
Alesha masuk ke rumah setelah bicara dengan Kenzo. Tampak Azril yang sedang memakaikan pakaian Khaira.
"Sudah mandi anaknya mommy. Siapa yang mandikan" tanya Alesha
"Nenek..."
"Mommy mandi dulu ya. Kak, bunda...aku mandi dulu. Nanti jika ada tamu tolong persilakan masuk aja"
"Siapa yang akan bertamu"tanya bunda
"Kak Kenzo, bun...masih di jalan saat ini"
"Kenzo...." ucap Azril kaget
"Ya, kak...aku mau mandi dulu."
Alesha masuk ke kamarnya dan langsung pergi mandi.
Azril yang sedang asyik bermain dengan Khaira mendengar suara pintu rumah diketuk langsung berdiri membukanya.
Kenzo yang melihat Azril membuka pintu rumah Alesha menjadi kaget.
"Kamu tinggal bersama Lesha" ucap Kenzo spontan
"Nggak lah, aku juga baru datang. Silakan masuk"
Kenzo berjalan masuk ke rumah Lesha dan melihat Khaira yang sedang bermain.
"Siapa yang datang papi..."
"Daddy Kenzo...."
Khaira melihat ke arah Kenzo dan langsung tersenyum menghampiri.
"Daddy...." ucap Khaira dan memeluk Kenzo
"Iya sayang, Khaira sedang apa"
"Khaira main sama papi"
Azril duduk di sofa yang berseberangan dengan Kenzo. Setelah puas memeluk Kenzo, Khaira merosot turun dari pangkuan Kenzo dan mendekati Azril minta dipangku. Azril menggendong Khaira dan meletakan dipahanya.
"Apa kabar Ken, lama nggak bertemu"
"Ya, sejak terakhir aku mencari Alesha"
"Sudah hampir dua setengah tahun. Maaf aku tak pernah mengabari kamu jika aku sempat menerima telepon dari Alesha setelah tiga atau empat bulan ia pergi dari Singapura. Aku mencoba mencarinya setelah tahu keberadaannya di kota Batam. Tapi setelah seminggu mencari, aku tak juga dapat menemukan, aku kembali ke Jakarta"
"Kenapa kamu tak pernah mengabari aku, padahal kita bisa mencari berdua"
"Aku terlalu terburu buru ingin mencarinya setelah ia menghubungi bunda, aku mencari tahu dari temanku yang bekerja di operator komunikasi dari kota mana Alesha menghubungi bunda"
Alesha yang telah selesai mandi dan mendengar pembicaraan itu, mengalihkannya agar Kenzo dan Azril tidak berdebat lagi.
"Selamat malam kak Kenzo, maaf lama menunggu"
"Lesha, aku juga baru sampai kok"
"Kakak udah makan, bunda masak tadi. Kita makan dulu ya..."
__ADS_1
"Bolehlah , Sha..."
"Khaira, kak Azril...yuk makan sekalian"
Azril menggendong Khaira menuju ruang makan, dimana bunda sedang menata makanan di meja.
"Selamat malam bunda..." sapa Kenzo
"Selamat malam nak Kenzo, apa kabar nak"
"Sehat bunda, bunda apakabarnya. Keliatannya bunda juga sehat"
"Iya nak, bunda sehat. Sejak tinggal dengan Alesha bunda makin sehat aja. Bunda sangat bahagia karena bisa bersama anak dan cucu bunda. Ayo makan, nanti keburu dingin"
Alesha duduk di samping Kenzo. Sedangkan Khaira duduk dekat Azril. Ia menyuapi Khaira makan.
"Kak, biar aja Khaira makan sendiri. Kakak makan jugalah"
"Nggak apa , Sha. Kakak juga masih kenyang"
Setelah makan malam, bunda membawa Khaira bermain di kamar. Alesha mencuci piring kotor dan memebersihkan dapur.
Azril dan Kenzo kembali duduk di sofa ruang tamu.
"Kamu udah lama bertemu lagi dengan Alesha"tanya Kenzo. Ia ingin tahu jawaban Azril, apa sama dengan perkataan Alesha.
"Menurut kamu..., apakah Alesha tidak pernah mengatakan kapan ia bertemu denganku lagi. Atau ...jangan bilang kamu nggak percaya dengan apa yang dikatakan Alesha"
"Aku hanya sekedar bertanya" ucap Kenzo lagi.
"Kamu seharusnya percaya dengan apa yang dikatakan Alesha, karena ia tak pernah membohongi kamu. Aku aja yang pernah dibohongi Alesha percaya dengan semua ucapannya. Karena selama aku mengenalnya , ia membohongiku hanya sekali , tentang kehamilannya. Itupun juga karena kamu yang memintanya"
"Aku mengenal Alesha , Ken. Ia tak akan mungkin menyimpan semua itu jika tak ada yang memintanya"
"Aku tak pernah memintanya menyembunyikan semua kebenaran itu. Aku cuma mengatakan jika ia tak mau mengatakan semua itu, jangan katakan. Aku akan mendukung semua keputusannya"
"Kamu yakin hanya mengatakan itu..."
