
Sudah lebih dua bulan Azril merasakan nafsu makannya berkurang. Setiap pagi ia merasakan mual dan muntah. Di kantor ia tampak selalu lesu. Pak Anthony sudah pernah menanyakan mengapa Azril kurang semangat bekerja.
Azril pun tak bisa menjawab, karena ia telah melakukan pemeriksaaan ke dokter tapi tak ada penyakit yang ia derita.
Azril kembali melakukan pemeriksaan ,karena ia merasa ada yang salah pada dirinya.
Dokter kembali menyarankan pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Azril. Tapi tidak ada terdapat satupun penyakit yang berbahaya pada tubuhnya.
Azril yang mendapat penjelasan dari dokter menjadi heran.
"Tapi mengapa aku merasa mual dan muntah ya, dok . Badan juga terasa lemas"
"Apakah istri bapak sedang hamil"
"Maksud dokter apa..."
"Saya pernah didatangi pasien yang memiliki gejala sama dengan bapak. Ternyata istrinya sedang hamil. Dan ia yang mengalami gejala ngidamnya"
"Apa bisa begitu ya dok. Apa memang ada penyakit yang begitu"
"Ada...tapi itu bukan penyakit , hanya semacam sindrom. Dan gejala seperti itu di sebut sindrom couvede . Dalam bahasa kita dinamakan kehamilan simpati. Karena cinta yang berlebihan dengan istri sehingga suami yang merasakan ngidamnya. Apakah istri bapak sedang hamil..."
"Nggak...saya saat ini duda"
"Saya cuma bisa beri resep vitamin...Semoga lekas sembuh. .."
"Baiklah dok, terima kasih"
Azril menyalami dokter. Keluar dari ruang dokter , ia menuju apotek dan mengambil obatnya.
Azril mengendarai mobilnya dengan pelan, ia memikirkan apa yang diucapkan Dokter. Azril melajukan mobilnya menuju Bandung.
Ia minta izin seminggu, karena Azril benar benar merasa tidak bisa konsentrasi bekerja karena badannya yang sering merasa lemas.
Azril memasuki halaman rumahnya.Setelah memarkirkan mobilnya ,ia masuk ke rumah. Tampak bunda yang duduk sambil melamun.
Azril berjalan pelan,dan memeluk bunda dari belakang. Bunda kaget karena pelukannya.
"Selamat sore bunda..."
__ADS_1
"Selamat sore nak, kamu kenapa tak memberi kabar jika akan pulang. Biar bisa ibu masak lauk kesukaanmu"
"Besok masih bisa bunda. Aku libur seminggu ini"
"Kenapa kamu libur"
"Bunda, badanku sering pegal dan lemas. Hampir tiap pagi aku merasa mual dan muntah"
"Kamu sudah periksa dokter"
"Sudah ,bun. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh ditubuhku, tak ada yang sakit"
"Syukurlah jika tak ada penyakit"
"Ayah mana bun,apa di toko"
"Ada, lagi ganti pakaian. Habis mandi"
Ayah yang telah selesai mengganti pakaiannya duduk di hadapan bunda. Azril lalu berdiri dan memyalami ayahnya.
Azril kembali duduk, bunda menceritakan jika Azril datang karena ia merasa badannya yang terasa lemah dan sering mual muntah, untuk itu ia ambil cuti seminggu.
"Alesha lagi hamil...."tanya Azril kaget
"Iya, kemarin ia dan Kenzo menghubungi ayah dan bunda. Kenzo mengatakan jika saat ini Lesha lagi hamil. Sebentar lagi ayah akan jadi kakek. Seandainya itu anakmu, pasti ayah akan merasa sangat senang"gumam Ayah
"Ayah, saat ini kita juga harus merasa senang, karena Alesha hamil berarti itu cucu kita juga. Bukankah Alesha juga anak kita. Ayah, jangan terus memikirkan krhamilan Alesha. Mungkin Alesha memang bukan jodohnya Azril"
"Iya bun...ayah cuma berandai aja kok"lirih ayah.
Azril terdiam mendengar apa yang dikatakan ayah dan bundanya. Ia kembali teringat ucapan dokter yang menangani penyakitnya tadi.
"Apa mungkin Alesha lagi mengandung anakku. Apa mungkin karena perbuatanku Alesha jadi hamil. Tapi tak mungkin. Apa yang aku pikirkan. Seandainya Alesha memang sedang mengandung anakku , mana mungkin Kenzo tetap menikahinya. Jika yang dikandung Alesha anakku,apa mungkin ia tega menyembunyikan kebenaran itu semua dariku .."
Setelah lama berbincang dengan ayah dan bunda , Azril pamit . Ia mandi dan setelh itu tidur di kamarnya sambil menunggu waktu magrib tiba.
Azril masih terus memikirkan tentang kehamilan Alesha. Mengapa serba kebetulan begini. Apa mungkin hanya karena kita sangat mencintai orang itu, walau bukan lagi mengandung darah daging kita, kita akan merasakan gejala kehamilannya.
"Aku berharap Alesha memang hamil anakku. Apa aku harus mencari tahu anak siapa yang Alesha kandung sekarang. Tapi jika itu memang anak Kenzo, aku nanti pasti akan malu dan kecewa. Karena sangat mengharapkan itu anakku. Apa mungkin Alesha bisa langsung hamil karena perbuatanku waktu itu"
__ADS_1
Sementara di apartemennya Alesha tiba tiba merasa rindu dengan ayah bunda. Kenzo masih di tempat kerjanya.
Biasanya Alesha menggunakan ponsel Kenzo untuk menghubungi ayah bunda. Tapi ia nggak bisa menunggu sampai Kenzo pulang kerja. Rasa rindunya dengan ayah bunda tak bisa ditahan lagi.
Alesha mengambil ponselnya dan menghubungi bunda. Nomor bunda tetap di simpan dalam ponselnya.
Bunda sedang di kamar mandi, ponselnya diletakan di atas meja. Azril yang mendengar ponsel berdering melihat siapa yang menghubunginya. Ia lihat nomor luar negeri.
Azril langsung mengangkatnya...
"Hallo bunda....ini Lesha bun. Bunda apakabar, Lesha kangen bun..."ucap Lesha menangis
Azril hanya diam mendengar tanpa menjawabnya..
"Bunda...kenapa bunda diam aja. Bunda marah...maaf Lesha sudah lebih dari seminggu nggak menghubungi bunda...."
"Lesha...kamu sekarang lagi hamil. Berapa usia kandunganmu. Kamu sehatkan"
Alesha kaget mendengar suara Azril,ia pun terdiam tanpa menjawab tanya Azril.
"Sehat kak...iya aku lagi hamil. Apakabar bunda kak, bunda sehat"
"Sehat...kamu kangen bunda.Kenapa nggak ke Bandung kalau kangen"
"Habis lahiran mungkin kak...sampaikan salamku buat bunda.Udah dulu ya kak. Aku mau masak, sebentar lagi kak Kenzo pulang kerja."
Alesha menutup sambungan ponselnya dan memegang perutnya.
"Sayang, kamu dengarkan suara ayah kamu . Maafkan ibu ya nak, harus memisahkan kamu dengan ayahmu"
Alesha termenung sambil memegang perutnya.
Di rumah Azril juga termenung...
"Dulu ketika Alesha masih menjadi istriku juga sering masak buatku,tapi tak pernah aku hargai. Pasti saat ini Alesha dan Kenzo sangat bahagia karena sedang menunggu kelahiran anak mereka"
***********************
Terima kasih
__ADS_1