
Sudah satu minggu sejak lamaran ,Kenzo mulai sibuk mempersiapkan pernikahannya. Ia dan Alesha terpaksa mengerjakan semuanya berdua,karena Dita masih cuti sehabis pesta pernikahannya.
Kenzo tidak ingin melibatkan karyawannya. Karena ini urusan pribadinya.
Azril masih saja kesal karena sejak Tiara mengirim foto dan video mereka ke grub sekolah Azril,Tiara seperti menghilang.
Azril masuk ruang kerjanya. Ia baru mendapat kabar dari bundanya jika Alesha akan melangsungkan pernikahannya dengan Azril dua bulan lagi.
"Apakah aku akan kehilangan kamu selamanya Alesha. Apa aku tidak ada kesempatan lagi buat bisa hidup bersamamu. Kau semakin jauh dan sulit buat aku gapai..."
Azril melihat Tiara baru saja datang,dan duduk di dekat meja kerjanya.
Azril keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri Tiara.
"Aku mau bicara...."ucap Azril dan memegang tangan Tiara ,menyeretnya keluar. Rekan kerjanya heran melihat Azril yang dengan kasar memaksa Tiara keluar.
"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi"
"Apa maksudmu mengirim semua foto dan video itu ke grup sekolahku"ucap Azril sambil mengcengkeram rahang Tiara
"Bukankah sudah aku katakan jika aku akan melakukan itu jika kamu menceraikan aku"
"Kau pikir dengan kau mengirim semua itu aku akan terpengaruh dan hancur. Hidupku sudah berantakan sejak aku menikah denganmu jadi itu tak ada pengaruhnya lagi pada diriku"
"Hatimu yang hancur saat ini. Aku tahu kau sedang terluka karena mengetahui Alesha akan menikah dengan Kenzo. Aku akan melihat bagaimana terpuruknya kau setelah orang kau cintai menikah..."
Azril langsung menampar pipi Tiara keras sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Tutup mulutmu...aku senang Alesha akhirnya menikah dengan pria yang baik..."
"Mulutmu bisa berkata bohong tapi hatimu tidak..."
Azril ingin menampar Tiara sekali lagi tapi tangannya di tahan oleh pak Anthony yang kebetulan lewat.
"Azril apaan ini. Kamu tidak bisa melakukan tindakan kekerasan begini. Apa lagi ini di kantor. Tiara bisa saja membawa kasusmu ini ke jalur hukum"
"Maaf pak,ini masalah pribadiku pak..."
"Karena ini masalah pribadimu,makanya kamu tak bisa melakukannya di kantor. Masalah pribadi selesaikan di rumah"
"Kami sudah cerai...sekali lagi maaf,pak"
"Aku nggak mau tahu,kamu bercerai atau apa,jangan melakukan kekerasan di kantor. Sekarang saya minta kamu kembali ke ruang kerjamu. Tiara ikut denganku"
"Baik pak...."ucap Tiara
Azril mengepalkan tangannya . Ia masih geram dan belum puas bicara dengan Tiara.
Tiara mengikuti langkah Anthony ke ruang kerjanya dan menguncinya. Tiara langsung duduk dipangkuan Anthony.
__ADS_1
"Kamu lihat ini sayang,Azril menampar aku keras banget sampai berdarah bibirku"
"Apa perlu aku laporkan Azril"ucap Anthony sambil mengusap bibir Tiara.
"Jangan ...sayang. Aku mau kamu berhentikan Azril atau turunkan jabatannya..."
"Dulu kamu yang meminta agar Azril dinaikan jabatannya"
"Dulu iya masih menjadi mainan aku,sekarang aku udah nggak mau. Aku mau kamu aja..."
"Nanti aku kamu jadikan mainan juga..."
"Nggaklah sayang,dari dulu kamu tetap nomor satu. Tubuhku hanya milikmu seorang"ucap Tiara sambil memeluk Anthony dengan melingkarkan tangannya di leher Anthony dan mengecup bibirnya
"Nanti ke apartemen aku atau kamu..."ucap Anthony yang tangannya sudah mulai membuka kancing baju Tiara satu persatu
"Apartemen aku aja. Dulu aku takut nanti tiba tiba Azril datang, tapi sekarang aku tidak perlu kuatir lagi...Azril tidak akan mampir ke apartemen.."
