
Sudah hampir dua bulan Alesha menghilang, Kenzo ataupun Azril tidak tahu keberadaannya.
Demi untuk dapat bertemu Alesha lagi, Kenzo kembali ke Jakarta memimpin perusahaannya kembali.
Azril masih juga mencari tahu keberadaan Alesha. Ia belum memberitahukan bunda jika Alesha dan Kenzo pisah. Ia tak mau membuat bunda kepikiran.
Bunda pernah bertanya , kenapa Kenzo atau Alesha tidak pernah menghubunginya lagi.
Azril cuma mengatakan mungkin Kenzo sibuk dengan kerjaannya sehingga lupa mengabari bunda.
Sementara itu di kota Batam, Alesha sedang disibukan dengan pekerjaannya sebagai karyawan dari satu perusahaan yang cukup besar.
Khaira dititipkan pada salah satu yayasan penitipan anak yang berada dekat kantor Alesha.
Setiap jam istirahat Alesha habiskan dengan bermain bersama Khaira di tempat penitipan.
Khaira saat ini sudah berusia sepuluh bulan. Ia sudah mulai bicara dan mulai belajar berjalan.
Alesha pulang kerja langsung menidurkan Khaira sebelum ia melakukan semua pekerjaan rumah, dari masak buat makan malam, mencuci pakaian dan membersihkan rumah.
Tak terasa telah lebih kurang empat bulan Alesha pergi tanpa kabar. Ia jadi teringat bunda. Alesha mengambil ponselnya dan menghubungi bunda.
"Selamat malam bunda...."
"Lesha....kamu apakabar nak,sudah lama kamu nggak menghubungi bunda. Kamu sehat nak"
"Lesha sehat bunda...bunda apakabar. Maafkan Lesha baru bisa menghubungi bunda"
"Nggak apa nak, yang penting kamu sehat. Bagaimana cucu bunda, sehat ..."
"Sehat bunda...Khaira udah belajar berjalan.Nanti Alesha kirimkan fotonya."
"Bunda kangen kamu , nak"
"Alesha juga bunda, Lesha kangen banget. Lesha pengen peluk bunda, pengen tidur sama bunda, pengen disuapin bunda "
"Kamu ke Jakarta nak, minta izin Kenzo untuk menginap di rumah bunda, biar bunda masakin dan suapin..."
Azril yang pulang kerja mendengar bunda bicara dan yakin itu Alesha langsung mengambil ponsel bunda dari tangan bunda. Bunda keget melihat Azril yang langsung merampas ponselnya.
"Lesha....kamu dimana. Kemana kamu bawa Khaira anakku. Kakak tahu jika kak Azril salah, tapi bukan berarti kamu harus menjauhkan Khaira seumur hidupmu dari kakak. Bagaimanapun Khaira itu anakku. Kamu tidak bisa menutupi kebenaran ini selamanya. Walaupun kamu lari sejauh apapun , kenyataan Khaira anakku tak mungkin bisa kamu simpan selamanya. Kamu juga tak bisa sendiri menjaga Khaira. Pulanglah...bunda menunggu. Jika kamu akan memilih tetap bersama Kenzo, kakak nggak apa. Asal jangan bersembunyi begini. Kamu tak bisa hidup sendiri Lesha. Kakak jemput ya...kamu dimana sekarang. Kak Azril jemput bersama bunda atau kak Kenzo ya. Kamu dimana, pulang ya dek"
__ADS_1
"Kak...biarkan aku hidup berdua Khaira aja, jangan ambil Khaira"
"Kakak nggak akan mengambil Khaira, kita besarkan Khaira bersama. Kamu bisa tetap bersama Kenzo, kamu tahu Kenzo mencarimu juga"
"Tolong bilang kak Kenzo, aku baik baik saja"
Alesha langsung memutuskan sambungan ponselny. Alesha lalu mematikan ponselnya.
"Alesha...dasar keras kepala"teriak Azril
Bunda yang mendengar percakapan Azril menjadi kaget.
"Apa maksudnya jika Khaira anakmu ,Azril"
Mendengar pertanyaan dan suara bunda Azril menjadi kaget dan tersadar jika bunda pasti mendengar semua ucapannya.
"Bunda...maaf,aku akan ceritakan semuanya tapi aku harap bunda tenang dulu"
Azril duduk disamping bunda dan menggenggam tangan bunda.
