
Ayah dan ibu berangkat ke Jakarta diantar supir pribadinya. Ia sampai di apartemen Azril siang harinya. Ayah langsung saja masuk ke apartemen Azril.Supirnya diminta kembali ke Bandung lagi buat jagain rumah.
Bunda menghubungi Alesha dan mengabari jika ia ada di apartemen Azril. Alesha lalu menemui Kenzo dan meminta izin pulang cepat. Ia ingin menemui ayah dan bunda.
"Kak, aku boleh izin kerja nggak hari ini"
"Kamu mau kemana, Sha"
"Aku mau menemui ayah dan bunda di apartemen kak Azril"
"Kak Kenzo antar ya... "
"Nggak usah, kak Kenzo nanti mau menemui klien kan"
"Kalau begitu nanti kalau kamu sudah menemui ayah dan bunda, kak Kenzo jemput ya"
"Ya, kak. Nanti aku kirim pesan kapan kak Kenzo harus jemput"
"Kamu diantar supir kantor aja ya,jangan pakai taksi. Aku nggak tenang kalau kamu pakai taksi"
"Baiklah kak, aku pamit dulu"
"Hati hati...."
Lesha meninggalkan kantor dan meminta supir mengantarnya ke supermarket terlebih dahulu sebelum ke apartemen Azril. Ia ingin memasak buat makan malam ayah dan bunda.
Lesha sampai di apartemen Azril, ia memencet bel. Ayah membuka pintu buat Lesha.
"Ayah... Lesha kangen"ucap Lesha langsung memeluk ayah.
"Ayah juga nak... masuklah. Bunda lagi masak"
"Lesha juga banyak beli bahan makanan buat makan malam nih"
Lesha masuk dan langsung menuju dapur. Tampak bunda yang sedang memasak. Lesha langsung memeluk tubuh bunda dari belakang.
"Bunda.... "ucap Lesha dan langsung menangis dibahu bunda
"Sayang, kenapa menangis "
"Lesha kangen.... "
"Bunda juga nak, apa yang kamu bawa itu"
"Tadi Lesha belanja dulu buat makan malam baru ke sini"
"Kalau gitu bantu bunda memasak, bunda lapar dari siang belum makan"
"Astaga bunda, mengapa bunda nggak makan. Nanti bunda sakit. Biar Lesha aja yang masak, bunda duduk sana temani ayah. Lesha kalau sendiri bisa lebih cepat masaknya. "
Lesha mencari celemeknya dan ternyata masih tersimpan rapi ditempatnya. Bunda dan ayah hanya melihat lesha memasak dari tempat duduk mereka.
"Apa kurangnya anak itu, mengapa Azril sampai hati menyakitinya.... "gumam ayah
"Ayah, sudahlah. Cinta memang tak bisa dipaksanakan dan terkadang cinta berlabuh di dermaga yang salah sebelum ia menemukan pelabuhan terakhirnya. "
"Tapi ayah tidak rela jika Azril kembali pada Lesha saat ini. Anak itu harus di beri pelajaran. Biar ia mencoba hidup dengan wanita itu, agar ia bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Setelah ia rasakan jika pilihannya itu tidak benar, baru nanti ia menyadari kesalahannya"
"Semoga Azril mendapat hikmah dari semua kesalahannya. Tapi ayah, apa kita tak salah meminta Azril menikahi wanita itu"
"Tentu saja ia harus menikahi wanita itu jika memang ia pernah berhubungan badan dengannya. Aku tak mau anakku menjadi pecundang. Ia harus bertanggung jawab dengan perbuatannya"
__ADS_1
"Ayah, bunda, makan lagi nih. Sudah matang"
"Iya nak"ucap bunda.
Ayah dan bunda menuju meja makan, diman sudah terhidang masakan Lesha.
"Ayah jadi lapar nih. Ayah sudah kangen dengan masakan kamu"
Ayah dan bunda makan dengan lahap, sementara lesha termenung mengingat kenangannya di apartemen ini.
"Di sini dulu kak Azril pernah menghinaku di depan kak Tiara, aku masih merasakan sakitnya sampai detik ini jika mengingat itu semua"
"Lesha... Lesha.... "
"Eh ,iya bunda"
"Kamu nggak makan, nak"
"Aku masih kenyang bunda. Tadi siang sudah makan banyak. Nanti kalau lapar aku makan. Kak Azril sudah tahu ayah dan bunda datang"
"Belum... "jawab ayah
"Jadi ayah dan bunda belum mengajari kak Azril jika ada di sini"
"Belum nak"ujar bunda.
"Ayah dan bunda mau buat kejutan buat kak Azril"
"Hhhmmmm.... "dehem ayah
Setelah makan, ayah dan bunda mengajak lesha ke ruang keluarga. Mereka menonton. Lesha mengganti pakaiannya dengan baju yang masih tersisa di lemari pakaiannya.
Ia memakai sweater putih dan celana jeans selutut. Alesha membaringkan tubuhnya di sofa dengan kepala berada di paha bunda.
