
Sudah tiga hari Diego di rawat. Hari ini teman teman kampusnya datang menjenguknya. Termasuk Lala , cewek yang menyukai Diego.
Mereka sahabatnya Diego, duduk mengelilingi ranjanganya. Ada juga yang duduk di sofa. Lala dan Anggi teman wanita Diego yang sama sama naksir dirinya duduk disamping tempat tidur Diego.
"Kamu sendirian aja , Diego. Nggak ada yang jaga" ucap Antoni
"Nggaklah. Aku dijaga istriku dong. Siang mami juga datang sekalian bawa bekal makan siang"
"Mana istrimu...." tanya Adit
"Lagi ke kantin...."
"Kenapa kamu nggak ngomong kalau sakit. Seandainya Lala nggak bertemu mami kamu, nggak tau kalau kamu di rawat" ujar Anggi
"Jadi kalian tau aku sakit dari mami"
"Iya, kemarin malam aku bertemu mami kamu. Aku tanya kabar kamu. Mami bilang kamu sesng sakit dan di rawat. Aku pikir karena kamu lagi ada masalah makanya nggak ke kampus" ucap Lala
"Masalah apa, sih" ucap teman yang lain.
"Nggak ada...biasalah. Cuma masalah kecil"
Mereka semua asyik dengan obrolan ketika pintu dibuka.Mendengar suara ribut dari luar ,Khaira membuka pintu perlahan. Khaira tersenyum dengan semua teman Diego.
"Sayang, sini. Kenalan dengan semua temanku. Mereka ingin tau siapa istriku"
Khaira mendekati ranjang Diego. Tangan Diego sudah tidak terpasang infus lagi. Ia meminta Khaira naik ke ranjang.
"Kalian penasarankan istri aku. Kenalkan ini istriku, Khaira ...cantikan. Aku nggak bohong bukan"
Khaira kembali memberikan senyum dengan temannya Diego.
"Pantas aja kamu kebelet nikah, Khaira emang cantik banget" ucap Adit
"Kamu takut dirampok ya makanya cepet halalin Khaira...." ucap Antoni
"Kamu kira Khaira barang, pake dirampok segala" ujar Diego
Semua tertawa melihat wajah Diego yang kesal mendengar ucapan Antoni.
"Ini tadi aku ada beli kue di kantin, silakan cicipi" ucap Khaira memberikan kue pada Lala.
"Terima kasih, mbak" ucap Lala
__ADS_1
Semua mencoba kue yang disodorkan Khaira. Sambil makan mata Lala mmeperhatikan Diego yang terus memeluk Khaira sambil sesekali mengecup pipinya.
"Hhhmmmm...." deheman Antoni membuat mata semua memandanginya.
"Kenapa...Antoni. Keselek, minum dong. Kan ada di meja. Makanya makan tuh pelan pelan" ucap Diego menunjuk air mineral dalam kemasan botol.
"Aku keselek karena melihat kamu, Diego. Apa nggak bisa mesra mesranya di tunda. Kasihan dong lihat kami yang jomblo. Nanti kalau kami jadi pengin, mau dilampiaskan pada siapa. Iya kalau Lala dan Anggi bersedia dijadikan objek"
"Enak aja...tak sudi ya aku" ucap Anggi
"Lala...kamu kenapa jadi pendiam begini. Biasanya yang bawel" ucap Adit
"Jangan bilang kamu juga iri dan cemburu" ucap Fadli
"Kalian ngomong apa sih. Kenapa aku harus cemburu"
"Siapa tahukan...."
"Khaira sekolah dimana..." ucap Fadli yang memang belum tau mengenai cerita Khaira.
"Aku udah wisuda...." ucap Khaira pelan.
"Aapaa...kamu masuk sekolah umur berapa. Masih kecil kok udah wisuda"
"Enak aja kamu bilang istriku masih kecil. Lihat nih sebentar lagi aku punya anak kecil" ucap Diego sambil mengusap perut Khaira
"Enak aja ya kalau ngomong" ucap Diego melempar sapu tangan ke arah Adit
"Habis , tubuhnya kecil. Wajah juga masih kayak anak kecil. Kasihan Khairanya..." gumam Adit lagi
"Kasihan kenapa emangnya..." ucap Diego gusar
"Ya kasihan, kecil kecil gitu kamu hamilin. Pasti susah bawa perutnya. Badan aja paling beratnya berapa kilo"
"Kamu tuh ngomong nggak ada remnya ya, kalau Khaira nangis dengar omongan kamu. Aku bunuh kamu...." ucap Diego.
Diego lalu kembali memeluk Khaira dan mengusap kepalanya.
"Jangan dengar omongan Adit ya sayang. Maklumin aja ...baru keluar dari rumah sakit jiwa"
"Enak aja...kamu pikir aku gila"
"La...Anggi...kenapa diam. Kalah saing ya sama Khaira" ujar Fadli
"Udah ah...kita pulang aja. Mengganggu istirahat Diego kalau lama lama di sini" ucap Lala dan langsung berdiri dari duduknya. Teman yang lainnya ikut berdiri.
Semuanya menyalami Diego dan Khaira sebelum pamit.
__ADS_1
"Kami pamit dulu ya , Diego...Khaira. Semoga cepat pulih..." ucap Antoni mewakili temannya.
"Terima kasih semua...." ucap Khaira dengan senyum.
Setelah bersalaman dengan Diego dan Khaira semua temannya pamit dan meninggalkan ruang rawat.
Diperjalanan teman cowok Diego memuji kecantikan Khaira , hanya Anggi dan Lala yang diam selama di mobil.
"Khaira beruntung banget, Diego tampaknya sangat mencintainya . Padahal masih banyak wanita yang lebih cantik dari Khaira tapi Diego lebih memilih wanita itu...."
.............
Siang harinya mami datang dengan membawa bekal makan siang buat Khaira. Ketika Khaira makan mami menemui dokter. Hari ini Diego telah diizinkan kembali.
Mami membayar dan mengurus segala administrasi Diego. Setelah semua diurus ,mami menghubungi Daddy.
Daddy akan menjemput mereka untuk kembali ke rumah. Mami masuk ke kamar rawat Diego.
"Sayang, kamu telah diizinkan pulang. Kita tunggu daddy dulu ya" ucap mami
"Mi, aku pulang ke rumah papi"
"Terserah kamu, nak. Dimana menurutmu baik serta nyaman buat dirimu dan Khaira, mami ikut aja"
"Mami...bukannya aku tak nyaman di rumah mami, tapi aku sebelumnya memang tinggal sama papikan" ucap Khaira pelan.
"Sayang, kamu jangan merasa tak enak begitu. Mami serius loh, mami akan setuju dan ikut saja maunya kalian. Bukankah kalian telah dewasa, mami tidak boleh ikut campur lagi. Kamu dan Diego pasti tau yang terbaik buat keluarga kecilmu"
"Terima kasih , mami..."
"Nggak perlu terima kasih sayang. Mami bereskan dan susun dulu ya barang barang Diego..."
"Biar aku aja ,mi" ucap Khaira.
"Jangan sayang, nanti kamu capek. Kamu duduk aja"
"Nggak capeklah, mi. Cuma susun barang aja"
"Udah, biar mami aja. Kamu cukup menjaga cucu mami agar tetap sehat"
Hanna menyusun dan membereskan semua barang barang Diego. Walau udah dilarang, Khaira tetap membantu mami membereskan.
Setelah semua selesai dibereskan mereka menunggu daddy datang menjemput.
***************
Terima kasih
__ADS_1