CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Lima puluh Lima S2


__ADS_3

Setelah teman temannya pulang, Diego juga ingin beristirahat. Pesta akan filanjutan malam hari dengan acara pertunangan antara Atha dan kekasihnya Ratu.


Tamu yang tersisa saat ini hanyalah keluarga inti dan teman teman Azril dan Kenzo.


Ketika Diego akan sampai di kamar, ia melihat maminya dan Oma keluar dari kamar Khaira.


"Apa yang mami dan oma lakukan di kamar Khaira" ucap Diego


"Nggak ada ,sayang. Mami dan oma cuma ingin melihat Khaira"


"Oma tidak melakukan apapun pada Khaira"


"Jangan takut Diego, oma tak akan melakukan apapun pada Khaira. Apa kamu berpikir oma ini sangat jahat. Kamu tak bisa percaya oma lagi"


"Oma ...aku tak mau pisah lagi dengan Khaira. Aku harap oma bisa memahaminya. Dan aku harap oma bisa menerima kehadiran Khaira dan menyayanginya seperti mama menyayangi aku"


"Oma akan belajar dan berusaha menyayanginya seperti oma padamu. Khaira anak yang baik, oma rasa tak sulit untuk dapat menerimanya"


Diego memandangi omanya dengan wajah yang sedikit heran. Kenapa omanya jadi berubah.


"Aku harap ucapan oma benar, jika ia akan menyayangi Khaira seperti ia menyayangiku. Dan aku akan sangat bahagia jika itu benar terjadi"


"Kamu mau istirahat juga..." ucap mami mengagetkan Diego yang sedang melamun.


"Iya, mi. Aku mau temani Khaira"


"Pergilah masuk, mami dan oma akan bergabung dengan keluarga yang lain. Nanti mami akan pulang sebentar, ganti pakaian. Malam hadir kembali"


"Baik, mi. Aku masuk dulu. Oma , aku pamit"


"Iya, silakan"


Diego berjalan masuk ke kamarnya. Ia membuka pintu dan melihat Khaira yang tidur hanya menggunakan tanktop yang udah kekecilan, memperlihatkan perut buncitnya.


Diego menutup pintu kembali dengan pelan agar tak membangunkan istrinya. Tak lupa Diego menguncinya.


Ia membuka pakaiannya dan naik ke tempat tidur perlahan. Ia mengecup perut buncit istrinya dan membuka tanktop hingga atas dada.


Diego tersenyum melihat bagian d*da istrinya yang tidak memakai penutup apapun. Diego bermain disana.


Khaira yang merasakan ada kecupan, membuka matanya. Ia melihat Diego yang asyik dengan tubuhnya.


"Kamu ngapain , sih. Aku mau istirahat" ucap Khaira manyun

__ADS_1


"Tidur aja...biar aku yang bermain sendiri"


"Mana bisa tidur kalau kamu sedang bermain gitu"


"Sayang, aku udah puasa lebih dari satu bulan nih. Sejak kamu pergi, lalu aku sakit. Masa kamu tega sih melarangku lagi. Kasihanlah...nanti adik kecilku bisa karatan kelamaan dianggurin"


"Nanti malam aja, yang"


"Sekarang satu ronde, nanti malam juga..."


"Apaa...kamu mau kita main sekarang dan juga nanti malam" ucap Khaira kaget


"Iya sayang..."


"Bisa bisa besok aku tidur di kamar aja, kecapean"


"Aku lebih senang kamu di kamar aja"


"Maunya...kamu nggak capek kalau harus main terus"


"Nggak. Mau ya sayang, dosa loh kalau menolak suami yang sedang pengen"


"Iya , iya...nyebelin sih. Selalu aja bawa dosa" gerutu Khaira membuat Diego tersenyum.


Diego meninggalkan banyak jejak kepemilikan ditubuh putih istrinya. Ia melakukan penyatuan tubuh dengan lembut takut menyakiti Khaira dan calon bayi mereka.


Setelah mencapai puncaknya, Diego turun dari tubuh Khaira, dan berbaring disampingnya.


Ia memeluk pinggang Khaira agar merapat ketubuhnya. Khaira tidur beralaskan lengan Diego.


Diego mengecup dahi istrinya dengan lembut.


"Sayang, aku janji akan selalu setia sampai maut memisahkan kita. Aku akan berusaha terus untuk menambah rasa cintaku padamu. Akan aku buat kamu dan bayi kita akan selalu tersentum dan bahagia...."


Ketika hari menjelang magrib Diego membangunkan Khaira. Ia ******* bibir istrinya yang berhasil membuat Khaira membuka matanya.


"Apaan sih..."


"Bangun ,sayang. Udah mau magrib. Mandi dulu, setelah itu sholat dan dandan yang cantik. Acara Atha akan di mulai habis magribkan"


"Astaga, aku lupa. Enak banget sih tidurnya"


"Kamu kecapean karena main tadi atau keenakan sehingga tidurnya jadi nyaman"

__ADS_1


"Ih..ngomong apa sih"


Diego bangun dan berdiri di samping tempat tidur. Ia menggendong Khaira membawanya masuk ke kamar mandi.


Diego membantu Khaira membersihkan tubuhnya. Sesekali ia menggoda Khaira dengan bermain ditubuhnya.


Setelah melihat istrinya cemberut baru ia hentikan tangannya yang bermain main dengan tubuh Khaira.


Sehabis sholat magrib Khaira memakai gaun hitam. Ia membiarkan rambutnya tergerai. Ia hanya memoles sedikit wajah dipipinya.


"Yang, aku malas dandan. Begini aja , nggak apakan. Lagi pula ini biar tutupin jejak yang kamu buat. Banyak betul sih jejaknya"



"Kamu itu udah cantik sayang. Begini aja udah cantik banget"


"Gombal..."


"Benar loh, temanku aja banyak yang memuji kecantikanmu"


"Bohong banget sih. Kamu kok rapi banget" ucap Khaira melihat Diego yang memakai jas.



"Kan acara pertunangannya Atha"


"Kamu mau melirik cewek lain ya. Atau kamu juga mengundang ,Lala..."


Diego tersenyum melihat istrinya yang cemburu. Diego memang mengatakan jika Lala menyukainya.


"Aku nggak mengundang temanku sayang. Inikan acaranya pertunangan Atha. Jadi yang hadir sahabat Atha dan Ratu aja. Ditambah keluarga inti"


"Awas kalau melirik cewek lain. Aku jewer telinga kamu didepan orang, biar malu"


"Kamu cemburu ya. Memang begitu resiko punya suami ganteng sayang. Banyak yang naksir. Tapi kamu jangan kuatir, cintaku sepenuhnya udah aku berikan untukmu. Tidak ada sisanya buat orang lain"


Khaira tersenyum mendengar ucapan Diego. Diego mengusap kepala istrinya gemas. Dan mengecupnya.


"Kamu tuh segalanya bagiku, Khaira. Cintaku padamu tak bisa diukur dan diungkapkan dengan apapun. Kamu dan calon bayi kita segalanya bagiku"


**********************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2