
Di kota Batam, Alesha di panggil atasannya menghadap keruangannya.
Alesha berjalan menuju ruang atasannya. Ia mengetuk pintu sebelum masuk ruangan.
"Selamat siang , pak. Bapak memanggil saya"
"Silakan duduk Alesha..."
Alesha duduk di kursi yang berhadapan dengan manajernya itu.
"Begini Alesha, selama empat bulan kamu bekerja di perusahaan ini, kamu sudah menunjukan kinerja yang bagus. Cabang perusahaan yang di Cirebon memerlukan seorang manajer bagian pemasaran, saya berencana menempatkan kamu di sana. Apa kamu bersedia"
"Saya bersedia ditempatkan dimana saja pak. Asal tempatnya dekat dengan penitipan anak. Karena seperti yang bapak ketahui saya memiliki seorang anak kecil"
"Kalau di cabang perusahaan saya itu kebetulan ada menyediakan tempat penitipan anak di lantai bawahnya"
"Syukurlah pak jika begitu. Saya bisa bekerja lebih konsentrasi karena tempat penitipan anaknya ada di dalam gedung perusahaan itu juga"
"Bagaimana ...kamu bersediakan"
"Ya pak, saya bersedia"
"Besok kamu bisa langsung berangkat. Hari ini saya akan buatkan surat mutasi dan pengangkatan kamu sebagai salah satu manajernya"
"Terima kasih pak karena sudah mempercayai saya sebagai salah satu manajer di salah satu perusahaan bapak"
"Kamu memang pantas mendapat kedudukan itu. Kinerja kamu sangat memuaskan."
"Sekali lagi terima kasih pak. Saya permisi dulu, saya akan mengurus semua berkas berkas kepindahan saya dulu"
"Baiklah...silakan"
Alesha keluar dari ruang pimpinannya dengan senyuman.
"Mungkin ini lebih baik bagiku. Karena Cirebon tidak begitu jauh dari Bandung. Aku pasti akan lebih nyaman di kota itu dari pada di sini, di kota ini aku tidak ada mengenal seorangpun. Batam juga sangat jauh dari Bandung kota kelahiranku"
Setelah selesai mengurus surat mutasinya, Alesha diizinkan pulang buat persiapan keberangkatannya besok.
Sementara di Jakarta , Azril telah mengetahui keberadaan Alesha. Dari terakhir kali ia menghubungi bunda, menurut teman Azril itu berasal dari kota Batam.
__ADS_1
Azril berniat besok akan segera ke kota Batam. Ia meminta cuti selama seminggu buat mencari keberadaan Alesha.
########
Siang harinya Alesha berangkat dari bandara di Batam menuju kota Bandung, dari Bandara Alesha menggunakan taksi menuju Cirebon. Sementara itu Azril baru saja menginjakan kakinya di kota Batam.
Azril langsung mencari di mana titik terakhir Alesha menghubungi bunda. Azril membawa foto Alesha buat mencari keberadaannya.
Alesha sorenya sampai di kota Cirebon. Ia akan menempati mes yang disediakan oleh perusahaan.
Alesha berharap ini adalah awal kehidupannya menuju yang lebih baik. Ia akan membuktikan jika ia juga bisa membesarkan anaknya sendiri. Ia harus bisa mandiri dan menjadi wanita yang kuat. Ia tak boleh cengeng , karena udah ada Khaira yang harus ia jaga dan lindungi.
############
Setelah satu minggu Azril berada di kota Batam dan mencari keberadaan Alesha , tidak jua Azril mendapat kepastian dimana Alesha berada. Akhirnya Azril kembali ke Jakarta.
Azril telah meminta salah satu kenalannya di kota Batam memberitahu keberadaan Alesha jika ia melihat nya. Azril meninggalkan foto Alesha pada kenalannya tersebut.
"Di mana kamu Lesha, mengapa kamu seperti hilang di telan bumi. Kamu tak seharusnya menghindar begini. Jika kamu memang mencintai Kenzo, seharusnya kamu berjuang. Jangan menyerah, tapi jika kamu memang tak ingin bersamanya lagi, kamu juga tak perlu bersembunyi..."
#############
"Bagaimana nak, apa kamu sudah tahu keberadaan Alesha" tanya Bunda
"Belum bunda, tapi aku akan tetap mencarinya. Bunda jangan terlalu banyak memikirkan Alesha. Bunda harus yakin jika Alesha pasti bisa menjalani semua kehidupan ini"
"Bagaimana bunda bisa tenang. Anak yang dulu sangat bunda manjakan, harus berjuang sendiri membesarkan putrinya. Apa ia sanggup melakukan semuanya, bekerja dan menjaga Khaira sekaligus. Dulu kita selalu memanjakan dirinya, tidak membiarkan ia mandiri karena bunda berpikir jika ia akan bersama bunda selamanya. Apa ia saat ini sudah bisa mandiri. Apa ia sudah bisa melakukan semuanya sendiri"
Azril merangkul bahu bunda dan membawa ke dalam pelukannya.
