
Kenzo menghubungi ayah dan bunda. Mengabarkan jika Alesha sudah melahirkan, dan saat ini dalam keadaan kritis. Kenzo memberi alasan karena Alesha melahirkan prematur sehingga harus di caesar.
Bunda menangis mendengar Alesha dalam keadaaan kritis.
"Nak Kenzo bagaimana ini. Bunda dan ayah pengin banget ke sana. Tapi ayah dan bunda tak bisa karena Azril juga sedang di rawat dan saat ini juga sedang tak sadarkan diri"
"Azril sakit apa bunda..."
"Dokter nggak tahu Azril sakit apa. Ia sejak beberapa bulan lalu merasakan sakit seperti wanita ngidam, mual dan muntah. Dan setelah pulih dari mual dan muntah, nafsu makan bertambah, saat ini ia di rawat karena mengeluh sakit di perut dan pinggangnya. Tadi udah dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Azril, tapi dokter tudak menemukan ada penyakit. Bunda nggak tahu ada apa ini. ..."
"Semoga Azril cepat sembuh bunda..."
"Terima kasih nak Kenzo atas doanya...Dulu ayah pernah sakit seperti Azril, tapi itu karena bunda lagi hamil. Ayah yang merasakan ngidam dan sakit ketika melahirkan. Tapi Azril...bunda nggak tahu apa penyebabnya. Istrinya tidak ada..."
"Mungkin Azril hanya kecapean bunda..."
"Mungkin nak Kenzo. Nak, bunda titip Alesha.Jika ia telah sadar hubungi bunda,apa pun tentang perkembangan kesehatannya tolong kabari bunda...."
"Iya bun, udah dulu ya bun. Aku mau melihat bayiku"
"Iya nak...semoga Alesha segera sadar. Bunda ingin sekali berada di samping Alesha saat ini. Setelah Azril sadar nanti, bunda usahakan ke Singapura."
"Bunda, jangan dipaksakan. Aku minta doa dari bunda aja untuk kesembuhan Alesha"
"Bunda pasti mendoakannya..."
"Selamat siang bunda..."
Kenzo menutupi sambungan ponselnya. Ia berjalan ke arah ruang ICU di mana Alesha berada. Sudah seharian Lesha melahirkan tapi ia belum juga sadar. Ia masih betah dengan tidurnya.
Dokter mengatakan masa kritis Alesha sudah dilewatinya. Tunggu perkembangan selanjutnya.
"Sayang, lihatlah aku di sini menunggu kamu sadar. Jangan lama lama tidurnya sayang. Anakmu membutuhkan mommynya. Sayang,apakah ini disebiut ikatan batin. Azril juga sedang sakit saat ini. Bunda juga mengatakan jika Azril merasakan ngidam seperti wanita hamil alami. Dan kemarin ia merasakan sakit seperti yang kamu rasakan. Aku tahu, aku memang egois meminta kamu menyembunyikan semua ini. Tapi itu semua karena aku yang sangat mencintaimu. Aku tak ingin kehilanganmu. Sayang, apakah aku jahat karena menyembunyikan kebenaran ini. Tapi aku yang mendampingi kamu dari mulai benih Azril itu tumbuh dirahimmu. Aku sudah menganggapnya seperti bayiku sendiri"
Kenzo mengecup tangan Alesha dan wajahnya sebelum keluar dari ruangan itu.
Sementara itu di Jakarta , bunda terus saja menangis disamping tempat tidur Azril.
Azril yang sudah sadar membuka matanya, ia melihat bunda yang sedang menangis. Azril lalu menggenggam tangan bunda membuat ia kaget.
"Azril, kamu sudah sadar nak"
"Bunda... kenapa menangis"
__ADS_1
"Bunda sangat kuatir melihat kamu yang dari kemarin belum juga sadarkan diri, nak"
"Bunda jangan menangis lagi, aku sudah nggak apa apa..."
"Bunda panggil dokter dulu ya nak, biar tahu kesehatan kamu"
Bunda lalu menghubungi dokter yang kemarin menangani Azril. Dokter datang dan melakukan pemeriksaan pada tubuh Azril. Dokter mengatakan pada bunda ,jika bunda tak petlu kuatir. Azril tidak ada menderita penyakit tertentu, itu semua hanya karena Azril terlalu banyak pikiran dan juga karena kecapean.
Bunda masih saja termenung sambil memegang tangan Azril. Ayah yang baru datang dari membeli makanan, tampak senang
melihat Azril telah sadar .
Ayah meminta bunda buat segera makan,karena ini sudah lewat jam makan siang.
