
Khaira janjian ketemu dengan Alby di salah satu kafe. Papi meminta agar ia segera menyelesaikan hubungannya dengan Alby.
Khaira telah menunggu Alby hampir satu jam. Tapi pria itu belum kelihatan kehadirannya. Hampir saja Khaira berdiri akan meninggalkan tempat ini ketika dilihatnya Alby memasuki kafe dengan sedikit berlari.
"Maaf ... aku telat. Tadi aku harus rapat dulu" ucap Alby dengan nafas terburu buru. Sejak Alby diangkat menjadi salah satu manajer diperusahaannya, Alby memang sedikit sibuk.
Bukannya hanya keinginan Khaira jika mereka jarang bertemu, tapi juga disebabkan karena kesibukan Alby yang baru saja dipromosikan jadi manajer.
"Mas, aku langsung saja ke inti pembicaraan. Karena aku lihat mas sangat sibuk..."
"Ya, Khaira aku saat ini sedang banyak menangani proyek jadi akan selalu sibuk hingga tiga bulan ke depan. Aku juga sebenarnya ingin mengatakan sesuatu denganmu. Aku harap kamu bisa memahami keputusanku. Oh, ya kamu tadi mau ngomong apa"
"Mas saja duluan, aku nggak terlalu penting"
"Khaira, mungkin lamaran yang kita rencanakan minggu depan tidak bisa aku lakukan. Dua hari lagi aku akan berangkat ke Singapura. Aku mewakili perusahaanku, jadi tak bisa dibatalkan. Aku akan berada di sana selama satu bulan. Setelah kepulanganku dari Singapura baru kita bicarakan lagi tentang lamaran"
"Jadi, mas akan menunda lamaran...."
"Aku hadap kamu bisa memakluminya. Karena semua ini juga demi masa depan kita. Aku akan dipromosikan menjadi wakil pimpinan. Kamu bisa terimakan keputusan aku ini"
"Iya, mas. Aku juga sebenarnya ingin bicara tentang ini juga...."
"Terima kasih, atas pengertianmu. Mas nggak bisa lama lama, mas pamit dulu ya"
"Iya mas , hati hati"
"Pesanan kamu udah sekalian mas bayar. Cepat pulang, jangan kemana mana. Mas, sayang kamu" ucap Alby mengecup kepala Khaira sebelum berlalu.
Khaira melihat kepergian Alby dengan hati yang sedih.
"Untuk bicara serius aja saat ini kamu tidak ada waktu mas. Apa lagi jika telah menjadi wakil pimpinan. Aku tak mengharapkan pendamping dengan karier cemerlang, aku lebih mengharapkan seseorang yang bisa mendengar ceritaku. Dari kecil aku sudah tidak banyak mendapatkan perhatian, papi hanya sibuk dengan pekerjaan. Aku dibesarkan oleh nenek. Mungkin kita memang tidak ditakdirkan berjodoh"
##############
Semenjak kepergiannya ke Singapura, Alby hanya sekali memberi kabar. Ponselnya sulit untuk dihubungi. Padahal Khaira ingin memberi kabar tentang wisudanya.
Khaira tidak akan meneruskan lagi hubungan mereka. Saat Alby kembali, ia akan memutuskan segalanya. Jika waktu itu ia tidak jadi memutuskan hubungan mereka, karena Khaira melihat Alby yang terburu buru. Ia tak mungkin bicara dengan tergesa. Lagi pula ia tidak mau merusak suasana hati Alby yang sedang bahagia karena akan dipromosikan menjadi wakil pimpinan.
__ADS_1
Khaira hari ini akan melaksanakan wisuda. Yang bisa menghadiri wisudanya hanya papi Azril.
Daddy dan mami Hanna juga Diego sedang berada di Singapura karena oma Diego yang lagi sakit keras.
Atha juga tidak bisa menghadiri, karena ia sedang ada keperluan buat pengembangan usaha bengkelnya.
Setelah acara wisuda, Khaira meminta izin untuk ke Bandung. Ia ingin menyendiri. Papi Azril mengizinkan dengan meminta supir mengantarnya.
Rumah milik orang tua Azril memang tetap dirawat. Ada suami istri yang bekerja untuk menjaga rumah itu.
Azril dan keluarga akan datang ke rumah itu jika sedang ingin istirahat dari rutinitasnya.
Kebun orang tua Azril juga masih dirawat. Pagi ini Khaira pergi ke kebun yang berada di belakang rumah.
Ia duduk di bawah pohon yang rindang sambil menyantap sarapan yang tadi dibawanya.
Khaira kaget ketika ada seseorang yang menutup matanya.
"Siapa sih, jangan becanda ya" ucap Khaira mencoba membuka tangan yang menutup matanya.
"Pagi ...mbakku sayang" ucap Diego melepaskan tangannya dari mata Khaira
"Aku sampai kemarin malam di Jakarta. Maaf tidak bisa menghadiri wisudanya kamu. Aku nggak dapat tiket yang lebih awal..."
"Kenapa kamu memaksakan kembali, bukankah oma masih sakit"
"Masa kritis Oma sudah berlalu, keadaannya sudah mulai stabil, nanti aku bisa kembali melihat oma. Saat ini kami sedang liburan sekolahkan, masih banyak waktu"
"Kamu berangkat dari Jakarta jam berapa, pagi pagi udah nongol aja"
"Kamu senangkan aku bisa menemani kamu saat ini"
"Kegeeran...."
"Khaira, aku bukan mengenal kamu setahun dua tahun. Jika kamu melarikan diri ke Bandung itu tandanya kamu lagi sedih. Aku tahu itu"
"Aku hanya ingin menyendiri"
__ADS_1
"Kamu sedih karena saat wisuda hanya dihadiri papi...."
"Udahlah, kehadiran papi sudah lebih dari cukup"
"Kita ke puncak ya. Ke villa keluarga. Aku akan menemani kamu selama dua hari di sana. Lebih enak menyendiri di sana"
"Jika aku ditemani kamu, itu bukan menyendiri. Tapi berdua, Diego..." ucap Khaira tertawa.
"Kamu tambah cantik jika tertawa"
Khaira menghentikan tawanya mendengar ucapan Diego.
"Kenapa berhenti, aku suka melihat tawamu..."
"Diego....terima kasih"
"Buat apa...."
"Buat semuanya...kamu selalu tahu tentang kesedihanku, kamu juga selalu datang untuk menghiburku ..."
"Aku akan selalu ada untukmu jika kamu menginginkan...."
"Kamu sudah sarapan" ucap Khaira mengalihkan pembicaraan
"Aku mau kamu suapi"
"Kamu tuh ya, memang adik yang manja. Sini duduk, biar mbak suapin"
"Aku nggak mau jadi adik kamu lagi, Khaira"
"Udah, Diego. Jangan mulai lagi. Aku nggak mau suasana yang indah ini menjadi canggung kembali"
Diego terpaksa diam. Ia juga tak ingin Khaira kembali mendiamkan dirinya. Ia ingin menghabiskan waktu dua hari ini hanya berdua dengan Khaira.
Setelah menghabiskan sarapannya, Khaira dan Diego pergi ke puncak menuju villa keluarga mereka.
****************
__ADS_1
Terima kasih