
Pagi harinya setelah sarapan Azril dan Lesha serta Khaira bersiap siap akan ke Bandung melihat proyek kerja sama mereka.
"Bunda yakin nggak mau ikut, nggak apa sendirian di rumah. Bunda bisa menunggu di rumah bunda yang di Bandung" ucap Alesha
"Nggak usah, nak.Lain kali kita ke Bandung memang untuk membersihkan rumah. Nantipun jika kemalaman kalian bisa menginap, jangan dipaksakan kembali. Bunda bisa jaga diri."
"Jika bunda nggak ikut, Lesha akan usahakan kembalilah. Nggak mungkin bunda tidur sendiri"
"Nggak apa nak. Ini bukan apartemen. Kiri kanan ada tetangga yang bisa diminta tolong jika ada sesuatu"
"Kalau gitu aku dan Alesha pamit dulu ,bunda"
"Ya , hati hati. Jangan ngebut, jaga anak dan cucu bunda" ucap bunda dengan Azril
"Hati hati bunda di rumah" ucap Alesha dan mengecup pipi bunda.
"Nenek, Khaira pergi dulu ya. Nenek tak boleh menangis"
"Iya, sayang. Khaira juga tak boleh nakal ya. Papi dan mommy pergi sekalian kerja"
"Oke , nek"
Azril dan Lesha masuk ke dalam mobil. Khaira udah terlebih dahulu masuk dan duduk di jok belakang.
Azril perlahan melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Alesha menuju kota Bandung.
Setelah lebih kurang menempuh perjalanan selama tiga jam, mereka sampai di proyek.
Azril menggendong Khaira yang tampak mengantuk. Mereka mengamati dan mengawasi para pekerja di proyek. Khaira yang telah bangun minta turun dari gendongan Azril dan berlari melihatnya.Azril memeluk Khaira yang melihat proyek dengan semangatnya.
"Papi, ini kerjanya papi..."
"Iya sayang...doakan semua kerjaan papi lancar ya. Ini juga kerjaan mommy..." ucap Azril sambil jongkok dan memeluk Khaira dari belakang.
Azril mengikuti kemana langkah kaki kecil Khaira ,ia hanya mengekori dari belakang. Alesha langsung bertemu dan bertanya dengan para pekerja.
Kira kira dua jam melihat proyek, Azril mengajak Alesha istirahat sekalian makan.
__ADS_1
Mereka menuju salah satu restoran dan Azril memesan makanan yang disuka Alesha dan Khaira. Azril tampak sangat senang, senyumnya terus mengembang.
"Aku tak pernah membayangkan akan mendapatkan keturunan yang lahir dari rahimmu Lesha, sejak aku melihat kamu bersanding dengan Kenzo. Aku saat ini merasa pria yang paling beruntung karena bisa kembali dekat dengan orang yang paling aku cintai"
Setelah makan, Azril dan Alesha ingin kembali lagi ke proyek sebelum pulang ke Cirebon.
Udara yang sangat panas membuat tubuh Alesha banyak mengeluarkan keringat. Azril mendekat dan memakaikan topinya ke kepala Alesha.
"Panas banget , Sha. Kamu pakai topi kakak ini aja"
"Terima kasih kak..."ucap Alesha
"Sha...hidungmu kenapa" ucap Azril kaget melihat ada darah menetes keluar dari hidung Alesha.
Azril menurunkan Khaira dari gendongannya. Ia mengambil sapu tangan dari kantong celananya dan menghapus darah di hidung Alesha.
"Ini hanya mimisan. Karena udara yang terlalu panas..."
"Udahlah, Sha. Kita pamit aja lagi. Kakak nggak mau kamu nanti jadi sakit"
"Sebentar kak, aku pamit dulu dengan pekerjanya"
Azril menggendong Khaira dengan tangan kanannya dan tangan kiri yang merangkul bahu Alesha menuju mobil. Siapapun yang melihat pasti mengira mereka satu keluarga yang bahagia.
Di dalam mobil Azril melihat Alesha yang masih terus menghapus mimisan dihidungnya.
"Sebaiknya kita ke rumah sakit aja , Sha. Kakak nggak mau kamu kenapa kenapa."