"Ceritakan apa, apa yang kamu dan Alesha sembunyikan dari bunda"
"Bunda, sebenarnya Khaira anakku dan Alesha ... bukan anaknya Kenzo"
"Apa lagi ini Azril, bunda tambah tak mengerti" ucap bunda dan menarik tangannya dari genggaman Azril
"Langsung saja Azril jangan berbelit belit"
"Baiklah bunda"
Azril menarik nafas dan membuangnya kasar sebelum meneruskan ucapannya.
Azril menceritakan semua yang pernah ia lakukan pada Alesha, saat ia mabuk dan akhirnya melecehkan dan memperkosa Azril.
Bunda mendengar itu langsung menampar Azril dengan keras.
"Kenapa kamu jadi sebej*t ini Azril. Berapa kali kamu telah menyakiti Alesha. Kamu bukannya melindungi, tapi menyakitinya. Saat ia telah melepaskan pernikahan kalian, tetap juga kamu masih menyakitinya. Kamu pantas diberi hukuman seperti yang Kenzo dan Alesha lakukan"
Bunda menangis dan tak bisa meneruskan ucapannya.
Azril berlutut dihadapan bunda dan mengambil kembali tangan bunda untuk digenggamnya.
"Bunda...maafkan aku. Aku memang bej*t...selalu saja menyakiti Alesha"
__ADS_1
"Untung ayahmu tidak mengetahui apa yang kamu lakukan pada Alesha. Jika ia tahu pasti ia sangat marah dan kecewa mendengar semua ini. Kamu tahu, Alesha putri kesayangannya dan kamu telah melecehkan"
"Bunda...aku mohon ampun karena telah membuat bunda kecewa"
"Bukan sama bunda kamu minta maaf, tapi dengan ayahmu dan Alesha. Pantas Alesha jarang memberi kabar"
Azril masih berlutut dihadapan bundanya.
"Dan apa maksudnya Alesha menjaga Khaira sendiri, kemana Kenzo"
"Alesha pergi dari Singapura setelah orang tua Kenzo tahu jika Khaira bukan anak Kenzo. Dan orang tuanya tidak bisa menerima kenyataan itu"
"Apa lagi ini Azril. Dimana Alesha dan Khaira sekarang. Bagaimana Alesha bisa menjaga Khaira seorang diri. Dimana anak itu. Apa ia bisa masak , apa ia makan. Cari Lesha segera"
"Bunda, Alesha bukan anak kecil lagi. Yakinlah ia bisa menjaga dirinya dan Khaira."
"Kamu bisa bicara begitu, karena kamu nggak tahu bagaimana sulitnya menjaga anak yang sedang aktif seperti Khaira. Oh khaira...ternyata ia cucu kandungku"
"Bunda, aku masih berusaha mencari keberadaan Alesha..."
"Bukankah Alesha baru menghubungi bunda, apa kamu tidak bisa tahu di mana ia saat ini"
"Bunda benar, aku akan minta tolong temanku yang bekerja di telekomunikasi buat melacak dari mana Alesha menghubungi bunda"
"Cepat kamu cari tahu, bunda kasihan lihat Alesha. Dari kecil selalu aja ia mendapat kesedihan dan kesulitan"
"Baiklah bunda, aku akan cari tahu secepatnya. Sekarang bunda jangan banyak pikiran."
"Bagaimana bunda tak berpikir. Alesha anak yang manja, apa ia bisa mengurus anaknya seorang diri sambil mencari nafkah, apa ia bisa makan dengan layak, bagaimana jika maag nya kambuh karena telat makan"
"Bunda aku yakin Alesha bisa mengurus semuanya. Alesha anak yang kuat , saat kecil ia sudah yatim piatu, ia mampu menghadapi semuanya"
"Itu ada ayah, bunda dan kamu..."
"Saat ini ia ada Khaira, pasti ia akan kuat karena Khaira"
"Semoga Tuhan melindunginya dan cucu bunda" ucap bunda menangis.
"Semoga bunda, sekarang bunda tidurlah. Aku janji besok akan mengurus semuanya"
Azril memapah bunda masuk ke kamar dan membaringkan tubuh bunda dikasur. Azril menyelimuti bunda dan setelah yakin bunda tidur baru Azril keluar dari kamar.
"kamu dimana Lesha. Sebenarnya kakak juga sangat kuatir, apa yang kamu lakukan buat biaya hidupmu selama ini. Kenapa kamu keras kepala begini. Jika keluarga Kenzo tak bisa menerima kamu, apa kamu lupa jika kamu masih memiliki bunda yang selalu bisa menerima kamu dan menyayangi kamu. Kamu juga masih ada kakak..."
__ADS_1
******************
Terima kasih