CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Sepuluh Season 2


__ADS_3

Khaira dan Diego sampai di villa ketika sore hari. Jalanan macet karena liburan sekolah.


Pembantu rumah tangga yang bekerja untuk mrmbersihkan Villa keluarga Diego sudah sangat mengenal mereka berdua.


Sampai di villa Diego mandi dan mengganti pakaiannya dengan baju kaos dan celana pendek.


Khaira yang akan mandi membuka kopernya dan mencari baju kaos buat dirumah. Ia tidak menemukan baju yang dicarinya.


Diego yang melihat Khaira membongkar isi koper mendekatinya.


"Cari apa...."


"Baju kaos buat tidur. Kita hari ini nggak kemana manakan"


"Emang kita nggak akan kemana mana. Aku hanya ingin berdua kamu di villa. Pakai baju kaos aku aja. Aku bawa banyak..."


Diego membuka kopernya dan memberikan baju kaos putih buat Khaira pakai.


Setelah mandi Khaira memakai baju kaos Diego dipadukan dengan hotpants miliknya. Ia mencepol rambutnya sehingga memperlihatkan leher jenjangnya.



Khaira menuju dapur dan membuka lemari es. Tadi Diego telah menghubungi pekerja penjaga villa agar mempersiapkan bahan makanan buatnya dan Khaira.


Khaira mengambil sosis dan bakso. Ia memotongnya kecil. Dan ia juga mengambil bawang merah, putih dan cabe.


Khaira hanya ingin menyiapkan nasi goreng buat makan malam mereka.


Diego memperhatikan apa yang dilakukan Khaira dari meja makan.


"Khaira kamu sangat cantik, aku sudah mencoba menghilangkan rasa cintaku, tapi semakin aku mencoba melupakan kamu semakin besar rasa cintaku"


Setelah masak, Khaira menyiapkan dua piring nasi goreng buat dirinya dan Diego. Mereka makan sambil menonton televisi di ruang keluarga.


Setelah makan Khaira merasakan kantuk mulai menyerangnya. Ia meletakan kepalanya disandaran kursi dan tak berapa lama tertidur.


Diego mendekati Khaira yang sedang berada dialam bawah sadarnya. Ia mendekatkan wajahnya kewajah Khaira.


Diego lalu mengecup bibir Khaira. Karena tak ada reaksi ia mulai melakukan hal yang lebih, Diego ******* bibir Khaira membuat gadis itu terbangun.


Diego tersenyum ke Khaira yang baru membuka matanya. Diego tak bisa menahan hasratnya buat mencium bibir merah gadis yang sangat dicintainya itu.


Ia memegang tengkuk Khaira dengan tangan kanan dan tangan kiri menarik pinggang Khaira agar tubuh mereka makin rapat.


Diego kembali mengecup bibir ranum Khaira, melihat Khaira yang tidak memberikan reaksi apa apa, Diego mulai menuntut. Ia ******* bibir Khaira yang menjadi candunya saat ini.


Khaira akhirnya membalas lum*tan bibir Diego dan mereka saling berpagutan beberapa saat sampai akhirnya Khaira mendorong dada Diego pelan karena kurangnya pasokan udara.

__ADS_1


"Diego, ini salah. Ini tak boleh...." ucap Khaira memalingkan wajahnya dari Diego.


Diego menangkup wajah Khaira menghadap ke dirinya.


"Khaira ,tak ada yang salah. Aku sangat mencintaimu. Aku harap kamu jangan pernah pergi lari dan menjauh dariku"


"Aku nggak mengerti apa maksudmu"


"Aku tahu seminggu lagi kamu akan pergi ke Sumatera buat meneruskan kuliahmu, aku mohon Khaira urungkan niatmu itu"


"Dari mana kamu tahu"


"Aku tahu semuanya tentangmu, Khaira. Apa kamu lupa itu, dari kecil aku yang lebih tahu apa yang kamu inginkan"


"Aku sudah menerimanya dan tak mungkin membatalkan itu"


"Tapi aku berharap ini bukanlah sebagai cara kamu menghindariku"


Diego menarik pinggang Khaira hingga gadis itu duduk dipangkuannya.


