CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Enam belas


__ADS_3

Seperti janjinya dengan Tiara, malam hari Azril bersiap siap untuk mendatangi apartemen Tiara.


"Kak Azril pergi dulu. Kakak akan selesaikan semuanya dengan Tiara. Kita akan memulai dari awal lagi"ucap Azril sambil memeluk Alesha


"Sudah lama rasanya aku tak memeluk tubuh Alesha. Aku merindukan wangi tubuh ini yang dulu sangat aku sukai. Tapi Alesha sepertinya jauh lebih kurus dari waktu gadis. Apa ia memang sangat tertekan selama menikah denganku "


"Kak Azril, katanya mau berangkat. Kenapa masih meluk aja"ucap Alesha mengagetkan Azril


"Sebentar lagi ya.. kak Azril masih ingin memeluk tubuhmu, rasanya Kak Azril enggan melepaskan pelukan ini"


"Kak Azril masih bisa lakukan lagikan, seperti Lesha mau pergi aja"


"Kamu benar sayang, kak Azril masih bisa memeluk kamu kapanpun dan dimanapun mulai hari ini dan selamanya"


"Entah mengapa Alesha, Kak Azril rasanya enggan melepaskan pelukan ini. Kak Azril merasa takut jika kak Azril tidak bisa memeluk dirimu lagi.Kak Azril takut ini pelukan terakhir kita"


"Sudah kak, nanti tambah malam"


"Baiklah, kakak janji akan mengakhiri semua ini. Kak Azril akan mengatakan kebenarannya dengan kak Tiara. Kamu kalau mengantuk, tidur aja dulu"


"Aku menunggu Kak Azril pulang aja. Kak Azril tak lamakan"


"Nggak, kakak hanya ingin mengakhiri hubungan kakak aja"


"Baiklah.. hati hati kak"


"Ya sayang.. "ucap Azril dan mengecup bibir Alesha


Azril mengendarai mobilnya dengan perasaan yang tak menentu. Entah mengapa, ia menjadi ragu ingin ke apartemen Tiara.


"Apa besok saja aku bicara dengan Tiara. Tapi aku janji dengan Alesha akan menuntaskan semuanya hari ini juga "


Azril sampai di apartemen Tiara dan langsung menuju ke tempatnya. Azril membuka pintu masuk apartemen Tiara. Ia sudah hafal kode masuk pintunya.


"Sayang, kamu mengapa lama sekali. Aku sudah masak nih. Kita makan dulu ya, baru kamu bicara "


"Maaf tiara, aku sudah makan"


"Kamu makan dimana,sama siapa. Bukankah kamu janji mau ke sini, mengapa kamu makan duluan"

__ADS_1


Tiara lalu memeluk Azril dan membawanya duduk di sofa.


"Tadi Alesha masak, aku makan malam dulu dengan Alesha baru kesini"


"Kenapa.. apa kamu lupa kalau janji mau ketemu aku. Bukankah Alesha janji nggak akan masak lagi, itu katamu kemarin. Apa kamu sudah baikan lagi dengan Alesha "


"Kamu tuh kalau tanya satu satu, aku nggak tahu mau jawab yang mana duluan nih.. "


"Sayang, aku mau kita secepatnya menikah. Aku nggak kamu bersama Alesha terus, aku takut kamu jadi jatuh cinta dengannya "ucap Tiara dan duduk dipangkuan Azril


"Tiara, aku mau mengatakan sesuatu. Tapi sebelumnya aku minta maaf jika ini akan menyakiti hatimu. "


"Sayang, kamu bicara apa. Jika itu akan menyakiti aku, aku tak mau dengar, jangan kamu ceritakan"ucap Tiara dan memeluk erat leher Azril


"Tiara, kamu duduk dulu disini. Aku nggak leluasa bicara jika kamu begini"ucap Azril meminta Tiara duduk di samping dirinya.


"Kamu sebenarnya kenapa sih sayang, kamu berubah hari ini. Baisanya kamu sangat senang jika aku duduk dipangkuanmu"


"Tiara, aku ingin bicara jujur. Selama ini sebenarnya aku telah membohongi kamu. Aku sebenarnya telah... "


"Stop... aku sudah bilangkan Azril, jika itu menyakitkan aku, jangan kamu bicarakan. Aku rela kamu bohongi terus"ucap Tiara memotong ucapan Azril


"Tiara, dengar dulu omongan aku. Jangan kamu potong. Dan aku harus mengatakannya. Aku tak mau lagi terus menerus membohongi kamu.. "


"Aku tahu Azril kamu ingin jujurkan jika kamu telah menikah dengan Alesha. Dan kamu ingin memutuskan hubungan kita. Karena aku sudah mengenalimu. Dua tahun kita bersahabat dan dua tahun kita menjalin kasih. Aku tahu kamu saat ini telah mencintai Alesha. Tapi aku tak akan melepaskan kamu. Aku yang dengan susah payah mendapatkan cintamu, tidak akan menyerah begitu saja"


"Tiara, sebenarnya aku dan Alesha telah menikah.. "


