira yang tampak sangat mesra itu.

__ADS_1


*************************


Terima kasih.....


__ADS_2