
Sudah empat hari Alesha terbaring tak sadarkan diri. Dokter mengatakan keadaan Alesha sudah banyak perkembangannya.
Kenzo dengan sabar selalu menanti Alesha sadarkan diri. Ia tak pernah jauh dari ruang tempat Alesha di rawat.
Sore hari keempat Alesha tampak mulai membuka matanya perlahan. Ia memperhatikan kesekelillingnya. Tampak ruang dengan nuansa putih.
Alesha melihat ketubuhnya, banyak terdapat selang di tubuhnya. Kenzo yang mengintip dari balik kaca melihat pergerakan tubuh Alesha langsung berlari mencari dokter.
Kenzo mengatakan jika ia melihat Alesha bergerak. Dokter berjalan menuju ruang perawatan Alesha dan melakukan pemeriksaan.
Setelah sepuluh menit memeriksa dokter keluar dan mengabarkan jika Alesha saat ini telah sadar dan keadaannya stabil sehingga ia akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap.
Kenzo tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Ia minta izin menemui Alesha.
"Sayang, kamu telah sadar. Apa yang kamu rasakan...apa masih sakit"
"Kak..."ucap Alesha pelan
"Kamu mau lihat putri kita...."
"Iya , kak"
"Kamu harus cepat pulih, biar bisa gendong bayi kita. Bayinya cantik banget, kayak mommy"
Alesha tersenyum mendengar ucapan Kenzo. Ia membalas genggaman tangan Kenzo.
Sore harinya Alesha dipindahkan ke kamar rawat inap. Kenzo menghubungi bunda dan mengabarkan jika Alesha telah sadar.
Kenzo tak ingin bunda cemas ,jika memikirkan Alesha yang sedang di rawat. Dan juga ia tak ingin bunda ke Singapura.
Setelah menghubungi bunda, Kenzo kembali ke kamar. Di dalam kamar telah ada papi dan mami yang sedang menggendong bayi Alesha.
"Alesha...lihat ini bayimu cantik banget. Terima kasih ya telah memberi mami dan papi cucu yang sangat lucu"ucap Mami dan mendekatkan bayi Alesha kedadanya.
Alesha mengelus pipi chubby putrinya. Ia juga mengecupnya. Tubuhnya masih sangat lemas untuk menggendong putrinya.
Setelah Alesha puas memandangi wajah putrinya, mami meletakan ke dalam tempat tidur bayi.
Kenzo duduk di samping tempat tidur Alesha dan menggenggam tangannya.
"Sayang, kamu udah lihatkan putri kita. Sehat dan lucu..."
"Iya , kak. Kak, apa ayah dan bunda sudah tahu jika aku melahirkan"
"Kakak sudah menghubungi mereka"
__ADS_1
"Aku mau bicara dengan bunda ,kak"
"Nanti aja ya, kamu belum pulih benar sayang"
"Iya ,kak"
###################
Keesokan harinya kesehatan Alesha sudah makin membaik. Ia sudah mulai menggerakan badannya. Ia di bantu Kenzo berusaha duduk dengan sandaran bantal dipunggungnya.
Alesha makan disuapi Kenzo, ia mencoba menggendong putrinya. Alesha mmeperhatikan wajah putrinya. Ketika putrinya tersenyum Alesha menjadi kaget, senyum putrinya sama persis dengan Azril.
"Ya Tuhan, senyum putriku ini sangat mirip dengan ayah biologisnya."
Kenzo memeluk Alesha dan mengecup pipinya. Ia mengambil putrinya dari gendongan Alesha. Dan meletakan kembali ke tempat tidur.
"Jangan menggendong terlalu lama dulu ya sayang, kakak takut nanti kamu jadi capek. Kamu baru aja pulih"
"Tapikan babynya nggak berat , kak"
"Walau nggak berat, kakak nggak mau kamu sakit lagi. Nanti jika kamu sudah pulih benar, kamu bisa menggendongnya lama lama"
"Kak..."
"Iya sayang"
"Ia bukan hanya putri kamu, tapi juga putri kakak. Oh ya mami dan papi tadi datang kamu masih tidur. Papi dan mami minta maaf karena tak bisa menemani kamu sampai kembali ke rumah. Papi harus selesaikan kerjaannya yang tertunda karena harus kembali cepat mendengar kamu lahiran kemarin. Mami menemani papi. Mungkin cuma seminggu mereka akan kembali lagi"
"Nggak apa kak. Aku sudah merepotkan papi dan mami"
"Kamu nggak boleh ngomong begitu, papi dan mami pasti tidak pernah merasa kamu repotkan. Bukankah kamu menantunya. Dan juga papi dan mami sangat senang karena kamu sudah memberikan cucu yang lucu untuk mereka. Oh ya,Sha. Mami boleh memberi nama putri kita"
"Tentu saja boleh kak"
"Mami udah menyiapkan satu nama buat baby girl"
"Apa mami sudah memberitahu kakak nama yang akan mami berikan"
"Sudah , sayang. Mami memberi nama baby girl kita Hafiza Khaira Lubna. Panggilannya Khaira. Kamu suka...jika kamu nggak suka, mami nggak keberatan kok di ganti"
"Aku nggak keberatan kak. Aku suka nama itu..."