Bunda menolaknya dengan alasan tidak ada nafsu makan.
"Bunda makanlah, nanti Azril sembuh bunda pula yang sakit"
"Bagaimana bunda bisa makan..."
"Emang kenapa bunda tak bisa makan. Bukankah Azril telah sembuh."ucap ayah lagi
"Saat ini Alesha masih belum sadarkan diri sejak kemarin..."
"Alesha kenapa ,bun"tanya Azril kuatir
"Ia kritis setelah menjalani operasi caesar"
"Apaa.... Jadi Alesha sudah lahiran"
"Sudah, Kenzo bilang bayinya lahir prematur. Itulah kenapa harus caesar"
"Kapan Kenzo menghubungi bunda"tanya ayah
"Siang tadi jam sebelas"
"Bunda , aku rasanya ingin ke Singapura melihat Alesha..."ucap Azril
"Sebaiknya jangan. Nanti Kenzo bisa salah paham"ujar ayah
"Ayah, aku melihat Alesha sebagai seorang kakak bukan mantan suami. Apa salah jika seorang kakak menjenguk adiknya yang sedang sakit. Aku sangat kuatir"
"Sekarang yang terpenting kamu pulihkan dulu kesehatan kamu ,nak. Kita bisa menjenguknya nanti setelah kamu sehat."ucap bunda
__ADS_1
Azril hanya diam tak menanggapi perkataan bunda, karena ia sedang memikirkan Alesha.
"Ya Tuhan apakah ini hanya serba kebetulan saja. Saat Alesha hamil, aku juga merasakan ngidam. Dan kemarin ketika Alesha merasakan sakit karena kontraksi, aku juga merasakannya. Dan ketika Alesha sedang kritis, aku juga merasakan sakit yang luar biasa sampai aku juga tak sadarkan diri. Apakah Alesha sedang mengandung anakku. Aku sudah menghitung bulan kelahiran anak Alesha ,jika ia hamil setelah pernikahannya dengan Kenzo seharusnya Alesha baru akan melahirkan dua bulan lagi. Ya Tuhan, ada apa ini. Aku terus saja memikirkan Alesha sejak aku tahu ia hamil. Apakah aku harus mulai menyelidiki anak siapa yang di kandung Alesha. Mengapa semua yang aku alami serba kebetulan begini...."
###############
Sudah tiga hari Alesha terbaring tak sadarkan diri. Dokter mengatakan jika keadaan Alesha sudah mulai membaik, hanya tinggal ia sadar.
Kenzo duduk di samping tempat tidur Alesha dengan air mata yang terus memgalir. Papi dan Mami sudah kembali.
Mereka saat ini sedang berada di ruang bayi melihat anaknya Alesha. Mami menggendong anaknya Alesha.
"Pi, mirip siapa ya cucu kita nih. Alesha nggak, Kenzo juga nggak...."
"Mungkin mirip keluarga Alesha, mi. Lagi pula ia masih kecil belum tampak wajahnya mirip siapa saat ini"
Setelah puas menggendong bayinya Alesha papi dan mami menuju ruang di mana Alesha di rawat. Ruang ICU.
Papi dan Mami saat ini berada di luar, menunggu giliran masuk. Kenzo masih saja menangis sambil menggenggam tangan Alesha.
"Pi, lihatlah Kenzo tampak sangat sedih. Ia pasti sangat kuatir dan takut saat ini. Kenzo pasti sangat mencintai Alesha"
"Iya, Mi. Ia tampak sangat terpuruk saat ini. Papi harap Alesha segera sadar. Papi nggak bisa bayangkan jika terjadi sesuatu dengan Alesha"
"Iya, pi. Aku juga berharap Alesha segera sadar dan pulih, aku nggak tega lihat Kenzo menangis terus"
"Dan juga kasihan bayinya. Ia pasti sangat membutuhkan Alesha...."
Kenzo melihat ke arah kaca, tampak papi dan maminya berdiri di sana. Kenzo segera bangkit dari duduknya dan mengecup tangan serta wajah Alesha sebelum keluar.
"Papi, mami...giliran ya kalau mau melihat Alesha."
"Iya, sayang. Kamu harus tabah dan sabar. Alesha pasti segera pulih. Bukankah dokter mengatakan kesehatan Alesha sudah mulai membaik, hanya menunggu ia sadar aja saat ini"
"Iya, mi"ucap Kenzo lesu.
"Mami dulu ya pi, lihat Alesha nya"
Mami masuk ke ruang tempat Alesha berbaring. Papi dan Kenzo hanya melihat di balik kaca.
**********************
Terima kasih
__ADS_1