CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tiga puluh Enam S2


__ADS_3

Pagi harinya mama pamit akan pulang ke apartemen tempat biasa ia menginap jika ke Jakarta. Apartemen milik Kenzo yang dulu pernah ia tempati bersama Alesha.


Mama hanya pamit dengan Hanna. Mama heran melihat mata Hanna yang sembab.


"Kenapa matamu. Apa kamu menangis dari malam. Kamu bertengkar dengan Kenzo"


"Nggak ma. Aku hanya kepikiran Diego"


"Sudahlah, mama yang akan mengurusnya. Mama mau pamit dulu. Besok mama datang lagi. Mama sudah menghubungi Diego. Ia mengatakan akan pulang ke Jakarta hari ini atau besok. Jika Diego telah di rumah kabari mama"


"Iya , ma. Hati hati"


Setelah kepergian mama , Hanna menuju dapur. Ia membuat susu hangat. Perutnya perih dari malam belum makan.


Kenzo yang malamnya tidur di ruang kerjanya ke luar dan melihat Hanna yang sedang minum.


Kenzo menghampiri Hanna dan duduk dihadapannya.


"Hanna maafkan aku. Aku tak pernah bermaksud menyakiti hatimu"


"Tapi kamu memang telah menyakiti hatiku, kak"


"Aku tak mau kejadian dulu terulang. Aku tak mau Diego harus berpisah dengan orang yang ia cintai."


"Kenapa kamu melakukan ini padaku, kak. Kenapa kamu selama ini pura pura mencintaiku. Sakit kak, setelah tahu selama ini aku hanya bertepuk sebelah tangan. Aku sadar ketika menikah dulu kamu memang tak mencintaiku. Tapi aku pikir waktu dua puluh tahun kebersamaan kita dapat merubah perasaanmu. Ternyata tidak, hatimu telah kau tutup dan kau kubur bersama jasad Alesha. Apa salahku, kak...."


"Kamu tak ada salah, Hanna...."


"Aku salah...ya aku salah mencintai kamu. Aku salah terlalu berharap suatu saat kamu juga akan mencintaiku."


Hanna tak bisa lagi menahan tangisnya. Kenzo berdiri dan memeluk Hanna.


"Maaf ,Hanna. Aku tak berpikir kamu akan terluka begini. Aku sudah berusaha mencintaimu. Aku sudah berusaha untuk tak menyakiti hati wanita. Tapi masih saja aku melakukan kesalahan dengan menyakiti hatimu. Kamu tahukan, selama ini aku berusaha menjadi suami yang baik"


"Kamu bukan suami yang baik. Tapi kamu hanya berusaha menjadi daddy yang terbaik. Mungkin bagi Diego kamu adalah daddy terbaiknya , tapi tidak bagiku. Kamu bukan suami terbaik"

__ADS_1


Hanna tak bisa lagi menahan semua ucapannya. Ia terlalu kecewa dengan tindakan Kenzo yang menyembunyikan pernikahan Diego.


Hanna berdiri dan melepaskan pelukan Kenzo. Ia berjalan menuju kamar. Sebelum masuk ia berkata.


"Biarkan aku sendiri, kak. Beri aku waktu berpikir, akan di bawa kemana nasib pernikahan kita ini. Aku lelah harus berjuang sendiri"


Setelah itu Hanna masuk dan membiarkan Kenzo sendirian.


"Dulu aku menyakiti perasaan Alesha dengan memaksanya bertahan disampingku walau aku tahu ia tak pernah mencintaiku. Dan kali ini aku juga menyakiti hati Hanna dengan pura pura mencintainya...."


Kenzo menarik rambutnya frustasi dan ia duduk di sofa ruang keluarga.


