
Khaira berjalan ke salah satu distro yang terdapat di mall. Ia janjian dengan Diego bertemu di sini setelah Diego kuliah.
Ketika Khaira sedang asyik melihat baju, ia dikagetkan dengan seseorang yang memegang bahunya. Khaira menoleh melihat siapa orang itu.
"Mas Alby...."
"Apa kabar Khaira , lama tak bertemu. Tambah cantik aja"
"Mas Alby juga tambah ganteng..." ucap Khaira melihat ke setiap sudut ruangan.
"Kamu mencari seseorang"
"Aku sedang mencari teman wanita mas, sama siapa mas jalan"
"Aku jalan sendiri aja. Maklum jomblo. Tak ada yang mau denganku"
"Bukannya nggak ada, tapi mas yang tak mau..."
"Mas mau kok denganmu, kamunya yang nggak maukan"
"Mas bisa aja...."
"Kamu sendirian..."
"Ya, aku sambil menunggu Diego. Janjian ketemu di kafe X nanti jam satu"
"Bagaimana jika kamu temani aku minum sambil menunggu Diego"
"Boleh, mas yang traktir ya..."
"Kamu mau apa, nanti aku bayarin. Sekarang kamu ke kasir, bawa baju yang kamu mau biar aku yang bayar...."
"Nggak usah mas, aku cuma bercanda"
"Khaira, sesekali bolehlah aku belanjain kamu. Selama ini kamu tak pernah mau aku bayarin"
"Tapi aku jadi tak enak nih. Satu aja yang mas bayar, yang lainnya biar aku"
"Khaira, jangan buat aku malu dong. Nanti di kira orang aku pelit"
"Bukan begitu mas, tapi aku ambil dua ini aja"
Khaira lalu meletakan yang lainnya. Tapi di tahan Alby.
"Khaira ,aku mohon jangan menolak. Aku tak ada maksud apa apa. Aku ikhlas ingin mentraktir kamu tanpa mengharapkan sesuatu"
Dengan berat hati Khaira akhirnya membawa baju yang dipilihnya ke kasir. Alby membayar semuanya.
Setelah membayar di kasir Khaira dan Alby menuju kafe X tempat dimana ia janjian bertemu Diego.
Khaira dan Alby memesan makanan mereka sambil menunggu Diego.
"Mas dengar kamu kuliah di luar kota. Apa mas boleh tahu dimana...."
"Maaf mas, aku memang tak memberitahu pada siapapun dimana aku kuliah, termasuk Atha"
"Kenapa, kamu takut mas datang dan mengganggu"
__ADS_1
"Bukan begitu mas, aku bukan hanya kuliah di sana. Tapi aku juga mengajar di salah satu SMP"
"Wah hebat, sambil kuliah jadi guru. Pasti kamu sering diisengin murid kamu, habis gurunya cantik banget"
"Nggak juga mas, muridku baik baik banget"
"Kamu sudah punya kekasih...."
"Aku masih ingin konsentrasi buat kuliah mas, belum kepikiran ke sana"
"Apa itu berarti mas masih ada kesempatan buat menjadi pacarmu"
Belum sempat Khaira menjawab , Diego sudah menyela.
"Mas Alby, apa kabar..." ucap Diego mengalihkan prmbicaraan.
"Diego, kapan datang..." ujar Alby dengan kaget
"Makanya mas jangan terlalu serius mengobrolnya, jadi nggak sadarkan aku datang"
"Emang kamu tahu Khai, ketika Diego masuk"
"Nggak juga sih" cicit Khaira.
Diego memilih duduk di samping Khaira dan memeluk bahunya.
"Kamu seperti orang pacaran aja sama Khaira, seandainya aku tak mengenal kalian pasti aku kira kalian pasangan kekasih"
"Berarti aku cocok sama Khaira ya mas"
"Cocoklah...." gumam Alby
"Udah jangan ngobrol aja, makanan nanti keburu dingin. Aku juga udah lapar" ujar Khaira
"Aku juga udah lapar" ucap Diego
Mereka menyantap makanan dan setelah itu kembali mengobrol.
"Mas Alby sudah kembali kerja di Jakarta" tanya Khaira
"Sudah, seperti yang mas katakan di Singapura setahun setelah kita pisah , mas akan kembali berjuang untuk merebut cinta kamu kembali"
"Tapi aku rasa mas tak ada lagi kesempatan" ucap Diego
"Kenapa nggak ada kesempatan, bukankah Khaira belum memiliki kekasih. Berarti mas masih banyak kesempatan buat menjadi kekasihnya"
"Siapa bilang Khaira belum ada pacar"
"Diego...." ucap Khaira memandangi wajah Diego seperti memohon jangan beri tahu.
