CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Dua puluh Sembilan S2


__ADS_3

Sesampainya di Pekanbaru, Khaira membawa Diego menuju kontrakannya. Ia akan mencarikan hotel buat Diego setelah meletkan barang barangnya.


"Kenapa aku nggak boleh menginap di sini saja" tanya Diego begitu sampai di kontrakan Khaira.


"Kita belum menikah Diego...." ucap Khaira sambil berjalan masuk ke kamar dan meletakan koper berisi pakaiannya.


Setelah meletakan koper, Khaira menuju dapur dan membuatkan es teh manis buat Diego.


Ia membawanya menuju ruang tempat televisi berada. Diego sedang menonton.


"Kita di Jakarta juga sering tidur bareng..." gumam Diego


"Beda Diego...."


"Apa bedanya...sama sama tidur bareng"


"Di Jakarta ada orang tua kita. Sedang di sini kita hanya berdua. Lagi pula, apa kata tetangga jika melihat aku tinggal bersama seorang pria."


"Tinggal katakan aku calon suami kamu"


"Calon...bukan suami. Aku tak mau nanti jadi bahan peembicaraan orang karena tinggal bereng"


"Aku tidak akan melakukan hal yang lebih selain tidur bersama atau sekedar pelukan. Aku akan melakukannya setelah kita menikah"


"Apa orang akan percaya. Pria dan wanita tinggal seatap tanpa melakukan apa apa..."


"Ribet banget sih...." gerutu Diego.


Khaira mendekati Diego dan menangkup wajahnya, Khaira lalu mengecup bibir Diego.


"Tahan dulu, bukankah kamu katakan Daddy sudah meminta temannya mengurus semua administrasi buat pernikahan kita yang akan kita lakukan seminggu lagi. Berarti kamu hanya seminggu menginap di hotel..."


"Baiklah, tapi kamu temani aku di hotel ya. Jika di kontrakan tak diizinkan. Kita bisa menginap di hotel berdua"


"Diego...kamu saat ia bukan lagi anak anak, kamu sudah menjadi pria dewasa. Begitu juga denganku, aku ini wanita dewasa. Aku takut nanti kita melakukan kekhilafan. Bukankah waktu seminggu bukanlah lama. Jika kamu memang serius akan menikahiku, kita sama sama menjaga diri kita..."


"Kamu nggak percaya aku bisa menahan diriku untuk tidak memakanmu"


"Aku percaya, tapi kita nggak tahu nantinya kita terbawa hawa nafsu. Seperti saat di villa , kamu hampir melakukan hal lebih"

__ADS_1


"Baiklah, Khaira sayang. Aku akan menahan diri seminggu ini untuk tidak tidur bareng kamu"


"Aku mandi dulu, nanti baru kita cari hotel buat kamu menginap"


"Boleh ikut mandi bareng"


"Boleh, tapi aku tak mau menikah denganmu setelah kita mandi bareng"


"Ancamannya ngeri amat..."


Khaira tertawa mendengar ucapan Diego. Ia masuk ke kamar mandi. Diego meminum air yang telah dibuatkan Khaira.


Setelah selesai mandi, Khaira mengeluarkan mobilnya dari bagasi. Ia menyetir sedangkan Diego duduk dikursi sebelahnya sambil terus memandangi wajah Khaira.


"Kenapa memandangiku seperti itu. Aku tahu kok aku cantik..."


"Kamu memang wanita paling cantik yang pernah dekat denganku. Wajahmu seakan menolak tua. Pasti tak ada yang mengira jika saat ini kamu sudah berusia dua puluh lima tahun. Kamu terlihat lebih muda dariku"


"Jangan terlalu memuji...."


"Itu bukan hanya sekedar pujian, Khaira. Tapi memang kenyataannya"


Khaira memasuki halaman sebuah hotel. Ia memarkir mobilnya dan masuk kehotel untuk melakukan check in.


Setelah melakukan check in , Khaira mengantar Diego ke kamarnya.