Anthony mengecup bibir Tiara. Ia lalu membuka mulutnya buat Anthony mengeksplor lebih lagi mulutnya. Anthony langsung ******* bibir Tiara.
Mereka saling bertukar saliva,dan bermain lidah. Anthony melecuti seluruh pakaian Tiara dan membawa ia ke dalam kamar yang ada di ruang kerjanya.
Azril yang ingin minta tanda tangan Pak Anthony menjadi heran ketika ia mencoba membuka pintu ,ternyata di kunci.
"Mira...pak Anthony kemana. Kenapa pintunya terkunci"
"Anu apa ,Mir..."
"Mungkin pak Anthony nggak mau di ganggu. Lagi istirahat mungkin mas"
"Istirahat...biasa ya pak Anthony begini"
"Ya mas,jika capek pak Anthony akan menguncin pintunya agar tak di ganggu"
"Oh ...gitu ya. Tolong berikan ini nanti jika pak Anthony telah selesai istirahat"
"Baik mas..."
Azril berlalu dari depan ruang kerja pak Anthony menuju ruang kerjanya. Ia tak melihat Tiara di meja kerjanya.
Azril duduk dibalik meja kerjanya. Dan memikirkan sesuatu.
"Bukankah tadi Tiara bersama pak Anthony, Kemana mereka pergi. Jika pak Anthony ada di dalam ruang kerjanya ,kemana Tiara. Nggak mungkin ia menemani pak Anthony. Atau benat rumor yang pernah beredar jika Tiara ada affair dengan pak Anthony. Aku harus menyelidiki ini. Jika itu benar, akan aku jadikan senjata buat menjatuhkan kamu Tiara...."
Azril mulai mengerjakan tugasnya. Tidak begitu lama ia melihat Tiara. Azril ingin pastikan kecurigaannya. Ia lalu keluar ruangan menuju ruang kerja pak Anthony.
"Selamat siang Mira..."
"Selamat siang mas..."
__ADS_1
" Apa pak Anthony sudah bisa ditemui"
"Bisa mas...."
"Sudah selesai ya istirahatnya pak Anthony..."
"Sudah mas..."
"Aku izin masuk ya..."
"Silakan mas..."
Azril mengetuk pintu ruang kerja pak Anthony.
"Silakan masuk..."
Azril berjalan masuk dan duduk di kursi yang ada dihadapan pak Anthony.
"Sudah enakan pak badannya..."
"Maksud kamu apa..."
"Tadi saya datang, Mira bilang bapak tak bisa di ganggu krena lagi istirahat"
"Oh ya. Tadi tiba tiba kepala saya pusing"
"Kepala atas apa kepala bawah pak...aku makin curiga jika antara Tiara dan pak Anthony ada affair. Aku akan buktikan semua. Pantas kamu bisa dpatkan izin begitu mudahnya..."
"Pak maaf masalah tadi pagi. Saya juga ingin bapak tahu jika antara saya dan Tiara sudah tidak ada hubungan apa apa lagi,kami telah bercerai"
"Aku juga minta maaf,aku bukan ingin ikut campur masalah pribadi kamu. Kamu tahukan Azril jika tindakan kekerasan apapun itu tidak boleh ada di kantor. Lagi pula apa kamu tak berpikir jika tindakan kamu bisa dilaporkan ke polisi dan nanti kamu bisa di penjara. Aku tak mau nama baikku dan perusahaan tercemar karena tindakan kamu"
"Ya ..pak . Saya mengerti. Ini berkas yang harus bapak tanda tangani."
Pak Anthony menandatanganinya dan kembali menyerahkan pada Azril.
"Terima kasih pak... saya pamit dulu"
"Azril kamu salah satu karyawan andalanku,apa nanti aku bisa mengabulkan permintaan Tiara untuk memecat Azril segera"
Azril meninggalkan ruang kerja pak Anthony.
Ia tadi sempat melihat ada tanda kemerahan di leher pak Anthony,bekas percintaannya.
"Aku makin yakin antara pak Antony dan Tiara ada affair. Pantas Tiara begitu dekat dengn pak Anthony. Aku memang benar benar bodoh selama ini selalu kamu bohongi"
****************
Terima kasih
__ADS_1