CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Enam puluh Enam


__ADS_3

Saat ini kandungan Alesha sudah memasuki bulan ke sembilan. Sudah satu minggu Azril merasa gelisah. Ia merasakan sedikit keram diperutnya. Ia juga sering merasa sesak nafasnya.


Azril tidak bisa memajamkan matanya bila malam tiba. Punggungnya terasa pegal. Jika tidur miring, sesak juga. Tidur terlentang juga.


Di Singapura Alesha juga merasakan seperti yang Azril rasakan. Ia tak bisa tidur nyenyak sudah seminggu ini karena perutnya yang udah sangat membuncit.


Alesha merasakan perutnya terkadang keram. Kenzo yang melihat Alesha tidak bisa tidur mengusap perut istrinya. Ia sudah banyak membaca tentang kehamilan. Termasuk saat saat melahirkan.


Kenzo sudah seminggu ini tak bisa tidur nyenyak. Ia takut tiba tiba Alesha merasa sakit karena akan melahirkan.


"Sayang, kenapa gelisah. Kamu sudah merasa sakit ya..."


"Kak, aku nggak bisa tidur dari tadi perutku terasa sakit , pinggangku juga"


"Itukan tanda tanda mau melahirkan sayang"


"Tapi menurut perkiraan masih sepuluh hari lagikan kak"


"Iya sih, apa kita periksakan aja"


"Tapi ini sudah tengah malam kak"


"Di rumah sakit itukan ada dokter kandungan lain sementara dokter Doni datang"


"Aku takut kayak sebulan yang lalu. Ternyata aku cuma kontraksi palsu"


"Dokter Doni bilangkan jika rasa sakitnya makin terasa intens dan terus menerus itu sudah saatnya kamu melahirkan"


"Iya kak. Ini tadi hilang timbul sakitnya tapi saat ini makin terasa kak"


"Kalau gitu kita siap siap kerumah sakit aja. Kakak takut kamu memang mau melahirkan"


Kenzo bangun dari tidurnya dan menuju lemari pakaian . Ia mengganti pakaiannya. Setelah itu ia membantu Alesha mengganti pakaiannya.


Sementara itu di apartemennya, Azril merasakan perutnya keram. Ia juga merasaka. sakit dipinggul dan pinggangnya.


"Ada apa dengan tubuhku ini. Mengapa beberapa bulan ini ada aja yang aku rasakan. Tujuh bulan lalu aku merasakan mual dan muntah . Setelah itu beberapa bulan lalu aku merasakan nafsu makan aku bertambah. Aku jadi pemakan apa saja. Dan sekarang aku merasakan sakit seperti ini. Apa sebenarnya ini"


Azril mencoba memejamkan matanya tapi tak bisa, ia makin merasa gelisah.


Di apartemennya Kenzo, ia sudah menyiapkan semuanya. Tapi tiba tiba Alesha meringis dan menjerit kesakitan.


"Kak, perutku makin terasa sakit. Aku nggak tahan lagi kak"ucap Alesha dengan suara gemetar.


"Ayo ,kakak gendong aja kamu"


Kenzo menggendong Alesha dan membawanya menuju lift. Sampai di depan mobilnya, Kenzo langsung membuka pintu dan membaringkan tubuh Alesha di jok belakang.

__ADS_1


Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Ia tak berani mengebut, andai saja aku di Jakarta, pasti aku sudah melajukan mobilku dengan kencang, pikirnya Kenzo.


Alesha yang ada di mobil berteriak melihat darah banyak mengalir dikakinya.


"Kak...darah di kaki aku banyak banget"teriak Alesha


Kenzo melihat ke belakang ,tampak darah segar mengalir di kaki Kenzo. Ia sangat cemas. Kenzo makin mempercepat lari mobilnya.


Ia tak ingin terjadi sesuatu dengan Alesha atau bayinya.


Sampai di rumah sakit, Kenzo langsung menggendong Alesha menuju ruang persalinan. Ia telah menghubungi dokter Doni terlebih dahulu.


"Dokter , tolong Alesha dan bayinya"ucap Kenzo sambil menangis. Ia melihat wajah Alesha yang pucat.


Dokter segera menangani persalinan Alesha. Melihat kondisi Alesha yang sudah sangat lemah tak memungkinkan melahirkan normal.


Alesha juga sudah banyak mengeluarkan darah. Dokter akhirnya mengambil tindakan caesar buat Alesha.


Dokter meminta izin pada Kenzo. Setelah Kenzo menandatangani surat persetujuan, dokter segera melakukan tindakan operasi.


Papi dan mami Kenzo lagi berada di negara berbeda karena urusan bisnis. Menurut perkiraan Alesha akan melahirkan sepuluh hari lagi. Papi dan mami baru akan kembali dua hari lagi.


