CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Dua puluh Enam


__ADS_3

Azril yang sedang ada kerjaan tak bisa ikut ke villa. Diego dan Khaira ada di satu mobil yang sama. Atha berdua Ratu, serta Hanna berdua Kenzo.


Hanna yang tak mau berdebat dengan Kenzo akhirnya mengizinkan Diego dan Khaira semobil.


Sampai di villa Hanna , Ratu dan Khaira menyiapkan bahan buat mereka barbeque party nanti malam.


Ada beberapa jenis ikan, cumi serta daging ayam dan sapi yang akan di bakar buat pesta.


Hanna juga menyiapkan dessert di dapur buat pesta nanti.


Ketika malam hati semua sudah berkumpul di halaman belakang villa. Diego dan Kenzo yang membakar ikan ditemani Khaira. Sedangkan Hanna ditemani bibi membakar ayam. Atha menyiapkan minuman bersama Ratu.


Tampak Kenzo membakar ikan sambil becanda dengan Diego dan Khaira.


Setelah semua selesai, mereka mulai menyantapnya. Diego dan Khaira memilih duduk di sudut taman.


"Kenapa Diego dan Khaira duduk di sana , dad. Nggak bergabung sama kita aja" ujar Hanna


"Atha dan Ratu juga memilih duduk terpisah. Emangnya ada yang salah ,mi. Mereka itu anak muda, mungkin kurang nyaman mengobrol bersama kita"


"Atha dan Ratukan pacaran. Diego dan Khaira bukan pacarankan..."


"Jangan memulai lagi kecurigaan kamu, Hanna. Kita kesini buat bersenang senang. Buanglah dulu pikiran negatif kamu. Bukankah sudah biasa mereka selalu berdua dari dulunya. Dan jikapun mereka menjalin hubungan itu juga tak salah. Mereka tak ada hubungan darah. D" ucap Kenzo memeluk Hanna.


"Tapi...."


"Mending kita juga memilih berpisah, kita ke kamar aja ya. Bulan madu lagi" bisik Kenzo sebelum Hanna melanjutkan perkataannya.


Kenzo dan Hanna masuk ke kamar. Hanna berharap ia dan Kenzo akan menghabiskan malam panas. Tapi nyatanya Kenzo hanya menggaulinya dengan cepat dan sekali , itupun Hanna tahu Kenzo kurang menikmatinya terbukti dengan ia langsung tidur setelah penyatuan tubuh mereka. Tanpa menghiraukan Hanna, Kenzo menutup matanya.


Sementara di villa itu Khaira dan Ratu juga telah tertidur. Atha dan Diego tidur sekamar.


Pagi harinya Hanna menyiapkan sarapan. Khaira bangun dan mendengar suara di dapur. Ia pikir bibi yang sedang menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi mommy..." ucap Khaira memeluk pinggang Hanna dari belakang tubuhnya.


"Selamat pagi, sayang. Udah bangun aja. Tidur sama siapa" tanya Hanna menyelidiki


"Tidur bareng Ratu, mi"


"Nyenyak tidurnya, kok cepat bangunnya"


"Nyenyaklah....mami juga kenapa cepat bangun, ada bibi yang bisa siapkan sarapan"


"Mami ingin membuat sarapan buat semuanya. Agar semuanya senang...."


"Mami memang yang terbaik...." ucap Khaira mengecup pipi Hanna


"Apa sebenarnya yang membuat mama melarang Diego dan Khaira pacaran. Gadis ini sangat baik dan perhatian. Aku harus bagaimana, melarangnya seperti kata mama atau membiarkan mereka seperti kata Kenzo"


"Sayang , bangunkan Ratu,Atha dan Diego ya...kita sarapan. Mami bangunkan daddy dulu." ucap Mami setelah sarapan selesai dihidangkan.


"Siap mami...."


Ratu yang ternyata udah bangun menghampiri Khaira yang masih menata piring buat sarapan.

__ADS_1


"Maaf mbak aku bangunnya telat. Kenapa mbak nggak bangunkan aja sih"


"Nggak apa Ratu, aku juga sering bangun telat"


"Ada yang bisa aku bantu lagi mbak..."


"Nggak ada, mbak mau bangunkan Atha dulu"


"Itu Atha...." ucap Khaira menunjuk ke arah Atha yang berjalan mendekati mereka.


"Diego udah bangun, Tha"


"Belum, kayak nggak tau Diego aja. Di bom aja belum tentu bangun tuh anak"


"Tapi kalau mbak yang bangunkan pasti bisa"


"Iya juga ...setiap mbak yang bangunkan pasti selalu bisa. Emang mbak bangunkan Diego dengan cara apa sih...."


"Rahasia...." ucap Khaira sambil berlari kecil menuju kamar Diego.


Khaira naik ke ranjang dan menjatuhkan selimut yang menutupi tubuh Diego. Ia lalu memeluk Diego dan menggigit bibirnya. Dari dulu setiap membangunkan Diego Khaira emang selalu menggigit bibir Diego.


