
Sudah tiga bulan Khaira dan Diego menikah. Mami Hanna sangat marah ketika tahu Diego mengambil cuti hanya untuk menemani Khaira.
Ia semakin curiga jika hubungan yang terjalin antara Diego dan Khaira bukanlah sekedar hubungan persaudaraan.
Hanna sudah sering bertanya dengan Kenzo. Tapi ia selalu mengalihkan pembicaraan jika Hanna bertanya tentang hubungan Diego dan Khaira.
Akhirnya Hanna mengatakan semuanya pada mama Kenzo. Ia sudah lelah bertanya pada Diego ataupun Kenzo.
Mama Kenzo akhirnya datang ke Jakarta setelah mendapat cerita dari Hanna. Saat ini ia sedang berada di Jakarta.
Diego dan Khaira memang berencana juga akan kembali ke Jakarta dalam dua hari mendatang. Khaira telah menyelesaikan kuliahnya. Ia hanya tinggal mengajukan dan menyusun skripsi.
Setelah selesai makan malam mama Kenzo meminta Kenzo dan Hanna duduk di ruang keluarga.
"Apa benar saat ini Diego ikut Khaira ke kota dimana ia kuliah" tanya mama dengan Kenzo
"Iya , ma"
"Apa yang dilakukan Diego di kota itu"
"Ia menemani Khaira hingga nanti wisuda"
"Hanya untuk menemani wanita itu hingga wisuda ia mengambil cuti kuliahnya dan itu berarti menunda wisudanya. Apa kamu tak berpikir sebelum mengizinkan Diego melakukan hal bodoh ini"
"Diego bisa melanjutkan kuliahnya lagi"
"Kenapa kamu selalu menjadi bodoh jika menyangkut Alesha"
"Mama, ini tak ada hubungan dengan Alesha. Kenapa mama jadi membawa bawa Alesha"
"Karena Khaira itu putrinya Alesha. Itulah yang membuat kamu jadi berpikir bodoh dan tak masuk akal. Kamu juga Hanna, kenapa baru sekarang kamu katakan pada mama setelah tiga bulan Diego pergi"
"Maaf ma. Aku mencoba mencari solusi untuk masalah ini tapi tak ada aku dapat. Makanya baru aku hubungi mama"
"Aku mau Diego kembali. Lakukan itu Kenzo"
__ADS_1
"Diego anakku ma, semua mengenai Diego itu menjadi tanggung jawabku jadi aku harap mama tak ikut campur. Jika aku bisa mama atur karena aku anak mama. Tapi Diego ,anakku. Ia hanya akan ikut apa yang aku katakan"
"Jadi kamu ingin mengatakan jika mama tak ada hak atas Diego. Begitu..."
"Ya ma. Diego itu menjadi tanggung jawabku"
"Aku tahu apa yang kamu sembunyikan dariku. Aku ini mamamu. Aku mengenal siapa dirimu. Khaira dan Diego bukan hanya berhubungan sebagai adik kakak. Aku tahu ia pacaran. Dan kamu sengaja sembunyikan itu dariku, oma nya. Apa kamu udah tak menganggap aku sebagai oma nya lagi"
"Oma tetap oma nya Diego"
"Jika kamu masih menganggapku mamamu, dan oma nya Diego kenapa kamu tak jujur"
Hanna hanya bisa mendengar pertengkaran antara ibu dan anak itu. Ia tak tahu harus menjawab apa.
"Aku tak mau mama ikut campur dalam urusan cintanya Diego"
"Oh jadi kamu sekarang mengaku jika Diego berpacaran dengan Khaira"
"Ya mereka memang memiliki hubungan"
"Mama cukup. Alesha udah tenang di alam sana. Kenapa mama masih mengatakannya"
"Ia memang telah tiada. Tapi bayangannya selalu saja mengikutimu. Jika aku tahu kamu akan menjadi bodoh begini karena Khaira , aku tak akan mengizinkan kamu kembali ke Jakarta ini"
"Aku memang bodoh. Bodoh karena dulu mau saja mengikuti kemauan mama. Mama tahu aku sangat mencintai Alesha, kenapa mama memisahkan aku. Dan aku minta, mama jangan pernah lakukan itu pada Diego jika mama masih ingin aku jadi putramu"
"Jadi kamu mengancam mama"
"Ma, aku ini sudah tua. Begitu juga mama. Jadi sebaiknya kita lebih fokus mengurus diri sendiri. Biarlah Diego menjalani hidupnya tanpa campur tangan kita. Biar ia menentukan jalan hidupnya sendiri"
"Aku tak akan pernah setuju ia berhubungan dengan Khaira. Hanna kamu hubungi Diego sekarang juga. Minta ia kembali, jangan biarkan ia menjadi budaknya Khaira. Seperti tak ada wanita lain aja...."