Kenzo menghubungi papi dan maminya mengabarkan jika Alesha akhirnya harus di operasi karena terjadi pendarahan akibat kontraksi yang hebat.


Sementara di apartemennya Azril juga merasakan sakit. Ia merintih menahan sakitnya. Ia menghubungi temannya dan meminta tolong mengantar ke rumah sakit.


Ditempat lain, tampak Kenzo yang gelisah menanti persalinan Alesha. Ia akhirnya meminta Keenan menemaninya.


Salah seorang perawat keluar membawa seorang bayi mungil yang cantik kehadapan Kenzo.(p**ercakapan dalam bahasa inggris ya,karena aku nggak mahir bahasa inggris jadi aku buat bahasa indonesia aja..😀😀)


"Bapak Kenzo...."


"Ya saya...."


"Selamat bapak, ini putri anda..."


"Apa..jadi ini anak saya. Bagaimana dengan ibunya..."


"Sedang dalam penanganan dokter. .."


Kenzo mengambil bayi dari tangan perawat itu. Dengan canggung ia menggendongnya. Kenzo mengembalikan bayinya ke tangan perawat lagi.



Ia minta izin akan mengambil wudhu. Setelah itu Kenzo mengadzani putri Alesha. Kenzo menciumi terus pipi gembul putri Alesha.


Setelah puas mengecupi pipi putri Alesha, Kenzo mengembalikan ke perawat. Bayi itu diletakan di tempat tidurnya kembali.

__ADS_1


Dokter Doni yang menangani persalinan Alesha tampak tergesa keluar dari ruang operasi. Kenzo ingin bertanya, tapi dokter tak mendengarnya karena ia berjalan dengan sangat tergesa.


Dokter itu kembali masuk dengan dua dokter lainnya. Tampak kesibukan di dalam ruang operasi.


Kenzo yang melihat itu menjadi cemas. Ia takut terjadi sesuatu dengan Alesha.


"Keen, mengapa dokter tampak begitu sibuk. Apa terjadi sesuatu dengan Alesha..."


"Kamu berdoa aja semoga semua berjalan baik dan lancar. Kita tidak bisa melakukan apa ap"


Setelah lebih satu jam akhirnya dokter keluar dan tampak Alesha yang tak sadarkan diri, kasurnya sedang di dorong dengan beberapa perawat.


Kenzo langsung mengejar dokter Doni meminta penjelasan apa yang terjadi dengan Alesha.


Dokter Doni meminta Kenzo mengikutinya menuju ruang kerjanya.


Kenzo duduk dihadapan dokter Doni dan minta penjelasannya. Dokter mengatakan saat ini Alesha masih dalam masa kritis karena ia mengalami pendarahan hebat akibat dari salah satu pembuluh darahnya putus saat operasi tadi.


Mendengar penjelasan dokter , Kenzo menjadi lemas dan sangat cemas. Ia menangis mendengar jika Alesha harus di rawat intensif.


Kenzo berjalan keluar dari ruang Dokter menuju ruang ICU . Ia melihat Alesha yang sedang terbaring lemah dengan banyak selng ditubuhnya.


"Ya Tuhan jangan ambil Alesha. Aku tak akan sanggup jika harus berpisah dengannya saat ini. Baru saja aku merasakan kebahagiaan . Aku tak ingin kehilangan Alesha. Sembuhkan Aleshaku..."


Kenzo terduduk di lantai sambil menangis. Keenan yang melihat Kenzo merasa sangat sedih.


"Tampaknya kamu sangat mencintai dan menyayangi Alesha Kenzo. Kamu tak pernah tampak sesedih saat ini"


Keenan mengusap punggung Kenzo mencoba memberi kekuatan.


"Kenzo ,kamu tak boleh begini. Ingat ada putrimu yang baru lahir. Seharusnya kamu bahagia. Dan juga Alesha pasti sedih jika melihatmu begini. Jika kamu aja tak semangat bagaimana Alesha juga bisa semnagat. Berdoalah semoga tidak ada terjadi apa apa pada Alesha dan ia kembali sehat"


"Keen...aku tak akan sanggup jika Alesha meninggalkanku"


"Alesha pasti sembuh, ia belum melihat putrinya ..."


"Kamu betul Keen, aku harus kuat agar Alesha juga kuat menghadapi ini. Aku nggak boleh rapuh"


Kenzo bangun dari duduknya dan melihat Alesha. Ia belum bisa masuk karena Alesha masih dalam masa kritis.


"Sayang, kamu harus kuat. Demi bayi kita. Bukankah kamu ingin menggendongnya. Cepat sadar sayang. Sayang, aku mau melihat putri kita dulu. Kamu yang semangat ya. Kamu pasti kuat...."gumam Kenzo.


Setelah itu Kenzo berjalan menuju kamar bayi, ingin melihat putri kecilnya Alesha.


***************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2