CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Empat puluh Dua


__ADS_3

Azril sampai dirumahnya ketika sore menjelang. Ia langsung masuk. Tampak ayah dan bunda lagi menonton di ruang keluarga.


"Selamat sore ayah, bunda... "


"Selamat sore, mana istrimu... "


"Tapi ayah bilang nggak mau melihat Tiara"


"Ya, ayah memang belum bisa menerimanya sebagai menantu. Ayah masih belum bisa menerima wanita yang dengan gampangnya menyerahkan dirinya pada pria, tidak menutup kemungkinan nanti ia mengulangnya dengan pria lain."


"Ayah, sudahlah. Itu pilihan Azril, biar ia yang akan menanggung apapun risiko dari pilihannya itu"


"Ayah, kenapa sunyi... mana yang lain"


"Kamu mau tanya siapa...Alesha "


"Iya, mana Lesha,yah... "ucap Azril dan duduk disamping bunda


"Lesha pergi menemani Kenzo mencari hotel buat ia menginap malam ini"


"Apaaa..... Lesha menginap bersama Kenzo"


"Ayah nggak bilang Lesha menginap bersama Kenzo. Apa kamu pikir Lesha itu Tiara"


"Jadi maksud ayah apa"


"Alesha menemani mencari hotel buat Kenzo menginap, bukan buat mereka berdua "ucap Bunda.


"Kenapa, harus menginap di hotel. Tidak di rumah ini aja"


"Kenzo segan karena ada kamu... "


"Kenapa belum kembali ya"gumam Azril.


"Emang kenapa jika mereka belum kembali. Biarkan aja mereka menghabiskan waktu bersama. Ayah senang jika Lesha membuka hatinya buat Kenzo. Karena yang ayah lihat Kenzo cocok buat Lesha yang manja."


"Apa Lesha bilang ia dan Kenzo telah pacaran "


"Kenapa kamu sekarang begitu ingin tahu kehidupan Lesha. Ingat Azril, ia bulan istrimu. Dan ia juga bukan adik kecilmu lagi yang harus kau awasi, ia telah dewasa. Biarlah ia menentukan jalan hidupnya sendiri. Kamu jangan mencampuri kehidupan pribadinya lagi. Jangan pernah menghalangi laki laki manapun yang ingin mendekatinya seperti dulu kamu lakukan. Ayah dulu membiarkan kamu melakukan itu, karena ayah pikir kamu sangat mencintainya dan ingin memiliki sentuhnya. Ternyata kamu hanya membuat luka hatinya. Ia yang hanya mengenal satu pria di dalam hidupnya, harus menerima luka dari pria itu juga"


"Ayah tahu, aku memang menyayangi lesha. Aku selalu melindunginya. Tak aku biarkan ia teluka sedikitpun. "


"Itu sebelum ia menjadi istrimu. Setelah kalian menikah, apa yang telah kamu lakukan padanya"


"Ayah, aku memang salah. Aku juga sudah minta maaf pada Alesha. Apa lagi yang harus aku lakukan agar ayah percaya jika aku benar benar menyesal karena pernah melukai hatinya. Ayah minta aku menikahi Tiara, sudah aku lakukan walau terpaksa"


"Tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan lagi saat ini. Nasi telah menjadi bubur. Kamu terima aja nasibmu.... "


"Ayah aku ingin memperbaiki hubungan aku agar Lesha mau menerima aku seperti dulu lagi"


"Ayah setuju jika kamu ingin memperbaiki hubunganmu dengan Lesha. Tapi ayah ingatkan kamu jangan melebihi batas, bukankah dulu kamu hanyalah seorang kakak bagi Lesha dan kamu harus bertindak sebagai kakak, jangan melebihi batas. Jangan sampai mengganggu hubungannya dengan Kenzo"


"Azril, jika kamu memang benar benar mencintai Alesha, kamu tidak boleh egois. Biarkan ia bahagia walau tidak bersama dirimu"


"Tapi aku mencintainya dan ingin memiliki dirinya lagi, bunda "


"Kamu jadi pria jangan plin plan, bukankah kemarin kamu yang tak menginginkan dia lagi. Dan bunda harap biarkan saat ini ia memilih."

__ADS_1


Ketika terdengar suara mesin mobil, mereka menghentikan obrolannya.


"Selamat sore menjelang malam ayah, bunda...."teriak Lesha dengan riang dan memeluk bunda


"Senang banget keliatannya"ucap Bunda sambil mengusap punggung Lesha


"Bunda... nggak senang lihat aku bahagia "


"Tentu saja bunda senang sayang, mana Kenzo.... "


"Masih di luar, sebentar lagi masuk tuh. Kak Azril, baru sampai. Mana kak Tiara"


"Kak Azril datang sendirian aja.... "


"Oh... dikira dengan kak Tiara "


"Selamat sore semuanya "ucap Kenzo begitu masuk


"Selamat sore nak Kenzo, duduklah "ujar Ayah


"Lesha, ini kue tadi... "


"Aku lupa, sini kak aku salin ke piring"


Alesha menuju dapur untuk menyalin kue ke piring. Azril ikut berdiri dan mengikuti lesha ke dapur.


