CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Enam Season 2


__ADS_3

Khaira masuk rumah dengan masih terisak. Azril dan Atha yang sedang menonton heran melihatnya.


"Sayang, baru pulang ya. Kenapa menangis..."


"Papi..." ujar Khaira dan langsung memeluk Azril


"Kenapa, siapa yang telah membuat kamu menangis" ucap Azril sedikit keras. Ia memang tak akan membiarkan siapapun yang membaut anak anaknya menangis. Karena janjinya pada Alesha, tidak akan membuat putra putrinya bersedih.


"Nggak ada. Aku tadi menonton sama Diego. Film nya sedih banget" ucap Khaira berbohong


"Mana Diegonya. Kamu pulang dengan Diego ..."


"Iya, aku suruh pulang aja...."


"Tumben Diego langsung pulang, biasanya udah diusir baru pulang" gumam Atha


"Papi...apa boleh seorang adik jatuh cinta sama mbaknya"


"Tentu saja nggak boleh...."


"Emang siapa yang cinta sama mbak, aku nggak ya" ujar Atha


"Bukan kamu...."


"Jika bukan aku siapa...Diego" tanya Atha


"Bukan, mbak cuma tanya aja. Itu cerita tentang film tadi"


"Jangan baper kalau nonton tuh"


"Biarin, emang kamu. Hidup itu cuma datar datar aja...nggak ada sedih atau bahagianya"


"Udah, jangan bertengkar melulu...."


"Papi, aku boleh tidur bareng papi"


"Mbak itu sudah tua, nggak pantas tidur bareng papi lagi. Jangan manja...udah pantas nikah mbak tuh"


"Betul papi, aku udah tua ya. Aku nggak boleh tidur bareng papi lagi"


"Kalau kamu mau tidur bareng papi, ya udah tidur aja...."


"Tuh ... papi aja boleh"


Malam itu Khaira tak jadi tidur bareng papinya. Ia tak ingin nanti Azril bertanya jika melihat ia yang sangat gelisah. Ia kembali teringat Diego dan pernyataan cintanya.


"Apa tadi aku keterlaluan sampai menamparnya. Tapi Diego pantas menerimanya. Ia telah lancang mencium bibirku"


Sementara itu dikamarnya Diego juga gelisah, ia teringat Khaira yang menangis karena perbuatannya.


"Aku memang keterlaluan, tidak seharusnya aku mencium bibir Khaira. Tapi itu semua karena aku tak suka ia mengatakan akan bertunangan dengan Alby...."

__ADS_1


Seminggu sudah sejak Diego menyatakan cinta. Khaira tak pernah mengangkat telepon atau membalas pesan yang dikirim Diego.


Hari ini kembali Alby mengajak Khaira pergi makan malam. Saat makan malam Alby ingin menyatakan cintanya. Sudah hampir lima tahun ia mengenal Khaira, sudah cukup buat meyakinkan hatinya jika ia mencintai gadis itu.


Setelah menyantap hidangan yang mereka pesan, Alby menggenggam tangan Khaira yang berada di atas meja.


"Khaira, aku ingin mengatakan sesuatu. Sudah lama aku ingin katakan ini. Tapi aku menunggu saat kamu lulus kuliah. Sekarang kamu hanya menunggu wisuda, aku rasa ini waktu yang tepat...."


Alby menghentikan ucapannya. Khaira sebenarnya udah mulai menebak apa yang akan Alby katakan.


"Khaira, aku mencintaimu. Aku ingin menjalin hubungan serius denganmu. Apakah kamu mau menjadi kekasihku"


Khaira hanya diam mendengar ucapan Alby, tiba tiba ia ingat Diego.


"Apakah aku harus menerima cinta mas Alby. Bukankah mas Alby pria yang baik, dan juga dewasa. Tak ada salahnya aku mencoba menjalin hubungan dengannya...."


"Khaira..." panggil Alby memecahkan lamunan Khaira


"Iya, mas...."


"Apa kamu mau menjadi kekasihku" ulang Alby


Khaira hanya mengangguk sebagai jawaban. Melihat itu Alby langsung tersenyum dan mengecup tangan Khaira.


"Mas, aku tak mau pacaran seperti remaja. Jika mas memang serius, mas bisa langsung melamar. Kita bisa tunangan aja dulu sebelum menikah...."


"Kamu serius , Khai. Aku senang banget jika kamu memang maunya begitu"


"Baiklah, pulang dari sini aku langsung menemui papi"


Sehabis makan malam, Alby mengantar Khaira. Tampak Azril dan Atha yang masih menonton permainan bola kaki ditelevisi.