"Bunda nggak tahu nak, sampai urusan selesai baru ayah dan bunda kembali"ucap Bunda sambil membelai rambut panjang Alesha
"Ada urusan apa ayah dan bunda ke sini"
"Ada sedikit urusan dengan Azril"ucap ayah menjawabnya
"Nanti ayah dan bunda sebelum kembali ke Bandung menginap di apartemen Lesha ya"
"Besok malam ayah dan bunda minta antar Azril ke apartemen kamu"
"Biar Lesha yang jemput, kak Azril nggak tahu apartemen Lesha "
"Apaa... jadi anak itu tidak tahu kamu tinggal di. mana dan ia pasti tidak membantu kamu pindah"ucap ayah dengan nada keras
Lesha bangun dari tidurnya dan duduk dekat ayah sambil memeluk lengan ayah.
"Ayah, jangan marah dengan kak Azril. Aku yang nggak mau kak Azril tahu tempat tinggalku"
"Kenapa kamu masih saja membela Azril, ia tak pantas buat kamu bela. Anak itu sudah makin liar "
"Pokoknya Lesha minta ayah jangan marah dengan kak Azril"
"Ayah nggak bisa janji, karena ayah datang kesini memang ingin memarahinya"
"Memang kak Azril ada melakukan kesalahan ?"
__ADS_1
"Banyak kesalahan yang dilakukan anak itu"
"Sebenarnya apa yang membuat ayah dan bunda datang ke sini. Masalah apa yang telah di buat kak Azril sehingga harus ayah serta bunda yang datang buat selesaikan"
Pintu apartemen terbuka. Azril terkejut melihat ayah, bunda dan Alesha yang duduk di ruang keluarga.
Azril menyalami tangan ayah dan bundanya. Belum sempat Azril duduk,ayah sudah berdiri dan menampar pipi Azril dengan kerasnya.
"Ayah... "teriak Lesha kaget dan memegang tangan ayah yang akan kembali melayangkan tamparannya
"Anak tak tahu diri, apa ayah pernah mengajarimu berbuat asusila. Apa ayah pernah mengajarimu lari dari tanggung jawab"
Azril memegang pipinya yang tampak memerah karena tamparan ayahnya yang sangat keras.
"Azril tak mengerti maksud ayah"
"Sekarang jawab pertanyaan ayah dengan jujur. Ayah tidak mau kamu berbohong. Apa kamu pernah berhubungan badan dengan wanita selain Lesha "teriak ayah
Mendengar ucapan ayah, tubuh Lesha menjadi lemas. Pegangan tangannya dilengan ayah terlepas. Ia terduduk di sofa kembali.
Azril diam tak menjawab pertanyaan ayah. Ayah kembali mendekati Azril dan menamparnya sekali lagi.
"Ayah, sudah. Tak ada gunanya kekerasan "ucap bunda
"Jawab, apa sekarang telinga kamu sudah tidak berfungsi "teriak ayah.
"Iya ,pernah ayah.... "lirih Azril
Ayah lalu menendang Azril, hingga tubuhnya terduduk di lantai. Azril tak berani melawan perlakuan ayahnya. Ketika ayah ingin menendang lagi, Lesha memeluk tubuh Azril.
"Jangan ayah, jangan sakiti kak Azril lagi. Ayah bisa bicara tanpa menyakiti kak Azril bukan"ucap Lesha terisak sambil memeluk tubuh Azril
Ayah lalu terduduk bersandar di sofa dengan bunda yang mengusap lengan ayah agar ia sedikit tenang.
"Kak Azril, minta maaf sama ayah"gumam Lesha
"Ya, Sha.... "
Azril mendekati ayahnya dan bersujud di kaki ayah.
"Maafkan Azril, ayah. Azril salah. Azril khilaf"
"Tak ada gunanya lagi kata maaf kamu itu. Semua telah terjadi."
"Ayah, apa yang harus aku lakukan agar ayah memaafkan aku"ucap Azril masih berlutut dihadapan ayahnya
"Kamu harus bertanggung jawab dengan perbuatan kamu, nikahi wanita itu. Ayah tidak pernah mengajari kamu menjadi pengecut. Jika kamu berani berbuat, kamu harus berani bertanggung jawab "
"Tapi ayah.... "
"Ayah sudah katakan, jika kamu ingin ayah memaafkan kamu, nikahi wanita itu. Ayah tak mau nanti ia menyebarkan berita ini dengan tetangga di Bandung "ucap ayah memotong ucapan Azril
"Baiklah Yah, jika itu yang ayah pinta "ucap Azril pelan.
Lesha yang mendengar ucapan Azril dan ayah memegang dadanya yang terasa nyeri.
"Ya Tuhan mengapa hati ini masih sakit mendengar kak Azril akan menikah dengan kak Tiara. Padahal aku tahu ,kak Azril dan kak Tiara pasti akan menikah juga"
Lesha menarik nafasnya dan mengambil ponsel disakunya, ia meminta Kenzo menjemputnya segera.
*********************
__ADS_1
Terima kasih