
Sudah satu minggu sejak kembali dari Bandung ,Azril tidak tidur di apartemennya. Ia sengaja menghindari berdua dengan Tiara .
Azril menginap di salah satu hotel. Di kantor ia juga selalu menghindari Tiara. Rekan kerja jadi banyak yang menggosipkan mereka. Baru saja menikah sudah bertengkar.
"Azril...aku mau kamu pulang"ucap Tiara langsung begitu berada dihadapan Azril.
"Maaf aku lagi sibuk,aku tak mau di ganggu. Saya mohon anda keluar,karena saya lagi tidak ingin diganggu oleh siapapun"
"Aku benar benar akan mengirim video kita itu di grup perusahaan jika kamu masih bersikap begini"
"Apa kamu tidak punya ancaman yang lain,selain video itu.Jika kamu ingin menyebarkannya silakan. Aku nggak takut..."
"Kamu menantang aku...."
"Kamu tahukan ,jika Video itu tersebar bukan hanya aku saja yang malu.Tapi kamu juga.Atau kamu sudah tidak memiliki urat malu"
"Aku tidak malu karena aku melakukan denganmu.Pasti semua orang akan iri padaku.Habis kamu sangat hot malam itu. Kamu yang mengakunya aku jebak tapi masih mau melakukannya berulang kali denganku . Bagaimana jika melakukannya dengan sadar dan atas dasar cinta,pasti kamu akan memakanku sampai pagi"
"Dasar wanita gila...kamu memang tak punya malu. Sudah berapa laki laki yang menidurimu"
"Kamu ingin tahu atau ingin tahu banget"ucap Tiara memancing emosi Azril
"Keluar kamu...."teriak Azril
"Kamu tau Azril,setiap laki laki yang tidur denganku pasti akan meminta ulang,mereka tidak akan puas dengan hanya melakukan satu kali , termasuk kamukan. Apakah permainan aku memuaskan"
"Menjijikan sekali kamu Tiara"
"Walau aku menjijikan,tapi kamu melepaskan perjakamu denganku...ha..ha"tawa Tiara
"Kamu yang keluar atau aku yang keluar "teriak Azril
"Keluar apa sayang, dimasukin aja belum masa sudah mau keluar..."
"Kamu memang sudah gila ,Tiara. Apa yang kamu bicarakan"geram Azril.
"Apa kamu tak ingin bercinta lagi denganku. Kamu tak ingin mengulang malam panas kita.Aku janji akan memberi service yang lebih memuaskan dari hari itu"
Azril berdiri dari kursinya dan berjalan meninggalkan ruang kerjanya tanpa kata.
"Kamu pikir aku ini Alesha ,yang akan menangis ketika kamu bentak atau kasari...aku sudah biasa hidup keras ,aku bukan wanita manja"
Sementara di kantornya Alesha yang sedang berkerja didatangi Dita.
"Bu bos,gue mau izin cuti seminggu lagi ya.Buat persiapan pesta pernikahanku"
"Napa ngomong denganku Dita. Kamu minta izin sama kak Kenzo lah"
__ADS_1
"Kamu kan istrinya bos, nggak ada bedanya aku minta izin kamu atau pak bos.Pak Bos aulit ditemui sekarang.Lihat aja pergi dari pagi sampai mau makan siang belum juga kembali"
"Kak Kenzo lagi mengurus kantor cabang yang di Bogor"
"Aduh istri bos,tahu aja jadwal suaminya"
"Dita jaga ucapannya. Nanti ada yang dengar,di kira benaran aku istri kak Kenzo. Aku tahu jadwal kak Kenzo karena aku sekretarisnya"
"Iya...iya deh. Serius amat sih jadi orang.Makan siang di tempat biasa yuk. Dah seminggu nih aku nggak makan siang bareng kamu..."
"Sebentar lagi ya,nanggung nih.Aku selesaikan ini dulu"
Setelah selesai dengan kerjanya Alesha dan Dita berjalan menuju kafe diseberang gedung kantor mereka.
Alesha dan Dita memilih duduk di meja dekat jendela .
Setelah memesan makanan Alesha dan Dita mulai menyantapnya.
"Kamu sudah jadian ya dengan kak Kenzo"
"Aku nggak tahu ,Dit.Apa kami bisa dibilang sudah jadian atau belum. Yang jelas kami menjalani aja dulu. Jika memang telah cocok kami tidak akan pacaran ,tapi langsung menikah aja"
"Gila lu,main nikah aja"
"Kita pacaran tujuannya buat menikah jugakan."