"Kenapa Khaira, apa benar yang Diego katakan. Apakah kamu sudah punya kekasih"
"Mas, aku tak bisa katakan saat ini"
"Kamu dengarkan mas, Khaira tidak membantah. Itu berarti benar apa yang aku katakan"
"Maaf Diego, aku hanya ingin dengar dari mulut Khaira sendiri. Dan boleh tinggalkan kami berdua sebentar" ujar Alby membuat Diego tampak sangat marah.
__ADS_1
"Aku yang sudah janjian bertemu dengan Khaira dari kemaren. Atau kamu juga janjian ketemu dengan Alby di sini , Khaira"
"Bukan Diego, tapi aku kebetulan bertemu"
"Diego, jangan bersikap seolah kamu kekasihnya. Apa salahnya jika Khaira bertemu aku. Jika kamu terus begini, aku bisa jadi salah sangka. Aku berpikir kamu juga mencintai Khaira" ujar Alby
"Jika benar aku mencintai Khaira , apa itu salah"
"Diego...bisa tinggalkan kami berdua sebentar. Ada yang ingin aku katakan pada mas Alby. Kamu tunggu aku di depan bioskop dulu, nanti aku menyusul. Kita mau nontonkan... "
"Baiklah Khaira, mungkin kamu lebih senang berdua Alby dari pada aku"
"Bukan begitu Diego...."
"Sudahlah, aku pergi. Kalian bisa bicara sepuasnya berdua"
Diego pergi meninggalkan Khaira dan Alby. Ia langsung pulang tanpa Khaira tahu. Setelah Diego menghilang Khaira langsung bicara dengan Alby.
"Mas aku mau jujur, apa yang Diego ucapkan tadi itu benar. Aku saat ini sedang mencoba menjalin hubungan yang serius dengan seseorang"
"Oh, kenapa kamu tak bicara dari tadi"
"Maaf mas. Aku tak mungkin langsung jujur katakan jika aku sudah punya kekasih, makanya tadi aku beralasan ingin konsentrasi kuliah"
"Apa aku mengenal pria itu"
"Ya, mas...."
"Diego...." tebak Alby langsung
"Ya, mas...."
"Kenapa kamu nggak langsung bicara tadi. Pantas Diego sangat marah. Apa orang tua kamu dan Diego tahu. Aku dari awal sudah tahu jika Diego mencintaimu. Aku sudah lihat dari cara ia memandangmu dan memperlakukan kamu yang beda. Tak mungkin seorang adik akan menghalangi setiap pria yang dekat dengan kakaknya. Apa sudah lama...."
"Sejak kita bertemu di Singapura. Mami dan oma belum tau hubungan kami. Itulah sebabnya kami masih menyembunyikan hubungan ini. Aku mohon mas juga bisa menyimpan rahasia ini sampai waktu yang tepat saat kami akan memberitahukan pada oma dan mami. Aku tak mengatakan tadi di depan Diego karena aku menghargainya, walau ia lebih muda dariku tapi tetap ia kekasihku. Aku tak mau mas dan Diego nanti berdebat"
"Sejujurnya mas yang bukan siapa siapa kamu aja memang sedikit sulit menerimanya. Kamu dan Diego yang sudah seperti saudara dan jarak umur yang cukup jauh, bisa menjadi pasangan kekasih. Apalagi oma dan mami...pasti lebih sulit untuk menerimanya"
"Apa salah mas , jika aku dan Diego menjadi kekasih"
"Nggak salah, cuma agak sedikit terlihat lain aja. Karena yang orang tahu kalian bersaudara."
"Tapi kami tak ada hubungan darah"
"Ya, mas tahu. Mas hanya bisa mendoakan semoga kamu dan Diego berbahagia"
"Terima kasih mas , atas doanya. Aku pamit, nanti Diego lama menunggu. Maafkan aku jika menyakiti mas."
Khaira pergi meninggalkan Alby yang terus memandangi wanita yang ia cintai itu sampai menghilang dari pandangannya.
"Dari awal aku sudah menduga jika Diego memiliki perasaan lebih padamu, tapi tetap hati ini tak bisa mempercayai itu dan sulit menerima kenyataan ini. Khaira ....sepertinya kali ini aku memang harus membuang perasaanku jauh jauh..."
********************
__ADS_1
Terima kasih