
Diego berdiri setelah kesadarannya kembali. Ia memesan taksi online dan meninggalkan tas yang berisi pakaiannya di rumah Azril.
Supir taksi menjalankan mobilnya menuju alamat yang tertera. Sampai di tempat tujuan Diego membayar dan melangkah masuk ke satu bengkel.
Ternyata ia mendatangi Atha dibengkelnya. Atha yang melihat kehadiran Diego menjadi kaget. Sebenarnya ia belum siap menghadapi Diego.
"Aku mau bicara...." ucap Diego
"Kamu bisa menunggu, aku harus selesaikan ini dulu. Pelangganku sudah menunggu"
"Baiklah...."
"Kamu tunggu aku di dalam kamarku aja sambil rebahan"
Atha menyewa satu ruko untuk usahanya. Ia membuat satu kamar untuk beristirahat jika ia capek.
Setelah selesai dengan pekerjaannya, Atha masuk ke kamar dan melihat Diego yang sedang duduk dengan pandangan menerawang.
Diego yang melihat Atha langsung bertanya
"Dimana Khaira...."
"Aku nggak tahu, Diego...."
"Aku nggak percaya, kamu sebagai adiknya pasti tahu dimana keberadaannya"
"Aku bersumpah Diego, aku nggak tahu. Aku sudah berusaha memberinya pengertian agar tak pergi. Tapi ia berpikir jika ini yang terbaik buatmu...."
Atha memang tak bohong, kota di mana Khaira menetap saat ini hanya diketahui Azril. Khaira tak mau Atha keceplosan mengatakan semuanya pada Diego. Itulah sebabnya ia tak memberitahukan Atha dimana ia saat ini.
"Terbaik buatku atau terbaik buat Khaira. Aku tak baik baik aja...kamu tahu itu" ucap Diego menahan air matanya.
"Diego, mbak Khaira ingin kamu fokus dengan ujian akhirmu. Itulah sebabnya ia pergi. Ia juga akan melanjutkan kuliahnya, jika kalian memang saling mencintai cobalah bertahan dengan perasaan kalian dan setia selama berpisah...."
"Aku hanya ingin tahu keberadaannya. Jika ia memang tetap ingin kuliah, mengapa tidak terus terang. Mengapa harus pergi diam diam. Mengapa pergi tanpa pamit. Aku akan coba mengerti jika ia memang tetap ingin melanjutkan kuliah ke luar kota"
"Diego, banyak yang menjadi pertimbangan buat Mbak Khaira untuk mengambil keputusan ini. Aku harap kamu bisa mengerti. Ini ada surat titipan dari kak Khaira...."
Diego mengambil surat itu dan membacanya. Atha pergi meninggalkan Diego sendiri di kamarnya.
"Diego, saat kamu membaca surat ini aku pasti sudah berada di kota yang berbeda denganmu. Maaf, aku pergi tanpa pamit. Aku ingin kamu belajar yang baik agar lulus dengan nilai yang memuaskan dan bisa masuk perguruan tinggi yang kamu inginkan. Aku juga pergi untuk meneruskan kuliahku. Saat kita bertemu lagi aku ingin melihatmu sudah kuliah ditempat yang sangat bagus. Aku sangat menyayangi dan mencintaimu. Aku harap kamu bisa menerima apa yang aku lakukan saat ini. Aku yakin atas takdirnya Tuhan, jika kita memang ditakdirkan berjodoh, pasti suatu saat kita akan bertemu kembali dengan hati dan perasaan yang tak berubah. Tapi jika pada akhirnya kita menemukan cinta lain, aku yakin itu juga takdir dari Tuhan. Biarlah waktu yang akan menjawabnya. Kemana hati ini akan berlabuh nantinya. Dari mbak dan wanita yang mrncintaimu...Khaira"
Diego meremas surat yang ditulis dengan tangan Khaira itu. Ia lalu memasukan surat itu kedalam saku celananya.
"Khaira, akan aku buktikan padamu...jika cinta ini bukanlah sekedar main main. Aku akan menunggu saat kita bertemu kembali. Aku tak akan mengenal cinta dan wanita lain kecuali kamu. Dan jika pada akhirnya kamu memilih cinta dan pria lain , maka akan kusimpan dan kubawa cinta ini selamanya...."
__ADS_1
Diego pamit dengan Atha untuk kembali kerumahnya.
####################
Tiga bulan kemudian
Sejak kepergian Khaira , Diego lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar. Selain pergi sekolah ia jarang keluar rumah.
Ia jadi pendiam dan pemurung. Hanna sang mami sering bertanya pada putranya, apa ia ada masalah kenapa ia jadi berubah begini.
Kenzo yang mengetahui jika Khaira kuliah keluar kota , menduga ini ada kaitannya dengan kepergian Khaira.
Pada suatu malam Kenzo mendatangi Diego yang sedang belajar di kamar. Setelah mengetuk pintu dan dipersilakan maauk, Kenzo duduk ditepi ranjang Diego.
"Boleh daddy bicara...."