"Sayang, sakit...." ucap Diego begitu membuka mata dan melihat Khaira yang tersenyum


"Kalau nggak digigit, kamu nggak bangun...."


Diego menarik tubuh Khaira menaiki tubuhnya. Ia memeluk pinggang Khaira agar tidak bergerak dari atas tubuhnya.


"Morning kiss...." ucap Diego ******* bibir Khaira, dengan pelan dan lembut.


"Bibirmu selalu manis...aku pasti akan candu akan bibir ini" ucap Diego sambil mengusap bibir Khaira.


"Diego...lepaskan pelukanmu. Aku mau turun"


"Biarkan begini sebentar lagi...."


"Nanti ada yang lihat..."


"Aku penginnya mami yang lihat biar kita langsung dinikahkan"


"Apaan sih...kamu masih kecil udah mau nikah aja"


Tiba tiba Diego membalikan tubuhnya. Saat ini Khaira yang berada dibawah kungkungan tubuhnya.


"Aki bukan anak kecil lagi, Khaira. Aku sudah bisa buat anak kecil. Apa kamu mau membuktikan" ucap Diego .


Diego lalu mengecup leher Khaira, dan membuat ia merasakan suatu gelenyar yang aneh ditubuhnya. Khaira tanpa sadar mendesah ketika Diego mengisap dan menggigit lehernya pelan.


Khaira yang mulai tersadar menjauhkan wajah Diego dari lehernya. Ia mendorong tubuh Diego dengan kuat sehingga jatuh kesamping.


"Khaira...." ucap Diego menarik nafasnya. Ia memang awalnya hanya ingin menggoda Khaira, tapi tanpa disadarinya ia terbuai dengan permainannya sendiri. Ia tadi memang sedikit terbawa nafsu. Sehingga meninggalkan beberapa jejak


Khaira bangun dari tidurnya menuju meja rias dan melihat ada dua jejak yang dibuat Diego.


"Kamu...nanti yang lain pasti melihatnya dan curiga"

__ADS_1


"Biar aja...aku sudah tak peduli" ucap Diego mendekati Khaira dan memeluk tubuhnya dari belakang. Diego mengecup bahu Khaira.


"Aku malu...apa lagi jika mami melihatnya"


"Khaira, setelah kamu wisuda tahun depan kita langsung menikah. Aku sudah nggak sabar dan takut nggak bisa menahannya lagi" ucap Diego kembali menarik nafasnya dengan kasar


"Bagaimana jika oma tak merestui...."


"Aku tak peduli, yang penting daddy sudah merestui kita"


Khaira membalikan badannya dan melingkarkan tangannya di leher Diego.


"Aku wisuda sekitar delapan bulan lagi..."


"Ya , setelah itu aku akan mengatakan pada semua keluarga tentang hubungan kita"


"Tapi kamu belum dua puluh satu tahun dan belum wisuda, apa nanti keluargamu setuju jika kamu menikah muda"


"Aku sudah katakan jika aku tak peduli pendapat mereka. Aku akan tetap menikahimu"


"Diego...aku mencintaimu" ucap Khaira mengecup bibirnya.


Diego lalu membalas kecupan itu, saat ia akan kembali ******* bibir Khaira terdengar suara mami memanggil. Diego dan Khaira melepaskan pelukan mereka.


"Khaira, apa Diegonya sudah bangun"


"Ini mi, aku lagi bangunkan. Mami tahukan Diego susah banget kalau dibangunkan..."


"Siram aja sayang kalau nggak bangun juga. Semua udah menunggu di meja makan"


"Oke mami...." ucap Khaira menahan tawa.


"Kamu dengarkan, mami meminta aku menyiram kamu dengan air jika masih susah dibangunkan. Tak ada yang tahu jika kamu akan bangun jika aku menggigit bibirmu"


"Bagaimana jika aku katakan pada semuanya cara kamu bangunkan aku"


"Diego...jangan main main. Nggak lucu loh"


"Biar semua tahu rahasia kamu yang selalu bisa bangunkan aku. Dulu aku memang tak membalasnya, tapi mulai hari ini jika kamu menggigit bibirku, akan aku balas menggigit bibirmu juga"


"Coba aja, aku juga akan kembali membalasnya"


"Dengan senang hati aku akan menerimanya"


"Maunya kamu...udah sana mandi, aku mau ke kamar dulu. Mau bedakin leher biar bekas gigitan drakula ini tak kelihatan"


"Apa...drakula"


"Iya...kamu drakula. Sukanya menggigit dan menghisap..." ucap Khaira dan berlari keluar dari kamar Diego.


"Khaira ...semakin hari rasa cintaku padamu makin besar. Aku takut pada akhirnya aku melakukan kesalahan dan kekhilafan, aku harus segera menikahimu"


**********************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2