CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Dua belas Season 2


__ADS_3

Diego berangkat ke Singapura ditemani Khaira. Tak henti senyun terhias dibibirnya. Ia bahagia akhirnya Khaira menerima dirinya sebagai seorang pria yang mencintai gadisnya.


Sepanjang perjalanan menuju Singapura di dalam pesawat tangan Diego selalu menggenggam tangan Khaira. Dan ia meletakan kepala Khaira dibahunya.


Mereka sampai di Singapura siang hari. Perjalanan yang ditempuh dengan waktu satu setengah jam terasa singkat bagi Diego.


"Sayang, kita makan dulu baru ke rumah sakit"


"Jangan memanggil aku sayang. Nanti ada yang dengar" gumam Khaira


"Biarin, aku memang sayang kamu. Daddy dan mami juga sering aku dengar panggil kamu sayang"


"Bedalah Diego...kamu bilang untuk saat ini kita akan merahasiakan dulu hubungan ini sampai kamu lulus sekolah menengah beberapa bulan lagi"


"Iya, sayang. Aku nggak sabar memberitahukan dunia jika kamu adalah gadisku"


"Gombal...."


"Kok gombal sih, emang aku ingin dunia tahu kamu itu milikku" ucap Diego merangkul bahu Khaira.


Diego memilih restauran yang terdekat dengan rumah sakit. Setelah makan siang mereka langsung menemui oma.


.................


Diego dan Khaira berjalan dilorong rumah sakit menuju kamar perawatan omanya. Tadi daddy dan mami mengatakan mereka ada di apartemen.


Oma hanya di jaga perawat pribadinya. Daddy dan mami kembali ke apartemen untuk mandi dan berganti pakaian, setelah itu kembali lagi ke rumah sakit.


Diego mengetuk pintu kamar rawat oma dan terdengar langkah kaki membukakan pintu.


Diego masuk dengan masih menggenggam tangan Khaira.


"Selamat siang , Oma. Apa kabar..." ucap Diego dan mengecup pipi Omanya.


"Selamat siang, Oma..." ucap Khaira ingin mengecup pipi oma tapi oma cepat memalingkan wajahnya membuat Khaira urung melakukannya.


"Kamu datang berdua dengan Khaira"


"Iya, Oma. Khaira ingin menjenguk Oma begitu dengar dariku jika Oma sedang sakit" ujar Diego berbohong. Ia melakukan itu agar Oma senang mendengarnya.


"Oma tidak memerlukan kehadiran anak yang lain jika cucu oma yang ganteng ini sudah datang mengunjungi Oma"


"Aduh, segitu sayangnya oma denganku"


"Kamu cucu Oma satu satunya, tentu saja oma sangat menyayangi kamu"

__ADS_1


"Apa oma sudah baikan" ucap Khaira dengan lembut


"Kamu nggak bisa lihat keadaan oma saat ini. Apa kamu berharap oma kembali koma"


"Oma, Khaira kan hanya menanyakan kabar oma. Kenapa oma menjawabnya begitu"


Khaira menarik nafasnya menahan agar air matanya tidak tumpah.


Terdengar suara pintu dibuka, ternyata daddy dan mami yang masuk.


"Daddy, mami..." ujar Khaira berlari memeluk Kenzo dan Hanna.


"Sayang, kamu disini nak. Kamu datang berdua Diego ya" ucap Kenzo memeluk Khaira


"Iya, Daddy"


Kenzo memeluk bahu Khaira sambil berjalan mendekat ke ranjang oma.


"Jangan terlalu memanjakan Khaira, nanti orang yang melihat akan salah sangka"


"Maksud mama, apa" tanya Kenzo


"Khaira bukan putri kandungmu, ia saat ini telah tumbuh menjadi wanita dewasa. Apa kamu nanti tak takut digosipkan miring jika terlalu memanjakannya. Dan kamu semestinya juga menjaga perasaan Hanna, mungkin saja ia cemburu melihat kedekatanmu dengan Khaira"


"Oma, mami tak mungkin cemburu. Daddy menyayangi Khaira seperti putrinya" ucap Diego sedikit keras


"Walau kamu tak cemburu, seharusnya Kenzo tetap harus jaga jarak. Begitu juga kamu Diego. Kamu sudah mulai dewasa, tidak boleh lagi terlalu dekat dengan wanita yang tidak ada hubungan darah denganmu. Nanti para gadis yang ingin mendekatimu menjadi menjauh karena mengira kamu dan Khaira pacaran...."