Setelah mengucapkan itu mama pergi meninggalkan Kenzon dan Hanna berdua.
"Kak...kenapa kamu tak jujur tentang hubungan Khaira dan Diego"
__ADS_1
"Aku pernah katakan padamu bukan, tak ada salahnya jika mereka berhubungan"
"Tapi kenapa Diego harus meninggalkan kuliahnya..."
"Karena ia harus menemani Khaira"
"Kenapa Khaira harus ditemani. Jika Khaira memang mencintai Diego ia tak akan mencari pria lain. Mereka masih bisa berhubungan walau beda kota. Khaira juga tidak lama lagi wisudakan"
"Tak mungkin seorang suami membiarkan istrinya tinggal jauh darinya seorang diri, itu alasan utama Diego menemani Khaira"
"Aku tak mengerti maksud kamu...apa Diego dan Khaira sudah menikah" lirih Hanna
"Ya, mereka telah menikah tiga bulan lalu"
"Apaa...kamu nggak becandakan, kak"
"Aku tak mungkin becanda dengan pernikahan , Hanna"
"Kak...aku paham sekarang posisi aku dihatimu. Aku ini hanyalah berstatus istri tapi tak ada hak sebagai istri. Kamu tak pernah menganggap aku ada. Aku ini juga ibunya Diego. Aku yang mengandungnya selama sembilan bulan. Mengapa aku tak berhak ikut campur dalam kehidupan anakku. Aku juga ingin sedikit dihargai. Jika kamu tak pernah menganggap aku istrimu, setidaknya kamu menghargai aku sebagai ibunya Diego...aku kecewa denganmu kak..."
"Maaf...aku tak mau kamu menghalangi dan tak merestui hubungan Diego dan Khaira, itulah sebabnya aku sembunyikan ini darimu"
"Apa kamu pernah bertanya padaku. Nggak kak. Bagaimana kamu bisa menyimpulkan jika aku tak merestui hubungan Diego dan Khaira. Aku jadi makin yakin dengan ucapan mama, jika kamu akan menjadi bodoh jika menyangkut Khaira. Kamu akan melakukan apa saja demi kebahagiaannya."
Hanna menarik nafas nya sejenak, ia melihat Kenzo yang hanya diam. Hanna melanjutkan ucapannya.
"Kamu sampai mengabaikan aku, aku ini istrimu kak. Istrimu...Apa yang akan kamu lakukan seandainya aku yang melakukan itu. Kamu selalu mengabaikan aku seolah aku ini tak pernah ada di dalam hidupmu. Dulu aku pikir dengan berjalannya waktu kamu akan bisa menerima kehadiranku. Apa kurangnya aku, selama ini, aku menerima kamu apa adanya. Tapi kenapa kamu tak bisa juga menerima aku. Aku mengaku kalah kak. Aku tak mungkin bisa menang jika bersaing dengan orang yang telah tiada, jika orang itu masih hidup mungkin akan aku usahakan mengalahkannya dengan mencari tahu apa kelebihan dan kekurangannya. Tapi ini...apa yang bisa aku lakukan...aku menyerah jika harus bersaing dengan orang yang telah tiada"
Hanna pergi meninggalkan Kenzo sendiri. Ia masuk ke kamar dan menangis.
"apa aku memang tak pernah ada dihatimu, kak. Apa kamu memang tak pernah mencintaiku. Apa kamu menikahiku hanya karena memenuhi permintaan mama. Kamu jahat, selama ini kamu telah menipuku. Kamu hanya pura pura jadi suami yang baik. Apa kamu sadar kak, kamu telah menghancurkan dan membunuhku secara perlahan...."
******************
Terima kasih
__ADS_1