"Bercanda kamu nggak lucu, Ril"ucap Tiara pura pura


"Aku nggak bercanda Tiara. Aku sudah menikah dengan Alesha. Kamu ingatkan sebulan lalu aku mengambil cuti dan pulang kampung. Itu sebenarnya aku menikah dengan Alesha"


"Tidak... kamu bohongkan Ril. Kamu ingin membuat aku cemburu. Aku tak akan cemburu. Tapi aku tak mau kamu masih tinggal seatap dengan Alesha, aku takut itu benar benar akan menjadi nyata nantinya"


"Tapi Tiara, aku berkata jujur. Maafkan aku. Aku tidak bisa meneruskan hubungan kita, aku tak mau menyakiti Alesha terus. Bagaimanapun ia istriku yang sah"


"Kamu bohong, mengapa harus Alesha kamu jadikan alasan,apa kamu ada wanita lain"teriak Tiara


"Tiara, tenanglah.. aku harus mengakhiri hubungan kita ini ,agar tidak ada yang terluka. Aku ingin membina rumah tangga yang sentuhnya dengan Alesha. Aku menyadari selama ini aku sudah banyak menyakiti hatinya. Aku tak mau melukai hatinya lagi. Aku juga baru menyadari jika aku mencintai Alesha"

__ADS_1


"Kamu bohong.. kamu tak boleh mencintai orang lain. Kamu bilang kamu hanya mencintai aku. Mengapa kamu tega melakukan ini padaku, Ril. Apakah hubungan kita selama ini tak ada artinya bagimu. Kenapa kamu menikah dengan Alesha"teriak Tiara lagi sambil menangis


"Tiara, maafkan aku. Aku memang pernah mengatakan jika aku sangat mencintaimu, sebelum aku menyadari jika sesungguhnya cintaku hanya untuk Alesha. Aku tidak pernah menyadari cintaku karena kami yang sering bertemu dari kecil. Aku kira itu hanya rasa sayang seorang kakak kepada adiknya, tapi ketika Alesha ingin pergi dariku, baru aku menyadari jika aku tak bisa kehilangan Alesha, aku mencintainya "


"Tidak Azril, itu tidak cinta. Kamu hanya mencintai aku. Katakan itu bohong,Ril"


Azril memeluk tubuh Tiara. Ia menangis tersedu.


"Maafkan aku Tiara. Mungkin kita memang tidak ditakdirkan bersama, aku yakin kamu akan mendapatkan lelaki yang benar benar mencintai kamu nantinya."ucap Azril masih memeluk Tiara


"Aku mau nya kamu, Ril. Aku tak mau orang lain. Jika memang kamu telah menikah dengan Alesha ,tak apa. Aku rela menjadi simpananmu. Kita menikah siri aja. "


"Aku tak bisa lakukan itu Tiara. Pasti akan ada hati yang terluka nantinya. Aku tak mau serakah. Aku tak mau dikatakan egois. Dan juga orang tuaku tidak akan pernah menyetujui ini. Mereka pasti akan marah dan kecewa jika aku melakukan ini. Karena mereka sangat menyayangi Alesha"


"Aku tak mau pisah denganmu Azril, lebih baik aku mati dari pada aku harus pisah denganmu "


"Tiara, jangan membuat aku jadi merasa sangat bersalah begini. Seiringnya waktu kamu pasti bisa menerima semua ini. Aku akan tetap menjadi sahabat kamu. Aku yakin nanti kamu akan dapat lelaki yang mencintai kamu melebihi rasa cintaku."


"Tapi aku tak yakin itu Azril. Aku sudah terbiasa bersamamu. Aku tak yakin bisa menjalankan hari hari ini seperti biasanya tanpa ada kamu. Aku belum siap kehilangan kamu"


"Aku akan membantu kamu, agar kamu bisa terbiasa hidup tampaku... "


"Baiklah, Ril. Jika ini memang yang terbaik bagi kita. Tapi kau mau kamu menemani aku minum sekali ini. Anggap saja ini sebagai malam perpisahan kita.. "


"Tapi Alesha menungguku"


"Haruskah aku minta izin Alesha dulu"


"Jangan... baiklah aku akan temani kamu minum, tapi tidak lama lama"


"Oke.. kamu tunggu disini. Aku ambil minum dulu... "


Tiara berdiri menuju meja bartender di apartemennya. Ia mengambil dua gelas. Dan langsung menuangkan minuman. Ia memasukan sesuatu ke dalam gelas Azril.


"Tidak semudah itu kamu bisa meninggalkan aku Azril. Kamu itu milikku"


**********************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.

__ADS_1


Mungkin alur yang ini bisa ditebak ya, jika Azril akhirnya terjebak dengan Tiara, tapi aku buat alur seterusnya agak beda kok.


Jadi jangan lupa terus baca, dijamin beda lah. Karena ini murni karyaku bukan jiplakan. Jika ada alur yang sama dan bisa ditebak mungkin itu kebetulan.. 😍😍😍


__ADS_2