
Alesha berjalan menuju lift dengan Khaira yang ada dalam gendongannya. Ia tak tega membangunkan Khaira yang tertidur.
Ia menekan bel yang terdapat di sudut pintu apartemen Azril. Bunda yang mendengarnya langsung membuka pintu.
Melihat Alesha yang keberatan menggendong Khaira, bunda langsung mengambilnya dari gendongan Alesha.
"Kenapa nggak hubungi bunda dulu, minta di jemput di bawah. Beratkan menggendong Khaira sambil bawa tas lagi" omel bunda dan meletakan tubuh mungil Khaira di sofa.
"Aku kuat kok bunda, siapa yang keberatan"
"Masih aja ngeyel, udah jelas tadi kesulitan menggendongnya. Kalau cucu bunda terjatuh bagaimana"
"Bunda sekarang cuma mikirin Khaira ya, nggak mikirin aku lagi" canda Alesha
"Kamu udah besar, sekarang bunda cuma mikirin cucu bunda aja"
"Bunda jahat banget..." ucap Alesha pura pura merajuk.
"Kamu sudah makan, bunda masak ayam bakar sama sambel terasi kesukaanmu"
"Nanti aja bun, aku masih kenyang" ucap Alesha menyandarkan kepalanya di sofa. Ia memijat pelan kepalanya yang terasa sedikit pusing.
"Kenapa ...pusing. Apa Kenzo bisa terima penjelasanmu" ucap bunda sambil memijat kepala Alesha.
Alesha lalu merebahkan kepalanya di paha bunda. Ia memang selalu saja senang tidur dipaha bunda .
Azril yang baru selesai mandi melihat Khaira yang tertidur di sofa dan juga Alesha yang tidur di paha bunda mendekatinya.
"Kenapa, Sha. Capek...seharusnya kamu istirahat dulu sebelum menemui Kenzo. Perjalanan Cirebon ke Jakarta kan cukup jauh. Khaira pasti juga kecapean tuh" ujar Azril mengusap kepala Khaira lembut
"Lebih cepat aku menemui kak Kenzo lebih baik kak. Jika aku menundanya, akan banyak terjadi kesalahpahaman. Karena aku bisa menemui kakak , mengapa aku tak bisa menemui kak Kenzo"
"Kepala kamu kenapa, sakit..." ucap Azril melihat bunda yang memijat kepalanya
"Bunda aja yang ingin memijat..."
"Katanya tadi kepalanya pusing"gumam Bunda
"Cuma ingin bunda pijit aja kok" bohong Alesha
"Dasar, jangan pernah bohong lagi. Bunda bisa kuatir kalau lihat kamu sering sakit kepala"
"Bunda, aku ini udah gede, anak aku aja udah gadis. Masa bunda masih aja kuatir lihat aku sakit kepala. Itu cuma karena kecapean..."ucap Alesha dan mengecup tangan bunda berulang kali.
Azril yang melihat bunda dan Alesha tak mengedipkan matanya. Ia dapat melihat bunda saat ini tampak lebih bahagia.
__ADS_1
Mungkin bukan hanya karena kehadiran Alesha saja tapi juga Khaira , cucunya.
Alesha yang kepalanya masih terus dipijat oleh bunda akhirnya tertidur dengan kepala beralaskan paha bunda.
"Biar aku pindahkan Alesha ke dalam kamar, bun. Nanti bunda pasti pegal"
"Nggak apa , Ril. Udah lama Alesha nggak tidur di paha bunda"
"Biar Alesha lebih nyaman bunda" ucap Azril menggendong Alesha ke kamar. Setelah itu Azril juga memindahkan Khaira di samping Alesha tidur.
"Kamu senang lihat Alesha dan Khaira kembali" ucap bunda yang mengikuti langkah Azril masuk ke kamar
"Bukan hanya aku, tapi bunda jugakan"
"Tentu saja bunda senang, karena bisa berkumpul kembali dengan anak cucu bunda. Setiap orang tua pasti ingin menghabiskan sisa umurnya untuk dapat berkumpul dengan anak cucu mereka. Bunda mau beresin rumah dulu." ujar bunda dan meninggalkan Azril yang sedang duduk di tepi ranjang memandangi Alesha dan Khaira yang sedang tertidur nyenyak.