Khaira lalu membaringkan tubuhnya. Badannya terasa pegal dan juga matanya mengantuk.


Diego masuk ke kamar mandi untuk membeesihkan dirinya. Setelah setengah jam Diego keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya.


Diego melihat Khaira yang terlelap ikut berbaring di samping tubuh kekasihnya itu.


Setelah jam menunjukan pukul tujuh malam, Diego membangunkan Khaira dengan mencium bibir gadisnya itu.


Bukannya bangun, Khaira malah tambah membenamkan kepalanya di dada Diego.


Diego lalu memeluk pinggang Khaira dan menariknya hingga makin merapat.


"Kamu benar Khaira, aku mungkin tak bisa lagi menahan hasratku jika kita tidur bareng selama seminggu menjelang pernikahan. Saat ini saja rasanya aku ingin memakanmu. Tapi aku harus bisa menahannya, aku mencintaimu ...sangat mencintaimu. Aku akan menjagamu dan harus bisa menahannya sampai kita sah menjadi suami istri"

__ADS_1


Sementara itu di Jakarta , Kenzo dan Azril sedang berbincang berdua di sebuah kafe.


"Apa kamu yakin akan menikahkan Khaira dan Diego saat ini, Ken. Mengapa tidak menunggu Diego wisuda"


"Diego wisuda hampir tiga tahun lagi. Aku takut ia tak bisa menahannya. Karena aku lihat Diego itu terlalu mencintai Khaira. Ia tak bisa jauh dari putrimu itu. Aku takut terjadi suatu hal yang tak kita inginkan"


"Tapi aku takut suatu hal buruk akan dilakukan ibumu jika tahu Khaira dan Diego menikah. Maaf jika kataku menyinggung kamu. Tapi kita semua tahu, jika ibumu tak pernah menyukai Khaira..."


"Aku yang akan menghadapi ibuku"


"Apa kamu yakin. Kamu lupa dengan apa yang pernah ibu kamu lakukan dengan Alesha"


"Aku tahu ,Azril. Aku menyesali tindakan ibuku hingga saat ini. Tapi itu semua mungkin memang takdirku. Alesha memang ditakdirkan buatmu"


"Kamu tahu , Ken...aku tak akan tinggal diam jika seseorang mencoba menyakiti anak anakku. Bagiku anak anakku segalanya. Aku rela mengorbankan apapun itu demi kebahagiaan mereka"


"aku juga kali ini tak akan membiarkan ibuku merusak kebahagiaan anakku"


"Baiklah, tapi aku harap kamu bisa meyakinkan dan menghibur Khaira saat ia tahu jika akubtak bisa menjadi walinya. Aku sebenarnya bersyukur Khaira menikah di luar kota, jadi ada alasan bagiku untuk tidak menjadi wali nikahnya"


"Ya, aku akan meyakinkan Khaira jika semua ini di luar kemauan kamu dan tak kamu sengaja"


"Terima kasih , Ken. Semoga Diego dan Khaira menjadi suami istri yang berbahagia selamanya tanpa ada siapapun yang akan merusak hubungan mereka"


"Semoga ...lusa aku akan ke Pekanbaru."


"Semoga pernikahan anak anak kita berjalan lancar. Dan Khaira tidak curiga dan sedih karena aku tak bisa menjadi wali nikahnya. Aku juga tak bisa memberitahukan pernikahan Khaira pada Atha, takut ia minta menghadirinya. Aku belum siap memberitahukan semuanya. Aku akan menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya."


"Aku yakin Khaira dan Atha akan bisa menerimanya"


"Semoga saja...."


Setelah mereka menyantap hidangan makan malamnya, Azril dan Kenzo pulang.


Sepanjang perjalanan pulang Azril masih terus memikirkan alasan apa yang akan ia katakan pada Khaira karena ia yang tak bisa menghafiri pernikahan anaknya itu.


Azril akan tetap ke Pekanbaru di hari pernikahan anaknya. Tapi ia akan muncul disaat anaknya dan Diego telah mengucapkan ijab kabul.


********************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2