CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Sebelas Season 2


__ADS_3

Diego bangun dan mendapati Khaira yang masih terlelap dengan alam mimpinya. Ia menarik tubuh Khaira dan memeluknya lebih erat. Ia lalu mengecup dahi Khaira.


Khaira membuka matanya dan melihat wajah Diego yang tanpa jarak dengan wajahnya.


Diego mengecup bibir Khaira dan tersenyum.


"Morning kiss, sayang...."


"Sayang...."


"Mulai hari ini kamu milikku, kamu sayangku. Tidak ada yang bisa memisahkan aku dan kamu"


Diego membawa kepala Khaira ke dalam dekapan dadanya.


"Apa hubungan ini wajar, Diego. Kamu adikku, pasti nanti seluruh keluarga akan sulit menerimanya"


"Untuk saat ini, di depan orang tuaku kita bersikap seperti biasa saja. Bukankah mereka juga sudah sering mellihat kita bersama, berpelukan dan tidur seperti ini"


"Aku takut nanti pada akhirnya kita tidak bisa bersama"


"Aku janji Khaira, aku tak akan pernah meninggalkan kamu apapun yang akan terjadi"


"Aku mau mandi..."


"Mandi bareng ya...."


"Enak aja ngomong...."


"Dulu juga kita sering mandi bareng"


"Itu waktu kecil...."


"Sekarang apa salahnya, pasti lebih seru...."


"Dasar bocah mesum"


"Hei...jangan salah, walau kamu bilang aku bocah tapi saat ini aku juga sudah bisa buat bocah untukmu. Mau kita coba" ucap Diego memeluk pinggang Khaira dan mengecup leher jenjang Khaira


"Jangan macam macam Diego, lepaskan. Aku mau mandi"


Diego lalu tersenyum dan melepaskan pelukannya.


"Habis sarapan kita keliling villa ini ya..."


"Oke, aku mandi dulu. Kamu keluar. Aku nanti susah mau ganti bajunya"


"Ganti saja , emang kenapa kalau ada aku..."


"Diego....keluar nggak"


Khaira menarik selimut dan mendorong tubuh Diego agar turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar.


Sehabis sarapan , Diego mengajak Khaira mengelilingi villa. Khaira sudah merasa capek, tapi Diego masih saja terus mengajaknya berjalan.

__ADS_1


"Aku udah capek, Diego. Kita kembali aja lagi" ucap Khaira duduk di pasir. Dirgo tertawa melihat gadis itu yang masih saja bersikap seperti anak kecil. Lihatlah , Khaira yang dengan santainya duduk di pasir tanpa malu.


Diego jongkok membelakangi Khaira..


"Naiklah ke punggung, biar aku gendong"


"Nggak, malu. Masa adik gendong mbaknya"


Diego membalikan badannya dan menghadap Khaira dengan duduk di pasir juga. Diego menangkup kedua pipi gadisnya.


"Kamu itu bukan mbak aku, tapi pacarnya aku. Sekali lagi kamu mengatakan mbak, aku akan ******* bibirmu sampai bengkak"


"Diego...mesum banget"


"Ayo, naik kepunggung"


"Aku berat loh"


"Siapa bilang, badan kurus begini ajapun. Ayo cepat, atau mau aku gendong di depan aja"


"Iya, iya...maksa banget. Kalau kamu keberatan gendong aku, jangan protes ya"


"Nggak akan aku protes. Aku senang banget kok gendong kamu"


Khaira naik kepunggung Diego, dan meletakan kepalanya di bahu Diego. Sambil berjalan pulang ke villa , Diego terus mengecup pipi Khaira. Sesekali Khaira membalas mengecup pipi Diego.


Diego berhenti di padang rumput, ia menurunkan Khaira.


"Kita bermain sebentar di sini dulu ya. Ngapain cepat cepat pulang ke villa"


Khaira berlari dengan telanjang kaki mengejar kupu kupu yang terbang di lapangan itu. Diego melihatnya dengan tersenyum. Ia bahagia melihat tawa Khaira.



"Ya Tuhan, jika ini semua mimpi biarkan aku tertidur selamanya agar mimpi ini tak berakhir, dan jika ia kenyataan biarkan aku merasakan kebahagiaan ini selamanya"


Diego membaringkan tubuhnya diatas rumput sambil mendengarkan musik.



Khaira yang sudah capek mengejar kupu kupu melihat Diego yang memejamkan matanya tertidur beralaskan rumput.


Khaira ikut berbaring di samping Diego dengan tengkurap.


Ia mengelus wajah tampan Diego dari dahi , hidung dan terakhir Khaira mengusap bibir Diego.


"Kamu tampan banget, Diego. Aku takut jika nanti mami dan Daddy tidak merestui hubungan ini. Karena aku yakin banyak gadis yang ingin menjadi kekasihmu, apa lagi usiamu masih sangat muda"


Diego membuka matanya dan tersenyum melihat wajah Khaira yang begitu dekat dengannya.


Ia membawa kepala Khaira ke dada, dan mengelus rambut panjang gadis itu.


"Besok temani aku ke Singapura ya"

__ADS_1


"Apaa..."


"Kenapa kaget, kita akan melihat oma. Daddy tadi bilang, oma sudah sadar dan telah dipindahkan ke ruang rawat"


"Kamu pergi sediri aja ,ya"


"Aku mau kamu menemaniku, apa kamu nggak ingin melihat oma sekalian"


"Diego, bukannya aku tak mau menemani kamu. Aku senang bisa pergi berdua kamu, aku cuma takut bertemu oma. Setiap bertemu denganku, oma selalu saja jutek. Tampak sekali jika ia tak menyukai kehadiranku"


"Kok, malah bengong...."


"Baiklah..."


"Gitu dong, sore nanti kita langsung kembali ke Jakarta. Pagi harinya ke Singapura"


"Hhhmmmm...."


"Ayo bangun, udah baringnya. Kamu bisa menggoda pria yang lewat dan melihatmu yang sedang berbaring"


"Kenapa aku menggoda mereka, aku nggak melakukan apa apa"


"Lihatlah, kamu terlalu seksi dengan dress ini sambil berbaring"


"Dasar bocah mesum" ucap Khaira bangun dan segera berdiri.


"Masih capek, aku gendong lagi...."


"Nggak perlu, udah dekat kok"


Diego menggenggam tangan Khaira sepanjang perjalanan menuju villa.


Sore harinya, Diego dan Khaira meninggalkan Villa kembali ke Jakarta.


Diego mengendarai mobilnya menuju rumah kediaman papi Azril.


Ia meminta izin untuk membawa Khaira ke Singapura mengunjungi Oma yang sedang sakit.


"Kamu nggak keberatan ikut Diego, nak" tanya Azril dengan Khaira.


Azril tahu sampai saat ini mamanya Kenzo itu tak menyukai kehadiran Khaira. Terutama jika melihat Khaira yang dimanja Kenzo.


Ia masih saja teringat masa lalu. Karena mempertahankan Khairalah, Kenzo dan Alesha dulu akhirnya berpisah.


Mama Kenzo akan selalu berkata jutek pada Khaira walau anak gadisnya itu sudah berusaha sopan dan hormat pada oma nya.


"Aku nggak apa apa, pi. Aku juga ingin melihat oma..."


"baiklah, jika kamu memang ingin pergi. Hati hati"


Azril dengan terpaksa mengizinkan Khaira, ia berpikir mungkin ini bisa dapat mendekatkan Khaira dengan Diego juga omanya.


********************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2