"Kamu benar juga ,Dit.Jika kita mencintai seseorang dan tak mendapat balasan akan terasa sakit banget ya.Tapi jika dicintai,kita pasti akan selalu dibuat bahagia sama orang yang mencintai kita"
"Tumben pintar ,biasanya bego karena jadi bucin"
"Enak aja bilang orang bego...."ujar Lesha pura pura marah.
Mereka asyik mengobrol dan tak menyadari Azril yang berdiri di meja tempat mereka makan.
"Asyik benar,lagi ngobrol apa sih"ucap Azril mengejutkan Alesha dan Dita.
"Eh,ada kak Azril. Kak Azril minum air yang pakai gula berapa gelas ya sehari.Pasti setiap jam ya..."ucap Dita
"Nggaklah ,Dit.Paling cuma dua gelas sehari"
"Dua gelas sehari aja bisa semanis ini,gimana jika tiap jam ya. Bisa bisa orang yang lihat wajah kak Azril langsung terserang penyakit diabetes kali ya"
"Kamu bisa aja,Dit...cewek di sebelah kamu tuh yang manis banget"
"Huss...nggak boleh gombalin cewek lain,nnati istri kak Azril bisa marah"
"Biarin ,mau marah atau bunuh diri sekalian nggak ngaruh"
__ADS_1
"Kak Azril,masa ngomong gitu.Nanti jika kak Tiara dengar pasti akn sedih"ucap Alesha
"Makan apa ,Sha.Enak banget kayaknya"ucap Azril mengalihkan pembicaraan
"Kak Azril udah makan apa belum..."
"Belum,Sha"
"Kok belum makan,ini sudah jam berapa.Katanya nggak boleh telat makan,kak Azril sendiri telat makannya"
"Kak Azril boleh coba makanan kamu itu ,Sha. Sesuap aja. Kalau enak kak Azril pesan nanti buat kakak"
"Modus...."ujar Dita
Alesha menyuapi makanannya ke mulut Azril.
Di meja lain ternyata Tiara lagi memperhatikan semua itu.
Ia lalu berdiri dan mendekati meja tempat Alesha makan. Tiara langsung mengambil gelas air minum Dita dan menyiram ke wajah Alesha.
Alesha menjadi kaget.Begitu juga Azril dan Dita.
"Apa nggak cukup kamu dengan satu pria aja. Apa Kenzo tak memberi kamu kepuasan sehingga menggoda suami orang"teriak Tiara ,membuat pengunjung memandang ke arah mereka.
"Apa apaan kamu ,Tiara. Jangan membuat masalah"
"Kenapa aku yang kamu katakan membuat masalah,wanita pelakor ini yang pembuat masalah"
"Jaga mulutmu,siapa yang kamu bilang pelakor. Alesha kamu katakan pelakor...apa kamu lupa jika ia adikku"
"Adik...jangan mengatasnamakan adik untuk membenarkan perbuatan kamu. Mana ada adik yang bisa dinikahi..."
"Kamu keterlaluan...kamu yang pelakor,kenapa kamu menuduh Alesha..."ucap Azril emosi
"Aku pelakor...apa kamu lupa jika aku masih berhubungan dengan kamu saat itu, karena aku tidak tahu kamu telah menikah,tapi Alesha ...ia tahu kita telah menikah tapi masih saja dekat denganmu.Apa ia tidak bisa menjaga jarak,bukan saja buat menjaga hatiku tapi juga menjaga hati Kenzo kekasihnya...Mana yang murahan aku apa Alesha..."
"Jaga ucapanmu Tiara..."ucap Azril ingin menampar Tiara tapi tangannya ditahan Alesha.
"Sudahlah kak Azril...kak Tiara benar.Aku seharusnya tidak boleh lagi dekat kakak,aku harus menjaga jarak dari kakak. Aku minta maaf kak Tiara jika aku salah.Mulai saat ini aku janji tidak akan pernah lagi meladeni kak Azril,aku janji akan menjauh sejauh aku bisa dari kak Azril. Dan aku juga mohon pada Azril,jangan pernah dekati aku jika kebetulan kak Azril melihatku,agar tak ada lagi kesalah pahaman..."
Alesha pergi meninggalkan kafe itu dan masuk ke salah satu taksi yang mangkal di depan kafe.
"Aku tak akan pernah memaafkan kamu,Tiara"ucap Azril dan meninggalkan Tiara.
Dita mengikuti langkah Azril meninggalkan kafe setelah melakukan pembayaran.
*********************
__ADS_1
Terima kasih....