
Khaira menunggu kedatangan Alby yang berjanji akan menjemputnya di kampus. Ia duduk di bawah pohon yang rindang ditaman kampus.
Sambil menunggu kedatangan Alby, Khaira memakan es krim yang tadi ia beli di kantin.
Diego berjalan dengan mengendap mendekati Khaira. Ia sengaja membuat kejutan dengan menjemput Khaira.
Diego tahu keberadaan Khaira dengan bertanya pada teman sekampusnya.
Diego memeluk Khaira dari belakang membuat gadis itu kaget.
"Ayo ...ketahuan lagi memikirkan hal jorok ya" ucap Diego
"Sembarangan ngomong kamu"
"Kenapa kaget banget"
"Jelas kagetlah, mbak kira siapa tadi"
"Kamu udah selesai kuliahnya...."
"Kamu ...kamu, aku ini mbak kamu. Panggilnya yang sopan ya. Nanti aku bilangin daddy kalau kamu selalu manggil aku dengan nama atau sebutan kamu aja"
"Ngapain panggil mbak. Wajah kamu aja masih kayak anak SMP"
"Enak aja kamu tuh ngomongnya. Aku udah mau wisuda loh"
"Pulang yuk, aku mau ngajak kamu ke kafe. Perutku lapar belum makan siang"
"Aku udah janjian sama Alby. Sebentar lagi sampai"
"Kamu tega biarin aku pulang sendirian. Padahal aku udah capek loh jemput kamu kekampus"
"Siapa yang suruh jemput...."
"Daddy...."
"Daddy, napa Daddy minta kamu jemput aku"
"Daddy kangen. Udah seminggu kamu nggak nginap"
"Bilangin sama Daddy, nanti habis jalan aku mampir ke rumah"
"Nggak boleh, kamu harus pulang denganku" ucap Diego dan menarik pergelangan tangan Khaira.
Ia menarik hingga keparkiran dimana mobil Diego berada.
"Diego, aku ini udah janjian dengan Alby. Kamu bisakan pulang sendiri"
"Aku sengaja bawa mobil kesekolah karena ingin pulang bareng kamu"
"Kamu...kamu, mbak... Diego. Panggil aku mbak"
__ADS_1
"Kalau aku nggak mau, kenapa"
Alby yang baru sampai di kampus melihat Diego dan Khaira. Ia menghampiri Khaira.
"Khaira, Diego...apa kabar"
"Baik...."ucap Diego ketus
"Diego, mbak pamit dulu ya. Mas Alby udah jemput. Ayo, mas...." ucap Khaira dan menggandeng Alby.
"Kami pamit dulu, Diego..." ujar Alby.
Diego mengepalkan tangannya melihat kepergian Alby dan Khaira.
Ketika baru saja mobilnya Alby berjalan meninggalkan kampus, Diego ikut melajukan mobilnya mengikuti.
Alby dan Khaira memasuki salah satu kafe yang cukup terkenal dikalangan anak muda.
Mereka memilih duduk didekat jendela. Alby memesan makanan kesukaan Khaira dari ia kecil, kentang dan ayam goreng.
"Kamu nggak bosan, Khai...ke kafe manapun makannya ini terus"
"Makanan ini mengingatkan aku pada mommy. Mommy selalu membeli ini buatku ketika kecil" ucap Khaira sendu dan air matanya tanpa bisa ditahan mengalir dari sudut mata.
"Maaf Khaira, aku telah membuat kamu sedih dengan pertanyaanku"
Alby mengambil tisu dan menghapus air matanya Khaira.
Deheman seseorang membuat Alby dan Khaira menoleh ke asal suara.
"Kenapa kamu menangis ,Khaira"
"Diego...ngapain kamu disini" ucap Khaira tanpa menjawab pertanyaan Diego
Diego duduk disamping Khaira. Dan memandanginya secara intens.
"Aku lihat kamu menangis, apa ada yang membuat kamu sedih"
"Aku cuma kelilipan...."
"Kamu mengikuti kami, Diego" tanya Alby
"Jangan salah sangka, mas. Aku tadi memang akan mengajak Khaira ke kafe ini juga. Tapi ternyata ia sudah janjian dengan mas"
"Oh, gitu ya. Maaf...aku kira kamu mengekori kami"
"Kamu mau makan di meja mana, jangan bilang jika kamu mau makan bersama kami" ujar Khaira.
"Aku nggak mau menjadi kambing congek, aku mau duduk di sudut sana aja"
Diego berdiri dan mulai melangkahkan kakinya menuju meja yang ditunjuknya.
__ADS_1
"Diego..." panggil Alby
"Ada apa..." ucap Diego membalikan badannya.
"Duduk sini aja, bersama kami..."
Diego dengan semangat langsung berbalik dan duduk disamping Khaira.
"Kamu tuh gimana sih. Masa aku membiarkan kamu makan sendirian. Bisa bisa Khaira marah nanti adiknya diacuhkan"
"Mas Alby, baik banget bukan. Padahal kalau mbak sih nggak keberatan kamu makan sendirian. Mbak kan nggak ada ngajak kamu tadi..." ucap Khaira mencibir
"Kamu jahat banget, nanti aku bilangan daddy dan mami ya"
"Dasar bocah, bisanya mengadu"
"Enak aja bilang aku bocah. Aku ini udah dewasa loh. Udah tujuh belas tahun"
"Emang kamu masih bocah. Nanti aku yang akan bilangin daddy, kalau kamu sekarang nggak pernah panggil aku mbak lagi. Sejak kamu sekolah menengah atas...."
"Kenapa sih kamu masih terus masalahin itu. Kamu kan bukan mbak kandungku...."
"Diego...aku tuh menganggap kamu dan Atha sama. Seperti adik kandungku sendiri...."
"Aku nggak suka dianggap adik, Khaira. Aku maunya kamu memandang aku sebagai seorang pria ...."
"Udah deh mbak, aku lapar mau makan dulu. Jangan bahas itu lagi ya mbakku...puas" gumam Diego
"Gitu dong, panggil mbak lebih sopan dengarnya" ucap Khaira sambil mengacak rambut Diego.
Alby hanya diam sambil memperhatikan Khaira dan Diego bicara.
"Aku lihat selama ini perhatian Diego lebih dari sekedar adik. Apa aku yang terlalu berprasangka. Selama ini ia selalu saja menghalangi aku untuk berduaan dengan Khaira. Setiap aku berkunjung ke rumahnya bersama Khaira , Diego juga seakan tak memberikan aku waktu buat bicara berdua saja dengan Khaira. Apa ia juga menyukai Khaira. Ahhh...aku tak boleh berburuk sangka, mana mungkin ia mencintai Khaira. Khaira bilang, keakraban mereka itu hanya seperti saudara kandung aja"
Khaira
Diego
Alby
Setelah makan , Alby dan Khaira pergi ke bioskop. Diego akhirnya kembali ke rumah. Ia tak mungkin mengikuti Alby dan Khaira lagi. Ia tak mau nanti Alby curiga jika terus saja mengekori mereka.
"Khaira, apa yang harus aku lakukan agar kamu tahu perasaanku. Aku ini menyukai kamu bukan sebagai kakak tapi seorang gadis"
******************
__ADS_1
Terima kasih...