"Bunda...Azril yakin Alesha kuat. Ia bukan putri kecil bunda lagi, saat ia menikah dengan Azril aja ia begitu kuat dan tegarnya menerima setiap perlakuan Azril yang tidak baik padanya. Apa lagi saat ini , ia memiliki Khaira yang menjadi penguat dan penyemangat dalam ia menghadapi setiap kesulitan dalam hidup ini. Bunda harus percaya jika Alesha bisa menjalani semua kesulitan yang mungkin ia hadapi"
"Azril, berjanjilah pada bunda...mulai detik ini jangan pernah lagi sakiti Alesha,pahami ia, mengertilah apapun yang akan ia lakukan, jadilah orang pertama yang selalu mendukung apapun yang menjadi keputusannya. Jadilah kakak yang akan selalu melindunginya"
"Iya bunda, aku janji. Aku tak akan pernah lagi menentang apapun yang akan Alesha lakukan. Aku akan mendukung setiap keputusan yang diambilnya. Aku akan menjadi ayah dan kakak terbaik buat Alesha dan Khaira..."
"Bunda selalu berdoa dimanapun ia berada , Alesha dan Khaira selalu dalam lindungan Tuhan. Dan juga bunda berharap diberi umur panjang agar dapat bersama Alesha dan Khaira. Kamu tahu Azril, jika dulu ayah dan bunda menjodohkan kamu dan Alesha itu karena bunda tahu jika sebenarnya Alesha itu seorang yang lemah. Ia butuh perlindungan kita sebagai keluarganya. Tak ada yang bisa memahaminya seperti ayah dan bunda. Jika ayah masih hidup, pasti ia akan sangat mengkuatirkan Alesha..."
"Maafkan aku bunda, semua ini karena kesalahanku. Jika aja aku bisa menerimanya saat pernikahan kami dulu mungkin Alesha tidak akan pernah mengalami banyak penderitaan dan kesulitan ini. Semua ini salahku. Alesha pantas tidak memaafkanku, bunda..."
__ADS_1
"Untuk itu, bunda harap kamu bisa merubah semua sikapmu dulu pada Alesha. Jadilah kakak yang selalu melindunginya seperti saat sebelum pernikahan kalian"
Setelah puas mengobrol dengan bunda, Azril meminta bunda buat istirahat. Bunda tampak sangat kurus. Azril tahu semua itu pasti karena bunda selalu saja memikirkan tentang putrinya Alesha.
#############
Di kantornya Kenzo tampak sedang bekerja dibantu Febby dan Dita. Mereka akan menangani satu proyek yang cukup besar dari seorang pejabat yang akan menggunakan jasa EO mereka untuk acara pernikahan anak mereka.
Perta pernikahan yang akan dilaksanakan selama seminggu di dua tempat itu banyak menyita waktu mereka.
Bukan hanya dekorasi saja, makanan dan hiburan semuanya mereka serahkan pada EO milik Kenzo.
"Febby, nanti kamu ikut kak Kenzo dan kak Dita ya melihat lokasi akad nikahnya. Biar kita bisa tentukan konsepnya bagaimana"
"Baik kak...."
"Nanti kamu jika mau kuliah malam ,biar kakak yang antar karena kita mungkin akan sedikit lama kerja di luar kantornya. Kita akan melihat lokasi gedung tempat pesta pernikahannya sekalian"
"Iya kak...."
"Febby ini memang hebat bos. Cepat ia memahami dan pelajari apa yang akan ia kerjakan dan lakukan. Padahal ia masih kecil dan baru tamat SMU. Sangat membantu aku banget" ujar Dita
"Sukurlah jika kamu suka dengan kinerjanya."
"Bos...nggak ada hati nih sama Febby, anaknya kan cantik juga. Baik, sopan lagi"bisik Dita
"Kamu pikir aku akan bisa secepat itu melupakan dan melepaskan cintaku pada Alesha"
"Tapi bos, Lesha tidak ada kabarnya. Mau sampai kapan bos menunggu. Secara agama bos dan Alesha juga sudah cerai. Kan udah lebih dari tiga bulan tidak memberi nafkah lahir dan batin..."
"Aku belum kepikiran buat menggantikan Alesha. Kamu tahukan Dit, bagaimana rasa cinta dan sayangku pada Alesha. Walau aku tahu, jika Alesha tidak pernah membalas cintaku tapi aku tak bisa juga untuk begitu saja melupakannya. Mungkin mami benar, jika aku ini pria yang bodoh. Masih saja aku berharap jika suatu saat Alesha datang padaku dan menyatakan jika ia juga sangat mencintai dan merindukanku...."
"Bos itu namanya bucin..."
"Terserah lu ngomong apa...sekarang kerja, jangan banyak omong kalau nggak mau gue potong gaji lu"
"Alesha...apakah masih ada tersisa rasa sayangmu padaku. Apakah kamu masih mengingat aku yang sampai hari ini masih terus mencintaimu. Aku masih menganggap ikatan pernikahan kita. Kemana kamu perginya Alesha..."
****************
__ADS_1
Terima kasih