Alesha sedang membuat teh ketika Azril datang dan duduk di kursi dapur.


"Kamu tampak sangat gembira, boleh kak Azril tahu penyebabnya.... "


"Kamu pacaran dengan Kenzo"


"Jika ya kenapa, jika tidak... mengapa"


"Nggak ada apa apa"


"Kak Azril sendiri, kenapa nggak bawa kak Tiara"


"Kak Azril sudah katakan jika kakak tak mencintainya lagi,buat apa kakak terus bersama"


"Mengapa Kak Azril begitu mudah melupakan cinta... "


"Maksudmu apa Lesha"


"Kak Azril yang dulu aku lihat sangat mencintai kak Tiara, sampai aku adikmu ini tak kakak anggap lagi, tak kakak pedulikan.Sampai kak Azril yang tak pernah menyakiti aku, tega berulang kali menyakiti hati aku dan juga fisikku, karena sangat mencintai Tiara. Kenapa begitu mudahnya saat ini kak Azril mengatakan kalau kak Azril sudah tak mencintainya lagi. Apakah hati kak Azril begitu mudahnya berpaling "


"Kamu nggak mengerti lesha. Aku sangat kecewa dengan tindakannya, sehingga membuat cintaku akhirnya begitu cepat hilang "


"Aku mau seperti kak Azril. Aku ingin bisa melupakan cintaku secepatnya agar bisa menerima cinta lain yang lebih tulus"


"Apa itu berarti kamu ingin melupakan kak Azril"


"Apa aku ada bilang nama kakak. Apakah kak Azril berpikir aku masih mencintai kakak. Aku memang mencintai kakak, tapi cinta seorang adik kepada kakaknya, tidak lebih"


"Alesha... apakah kamu benar benar tidak mencintai kakak lebih dari seorang adik terhadap kakaknya"


"Tentu saja, kenapa kak"

__ADS_1


"Kamu tidak pernah mencintai kak Azril seperti wanita mencintai seorang pria"


Alesha ingin menjawab ucapan Azril tapi diurungkan karena melihat Kenzo yang menuju ke arahnya.


"Lama banget buat minumnya, aku haus nih"ucap Kenzo mendekati Lesha


"Kak Kenzo mau minum apa"


"Bisa buatkan es sirup "


"Bisalah, tunggu ya aku buatkan"


Alesha membuatkan Kenzo es sirup . Dan setelah itu meletakkan di atas meja.


"Kak Azril mau aku buatkan juga sekalian"


"Boleh Sha, jika tak keberatan "


Setelah membuat es sirup buat Azril, Lesha duduk bergabung kembali dengan ayah dan bunda.


Ketika menjelang malam, Lesha pamit pulang ke rumahnya.


"Ayah, bunda aku pamit pulang. Aku mau masak buat makan malam. Kak Kenzo mau makan malam di rumah aku "


"Iya nak... "


"Bunda, jangan masak ya. Nanti aku lebihkan masaknya. Aku tadi belanja cukup banyak dengan kak Kenzo... "


"Kenapa nggak masak di sini aja, Sha. Bisa makan malam bersama "ucap Azril


"Gimana kak.... "tanya Lesha pada Kenzo


"Nggak usah Lesha. Mungkin Kenzo ingin makan malam berdua kamu aja"ucap Bunda


"Nggak apa bunda. Bagus juga masak disini. Kapan lagi bisa makan malam bersama ayah dan bunda, jika berdua Lesha bisa aku lakukan kapanpun aku mau nantinya "ucap Kenzo


"Kalau gitu aku ambil bahan makanannya dulu, bun"


"Biar aku ambilkan, Sha. Kamu tunggu di sini aja"


Kenzo keluar menuju mobilnya yang ada di halaman rumah.


"Kenzo baik banget ya, nak... "ucap Bunda


"Iya, bun.... "


"Apa lagi yang kamu pikirkan,nak. Terima aja cintanya"


"Bunda... kami saat ini ingin mengenal pribadi masing masing dulu sebelum melangkah yang lebih serius"ucap Lesha sambil memeluk bunda.


Azril mendengar ucapan Lesha,langsung memandangi lesha dengan intens.


"Apa kamu benar benar ingin melupakan aku, Sha. Apa kamu sudah mulai jatuh cinta dengan Kenzo. Apa itu artinya aku sudah tidak memiliki tempat di hatimu lagi.... "


********************


Terima kasih banyak buat semua pembaca novel ini.

__ADS_1


__ADS_2