Alby duduk dihadapan Azril setelah dipersilakan Azril.


"Om, aku ingin bicara...."


"Silakan...." ucap Azril dan mengecilkan volume televisi.


Atha duduk di sofa berdampingan dengan Khaira.


"Aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan Khaira. Aku ingin melamarnya menjadi istriku...."


"Alby, sebagai seorang papi...om hanya menginginkan semua yang terbaik buat anaknya. Jika memang Khaira mencintaimu, om pasti merestui. Kamu bisa melamar Khaira kapanpun kamu mau. Kamu dan Khaira bisa mengatur waktunya , om hanya menunggu kedatangan keluargamu. Om sudah mengenalmu cukup lama. Selama ini om tak pernah melihat kamu melakukan kesalahan pada Khaira. Hubungan kalian baik baik saja. Tak ada alasan buat om menolak kamu, apa lagi jika memang Khaira mencintaimu..."


"Terima kasih, om...aku akan datang bersama keluargaku minggu depan"


"Khaira, kamu sudah yakin menjadi pendamping Alby ...."


Khaira memandangi wajah Alby sebelum akhirnya mengangguk.


"Alby, yang harus kamu ketahui...Khaira adalah putri kesayanganku. Aku tak mau kamu menyakitinya. Jika ia melakukan kesalahan kamu bisa menegurnya tanpa kekerasan. Jika ia masih juga melakukan kesalahan itu, kamu bisa bicara sama om. Biar om yang bicara sama Khaira...."

__ADS_1


"Iya, om...."


"Sejak kecil ,baik Khaira maupun Atha tidak pernah sekalipun om memarahi mereka. Jika salah om cukup menegurnya. Karena bagi om merekalah harta om yang paling berharga. Om tak akan memaafkan siapapun itu yang menyakiti anak anak om. Jika kamu menyakiti Khaira, kamu bukan hanya berhadapan dengan om. Tapi ada daddy dan maminya..."


"Aku akan mencintai Khaira dengan tulus ,om. Aku tak akan menyakitinya"


"Om, ingin kamu juga mendatangi daddy dan maminya. Bicarakan tentang tujuanmu yang ingin melamar Khaira pada mereka. Karena bagi Khaira, selain om ...daddy dan mami itu juga orang tuanya"


"Baik om. Khaira, bagaimana jika besok malam kita ke rumah daddy dan mamimu"


"Ya, mas..."


Alby dan Azril bicara cukup lama. Setelah jam menunjukan pukul sepuluh malam, akhirnya Alby pamit.


Khaira juga pamit ke kamarnya. Atha mengikuti Khaira masuk ke kamar mbaknya itu.


"Mbak yakin akan bertunangan dengan mas Alby"


"Ya, kenapa...."


"Bukan sebagai pelarian"


"Maksud kamu apa, mbak nggak ngerti" ucap Khaira. Ia duduk ditepi ranjangnya.


"Aku sudah tahu semuanya dari Diego"


Atha dan Diego memang sangat akrab. Mereka saling terbuka. Atha sudah lama tahu, jika Diego mencintai Khaira. Ia sempat tak terima dan marah. Tapi ia juga menyadari jika Diego pasti tak pernah menginginkan ini, cinta datang sendirinya tanpa kita bisa memilih dimana ia akan berlabuh.


"Mbak nggak ngerti apa yang kamu katakan"


"Jangan pura pura mbak. Aku tahu Diego baru menyatakan cintanya pada mbak. Apa mbak menerima mas Alby agar Diego melupakan cintanya pada mbak. Itu nggak adil buat mas Alby jika ia hanya mbak jadikan alasan buat menolak Diego"


"Kamu tahu apa tentang perasaan mbak. Mbak memang menyukai mas Alby"


"Suka...bukan cinta"


"Sudahlah Atha, mbak capek mau tidur"


"Pikirkanlah sekali lagi mengenai keputusan yang mbak ambil. Jangan terburu buru. Nanti mbak menyesal"


"Mbak udah memikirkannya, sekarang mbak mau kamu tinggalkan mbak. Mbak mau istirahat"


"Baiklah, selamat malam" ucap Atha dan mengecup kepala Khaira. Ia sangat menyayangi kakak wanitanya itu.


Setelah Atha pergi, Khaira langsung merebahkan diri tanpa mengganti pakaian dan membersihkan diri.


"Tuhan....aku harap keputusan yang aku ambil ini adalah yang terbaik buat semuanya"


***********************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2