"Jadi kamu ingin mengatakan jika semua yang Alesha lakukan karena permintaanku. Apa kamu nggak sadar dengan apa yang telah kamu lakukan. Semua itu sangat membuat Alesha terluka, sampai ia trauma dan harus menjalani therapi. Apa kamu pikir dengan traumanya itu Alesha akan mau mengatakan kebenaran tentang kehamilannya. Alesha memutuskan akan pergi jauh membawa kehamilannya, untung saja aku bisa meyakinkan dirinya kalau aku mau menerima bayinya sebagai anakku. Jika saja saat itu Alesha pergi jauh, mungkin kamu tak akan pernah bisa melihatnya dan Khaira lagi."
"Maaf...aku hanya ingin tahu. Tapi apapun yang pernah kamu lakukan, aku tetap ingin mengucapkan terima kasih karena kamu sudah menjaga Alesha dan anakku mulai ia masih dalam kandungan sampai ia lahir ke dunia ini"
"Aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintai Alesha. Dan saat ini jika aku melepaskan Alesha juga karena aku mencintainya. Aku sadar, cinta tak bisa dipaksakan. Aku tak mau lagi bersikap egois. Karena itu bukan saja menyakitiku, tapi juga menyakiti hati Alesha"
Baru saja Azril ingin mengatakan sesuatu Alesha sudah muncul dari dapur.
"Lagi ngomong apa, serius banget" ucap Alesha dan duduk di kursi yang dekat Kenzo.
"Mana Khaira , Sha. Aku masih kangen nih" ujar Kenzo.
"Tunggu ya kak, aku bawa keluar. Tadi aku minta bunda temani Khaira agar tak mengganggu aku mencuci piring"
Alesha lalu masuk ke kamar dan Kenzo keluar menuju mobilnya dan mengambil boneka dan mainan lainnya yang ia beli buat Khaira.
Khaira duduk di sofa dekat Azril, Kenzo masuk dan duduk kembali di sofa.
"Khaira lihat daddy bawa apa nih...Khaira mau nggak"
"Mau daddy...."
__ADS_1
"Sini duduk dekat daddy..."
Khaira turun dari sofa dan menuju Kenzo. Ia lalu duduk dipangkuan Kenzo.
"Khaira suka boneka nih..."
"Suka banget, dad..."
"Khaira, ucap apa sama daddy" ucap Alesha
"Terima kasih, daddy..."
"Cium dulu dong..."
Khaira lalu mengecup pipi Kenzo kiri dan kanan bergantian. Azril melihat Khaira menciumi Kenzo tanpa kedip.
Kenzo mengajak Khaira bicara. Bertanya tentang sekolah dan kesukaan Khaira. Kenzo menjanjikan akan membawa mainan yang Khaira inginkan.
Azril akhirnya pamit ingin tidur, ia masuk ke kamarnya dengan sedikit rasa cemburu melihat Khaira yang sangat akrab dengan Kenzo.
Setelah capek bermain, Khaira tampak mulai mengantuk. Kenzo pamit kembali ke hotelnya.
Alesha mengantar Kenzo sampai kemobilnya.
"Kakak pamit dulu ya, Sha. Besok apa kakak masih boleh bermain dengan Khaira lagi"
"Besok aku mau bawa Khaira mengunjungi proyek yang di Bandung kak"
"Boleh kakak mengantarmu..."
"Kebetulan proyek itu kerjasama perusahaan aku dengan perusahaan tempat kak Azril kerja, jadi aku pergi dengan kak Azril"
"Jadi Azril sering ke Cirebon karena ada proyek dengan perusahaan kamu"
"Iya kak..."
"Jam berapa pulangnya..."
"Nggak tahu ,kak"
"Kalau gitu minggu depan aja aku kembali lagi. Kamu nggak keberatan..."
"Aku sih nggak apa kak. Cuma kasihan kakak jika harus tiap minggu kesini"
"Aku nggak apa apa , Sha"
"Terserah kakak aja, kapan kakak mau ke sini. Tapi jangan dipaksakan jika kakak sibuk atau capek"
"Baiklah, kakak pamit dulu ya...."
"Hati hati kak..."
"Ya, Sha. Terima kasih..."
Alesha menunggu sampai mobil yang dikendarai Kenzo hilang dari pandangan, barulah ia masuk ke dalam rumah.
*******************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini. Mohon maaf jika alurnya ada yang tidak sesuai dengan keinginan.
__ADS_1
Terima kasih juga buat yang sudah memberi vote, like dan komentar. Maaf jika tak bisa membalas satu persatu komentarnya, tapi aku membaca semua komentarnya kok. Jangan bosan ya untuk tetap membaca dan menunggu cerita ini....😍😍😍😍