"Katakan Khaira, kamu juga mencintaiku. Kamu hanya tak bisa menerimaku karena perbedaan usia antara kita"


"Aku tak mau daddy dan mami kecewa jika tahu kamu mencintaiku"


"Aku yang akan menghadapi daddy dan mami, yang penting kamu mnerima cintaku. Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan restu dari daddy dan mami"


"Apa kamu lebih memilih melihat aku yang kecewa"


"Aku nggak tahu, Diego. Aku benar benar nggak tahu apa sebaiknya yang harus aku lakukan saat ini"


Diego memeluk pinggang Khaira erat. Sehingga Khaira akhirnya melingkarkan tangannya dileher Diego. Ia kembali mengecup bibir Khaira.


"Percayakan semuanya padaku, kamu hanya perlu mencintaiku saja"


"Aku takut , Diego. Walau usiaku bukan anak anak lagi, kamu tahukan ini pertama kalinya aku mencintai seseorang. Dan kamu juga pria pertama yang menciumku"


"Dan aku juga tak akan membiarkan ada pria lain menyentuhmu. Semua yang ada didirimu ini milikku. Apalagi ini yang sudah menjadi canduku" ujar Diego mengusap bibir Khaira.


Wajah Khaira memerah menahan malu dan rasa bahagia, ia membenamkan kepalanya di ceruk leher Diego.


Diego mengusap punggung Khaira dan berbisik


"Aku mohon batalkan niatmu kuliah di luar kota itu"


"Bukankah itu hanya dua tahun...."


"Jangankan dua tahun, dua jam pun tak akan aku biarkan kamu menjauh dariku, Khaira"

__ADS_1


"Apa yang akan aku katakan pada papi"


"Aku rasa papi pasti akan bahagia jika kamu membatalkan niatmu itu"


Khaira menegakan kembali kepalanya. Ia memandangi intens wajah Diego.


"Katakan....dari siapa kamu tahu aku akan kuliah di luar kota. Jika kamu nggak jujur, aku marah nih. Aku nggak mau bicara sama kamu"


"Atha...."


"Dari mana bocah itu tahu tentang kepergianku"


"Ia nggak sengaja membuka laci meja belajarmu ketika mencari sesuatu"


"Aku akan tetap pergi, bukankah kamu tidak butuh aku. Kamu sudah ada pacarkan"


"Siapa...."


"Itu gadis yang kamu gandeng ketika di kafe"


"Oh itu, kamu cemburu"


"Nggak...."


"Jangan malu, kamu cemburukan. Aku lihat kamu menangis. Makanya kalau cinta jangan gengsi"


"Apaan sih...siapa yang gengsi"


"Gadis itu pacarnya Atha. Ia memang sengaja aku minta tolong buat memanasi kamu. Agar kamu merasakan cemburu. Agar kamu bisa tahu perasaan kamu padaku"


"Jahat banget sih" ucap Khaira mencubit lengan Diego.


"Itu aku lakukan agar kamu sadar jika kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku. Khaira, kita tidur lagi ya, Udah ngantuk" Diego berdiri dan menggendong Khaira ala bridal style dan menghempaskan tubuhnya pelan ke atas tempat tidur.


Ia juga membaringkan tubuhnya disamping Khaira. Diego mengambil selimut dan menutupi tubuh mereka.


Tak berapa lama mereka tertidur dengan saling memeluk.


Pagi harinya Diego bangun dan melihat Khaira masih tertidur pulas. Diego tersenyum karena akhirnya Khaira menjadi miliknya.


"Aku berjanji Khaira, apapun akan aku lakukan untuk kita dapat bersama walau harus menentang keluargaku jika mereka tak merestui hubungan kita."



******************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2