
Sesampainya di kampus Diego langsung menuju pustaka. Ia janji dengan teman satu kelompoknya buat mengerjakan tugas mereka di pustaka.
Banyak mata cewek memandangi Diego ketika ia memasuki pustaka. Di kampus Diego emnag terkenal jutek pada wanita. Sehingga banyak wanita hanya dapat mengagumi dirinya tanpa berani mendekati.
Diego tak pernah mau membalas senyuman wanita yang tak ia kenal.
Diego memilih duduk di sudut ruang pustaka yang jauh dari para pengunjung pustaka yang lainnya.
Ia mengambil satu buku buat ia baca, sebelum teman yang lainnya datang. Ia sudah menghubungi yang lainnya, dan mereka sedang menuju ke pustaka.
Ada satu cewek dalam kelompoknya yang bernama Lala, ia dari pertama Diego masuk ke kampus sudah naksir dengannya.
"Selamat pagi, Diego. Udah lama ya menunggu" ucap Lala dengan suara yang sengaja dimanjain
"Mana yang lain" ucap Diego tanpa melihatnya.
"Sebentar lagi pasti mereka sampai. Kangen banget deh dengan kamu. Rasanya bertahun tahun kamu nggak masuk kuliah. Kamu nggak kangen denganku, Diego"
"Nggak, karena udah ada yang aku kangeni"
"Kamu udah punya kekasih" ucap Lala kaget
"Bukan kekasih...."
"Aku kira kamu udah punya kekasih" ucap Lala memotong ucapan Diego
"Memang bukan kekasih, tapi istri" ucap Diego.
Teman temannya yang baru sampai dihadapan Diego kaget mendengar ucapannya.
"Kamu becanda ya" jawab Lala
"Buat apa aku becanda, nih istriku. Cantik banget" ucap Diego melihatkan foto Khaira yang berada dalam pelukannya.
Lala melihat itu jadi terdiam, dan menahan air matanya yang akan mengalir ke pipi.
"Jadi nggak belajarnya, aku tak bisa tinggalin istriku lama lama. Saat ini ia sedang hamil muda" ujar Diego lagi.
"Kamu serius udah menikah, Diego" ucap temannya yang bernama Antoni
"Tentu saja serius, nih foto akad nikahku" ucap Diego melihatkan foto pernikahannya.
"Jadi kamu mengambil cuti kemarin karena akan menikah"
"Ya, sekalian aku mau menemani istriku buat selesaikan kuliahnya di kota Pekanbaru"
"Menyelesaikan kuliahnya..." ucap temannya yang lain
"Berarti lebih tua istrimu" ucap Lala
__ADS_1
"Ya, emangnya kenapa kalau lebih tua istriku. Aku sangat mencintainya tanpa memandang usianya. Lagi pula jika aku bandingkan dengan teman wanita di kampus, istriku jauh lebih cantik dan muda. Wajahnya masih imut seperti anak SMU"
"Coba aja kalian lihat, pasti nggak bisa nebak umurnya berapa...." ucap Diego memperlihatkan foto Khaira.
Teman teman Diego memperhatikan foto Khaira dan mereka memuji kecantikan Khaira.
Setelah selesai belajar, mereka menuju kantin buat mengisi perut yang udah meronta minta diisi.
Ketika Diego sedang menyantap baksonya, Khaira menghubunginya. Diego sengaja menghidupkan speaker ponsel agar teman temannya mendengar.
"Ada apa sayang...."
"Kamu masih lama pulangnya"
"Sebentar lagi, kenapa sayang...."
"Aku mau burger...."
"Nanti pulang dari kampus aku belikan ya"
"Kentang juga...."
"Sayang, sebenarnya kamu tuh tak boleh lagi makan yang seperti itu.Harus yang sehat. Biar kamu dan calon bayi kita sehat"
"Sesekali bolehkan...."
"Itu aja...ayam goreng juga ya"
"Tapi katanya itu aja"
"Kalau nggak mau beliin ayam goreng ya udah. Nanti aku minta papi aja yang beliin"
"Bukan nggak mau sayang, tapi aku cuma tanya aja"
"Udah ...ah. Aku mau mandi dulu. Jangan lama pulangnya"
"Iya , sayang. Hati hati ke kamarnya. Atau tunggu aku pulang aja ya mandinya. Biar nanti aku bantuin"
"Nggak...nanti kamu pengin. Aku kasihan setiap melihat kamu menahan hasra**t ketika bantuin aku mandi"
Diego memandangi temannya yang tampak tersenyum mendengar ucapan Khaira.
"Udah ya sayang...jangan mandi lama lama ,nanti masuk angin"
"Iya, kamu juga hati hati ya nanti pulangnya"
"Iya sayang. I love you"
__ADS_1
"I love you more"
Diego mematikan sambungan ponselnya dan melihat ke temannya.
"Percayakan aku udah beristri"
"Iya, percaya. Pantas kamu tambah cerah. Udah dapat vitamin tiap malamnya" ujar Antoni membuat teman cowok yang lain tertawa.
Lala dan satu teman cewek yang lainnya hanya diam tanpa suara.
Diego pamit setelah menghabiskan makanannya. Ia menuju mobilnya yang diparkir dibelakang kampusnya.
Lala mengikuti langkah Diego hingga keparkiran.
"Ada apa, La"
"Kamu serius telah menikah"
"Emang kamu tadi nggak dengar istriku menelpon"
"Siapa tahu kamu memintanya bersandiwara"
"Lala...buat apa aku meminta seseorang buat bersandiwara. Buang buang waktu aja"
"Maaf, aku bukannya bermaksud begitu. Kenapa kamu tak pernah cerita jika memiliki pacar ...."
"Apa aku harus mengumumkan pada semua orang jika aku memiliki seorang kekasih"
"Diego, aku yakin kamu tau jika aku menyukaimu"
"Terus...."
"Jika aku tau kamu sudah memiliki kekasih, pasti aku tak membiarkan hati ini jatuh cinta padamu"
"Lala...aku tak mengatakan pada siapapun jika aku memiliki kekasih karena aku pikir itu tak perlu. Bukankah aku selama ini tak pernah memberikan harapan ataupun perhatian pada wanita manapun termasuk kamu. Aku lakukan itu agar tak ada yang mendekatiku. Aku sudah berusaha menjaga jarak, tapi jika masih ada wanita yang menyukaiku, aku bisa apa. Aku tak mungkin melarang, karena itu hak mereka"
Lala hanya terdiam mendengar ucapan Diego.
"Maaf, aku pamit duluan. Istriku tak ada yang menemani. Ia masih lemah karena baru keluar dari rumah sakit"
"Diego , aku harap kamu bahagia dengan pasanganmu itu"
"Terima kasih atas doanya. Aku juga berharap kamu mendapat pria yang baik"
"Diego, boleh aku berkenalan dengan istrimu. Aku ingin mengenal dan melihat wajah wanita yang bisa menaklukan hatimu. Pasti ia sangat cantik"
"Khaira memang wanita yang cantik dan baik. Kapan kapan akan aku bawa ke kampus. Tunggu kandungannya udah kuat"
Diego masuk ke mobil dan mengendarainya menuju salah satu restoran yang menyediakan menu pesanan Khaira.
__ADS_1
*********************
Terima kasih