"Baguslah jika kamu juga menyukai nama pemberian mami. Ia pasti senang jika nama pemberiannya disematkan dibayi kita"
"Ya Tuhan...apa yang aku lakukan ini salah. Aku telah menyembunyikan keberadaan putriku dari ayah kandungnya , juga dari kakek dan neneknya. Aku telah membohongi ayah bunda yang telah menyayangiku seperti putri kandungnya sendiri. Aku saat ini merasa sangat jahat pada ayah dan bunda. Dan bagaimana reaksi mami dan papi jika tahu khaira bukan darah daging Kenzo..."
__ADS_1
###############
Setelah sepuluh hari di rawat akhirnya Alesha diizinkan pulang dengan syarat tak boleh bekerja dan mengangkat beban yang berat.
Alesha dibantu satu perawat dan mami dalam menjaga putrinya. Setiap pagi sampai Kenzo pulang kerja Alesha selalu ditemani mami.
Alesha ingin sekali menghubungi Bunda, tapi ia segan dengan mami yang selalu berada disampingnya. Alesha menghubungi bunda hanya sebentar setelah ia kembali ke rumah menggunakan ponsel Kenzo.
Saat ini usia putri Alesha telah satu bulan. Mami tidak ada menemani Alesha karena ia harus pergi menemani papi yang harus ke negara lain selama seminggu ini.
Alesha hanya ditemani oleh perawat dan asisten rumah tangganya. Ketika Kenzo sudah pergi kerja, Alesha mencoba menghubungi bunda.
"Hallo siapa ini..."
"Ini Lesha , bunda"
"Lesha...apa kabar nak. Bagaimana kesehatan kamu. Sudah baikan nak..."
"Alhamdulillah sudah bunda. Bunda apa kabar, ayah dan bunda juga sehatkan"
"Alhamdulilah sehat nak. Azril yang pernah sakit dan di rawat . Bersamaan dengan kamu di rawat ketika melahirkan. Itulah makanya bunda tak bisa ke Singapura ketika kamu sedang kritis. Sebenarnya ayah dan bunda ingin sekali ke sana. Tapi ayah melarang, ia tak mau nanti Kenzo jadi salah paham. Ayah dan bunda hanya bisa mendokan kamu dari jauh saja nak. Ayah bilang, kamu kan sudah ada yang menjaga. Jadi bunda tak perlu terlalu cemas lagi. Ayah yakin Kenzo bisa menjaga dan melindungimu"
"Bunda...aku juga kangen bunda. Aku juga ingin bertemu bunda. Tapi saat ini aku belum bisa menemui bunda, mungkin jika anak aku sudah cukup besar baru aku bisa menemui ayah dan bunda. Bunda , aku minta maaf"
"Kamu kenapa menangis nak, kamu salah apa. Kenapa kamu harus minta maaf"
"Bunda...aku telah membohongi ayah dan bunda"
"Kamu membohongi apa nak..."
"Maafkan aku bunda, saat ini aku belum bisa mengatakan kebenarannya. Tapi aku janji suatu saat aku akan berterus tetang. Aku saat ini belum siap mengatakan semuanya"
"Sudahlah nak, jika kamu belum siap buat jujur. Tapi apapun itu, jika kamu menyembunyikan sesuatu kebenaran, bunda harap kamu segera mengatakannya karena semakin kamu menyimpan rapat satu kebohongan kamu akan terus dihantui rasa bersalah"
"Bunda....maafkan aku"
"Iya nak...Lesha, apa bunda boleh melihat wajah putrimu. Kenzo bilang putrimu sangat mirip kamu. Bunda jadi ingin melihat wajahnya. Bisa kamu kirim foto nya ke bunda"
"Bisa bunda. Nanti Alesha foto dulu. Bunda udah dulu ya. Bunda jaga kesehatan. Salam buat ayah...."
"Iya, nak...kamu juga jaga kesehatan kamu dan cucu bunda"
Alesha mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali setelah menghubungi bunda.
"Ya Tuhan, apakah ini yang dikatakan ikatan batin. Kak Azril juga merasakan sakit ketika aku akan melahirkan putrinya..."
__ADS_1
**************************
Terima kasih