"Nggak usah kak, aku akhir akhir ini jika sedikit kecapean memang sering mimisan. Udah biasa"
"Kamu udah periksa ke dokter"
"Sudah, itu karena kecapean aja kata dokter" ucap Alesha berbohong. Ia belum pernah periksa ke dokter mengenai penyakitnya. Memang Alesha merasa tubuhnya saat ini sering merasa kelelahan.
"Kamu yakin..."
"Maksud kak Azril...."
__ADS_1
"Jika memang dokter mengatakan semua yang kamu alami akhir akhir ini karena kecapean, kakak minta kamu berhentilah bekerja , Sha. Kakak masih sanggup membiayai hidup kamu dan Khaira. Saat ini , perusahaan yang kakak pimpin ini separuh sahamnya udah jadi milik kak Azril. Kakak ingin membeli sahamnya lagi agar semua sahamnya jatuh ke tangan kakak. Nanti kamu bisa bekerja dengan kakak aja"
"Kak...aku ini bukan siapa siapa kak Azril, mengapa harus kakak yang menanggung hidupku"
"Kamu mommy putriku, kamu juga adikku dan yang terpenting dari semua itu, kamu adalah wanita yang paling aku cintai Sha. Jika kamu keberatan aku menanggung semua biaya hidupmu karena kamu merasa bukan siapanya aku, mari kita menikah kembali, Sha. Aku janji tak akan pernah menyakiti kamu lagi"
"Kakak melamar aku..." canda Alesha sambil tertawa
"Sha, kakak serius. Kakak akan membuat kamu menjadi wanita yang paling bahagia. Apapun yang kamu mau dan inginkan pasti akan kakak lakukan"
"Kakak yakin akan bisa membuat aku bahagia"
"Yakin, Sha...kamu mau kan menerima kakak kembali"
"Entahlah kak, aku nggak yakin. Terkadang aku berpikir kakaklah pria yang paling aku cintai tapi terkadang hatiku juga berkata, jika kak Azril adalah pria paling bej*t dan jahat yang pernah hadir dalam hidupku. Dan itu membuat aku ragu, apakah masih ada cinta itu buat kak Azril sementara hatiku separuh menolaknya..."
"Sha, kakak tahu jika kak Azril sering membuat kamu terluka. Tapi Sha, bukankah manusia itu tak luput dari kesalahan. Lebih baik bukan jika seorang yang pernah melakukan kesalahan tapi mengakuinya dan berusaha berubah dari pada seseorang yang selalu merasa benar tanpa menyadari jika ia telah melakukan kesalahan"
"Aku takut nanti jika aku menikah kembali dengan kak Azril, kakak akan melakukan hal yang sama saat pernikahan kita. Aku mungkin tak akan sekuat dulu menerimanya lagi jika kakak melakukan hal yang sama"
"Sha, apa yang harus kakak lakukan agar meyakinkan kamu"
"Beri aku waktu kak..."
"Jangan lama lama , Sha. Apakah kamu tak ingin memberi Khaira keluarga yang utuh. Paling nggak, kamu lakukan demi Khaira. Ia makin besar, nanti ia akan tambah mengerti tentang hidup ini. Apa kamu bisa memberi jawaban saat ia bertanya mengapa kedua orang tuanya hidup terpisah. Dan mengapa ia punya dua ayah tapi tinggal terpisah dengan ibunya..."
Alesha bingung harus menjawab apa. Kepalanya dirasakan juga sangat pusing. Ia memang tak ingin nanti setelah Khaira besar akan bertanya tanya mengapa ayah dan ibunya tinggal terpisah. Dan mengapa ia memiliki dua ayah.
Alesha memijat kepalanya. Khaira yang mengantuk sudah tertidur di jok belakang mobil.
Azril mendekatkan tubuhnya ke Alesha dan memijat kepala Alesha.
"Kita ke rumah sakit. Nggak ada bantahan. Kakak perhatikan kamu akhir akhir ini sering sakit kepala"
"Besok di Cirebon aku periksa kak. Sekarang kita kembali aja, takut kemalaman. Kasihan bunda sendirian di rumah"
"Kali ini kakak harap kamu mau mendengar kakak. Jangan keras kepala lagi"
Azril mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tempat temannya praktik.
__ADS_1
***********************
Terima kasih. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang sedang melaksanakannya.