
Adakah yang bisa mengajarkan aku bagaimana caranya merelakan seseorang tanpa merindukan dia lagi
Adakah yang bisa mengajarkan aku cara melepaskan seseorang tanpa mengingatnya kembali
Adakah yang bisa mengajarkan aku cara mengendalikan perasaan ini
Sebagai gantinya akan aku ajari bagaimana rasanya mencintai tanpa harus memiliki
Dan akan aku ceritakan bagaimana sakitnya hati ini ketika orang yang kita sayangi sedang memperjuangkan hati yang lain.
#################
Alesha sedang duduk termenung ketika ayah datang kerumahnya.
"Lesha.. sedang apa nak"sapa ayah ketika melihat Lesha yang sedang duduk di sofa ruang tamu
"Ayah, ada apa.. "
"Mari ke rumah nak. Ada pengacara yang akan mengurus perceraian kamu dengan Azril"
"Ayah, apa aku harus datang menemui pengacara itu. Bukankah kak Azril sudah menyetujui perceraian kami. Ia akan menandatanganinya surat perceraian itu"
"Kamu juga harus melihat dan membaca isi surat cerai itu nak"
"Ayah, aku percaya sama ayah dan Kak Azril. Aku serahkan semuanya dengan kak Azril.. "
"Kamu yakin tidak ingin bicara dengan pengacara nak.. "
"Tidak, Yah... "
"Tapi ayah ingin kamu bicara langsung dengan pengacaranya, biar semua jelas"
"Baiklah, Yah.. "
Alesha berjalan mengikuti ayah menuju rumah kediaman orang tua Azril.
Sampai di rumah sudah duduk seorang pengacara, Azril dan bunda. Alesha masuk dan duduk di samping bunda. Alesha langsung menggenggam tangan bunda minta kekuatan.
"Ya Tuhan aku mohon padaMu, kuatkan hatiku.Tetapkan pendirianku untuk tetap berpisah dengan kak Azril, ini untuk kebaikan semuanya."
Pengacara dan Azril bicara dengan serius, Lesha hanya mendengar. Azril minta ia yang sebagai penggugat agar perceraian dapat segera berakhir.
Azril menyerahkan semuanya pada pengacara, ia mengatakan tidak diperlukan mediasi. Ia ingin dalam seminggu sudah diputuskan. Agar ia tidak bolak balik ke Bandung.
__ADS_1
Pengacara itu menjanjikan semua akan berjalan cepat, karena Azril sebagai penggugat dan Alesha sebagai tergugat memang sama sama menginginkan perceraian itu.
Setelah bicara dengan pengacara Azril langsung masuk kamar tanpa mau memandang apa lagi bicara dengan Alesha.
"Ya Tuhan, aku tahu semua ini salahku. Aku yang telah membuat Alesha selama ini menderita dan sakit hati. Mungkin dengan melepaskan Alesha aku bisa menebus semua kesalahan aku dulu. Alesha berhak mendapatkan lelaki yang lebih baik dari diriku. Semoga Alesha bahagia... "
Azril tiduran sambil menutup mata dengan lengannya. Ia menarik nafasnya.
Alesha setelah bicara dengan pengacara, juga pamit pulang ke rumahnya. Alesha pulang mengambil uang dan pergi ke super market terdekat belanja untuk keperluannya selama di Bandung.
Alesha kembali mengaktifkan ponselnya yang dari kemarin dimatikan. Tampak banyak panggilan tak terjawab dari Kenzo dan Dita.
Alesha lalu menghubungi Dita. Terdengar nada sambung dan disambut suara cempreng Dita
"Lesha.. gila Lu ya.. pergi tanpa pamit dan ponsel pakai dimatiin pula lagi"
"Maaf, aku pergi tanpa rencana."
"Kemana Lu dibawa Azril kabur, Bos mendengar Lu dibawa kabur Azril jadi uring uringan, takut bidadarinya nggak kembali lagi"
"Kamu ngomong apa sih. Aku ke Bandung, ada yang harus aku urus"
"Urus apa.. Lu bulan madu... "
"What.... kamu nggak salah bicarakan "
"Dita, pelan napa ngomongnya. Aku belum budek"
"Bukankah kamu keliatan baik baik aja kemarin, aku pikir kalian akan langsung pergi bulan madu. Kenapa kamu harus berpisah, bukankah kamu sangat mencintai kak Azril"
"Banyak yang aku pertimbangan Dita. Aku harus menjaga banyak hati agar tak terluka."