"Lagi lagi aku telah menyakiti hati wanita. Padahal aku telah berusaha melakukan yang terbaik. Aku merasa tak pernah menyakiti Hanna. Aku sudah berusaha menjadi suami yang terbaik. Jika memang kamu ingin pergi, aku tak akan menahanmu Hanna. Aku tak mau melakukan kesalahan yang sama , dulu aku menahan Alesha agar tetap bersamaku. Tapi kali ini aku akan membebaskanmu jika itu yang akan membuat kamu bahagia"


Kenzo masuk ke ruang kerjanya setelah beberapa saat terdiam. Ia berusaha menghilangkan rasa bersalahnya dengan mengerjakan pekerjaan kantor yang dibawanya pulang.


Sore harinya Diego dan Khaira yang baru sampai langsung menuju rumah Diego. Azril sedang di luar kota. Khaira bermaksud ingin menginap.


Diego bertanya pada bibi, dimana daddy dan maminya. Bibi mengatakan jika Hanna dikamar dari pagi dan tak keluar keluar. Khaira yang mendengar dari bibi jika Hanna belum makan dari siang menjadi kuatir.


Hanna kaget melihat Khaira yang berdiri dihadapannya. Diego pergi menemui daddy nya. Ia telah mendapat pesan dari daddy jika Hanna telah mengetahui pernikahannya.


Diego memang tak mengatakan apa apa pada Khaira, ia takut Khaira tak mau di ajak menginap jika tahu Hanna yang lagi marah dan kecewa dengan daddynya.


"Mami, kenapa mami menangis" ucap Khaira dan berjongkok di depan Hanna sambil menggenggam tangannya.


Hanna menepis tangan Khaira dan membuang mukanya. Khaira kaget dengan apa yanv dilakukan Hanna.


"Mami, apa mami marah denganku"


"Keluarlah...mami belum mau bicara dan bertemu siapa siapa"


"Mami, maaf jika aku ada salah..." ucap Khaira dengan air mata yang tak bisa di tahan. Khaira berdiri dari jongkoknya.


"Mami...aku hanya ingin mengatakan jika aku sangat menyayangi mami seperti ibu kandungku. Jika aku memang melakukan kesalahan mami bisa hukum aku tapi jangan diamkan aku seperti ini"

__ADS_1


"Keluarlah Khaira. Apa kamu tak mengerti ucapanku" teriak Mami.


Diego yang akan masuk ke kamar mendengar teriakan mami nya menjadi kaget.


"Mami, kenapa mami mengusir Khaira"


"Kamu juga, keluarlah. Mami ingin sendiri"


"Mami, jika mami ingin marah. Marahlah denganku atau daddy. Khaira tidak bersalah. Dari awal ia sudah menganjurkan untuk mengatakan semuanya pada mami. Tapi aku dan daddy yang ingin menyembunyikannya. Jadi mami salah jika marah pada Khaira"


"Kamu dan daddy sama aja. Kalian akan melakukan apa saja untuk Khaira. Dihati kalian hanya ada Khaira. Tidak pernah memikirkan perasaan mami"


Khaira memandangi Diego ,minta penjelasan atas ucapannya.


"Mami udah tahu mengenai pernikahan kita " ucap Diego


"Mami...maafkan aku" ucap Khaira pelan.


Khaira memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.


"Keluarlah..." ucap mami lagi.


"Mami, aku mengerti dengan perasaan mami. Pasti mami kecewa karena kami membohongi mami"


"Kamu tak akan pernah bisa mengerti aku, jika kamu tak berada diposisiku saat ini" ucap mami masih dengan suara keras.


Khaira merasakan tubuhnya lemah. Diego yang melihat Khaira hampir jatuh langsung memeluknya. Khaira akhirnya pingsan dalam pelukan Diego.


"Mami keterlaluan. Udah aku katakan jika Khaira ingin aku dan daddy jujur. Ia selalu memikirkan mami. Tapi mami masih saja menyalahkannya. Lihatlah, pasti ia kaget mami memarahinya hingga pingsan"


Setelah mengucapkan itu Diego menggendong tubuh Khaira menuju kamarnya.


Kenzo yang melihatnya mengikuti langkah Diego. Diego meminta Kenzo menghubungi dokter keluarga mereka.


**********************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2