"Silakan, dad...." ucap Diego datar
"Daddy tidak mengganggu waktu belajarmu..."
"Aku sudah selesai belajar" ucap Diego dan menarik kursi belajarnya mendekati Kenzo.
"Daddy perhatikan sudah hampir tiga bulan ini kamu tampak sangat pendiam dan sering mengurung diri di kamar"
"Aku sibuk belajar , Dad. Seminggu lagi ujian akhirku dimulai"
"Aku rasa sikapku biasa aja....."
"Kamu tak pernah berkumpul menonton dengan kami, kamu tak pernah mau ikut pertemuan keluarga dan juga kamu tak pernah mau diajak kerumah papi Azril"
"Itu mungkin hanya perasaan Daddy aja, aku kira aku biasa aja...."
"Apa ini ada kaitannya dengan kepergian Khaira" ucap Kenzo dengan hati hati
"Kenapa daddy mengira begitu"
"Daddy yakin kamu dan Khaira memiliki hubungan yang lebih dari sekedar hubungan saudara"
"Sudahlah dad...Daddy mulai bicara ngawur"
"Daddy bukan sembarang bicara, Diego. Kamu bisa jujur dengan Daddy tentang hubungan dan perasaanmu pada Khaira. Daddy akan mencoba memahaminya"
"Sudah terlambat dad...."
"Maksud kamu apa..."
__ADS_1
"Khaira juga sudah pergi, aku tak tahu apa ia akan kembali. Dan apa akan sama perasaannya padaku saat ia kembali nanti"
"Kamu mencintai Khaira"
"Ya, aku sangat mencintainya. Dan aku tahu, oma , daddy dan mami akan menentangku. Tapi perlu daddy ketahui, aku tak akan merubah perasaan ini walau kalian semua tidak merestuinya..."
"Kenapa kamu berpikir Daddy akan menemtang hubunganmu"
"Jangan bilang jika Daddy bisa menerima hubungan ini"
"Kenapa tidak, kamu dan Khaira bukan saudara kandung. Daddy menyayangi Khaira, dan jika suatu saat menjadi menantu daddy pasti itu sangat menyenangkan"
"Bagaimana dengan mami, terutama oma. Daddy tahu, aku yakin Khaira mengambil keputusan buat pergi dariku karena melihat sikap dan mendengar perkataan oma saat di rumah sakit. Padahal, sebelum ke Singapura Khaira dan aku baik baik saja. Khaira sudah bisa menerima perasaanku. Dan ia juga telah mengutarakan perasaannnya. Tapi semua berubah, Khaira pasti tidak bisa menerima perlakuan oma, itulah sebabnya ia meninggalkanku" ucap Diego dan tak bisa lagi menahan air matanya.
"Daddy, akan membantumu mencari tahu keberadaan Khaira dengan memaksa papi Azril buat berkata jujur dimana Khaira berada saat ini...."
"Aku tak yakin daddy bisa membantu. Papi Azril aja menyembunyikan semuanya dari Atha. Bagaimana mungkin ia mau memberitahukan semuanya pada Daddy"
"Daddy akan terus berusaha..."
"Daddy, biarlah semua berjalan sebagaimana mestinya. Aku ingin tahu seberapa rasa cinta Khaira padaku. Apa ia akan berubah dan mencintai pria lain...."
"Seandainya itu memang terjadi, apa kamu bisa menerimanya...."
"Daddy, aku akan berusaha semampuku untuk mengembalikan cintanya selagi ijab kabul belum terucap"
"Daddy mendukung semua keputusanmu"
"Daddy, aku mau jangan sampai mami apa lagi Oma tahu tentang hubunganku ini, sampai aku bisa meyakinkan Khaira akan cintaku padanya.
Dan juga saat ini aku ingin membuktikan pada Khaira jika aku bisa masuk perguruan tinggi sesuai yang aku inginkan. Ini semua demi masa depan kami nantinya..."
"Daddy tak mungkin memberitahu oma kamu tentang hubungan kalian, Daddy tak mau oma kamu mencari cara agar kamu berpisah selamanya dengan Khaira. Daddy tak mau kisah antara daddy dengan mommy Khaira terulang"
"Bagus itu, nak. Saat Khaira kembali, kamu harus bisa lihatkan pada Khaira jika Diego putra daddy telah berubah menjadi pria dewasa yang bisa bertanggung jawab dengan setiap tindakan dan perbuatannya"
"Baik , Dad...terima kasih karena mau menerima hubungan kami"
"Daddy akan selalu mendukung semua keputusanmu jika itu tidak perbuatan yang salah"
Setelah cukup lama bicara dengan Diego, Kenzo keluar dari kamar menuju kamarnya. Tampak Hanna yang telah menanti di kamar siap mendengar ceritanya mengenai perubahan sikap putra mereka.
Kenzo memang telah mengatakan pada Hanna jika ia ingin bertanya langsung pada Diego tentang perubahan sikapnya. Dan Kenzo minta Hanna tetap dikamar menantikan cerita darinya.
*******************
__ADS_1
Terima kasih