"Dan kamu mengorbankan diri sendiri demi orang orang itu.. "
"Dita, kita tidak boleh egois. Aku bisa perlahan menata hatiku kembali setelah perpisahan ini. Bukankah dari awal pernikahan Kak Azril juga tidak pernah mencintaiku. Aku juga sudah mempersiapkan diri akan perpisahan ini, karena aku yakin ini pasti akan terjadi juga dalam pernikahan kami. "
"Aku nggak tahu harus berkata apa Lesha, aku hanya mendoakan jika ini memang yang terbaik buatmu,maka lancarkan semuanya"
"Terima kasih, Dita. Udah dulu ya, aku mau masak.. "
"Semoga ini memang keputusan yang tepat buatmu. Yang sabar ya sayangku... "
Alesha mematikan sambungan ponselnya. Ia pergi ke dapur dan mulai memasak opor ayam. Setelah semua selesai Alesha menyiapkan satu mangkuk buat bunda.
__ADS_1
Alesha berjalan masuk ke rumah tanpa mengetuk terlebih dahulu. Karena ia memang sudah biasa keluar masuk rumah Azril.
Tampak Azril sedang menonton di ruang keluarga.
"Bunda, ada kak"
"Nggak, ayah bunda keluar"
"Oh, ini ada opor. Aku letak dalam tudung saji diatas meja makan ya kak.. "
"Ya.. "
"Kak,aku pamit dulu... "
"Besok aku kembali ke Jakarta. Aku sudah menandatangani surat perceraian kita dan pengacara itu berjanji semua prosesnya akan berjalan cepat. Seperti yang kamu inginkan, aku akan menceraikan kamu dan segera setelah surat cerai keluar, aku akan menikahi Tiara"
"Itu terserah kak Azril, karena jika kita sudah berpisah, Apapun yang akan kak Azril lakukan tidak perlu pertimbangan dan persetujuan dariku"
"Ternyata kamu sangat kejam, Lesha "lirih Azril. Alesha dapat mendengarnya.
"Kak, kenapa kak Azril mengatakan aku kejam"
"Kau tak pernah memberikan aku kesempatan buat berubah dan membuktikan jika aku benar benar mencintaimu "
"Kak, aku telah bersabar dan memberi kak Azril waktu selama dua bulan pernikahan kita, tapi kak Azril tidak pernah menunjukkan jika kak Azril menginginkan pernikahan ini. Semua ada batasnya kak, termasuk kesabaran seorang. Mungkin kita memang ditakdirkan bukan sebagai suami istri.. "
"Aku nggak tahu harus bicara apa Lesha karena kamu sudah yakin dengan keputusanmu.Aku akan kembali besok. Apa kamu mau ikut denganku. "
"Aku masih mau disini kak. Aku menunggu sampai surat cerai keluar aja. Bukankah pengacara itu berjanji dalam waktu empat belas hari semua bisa selesaikan. Jadi dari pada aku harus bolak balik aku menunggu surat cerai itu aja, baru kembali ke Jakarta "
"Apa kamu sudah tidak sabar ingin berpisah dan mengakhiri semuanya Lesha "
"Kak Azril jangan bertingkah seolah kak Azril yang menjadi korban, kak Azril tahu sendiri bukankah disini akulah korbannya. Bukankah ini yang kak Azril inginkan dari dulu. Mengapa aku yang jadi disalahkan. Jika kak Azril yang berada di posisi aku bagaimana. Apa kak Azril bisa bertahan sehari saja dengan perlakukan dan sikap kak Azril selama ini padaku. Aku sudah mencoba bersabar, dan inilah batas kesabaranku. Aku sudah sering mengatakan pada kak Azril, jika aku bisa memaafkan semua kesalahan kak Azril, asal kak Azril tidak sampai berhubungan badan. Karena bagiku itu sudah kesalahan fatal. Aku tak bisa memaafkan semua itu lagi"
Setelah mengucapkan itu Lesha pergi tanpa menunggu jawaban dari Azril.
Azril menarik rambutnya frustrasi..
"ini memang salahmu Azril, bukankah betul yang dikatakan Lesha jika kamu yang menginginkan perceraian ini dulunya, mengapa disaat Lesha mengabulkannya, kamu malah menuduhnya yang salah. "
**********************
Terima kasih buat pembaca setia novel ini.
__ADS_1