Mata Azril yang juga mengantuk membawanya tidur disamping Khaira sambil memeluk putri kecilnya itu.
Alesha yang terbangun, heran melihat dirinya yang telah berada di atas tempat tidur bersama Khaira dan Azril.
Ia lalu masuk ke kamar dan membersihkan tubuhnya. Mengganti pakaian di dalam kamar mandi. Setelah selesai Alesha keluar dan melihat bunda sedang memasak, mungkin buat makan malam.
"Bunda masak apa, katanya tadi udah masak ayam bakar dan sambal terasi."
"Biar aku bantu bunda...."
Alesha membantu bunda masak dan mencuci piring kotor yang digunakan untuk memasak. Setelah semua masakan dihidangkan Alesha masuk ke kamar untuk membangunkan Azril.
Tapi apa yang dilihatnya di kamar membuat mata Alesha berair karena terharu. Ia melihat Azril yang sedang memakaikan baju Khaira yang habis mandi sambil bercanda.
Khaira tampak senang dengan candaan Azril. Ia tak berhenti tertawa apa lagi saat Azril menggelitiknya.
Alesha melangkah mendekat ke arah Azril dan Khaira yang sedang bercanda.
"Khaira, udah mandi ya anak gadis mommy"
"Udah mom. Papi yang mandiin"
"Senang ya dimandiin papi"
"Senang sekali ..."
"Sekarang saatnya makan. Ada perkedel jagung kesukaan Khaira, tadi nenek buatkan. Khaira makannya lahap kalau pakai lauk itu jadi nenek buatin lagi tuh"
"Horee...Khaira suka, mom"
__ADS_1
"Kalau gitu, jangan lupa ucapkan terima kasih nanti sama nenek. Karena udah dibuatin lauk kesukaan Khaira"
"Oke, mom..."
"Kak, makan lagi. Nanti keburu dingin masakannya"
"Iya , Sha. Putri papi...mau di gendong nggak"
"Mauu....."
Azril langsung menggendong Khaira di punggungnya. Sampai di meja makan ia menurunkan Khaira.
"Khaira mau papi suapin makannya"
"Nggak mau, Khaira udah besar...harus makan sendiri kata mommy"
"Anak pintar..."ucap Azril. Semua makan dengan lahap kecuali Alesha. Ia tampak kurang berselera, padahal semua lauk yang dibuat bunda adalah lauk kesukaannya. Biasanya Alesha akan sangat bersemangat jika bunda masak sambal terasi dan ayam bakar.
"Apa kamu masih memikirkan Kenzo , Sha. Kamu belum rela melepaskan pernikahan kamu dengan Kenzo. Biasanya kamu akan makan dengan lahapnya jika bunda masak dengan lauk ini"
Setelah makan malam Alesha duduk sebentar menonton televisi setelah itu ia pamit ingin istirahat. Akhir akhir ini Alesha sering merasakan kepalanya pusing. Ia juga kurang nafsu makan.
"Apa karena aku kecapean atau terlalu banyak pikiran, kenapa kepalaku sering pusing dan nafsu makanku juga jauh berkurang."
"Bunda, kak Azril aku pamit tidur dulu ya"
"Ya , Sha. Besok jam berapa kamu dan bunda kembali ke Cirebon. Biar kak Azril aja yang antar"
"Nggak perlu kak, biar aku aja yang nyetir sendiri. Jam sepuluh pagilah aku berangkat dari sini"
"Baiklah, Sha...."
"Kamu apa masih sakit kepala, nak"
"Nggak kok bunda. Cuma aku merasa sedikit capek, makanya ingin tidur. Lagi pula Khaira udah tidur, aku biar sekalian temani Khaira"
"Tidurlah, sebentar lagi bunda menyusul"
Alesha masuk kekamarnya dan sebelum tidur ia membersihkan wajah serta menyikat giginya.
Keesokan harinya setelah sarapan, Alesha meninggalkan apartemen Azril menuju kota Cirebon. Azril tadi kembali mengajukan diri buat mengantar mereka, tapi Alesha menolaknya. Ia tak mau merepotkan Azril.
*******************
Terima kasih
__ADS_1