"Oma, terlalu berpikiran jauh"


"Daddy, mami...oma maaf, aku pamit mau keluar sebentar" ucap Khaira dan berjalan tergesa meninggalkan ruang rawat oma. Khaira tak ingin menangis.


Diego yang ingin menyusul Khaira ditahan oleh Hanna.


"Biarkan saja dulu Khaira pergi. Kamu bisa menyusulnya nanti. Jangan buat oma kamu marah, nanti ia bisa kembali koma" bisik mami Diego. Ia menarik tangan Diego mendekati Omanya.


"Mama, kenapa mama berkata begitu. Khaira pasti tersinggung. Mama tahukan aku menyayangi Khaira dari ia masih dalam kandungan, dan aku sudah bicarakan semua ini pada Hanna. Ia mengerti..." ujar Kenzo


"Sudah cukup kamu memanjakan Khaira, ia bukan putrimu. Mama tak mau nanti ia melunjak. Mama tadi lihat ia dan Diego begitu mesranya, tidak seperti hubungan adik kakak"


"Maksud mama apa, Diego dan Khaira memang sudah sangat dekat dari kecil" ujar Kenzo


"Oma mau tanya sama kamu...apakah kamu memiliki hubungan yang lebih dengan Khaira"


"Ma, aku rasa mama salah sangka. Tak mungkin Diego memiliki hubungan yang lebih dari saudara dengan Khaira , bukan begitu Diego" ucap Hanna

__ADS_1


"Oma, sejak aku masih kecil...aku melihat oma kurang suka dengan Khaira. Apa ia pernah melakukan kesalahan dengan oma" tanya Diego


"Kamu sama saja dengan daddy mu. Selalu membela Khaira, makanya anak itu jadi besar kepala"


"Oma, aku rasa selama ini Khaira sangat menghormati oma...."


"Sudahlah, jangan bicarakan Khaira lagi. Baru saja oma sembuh, kamu sudah mengajak berdebat. Apa kamu ingin oma koma kembali" ucap Mama Kenzo memegang dadanya.


"Diego, mami mohon sudah. Jangan bicarakan Khaira lagi untuk saat ini" bisik mami Hanna.


Khaira berjalan menuju kantin rumah sakit, ia duduk menopang dagunya dengan air mata yang terus mengalir.



"Kenapa Oma begitu membenciku. Apa salahku. Bagaimana nanti jika ia tahu aku dan Diego menjalin hubungan, pasti ia makin membenciku"


Diego pamit pada Daddy dan maminya setelah melihat omanya yang mulai memejamkan mata. Ia menghubungi Khaira dan menanyakan keberadaan gadis itu.


Setelah mendapat jawaban dari Khaira , Diego langsung menyusulnya. Ia melihat gadis yang sangat dicintainya itu sedang menangis.


Diego memeluk tubuh Khaira dari belakang dan mengecup pipinya. Ia duduk disamping Khaira.


"Jangan menangis, aku tak bisa melihat air matamu" ucap Diego menghapus air mata dipipi Khaira dengan jarinya.


"Kenapa kamu menyusulku, nanti oma bisa tambah marah"


"Maafkan, oma"


"Jangan meminta maaf. Aku nggak apa apa. Bukan sekali ini oma begitu denganku. Aku udah biasa" ucap Khaira berusaha tersenyum


"Aku tahu kamu sedih mendengar semua ucapan, oma"


"Diego...aku sudah mencari tiket. Kebetulan ada satu tiket untuk keberangkatan sore nanti jam enam. Aku akan pamit dengan oma, daddy dan mami dulu"


"Aku tak mengizinkan kamu kembali, kamu akan tetap disini. Dua hari lagi kita kembali. Kamu akan aku antar ke hotel. Jangan temui oma lagi jika itu akan menambah kesedihanmu"


"Tapi , Diego...."


Diego menutup mulut Khaira agar tak meneruskan ucapannya.


"Aku tak akan memaafkan kamu jika kamu kembali ke Jakarta sekarang. Ayo...aku carikan hotel buatmu. Kopermu biar aku yang ambil. Kamu nggak usah menemui oma lagi. Tunggu disini, jangan kemana mana"


Diego berjalan tergesa meninggalkan Khaira untuk mengambil koper Khaira yang ada di kamar rawat oma.


*****************

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2